
VOLUME 2 CHAPTER 5 DAN 6
Setelah aku sampai di Ibu Kota tersebut. kami langsung menuju pedagang budak. tapi tak satupun tak terlihat. karena itu kami memutuskan untuk bertanya.
kami terus mencari nya namun ternyata kami di cuekan. tak lama setelah kami ingin menyerah, seseorang datang. bertubuh pendek, berambut ikat dua berwana Merah. Mata Biru.
Aku tiba-tiba kaget karena orang itu tau tempat dagang budak. aku ingin berkenalan namun dia pergi. menurutku dia adalah bocah yang tadi mencuri cincin Diamond Flower.
Sakura senang setelah tau. kita berangkat menuju ke sana. tapi, aku sedikit khawatir dengan Kota Shi.
kami lalu sampai di depan Pedagangan Perbudakan. disana tempatnya seperti penjara. banyak anak kecil yang dipekerjakan. lalu juga ada yang sudah tua. Kita jadi kasihan dengan mereka.
"aku sedikit khawatir" Sakura dengan kecemasan, lalu wajah nya bercampur aduk.
"kau takut budak ny membantu penjahat?" aku menjawabny lalu bertanya.
"ya" jawab Sakura dengan penuh kecemasan.
"aku ada ide, yang pasti jika kita serang, pasti Teman mu akan kabur"
"lalu?"
"apakah kau bisa menyerang tapi, itu palsu?"
"bisa"
Sakura sedikit berjalan maju dari tempatku. lalu dia melakukan sebuah trik sihir nya. Sakura sudah di dalam karena dia menggunakan sihir menghilang.
aku yang melihat Sakura langsung berlari menyelamatkan salah satu anak kecil yang di omelin sama orang jahat.
aku memakai skill thief ku. aku sekarang ada di belakang anak kecil tersebut. dan aku menggunakan bom asap ku.
lalu setelah itu. banyak budak berlari keluar dari situ. aku tak melihat Sakura keluar.
Apa Sakura ada di dalam sana?
Aku Telah memasuki Ke dalam. Bau nya busuk dan tempat nya gelap. aku tak tau isi dalam tempat ini.
Setelah aku menemukan tempat sel. ini seperti penjara saja... Jawabku dengan menutup hidung.
aku melihat Seorang Gadis yang mencoba kabur. mereka berdua bergandengan tangan.
aku melihat nya lebih jelas dengan menapak lima jarak sebelum nya. dan sesudah itu, aku melihat seorang laki laki ingin menusuk wanita yang sedang jatuh dengan pisau.
aku berlari dan menjatuhkan diri. lalu menggunakan sedikit sihir terbang. dan aku terbang dan langsung dibelakang laki laki tersebut lalu menusuk nya dan dia tewas.
seorang Gadis yang kuselamatkan Bermata Biru Warna Rambutnya Merah kemudaan dan tubuh tinggi.
(Dia hampir tingginya denganku!)
"t-terimakasih banyak telah menyelamatkan ku.. permisi aku harus menyelamtkan temanku juga" dia bangun dan langsung berlari.
Aku sekarang sendiri di sini. aku khawatir aku tak bertemu dengan Sakura. aku berjalan menuju lurus. tempat awal ku jalani yang di kanan.
aku berjalan berhati-hati karena tempat nya sudah di matikan lampu. aku sedikit khawatir lagi karena, mungkin aku akan menabrak mayat.
benar saja, ada mayat. dia laki-laki. menyeramkan! aku langsung menambah kecepatan jalan.
aku ternyata di bawa ke tempat Pembunuhan Terjadi! sebab, tempat yang kunjungi bau tak enak nya makin menyengat. aku awal tak yakin sebab mungkin ini ulah si Sakura. tapi, tak lama kemudian aku mendengar suara teriakan perempuan. teriakan tersebut hampir dekat dengan arah ku.
"Tolong.....!!!" Suara dengan hilang hilangan.
banyak suara kaki sehingga berisik di ruangan ini.
(aku tak tau, Ruangan apa yang kutelah masuki ini...)
suara kaki tersebut, dengan teriakan nya juga semakin menghilang. aku takut ada korban.
"aku akan mengejar suara itu! tunggu ya" aku bicara sendiri seakan ingin membantu nya. dan juga aku berlari menuju tempat suara.
walaupun aku mendengar sekilas, tapi aku ingat dimana suara kaki berada. semakin besar di telinga kirimu. berarti mereka sedang berada di kanan. jadi aku memutuskan ke arah kanan.
terdapat perempatan disini. aku yakin perempuan tadi berjalan di arah yang sama ku jalani tapi dia sedikit lebih awal dariku.
dan setelah itu aku menuju ke kanan.
ternyata sebuah cahaya terang menuju ke arah ku. dan aku pun di pukul dari belakang lewat serangan leher.
namun, itu adalah bayangan yang sudah kusiapkan. orang tadi kaget setelah bayang itu hilang. dan aku dari belakang yang menjongkok lalu, melompat dan mengangkat kedua kaki dan ku pukul lewat lutut ku.
orang itu pingsan. lalu aku menelusuri lebih dalam ke arah cahaya terang itu. ternyata itu lampu yang menyala. ternyata lampu itu membuat seperti cahaya sinar matahari.
(apakah aku sudah memasuki tempat ini yang sebenarnya..?)
dan ternaya isi dari Ruangan yang ku masuki adalah Ruangan Lab. banyak percobaan dari budak. dari manusia kelinci, beruang dan Rubah. namun, tak ada yang berhasil. aku melihatnya dari energi mereka yang artinya tak hidup.
jika kau masuk di Negeri Sihir di Dunia Ztumberg. kau akan mendapatkan sihir umum yang dipakai kan oleh orang lain dan sihir khusus. tapi itu untuk pahlawan saja.
Ruangan nya Cukup luas.
aku mual karena bau aroma Ruangan ini.
aku berjalan hingga bertemu sebuah darah yang masih segar.
jangan bilang itu adalah Sakura?!
aku mengikuti jejak sisa darah.
dan mengarah Ke Ruangan Lab lagi namun, tempat ini mungkin adalah Ruangan Lab yang di maksud.
aku masuk dan benar saja, banyak sekali percobaan di dalam nya.
************************
Schier melawan Pahlawan Ledak. bisa dibilang pertandingan antara Pahlawan. Schier sangat bersedia.
Pahlawan Ledak seperti ingin bermain dan siap melawan Schier.
Pahlawan Ledak dengan senyuman Tak enak dipandang.
dan Schier yang sudah menanti serangan nya.
awal Pahlawan Ledak melempar Ledakan nya.
Schier menghindar lalu, berlari dan bersiap menghindar lagi. sebelum itu dia sedikit terkena dan menyembuhkan diri nya.
Schier mengeluarkan Pedang.
Pahlawan Ledak memulai ketawa Gila.
"Kau adalah tanah ku!" dengan percaya diri Schier akan kalah di tangannya.
Schier tetap fokus. dan melewati Pahlawan Ledak.
Pahlawan Ledak kaget dan tak bergerak.
Schier dengan tenang. mengira dia yang akan menang, dengan taktik Pahlawan Ledak. Tanah yang di injak Schier meledak.
Pahlawan Ledak ketawa dengan keras.
setelah Pahlawan Ledak tertawa Muncul Anak Panah mengarahnya. dan meledak.
Tentu Pahlawan Ledak mengindar nya.
"Aku Akan Melawan mu!" Cistar.
ternyata Cistar datang untuk melawan Pahlawan Ledak.
"hahahahaha" berlari mengarah Cistar.
Cistar berlari juga.
dan beradu kekuatan.
ternyata Cistar sudah menyiapkan Alat Bom di pedang nya.
sedangkan tanah yang sebelumnya di injak Pahlawan Ledak yang sekarang di injak oleh Cistar. meledak.
BOOOOM!!! meledak dengan daging Cistar.
dan ternyata Pahlawan Ledak Mempan Terhadap Serangan Ledakan.
__ADS_1
"Aku telah mengabisinya... mengabisinya!!" bicara dengan muka gilanya, dan berlari menuju Lawo.
Ternyata Lawo menyelamatkan Schier yang hampir terkena jebakan seperti Cistar.
Lawo menepis pedang Pahlawan Ledak. Lalu Lawo menyerang mengarah kaki nya. dan alhasil Pahlawan Ledak terjatuh.
karena kesempatan ada, Lawo mengarahkan pedang nya untuk membunuh Pahlawan Ledak.
Dan Pahlawan Ledak dengan Lawo meledak bersamaan.
daging dan semua darah keluar dengan cepat.
mata Lawo yang terpental.
"........" Schier ketakutan. karena sebelumnya dia juga begitu.
"tidak..." dengan keputusasanya, Schier berlutut tak berdaya.
"aku... yang seharusnya mati" dengan kepalanya yang sudah nenyentuh tanah.
lalu Schier pun Pingsan.
Saat Schier terbangun, dia melihat Rily yang mengeluarkan Air mata.
Rily yang melihat Schier tertepar langsung mengarah Schier.
"kau tak apa?" dengan ulur tangan. seperti Rily ingin menolong Schier.
Schier menerimanya dan Schier berdiri. Schier melihat ke arah sana dan ke arah situ. ternyata Perang Tersebut sudah selesai.
"bagaimana bisa bisa dengan cepat?"
tanya Schier kebingungan.
"Semua nya karena Ichi, dia yang menyelamatkan Negeri Sihir" Jawab Rily.
***************
"Ruangan nya ada penerangan... mungkinkah ada penelitian...?" ucap Ichi sambil melihat sekeliling.
tak lama kemudian, seseorang datang.
baju putih dan celana panjang. rambut berantakan seperti profesor gila. dan dengan kacamata nya. dia menemukan ku yang sedang mengumpat.
"door!" Profesor itu mekagetkan Ichi.
Ichi biasa saja.
"ayolah..." mengajak supaya nyambung.
" waah.. aku kaget" suara pelan Ichi membalasnya.
Aku pun di pukul dengan Buku yang digulung.
"aw!" teriak kesakitan.
"kamu ternyata tak jago akting ya" suara semangat di campur penyesalan.
"apakah kau laki-laki?" ucap Ichi.
"Orang-orang mengatakan begitu juga kepadaku" menjawab Ichi, dengan seperti sudah banyak pertanyaan seperti itu.
"ooh begitu" Wajah Polos "ber arti...-" mencoba menebak.
Aku di pukul lagi dengan sebuah Buku yang digulung.
"aw!" aku kesakitan.
"kalau sudah tau jangan diperpanjang dong" kesal karena Ichi hampir membongkar identitas nya.
"kumohon jangan pukul dengan benda itu" meminta Profesor itu untuk tidak melakukan nya lagi.
"kau dari mana?" tanya nya.
"aku dari Kota Shi" jawabku.
"kota lamaku..." Profesor mengingat kenangan lalu.
dipukul lagi.
"aw~ sudah kubi-"
aku pun di jewer.
"aku akan membawa mu untuk percobaan" membayangkan setelah dia telah berhasil melakukan nya dan tersenyum.
"ja-jangan bawa aku! tolong~" tak mampu apapun. Aku diam saja.
dan aku dibawa ke ruang bawah tanah.
*********
aku dibawa ke ruang bawah dan saling duduk.
"apakah kamu akan membongkar kan semua ini ke Ras Manusia?"
"tidak... .... tidak akan !"
Profesor itu berdiri dari kursi nya lalu menuju alat.
"kamu ngapain... sini..!" membujuk Ichi untuk kemari.
Aku pun mendekati Profesor itu.
"sebelum itu kita kenalan" ucap dia dengan mengajukan jabat tangan.
"aku Ichi" jawabku.
"haah?! nama yang pendek, namaku Miku" ucapnya dengan menggoyangkan jabat tangannya.
"oh... ...begitu ya" perlahan melepas.
"ok sudah, jika kau mati akan kukenang" ucap dia sambil tersenyum.
"sial... kau mau apakan aku!?" ucapku kepanikan.
"aku baru saja memulai projek baru, kebetulan projek itu belum di uji coba sebelumnya sudah ada beberapa yang sudah di uji coba dan semuanya gagal" ucapnya.
"kalau gagal....?" ucapku pelan.
"orang itu akan mati" ucapnya dengan mendekati telingan kiri ku dan pelan.
"baiklah kita mulai saja ya" ucapnya lagi dan menunjuk arah dimana letak alat yang dia buat. "sini sini" ucapnya lagi.
aku mengikuti nya. dan ternyata alat itu berbentuk sebuah Roti di dunia nyataku. lalu dia menyuruhku untuk menyentuh nya saja. dan akupun menyentuh nya.
saat menyentuh Alat yang ku sebut Roti. Tiba-tiba ada sebuah cahaya keluar dari Roti tersebut dan masuk kedalam tubuhku. dan dia bilang kalau kau tidak gagal maka di kehidupan ku akan bersenang-senang.
sekarang aku berpisah dengan nya.
(apa yang akan terjadi di masa depanku?!)
karena aku di tinggal. aku pun keluar dari Ruangan Lab.
dan mecoba keluar dari Dagangan Budak. aku kira cuman ada sel saja. ternyata masih luas disini.
aku keluar. dan melihat sekitar, tak ada Sakura.
aku pun mencari kuda dan pergi dari sini tapi, aku mendengar seseorang yang ingin keluar. dari kegelapan terdapat suara kaki.
ternyata perempuan yang ku tolong tadi. bersama teman nya.
perempuan itu telah memakai kuda Sakura dan lari.
seketika aku pun sendiri. karena dia sudah kabur berarti.
benar saja Ada orang yang mengejar nya. orang itu bertiga. salah satu dari mereka berbeda.
orang yang di tengah melihatku. dan dia menuju k arahku.
dia menanyakan orang tadi. kujawab apakah kau tau Sakura. kami pun tak adayang bisa jawab.
__ADS_1
karena itu, Orang yang sebelah kiri langsung terpancing emosi. dan mengira aku mengejek mereka.
orang tengah itu memberhenti jalan nya menuju arahku. dan di mendorong dan berkata "jangan Bertindak sendiri!" dengan muka yang marah penuh utang.
"apakah kau disuruh seseorang?"
ku tanya. tapi mereka membiarkan ku pergi.
dan setelah itu Sakura keluar dari kegelapan.
"Aku menemukan Alat ini" bicara sambil menatap muka ku.
"apa itu?" aku bertanya.
Sakura sudah di dekat ku.
"aku menemukan ini di sebuah Ruangan Lab" Jawab nya.
"maaf.. tadi kuda mu di ambil" aku bicara sambil merasa bersalah.
"tak apa, lagipula aku bisa menumpang di kuda mu" jawab nya.
lalu dia menaiki kuda ku. dan kami menentukan untuk Kembali ke kota Shi.
***********
Dinding memulai mencair karena lava.
semua kebingungan harus berbuat apa. begitu juga dengan Raja.
Rily yang ada di salah satu dinding batu. langsung turun menggunakan sihir.
Tak lama kemudian. Dinding yang sudah menjadi lava Mengeluarkan Peluru panas. peluru itu mengenai prajurit Raja.
Rily pun hampir mengenai peluru panas itu.
Cistar yang tiba-tiba keluar dan berlari menuju ke arah Formasi depan. dengan fokus, dia berlari sambil menggerakan pedang nya.
Lawo juga, dia baru keluar. namun dia ditarik oleh Rily.
"kau mau kemana.. bodoh" ucap Rily.
"aku... ingin menyelesaikan perperangan ini.." jawab Lawo.
"jangan sampai lama ya" ucap Rily.
"Tak akan... pasti aku akan kembali" tersenyum seolah tak akan terjadi apa-apa denganya dan supaya Rily tak khawatir.
lalu, Rily melepaskannya dan Lawo pergi.
Rily yang sedang memikirkan pikiran negatif. langsung mendapatkan pesan. ternyata pesan itu dikirim dari Ichi.
Aku mengatakan apa semua masih selamat. dan dia marah karena aku menghilang. dia mengatakan, semua sudah hampir kehilangan nyawa penduduk nya. aku pun tau.. dan merasakan sakit hati.
dan aku yang sedang mengendarai kuda. mempercepatkan nya.
********
Pahlawan Pistol, Pahlawan Yang menjaga Negeri Hustard. Ras Manusia begitupula dengan Pahlawan Granat.
Era sebelumnya, mereka adalah Pahlawan terkuat dari 20 Pahlawan lain nya. Mereka memasuki ranking 5 besar dari 20 Pahlawan.
Serangan Epik Mereka di takuti. Melemparkan Bom lalu menembak kan peluru pistol. dan bom itu meledak sangat besar. mereka bisa serangan epik itu berkalikali. bahkan, dari jarak jauh saja mereka bisa memakai Serangan Epik nya.
semua Prajurit Raja yang ada di formasi tengah memulai berkurang. karena ada nya Pahlawan Pistol dan Pahlawan Granat.
Mereka sangat Tangguh dan percaya diri. benar, mereka seperti Legenda saja. dari serangan nya. mereka menyerang Prajurit Raja dengan mudah.
*************
karena laporan bahwa Distrik Utara telah jebol. maka Musuh telah memasuki wilayah Kota.
Sekarang, semua Formasi Belakang telah siap. kalau kalah lagi. Istana akan menjadi tempat bertempur.
karena Distrik Utara sudah jebol. dan memasuki wilayah Kota Shi. Pertempuran ini melalui Isi Kota Shi.
karena Kota Shi diserang dengan senang hati warga membantu nya.
dan itu berhasil mengurangi Pasukan Musuh.
Tapi, tak lama kemudian.. Pahlawan Pistol dan Pahlawan Granat, telah Memasuki Distrik Utara Kota Shi.
Sebab itu, mereka ketakutan sedangkan, Pihak musuh bersorak kebinggaraan.
Semua mempertahnkan nya. hingga Akhirnya Banyak Yang tewas di perperangan ini.
Kota Shi memperkuatkan Tentara nya namun, tidak bisa.
Pasukan Musuh masih terlalu kuat.
di saat Kota Shi dilanda Kepu tus asaan. begitu juga dengan Rily, Raja, dan Ratu.
**********
Kedua Pahlawan sekarang bertemu langsung dengan Rily.
Kedua Pahlawan meremehkan Rily. dan mereka yakin menang.
saat salah satu dari mereka bergerak.
Rily mengeluarkan Sihi penghilang. tapi, gagal karena sebelum sihir itu aktif, ada sebuah granat meledak. granat itu di lempar asal asalan. memang, tujuan nya untuk membatalkan sihir penghilang. dan saat itu Rily hampir tertembak.
Karena Pahlawan Di Kota Shi Kuat dan pintar sudah datang.
"tak seru kalau aku tak muncul ya..."
aku berbicara dengan Rily.
"kamu tak apa?"
"tak apa..."
Aku langsung memakai sihir Tembok. dan benar saja Pahlawan Pistol Melompat ke belakang. karena sudah ada sihir ku, dia terjatuh.
"siapa... yang menaruh Tembok di situ..." sambil terjatuh.
Pahlawan Granat ketakutan. "Nui... jangan begitu lah" mencoba melarang hal bodoh.
"tapi aku bener benaran terjatuh" suara pelan.
Saat mereka mengobrol aku sudah di belakang Nuri. dan dia tak bisa bergerak karena sudah ku kunci.
dia terjatuh. dan saat Nui terbangun, dia langsung melompat dan mengeluarkan peluru nya. begitu cepat dan gesit. aku sampai pusing.
Aku mencoba melempar Sihir Kunai. tapi meleset.
"ah..." teriak kaget, aku ternyata terkena peluru nya.
karena bayangan ku sudah menghilang. dan Nui saat itu langsung menuju ke arah ku. di tempat itu sudah ku siapkan sihir setrum lewat tanah.
dia kesetrum dan terjatuh terlutut. dan aku pasangkan Sihir Yang sama seperti Nuri.
"ini terlalu gampang" sambil memutarkan tangan.
Rily berjalan Menuju ku.
"akhirnya kau kembali" muka khawatir, dan memeluk ku.
"aku pulang" jawab ku.
Saat itu juga Perperangan Kota Shi berakhir. dimenangkan oleh Kota Shi.
Tinggal Menglahkan Raja Baru Ibu Kota.
Tepat besoknya. Aku, Schier, Sakura bertugas untuk menyusup dan membunuh dengan diam-diam. melewati jalan Utara.
Kami ternyata Ber empat, karena Rily memaksa memohon kepada Ayah nya untuk ikut bersama kami.
karena perjalan cukup jauh, kami putuskan untuk memakai motor. aku memunculkan nya pakai "?" . ternyata itu berguna juga ya.
**VOLUME 2 CHAPTER 5 SELESAI
__ADS_1
LANJUT KE VOLUME 2 CHAPTER 6**