
kini waktu menunjukan pukul 20.34 malam, luna tengah asyik menonton Tv, tiba tiba baskara datang dengan baju yang rapi tak lupa dengan jaket kebanggaan thunder
" eh lo mau kemana malam malam? " tanya luna
" gue keluar bentar, ada urusan " jawab baskara
" ouh, ya udah " ucap luna menganggukan kepala nya
" mungkin gue agak lama pulang " ucap baskara
" ngapain kok lama? Eh maksudnya iya " jawab luna lalu menyalimi tangan baskara sebagai tanda hormat nya
setelah itu baskara pun pergi melajukan motornya menuju beskem, disana sudah ada jovan dan teman teman teman yang mengganggu
" MANA KETUA LO ITU " teriak jovan
" mau lo apa sih, masi nggak terima lo kalah ya " ucap el
" LIAT AJA GUE BAKAL BUAT KETUA LO PADA NYESEL " jawab jovan
" ya elah kalah balap kok ngacam lawak lawak" ucap samudra
" you coward " sahut alden
" ANJING LO SEMUA " teriak reno tak terima ketua nya di rendahkan
" anjing enggak usah ngomong anjing deh " jawab alden
reno tak menjawab melainkan langsung melayang kan bogem nya ke pipi kanan alden
" BANGSATTT " teriak alden tak terima lalu membalas reno memukul kedua pipi nya lalu menendang perutnya
" ALDEN CUKUP " ucap alan memisahkan namun bukan nya berhasil alan malah di tendang oleh jovan
" lo nggak usah ikut campur " ucap jovan lalu memukul perut alan, alan tak diam saja ia membalas pukulan jovan
Melihat itu semua teman teman jovan ikut ikutan berkelahi dengan genk thunder, alan kini tengah terpojok 5 lawan 1 adalah hal yang mustahil
" lemah banget si wakil nya " ucap jovan lalu menendang perut alan yang telah tergeletak di tanah
" sssshhh akhh " ringis alan memegangi perutnya
ketika jovan ingin menendangi alan lagi tiba tiba baskara datang langsung memukul pipi kiri jovan dari samping membuat jovan tersungkur ke tanah, melihat itu teman teman jovan tak terima lalu memukul baskara, namun mereka salah memilih lawan seorang guru takewoundo, alhasil mereka babak belur dibuat baskara
" NGGAK USAH SOK LO ANJING " teriak jovan lalu bangkit untuk memukul baskara, namun berhasil di tahan oleh baskara
" lo yang minta " ucap baskara lalu memukul perut jovan satu kali namun bisa membuat jovan terduduk
" ssstttt awww bang- ssatt " ringis jovan memegangi perutnya
baskara pergi ke arah alan menjulurkan tangan nya untuk membantu alan bangun, tentu saja alan menerimanya
" thanks " ucap alan
" hmm " jawab baskara
__ADS_1
" masi berani nggk lo sama ketua gue ha" tanya samudra tertawa
" shhiitt dia udah datang " batin reno, reno memang mengetahui bahwa baskara adalah seorang guru takewoundo karena kebetulan keponakannya adalah salah satu dari murid baskara
jovan bangun sambil memegangi perutnya
" BASKARA DEVANO ANGGARA GUE BAKAL BUAT LO NYESAL KARENA UDAH BUAT GIE KAYAK GINI, LIAT AJA GUE BAKAL AMBIL ORANG YANG BERHARGA BUAT LO " ucap jovan menunjuk baskara
" gue bunuh lo kalau lo berani " jawab baskara tegas
" BUBAR " perintah jovan pada teman teman nya
" kalian nggak papa " tanya baskara
" kita si oke aja tapi alan kayaknya enggak oke" jawab el
" gue nggak papa kok ssstt cuma sakit dikit " jawab alan
" bagaimana cerita nya jovan bisa datang " tanya baskara
" kita juga nggak tau tiba tiba dia datang teriak teriak kayak orang gila " jelas samudra dan hanya di balas anggukan oleh baskara
" masuk ke beskem biar alan bisa di obati " ucap baskara
" biar gibran aja yang obatin alan " sahut gibran mengangkat tanganya
" enggak usah ran gue bisa sendiri kok, lo juga obatin diri lo sendiri bibir lo luka " jawab alan
" ini mah sedikit enggk perlu di obati, yang pemting tu alan " bantah gibran lalu memapah alan untuk masuk
" ssttt awww pelan pelan ran " ucap alan saat gibran mengoleskan alkohol di pipi alan yamg terluka
" tahan lan kalau nggak di obati ntar infeksi " jawab gibran
Semuanya hanya menonton gibran yang mengobati alan sementara itu baskara melihat handphone nya, melihat waktu sufah larut baskara pun pamit pada teman temannya
" hati hati di jalan ya bro " ucap samudra
" hmm " jawab baskara lalu pergi
sementara itu waktu tengah menunjukan pukul 24.20 luna masih terbangun memegangi perutnya
" aww hiks hiks sakit banget perut gue aww " rintih luna sambil memegangi perutnya
" baskara mana sih kok belum pulang juga awww hiks " lanjutnya lagi
" gue takut lama lama di sini sendiri " ucap luna
Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka
" itu pasti baskara " batin luna, lalu menutupi dirinya dengan selimut seolah olah tidur
Baskara masuk ke kamar namun tak langsung tidur malainkan masuk ke kamar mandi
" aduh ilang dong sakit perut gue ngak mau baskara liat gue kek gini ntar gue di bilang alay lagi " batin luna
__ADS_1
Baskara yang masih berada di pintu kamar mandi melihat luna yang memegangi perutnya seolah olah paham
" belum tidur? " tanya baskara
" be-belum ngantuk " jawab luna yang tak membalik badan nya,
jadi luna ini posisi nya membelakangi baskara ya :)
Baskara hanya diam dan pergi meninggal kan luna, mendengar baskara sudah pergi luna langsung melentangkan tubuhnya
" punya suami cuek banget ya allah " batin luna
Tiba tiba baskara masuk lagi membuat luna terkejut
" buka baju lo " suruh baskara
" hah maksud lo " ucap luna sambil menutupi dirinya dengan selimut
baskara hanya menarik nafasnya panjang lalu duduk di samping luna membuka selimut
" lo mau ngapain " ucap luna
" diam " jawab baskara lalu membuka baju luna agar perutnya terlihat, baskara mengambil handuk hangat yang dia bawa tafi meletakanya di atas perut luna
" lo " ucap luna tak menyangka
" kalau sakit perut di kompres pake air hangat biar hilang " jawab baskara
" i- iya makasih ya " ucap luna
" hmm " jawab baskara lalu menutup luna dengan selimut
" kok lo peduli banget sama gue " tanya luan pada baskara
Baskara tersenyum lalu menjawab
" gue suami lo, lo tanggung jawab gue " jawab baskara,
membuat luna terkejut bukan karena ucapan baskara melainkan karena baskara tersenyum, menurut luna ini adalah hal yang sangat langka, baskara yang jarang mengungkapkan expresi nya, malah tersenyum pada luna,
" astaga dia senyum ke gue " batin luna sambil melihat ke baskara, baskara yang merasa di perhatikan oleh luna pun bertanya
" kenapa? Masih sakit hmm " tanya baskara
" ha.. E-eng-enggak kok udah mulai baikan " jawab luna yang sadar akan baskara
" ya udah tidur biar sakit nya enggak kerasa lagi " perintah baskara
" iya " jawab luna lalu menutup matanya
baskara pun ikut berbaring di samping luna ia tak tidur melainkan memainkan hp nya sebentar, luna juga masih tersadar kini ia belum bisa tidur karena seperti ada kupu kupu di perut nya
" ya allah kalau gini cara nya gue bisa mati karena salting " batin luna
Tak lama kemudian luna pun tertidur dalam ke adaan sedang salting begitu juga dengan baskara yang ikut tertidur
__ADS_1