BATU YANG MENCINTA

BATU YANG MENCINTA
Hanya sebatas saudara


__ADS_3

Aku taruh kembali lukisan itu kedalam laci, tapi seketika aku tersadar bahwa ada yang aneh dengan lukisan itu. Aku penasaran dan mengambilnya kembali.


Aku mencoba untuk mengamatinya begitu dalam, semakin lekat.


Bibir tipisnya yang sedang manyun disangga oleh tangan, hidung yang mungil, matanya yang bulat hitam, alisnya yang tebal menyambung seperti ulat bulu yang bergandengan, dan aku seperti sedang melihat diriku sendiri.


"Bukankah ini aku, ini aku, iyah ini aku" ucapku berjingkrak


Aku melompat ke atas ranjang dengan begitu girangnya, berbaring dengan tetap memandang lukisan itu dengan tatapan yang luar bisa seakan nelum percaya.


Aku seperti di buat gila, aku tersenyum dan teriak-teriak sendiri dan hari ini adalah hari paling bahagia yang belum pernah aku jumpa.


Aku masih ingat sekali, saat malam dimana aku sedang belajar bersama Abi, aku mulai pusing dengan otakku karena tugas sekolahku yang begitu banyak. Aku duduk dimeja ruang tamu dengan sedikit ngantuk, aku gunakan tanganku, untuk menyangga dagu sehingga lekuk bibirku seolah seperti manyun.


Ternyata pada waktu itu Abi melukisku, karena saat itu aku sempat meliriknya, sibuk corat coret pada kertas HVS yang dia ambil dari rak bukuku.


"Tapi kenapa Mas Abi melukisku?" tanyaku dalam hati


"Aah, mungkin saja karena dia lahi iseng"


Sebenarnya ada rasa tidak puas ketika aku menyadarkan diri sendiri, bahwa hubunganku dengannya adalah sebatas adik dan kaka.


Aku belum bisa mengartikan apa yang sebenarnya aku rasa. Hatiku pun selalu berkata untuk tidak berharap jauh karena itu tidak akan mungkin terjadi.


Kebahagiaan yang aku rasakan saat ini hanya karena atas dasar saling mengasihi layaknya saudara sendiri. Kepedulian, perhatian dan kasih sayang yang memang belum sempat aku dapatkan sebelumnya.


Aku tidak menganggapnya lebih dari itu karena akupun tau usia kita terpaut sangat jauh dan lagipula abi juga sudah mempunyai kekasih hati.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Hari-hari aku lalui dengan keadaan yang sama yaitu dimana sepinya suasana sebelum Abi datang dan menjadi teman untuk berbagi cerita.


Ujian Akhir Sekolah (UAS) tiba, aku mulai lebih fokus belajar dan tidak memikirkan sesuatu hal yang dapat mengganggu jalan kerja otakku.


Setelah selesai UAS, beberapa minggu kemudian waktunya pembagian raport, Akhir Semester di mulai dan liburan sekolah telah tiba.


"Dreeet, dreeet, dreeet" suara getar ponsel mengagetkanku


Aku mengambilnya dan ternyata ada satu pesan dari nomor baru


"Beeel, ini aku Fatih. Bisakah kita bertemu dan bicara berdua saja sebelum aku pergi ke kota untuk kuliah" pesan singkat dari Fatih


Aku berfikir beberapa menit untuk memutuskan


"Besok aku kesekolah" balasku memberitahu


"Iya Beel, terimakasih"


Kebetulan besok aku harus pergi kesekolah untuk mengembalikan buku perpustakaan yang sudah aku pinjam dan sudah waktunya di kembalikan.


Keesokan harinya, aku berada disekolah dan langsung menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku lalu pergi ke kantin.

__ADS_1


Dikantin ternyata sudah ada Fatih, duduk sendiri . Aku menghampirinya, dia melebarkan bibirnya dengan melihat kearahku.


Aku duduk di depannya, dia tak henti-hentinya tersenyum menatapku membuatku merasa tidak nyaman.


"Udah ke perpustakaan?" tanya Fatih memulai percakapan


"Udah" jawabku singkat


"Besok pagi aku akan berangkat ke kota, untuk kuliah" sambungnya


Aku tidak membalas ucapannya, hanya fokus meminum Avocado juice yang sudah Fatih pesan untukku. Entah dia tau darimana kalau aku sangat menyukai Avocado.


"Aku tidak mau berbasa-basi lagi beel, kamu pun mungkin sudah tau arti tatapanku selama ini. Awalnya aku ragu untuk meyakinkan diri, tapi ternyata perasaan ini meledak dengan sendiri. Aku mengagumimu lebih dari status pertemanan ataupun sebatas kaka kelas pada adik kelasnya, aku menyukaimu Beel" ujarnya


Fatih seakan berusaha untuk memeberitahu apa yang dia rasa selama ini.


"Aku tidak sampai hati memikirkan kesana Ka" balasku cuek


"Aku tidak memaksa kamu untuk mengerti lebih jauh dari sekarang Beel"


"Saat ini aku hanya fokus pada cita, bukan cinta Ka"


""Aku tau sifatmu Beel, obsesi kita sama. Aku pun fokus pada citaku, tapi setelah citaku sudah aku dapatkan, aku akan kembali menemuimu Beel. Bahkan ketika citamu belum terselesaikan, aku akan tetap sabar menunggumu"


Aku tidak membalas ucapannya, aku tidak tau apa yang harus aku katakan agar Fatih mau mengerti.


"Aku hanya ingin, kamu tetap menjaga dirimu dengan citamu sampai aku datang kembali menemuimu" sambungnya kemudian


"Aku berterimakasih pada Ka Fatih karena sudah mengagumi wanita sepertiku" sambungku mengakhiri pembicaraan


"Suatu saat aku akan tetap menemuimu Beel, dengan membawa rasa yang sama dan keadaan yang berbeda"


Aku tidak menghiraukannya, aku berjalan meninggalkan Fatih. Aku memang egois, tapi inilah aku, wanita yang trauma dengan sebuah hubungan.


"Do, re, mi, fa," suara nada dering dari ponselku


Aku lihat ternyata ibuku menghubungiku, aku segera mengangkatnya.


"Hallo, Assalamualaikum bu" ucapku bersalam


"Walaikumsalam dek, kamu lagi ngapain?" tanya ibuku


"Aah, ini lagi dijalan mau pulang abis dari sekolah kembaliin buku ke perpustakaan karena liburan kan udah tiba" jawabku menjelaskan


"Ooh, kamu liburan kesini ya dek sama Aksa" Aksa adalah nama adikku


"Aksa aja ya bu yang ke situ, Abeel gak usah"


"Looh, kenapa? memang kamu tega biarin adikmu sendirian kesini?"


"Yaudah nanti Abeel tanya Aksa dulu, mau atau enggak"

__ADS_1


"Iya dek, nanti kalau sudah sampai rumah kabari ibu ya, Assallamualaikum"


"Waallaikumsallam" balasku sambil menutup sambungan


Sesampainya dirumah aku langsung mencari Aksa, ternyata dia sedang berada di dapur


"Aksa lagi ngapain?" tanyaku


"Ceplok telur Mba, Aksa laper" jawab dia


"Lauk tadi pagi memang habis?"


"Habis Mba, nenek pergi belum pulang"


Aku benar-benar merasa kasihan dengannya yang harus dituntut mandiri di luar usianya yang seharusnya bermain ceria bersama teman sebayanya. Tapi keadaan yang membuatnya harus mengikuti alur kehidupan.


"Sa, ibu tadi telphone, Aksa mau liburan ke jakarta gak?" tanyaku kemudian


"Mau Mba, Horeee, ketemu ibu. Jalan-jalan sama ibu" jawabnya kegirangan


Aku memutuskan untuk ikut bersama aksa mengunjungi ibu. Aku tidak mungkin tega membiarkan adikku pergi sendirian ke kota.


Malam hari kita berangkat karena ibu sudah memesan travel jurusan jakarta. Aku melihat Aksa yang sangat bahagia. Sepanjang jalan dia enggan untuk memejamkan mata, selalu mengajakku berbicara kesana kemari.


Jam menunjukkan pukul 16.45, kami sudah tiba di depan rumah ibukku. Ibu dan kakakku sengaja membeli rumah dijakarta walau dengan menyicil hanya untuk kumpul bersama keluarga.


Ibu menghampiri kita, dan memeluk Aksa seperti sudah puluhan tahun tidak berjumpa. Yah wajar, karena Aksa anak laki-laki satu-satunya dan paling terakhir.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Tak terasa satu minggu aku berada dijakarta, aku sangat nyaman disini, mungkin juga karena ada ibu yang setiap saat memanjakan kami berdua. Ibu selalu menyiapkan kamar kami dengan rapih dan wangi, memperhatikan kami saat pagi sebelum ibu berangkat bekerja.


"Dek, nanti kamu sama adikmu 2 hari tinggal di rumah bude Lia dulu ya" ujar ibuku saat kami sedang sarapan bersama


Bude Lia adalah saudara ibuku, ibunya Mas Abi. Dulu aku sempat berjumpa dengannya sebelum ada Aksa, mungkin usiaku saat itu sekitar 7 tahun, saat ayahku masih bersama ibuku.


"Looh, memangnya disini kenapa bu?" tanyaku dengan penasaran


"Ibu harus ikut atasan ibu untuk pameran product di kota A, ibu gak tega kamu berdua disini sama adikmu"


Ibuku bekerja disalah satu product cosmetic yang cukup terkenal saat itu


"Cuman 2 hari ko dek, nanti setelah pulang dari kota A ibu langsung jemput kalian" sambungnya menjelaskan


"Tapi Abeel gak enak sama bude Lia bu" rengengku


"Gak papa, ibu udah bilang sama bude Lia"


Setelah sarapan pagi, aku dan Aksa berkemas untuk pergi ke tempat bude Lia. Aku hanya membawa 3 setel baju untuk berganti selama menginap disana.


Jarak rumah ibuku dan bude Lia tidak jauh, hanya butuh waktu 45 menit dalam perjalanan. Kitapun sampai ditujuan.

__ADS_1


__ADS_2