BATU YANG MENCINTA

BATU YANG MENCINTA
Bertemu kembali


__ADS_3

"Ini Abeel? MasyaAllah, sudah gadis begini" teriak bude Lia sambil merangkulku


"Iya bude" balasku dengan mencium bahu tangannya


"Ini siapa yang laki-laki Beel?" tanyanya menunjuk Aksa


"Ini Aksa bude, adik Abeel" jawabku menggandeng tangan Aksa


"Yaa Ampun ganteng, sini nak masuk, masuk" ajak bude Lia


"Ibu langsung pergi ya Beel, kalian baik-baik disini jangan nyusahin bude Lia" ucap ibuku mencium pipiku


"Iya bu, hati-hati" balasku kemudian masuk ke dalam rumah mengikuti bude Lia


Bude Lia menjamu kami dengan sangat istimewa, beliau mempunyai toko sembako yang cukup besar di seberang rumahnya, sesekali bude Lia bolak balik ke tokonya walaupun sudah ada karyawan yang menjaganya. Mungkin hanya sekedar memastikan keadaan toko baik-baik saja.


"Mah, mamah?" panggil seorang anak perempuan seusiaku


"Iya Fa, mamah di dapur" sahut bude Lia dari ujung dapur


Safa adalah anak perempuan bude Lia yang paling terakhir, usianya sama denganku. Dulu saat kecil kita sempat bermain bersama.


"Safaaaa?, apa kabar?" tanyaku menghampirinya


"Baik, siapa? jawabnya


"Aku Abeel, masih ingat gak?" ucapku menjelaskan


"Abeel?, Abeel,, Ya Ampun ABEEL?" teriaknya sambil memelukku dengan cepat


"Ko kamu ada disini, aku bener-bener gak ngenalin kamu tadi"


"Aku lagi liburan Fa"


"Ibumu mana?"


"Ibuku ada urusan pekerjaan selama 2 hari, jadi aku sementara di titipin disini"


"Yah, jadi kamu disini cuman 2 hari dong"


"Kurang lebih iya Fa"


Kita mulai berbincang-bincang berdua kesana kemari, seperti kawan lama yang sudah lama tak jumpa.


Aku mulai melihat sekeliling ruangan sudut, mencari sosok laki-laki yang aku harapkan hadirnya. Yah, aku mencari Abi, namun tidak aku dapati.


"Fa, kamu dirumah cuman bertiga sama mama, papamu? tanyaku menyelidik


"Ada bang Bii juga Beel, tapi dia jarang dirumah. Sibuk dengan dunianya sendiri, karena dia sangat mencintai pekerjaannya jadi gak pernah kenal waktu, tapi dia pasti pulang cuman gak tentu kapan dan jam berapa"


"Nanti kalo kamu ketemu Bang Bii cuekin aja, dia emang mukanya lempeng begitu, haha" sambungnya menjelaskan


"Dia memang tidak jelas, bahkan keluarganya pun menganggapnya tidak jelas" gumamku dalam hati


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Saat malam hari aku merasa tidak bisa tidur dengan nyaman, karena memang aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri pada tempat asing yang jarang atau bahkan tidak pernah aku singgahi.


Aksa tertidur dengan lelapnya. Aku pergi keluar, karena gerah sehingga membuat tenggorokanku terasa kering. Aku pergi ke dapur untuk mengambil air mineral dan tiba-tiba


"Praaaak"


Aku menabrak sesuatu sehingga gelasku jatuh kelantai

__ADS_1


Aku mencoba meraba tembok untuk mencari letak saklar lampu.


Tapi seketika lampu menyala, aku langsung berjongkok hendak mengambil pecahan kaca yang berserakan dilantai tanpa menghiraukan seseorang yang berdiri didepanku.


"Gak usah diberesin Beel, nanti biar mas aja" ucap laki-laki yang membuatku mendongakan kepala keatas


"Mas Abi?" ujarku sembari berdiri menatapnya


Entah kenapa rasanya bahagia sekali bisa melihat wajahnya yang datar itu kembali, aku terus menatap matanya seakan tidak rela untuk beralih pandangan yang selama ini hilang dengan tiba-tiba.


"Mas bukan setan, jadi gak usah menatap Mas seperti itu"


Abi berjongkok mengambil pecahan kaca yang tersisa dilantai lalu membuangnya di tempat sampah.


Mataku masih terpusat padanya, tidak bergerak ataupun bergesar dari tempatnya.


"Mau minum?" ucap Abi


Dia menyodorkan minuman dingin yang baru saja dia ambil dari dalam lemari pendingin, membuat lamunanku pecah seketika.


"Ooh iya, makasih Mas" jawabku tersenyum


Kami duduk dimeja dapur, tidak banyak kata yang keluar. Hanya saling memandang sambil meneguk air dingin untuk mencairkan suasana yang seakan panas sekali.


"Gimana UAS nya kemarin?" tanya Abi membuka obrolan


"Lancar Mas" jawabku singkat


Rasanya aku ingin bertanya Kenapa pergi dengan tiba-tiba tanpa memberitahuku, tapi rasanya keberanianku belum sampai dititik itu.


"Mas maafin aku ya?"


"Iya gak papa, mas tau Abeel gak sengaja nabrak" balasnya


"Ooooh, jadi waktu itu Abeel nguping? bukan karena disuruh nenek untuk mengajak mas masuk kerumah?"


"Kenapa Abeel nguping?" sambungnya dengan pertanyaan


"Emmmgh, itu Mas, Abeel penasaran" jawabku jujur


Abi tidak membalas hanya diam menatapku, kali ini tatapannya benar-benar sangat dalam seperti sedang mencari sesuatu yang dia inginkan


"Tapi Mas udah baikan sama kekasih Mas?" tanyaku asal hanya untuk memecah suasana yang membuatku tidak nyaman


"Udah, malah kita udah ketemu. Sempat khawatir setiap hari memikirkan bagaimana keadaanya, apa pola makannya terjaga, tapi ternyata dia baik-baik saja" jawabnya penuh penjelasan


"Aaah, syukurlah" balasku seakan menyesal dengan jawaban yang diberikan Abi


"Aku pergi tidur dulu Mas, udah malem"


"Ternyata dugaanku benar, bahwa Mas Abi sudah punya kekasih" gumamku dalam hati


Aku menuju kamar yang bude lia sediakan untuk aku dan Aksa, aku menguncinya. Mulai berbaring dan berusaha memejamkan mata, tapi rasanya berat sekali.


Masih terdengar jelas jawaban nyata yang Abi katakan tadi, rasanya sakit sekali tapi kenapa? aku masih tidak mengerti dengan suasana hati yang seakan menekan perasaan yang tidak pernah aku hiraukan.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Hari ini, hari kedua dirumah bude Lia, aku merasa baik-baik saja dan mulai beradaptasi dengan suasana, Aksa selalu diajak bude lia ke tokonya. bude Lia sangat memanjakan aksa seperti anaknya sendiri.


"Beel, ikut yuk jalan sama temen-temenku" ajak Safa


"Eemgh, aku dirumah aja deh Fa" jawabku menolak

__ADS_1


Tentu saja aku menolak karena akan sangat asing jika aku tiba-tiba bergabung dengan kawan Safa terlebih aku tau mereka jalan berpasang-pasangan.


"Yaudah, aku jalan dulu ya Beel" ujar Safa pergi


Aku duduk di depan TV, melihat ada rak buku yang begitu besar disamping TV aku menghampirinya dan mengamati satu per satu buku yang ada disana.


Berbagai macam buku ada disana, seperti sengaja untuk dikoleksi. Aku mulai tertarik dengan satu novel dan mengambilnya.


"Itu novel karya TL, bagus isinya" suara dari belakang mengagetkanku


"Aaah, iya Mas, ini koleksi Mas semua?" tanyaku menebak


"iya, sebenernya masih banyak lagi dikamar. karena dikamar penuh jadi sebagian mas pindah kesini" jawabnya mendekatiku


"Abeel pernah ke GRM?" tanya Abi duduk dekat disampingku


"Apa itu GRM Mas?" tanyaku penasaran


"Pusat toko buku terbesar di kota ini" jawabnya dengan menatapku


"Sepertinya menyenangkan kalau bisa kesana, pasti seperti rumah buku yang sangaaaaaat besar" ucapku mulai mengkhayal


"Ayok kesana" ajak Abi


"HAH?, emang boleh?"


"Yang gak ngebolehin siapa?"


"Mas Abi gak kerja?"


"Gampang"


"Tapi nanti aksa dan bude Lia gimana?"


"Nanti Mas yang minta ijin, Abeel ganti baju dulu sana, masa pake kolor doang, nanti keenakan yang memandang dengan gratis" ujarnya


Berusaha untuk becanda namun kaku dan sama sekali tidak lucu.


Aku dan Abi pergi ke toko buku terbesar di kota ini menggunakan sepeda motor abi. Rasanya seperti saat Abi mengantarku kesekolah cuman dalam keadaan yang berbeda.


Kami menghabiskan waktu di toko itu, aku mulai berkeliaran menjelajahi rak demi rak yang ada didalamnya, rasanya aku tidak ingin pulang.


Abi membelikan beberapa jenis buku yang memang sedari dulu aku inginkan.


"Mau ke taman gak?" tanya Abi dengan memberikanku botol minuman yang baru dia beli


"Jauh gak?" tanyaku balik


"Enggak" balasnya singkat


Ternyata di dekat rumah Abi ada taman mungil, seperti taman kanak-kanak tetapi tidak terlalu banyak orang berada disana.


Pohon yang rindang membuat taman itu terlihat masih asri dan sejuk untuk disinggahi dengan bersantai.


"Abeel berapa hari dijakarta?" tanya Abi yang tiduran dirumput hijau


"Emmm, mungkin 10 harian mas" balasku yang duduk disamping Abi sambil memakan ice cream yang Abi beli dijalan


"Mas Abi, gak pulang kampung lagi?" sambungku dengan pertanyaan


"Kenapa emang?" tanya Abi balik


"Aaaah, gak papa, cuman nanya"

__ADS_1


"Beeel, Mas sama Abeel beda berapa tahun?" tanyanya sambil memiringkan badan kearahku.


__ADS_2