Bebas Di Dunia Lain

Bebas Di Dunia Lain
Latihan Game


__ADS_3

Aku.. Rily, selalu kalah jika bermain game bersama Ichi-kun.


dipagi hari sebelum pergi ke akademi. kami bermain game bersama dulu. lalu, berangkat ke akademi.


namun, kenapa aku yang selalu kalah dengan dia?


aku harus berlatih bukan?


yosh..!


sudah kuputuskan-


***


"kamu ngapain..." ucap Ichi. menatap wajah bengongku.


"heeh.. tak apa kok"


*dimata Ichi*


"......" menatap tanpa suara.


***


"suara mu pelan sekali.." ucapnya. "yasudah tak apa, mari kita berangkat.."


ke akademi yang kita cintai ini!


***


aku seperti biasa berada disamping Ichi-kun. setiap kapan pun, aku berada disisinya.


kami hanya berdua saja. ntah kemana Suryū dan kakak berada. ini.. aku merasa canggung tau!


"anu.. apakah boleh..?" ucap Ichi. dia meminta izin megenggam tanganku.


"hhmm.. boleh" ucapku.


*dimata Ichi*


waah.. semua pada berpacaran.


masa hanya aku tak romantis sih!


aku harus meminta izin dulu..


tapi, .....


***


yeess! akhirnya berhasil!


***


"k-kenapa.. kamu menatapku?" ucapku. karena Ichi menatapku terus menerus.


"itu.. dimulutmu masih ada sisa makan pagi tadi.." ucapnya. "biar kubantu ok..?" sambungnya.


dia merapikannya dengan tangan dia sendiri.


***


mukanya terlalu dekat!


***


....!


***


tiba-tiba Mereka berdua muncul. dan mengkagetkan mereka berdua yang.. Romantis mungkin?


***


(hampir saja...! itu membuatku dag dig dug!)


***


"Ichi-kun..? kamu tak apa?" ucaku. melihat Ichi-kun terdiam.


***


Ichi melihatku. dan "aku tak apa kok..! ayo masuk" ucapnya.


*dimata Ichi*


Ichi menarik Suryū. dan membisikan sesuatu.


"kalau mau mengkagetkan seseorang... .... yang membuat orang itu lebih kaget dong!" ucapnya. lalu, menatapku.


"ah.. maaf, habisnya kami kebetulan" ucap Suryū.


Ichi menatap tajam mata Suryū.


"kebetulan...?? apa itu kebetulan?" ucapnya. mengerikan.


"....! maafkan aku...!!" ucap Suryū lalu membungkuk.


Kami melanjutkan Perjalanan ke akademi bersama. berempat, berteam, berteman dan bersaudara.


Aku disebelah kiri. Kakak ku berada disamping Suryū. dan Ichi-kun berada disampingku.


Ichi merangkul pundak Suryū.


"kau harus membuat kesempatan yang lebih baik lagi dong!" ucapnya. pelan karena itu suara dari bisikan.


Suryū berdiam memikirkan maksud dari Ichi.


***


Hmm.. apakah itu kode. agar dia berciuman lagi...?


benar juga. sebelumnya rencana kita.


....! apakah gagal??!


kalau begitu.. mohon kerja samanya Ichi-kun!


tiba-tiba Suryū membungkuk kearah Ichi.


"baguslah kalau kau sudah mengerti.. hehe" ucapnya.


***


apa yang mereka lakukan sih...?!


apa yang mereka bicarakan sih...?!


apakah ada hubungan nya dengan kita berdua?


***


*didalam kelas*


melihat Ichi-kun bermalas-malasan. hingga akhirnya dia mengantuk dan tidur dijam pelajaran.


***


dasar...


***


disisi lain, guru sedang memberi materi. dan sekarang waktunya praktek.


Pelajaran Ohlaraga.


(apa itu Olahraga??)


***


semua meninggalkan kelas.


aku membangunkan Ichi-kun yang sedang tertidur.


dia terbangun dari tidurnya. dan bertanya kepadaku. "apakah waktunya istirahat?" ucapnya. sambil menutup menguapnya.


"kamu..! kerjaan nya tidur terus! aku perlu tau, apa itu Olahraga!" ucapku.


"ee? kamu gak tau olahraga.. biar kujelaskan" ucapnya.


aku skip bagian sini. karena kalian juga pasti tau tentang olahragakan. itulho yang pertandingan merebut kemenangan dan raih impian. seperti karir atau hobi dibilang bisa seperti itu sih.


"aku tau..! ternyata seperti itu ya" ucapku.


"lalu, Berenang itu apa?" ucapku.


Ichi-kun terlihat semangat nya kembali. sambil pikiran anehnya.


"itu.. Olahraga yang melombakan mengimbangi badan kita diair" ucapnya.


"eeh.. sihir kah?" ucapku.

__ADS_1


"b-bukan! itu tak ada kaitannya dengan sihir!" ucapnya. "kamu tadi mendengar Materi tadi kan ya? aku males menjelaskannya" sambungnya.


"lalu, kamu? bagaimana kalau kamu tak jago?" ucapku.


"memang kalau aku tak jago, itu hanya diberenang saja kan?" ucapnya.


***


deg deg deg


hatiku jedak-jeduk/berdebar-debar, sangat kencang!


ucapan singkat macam apa itu?! bisa membuatku berdebar-debar?!!


***


dia mendekati wajah ku. dan


Wajah kami hampir berdekatan!!


***


deg deg deg


***


memegang pipi ku dengan kedua tangannya.


***


aku dicubit..!


***


"kamu memerah.. aduh manisnya calon istriku" ucapku. mengelus kepalaku. dan memberantakan rambutku.


dia sambil tersenyum!


***


"sampai jumpa di Kolam Renang!" ucapnya. lalu, menuju kepintu keluar. hendak keluar,


"...!"


dia menatapku.


"Kolam Renang itu apa??" ucapku.


***


setelah itu Ichi-kun berbalik arah dan menjelaskan Kolam Renang.


"begitu ya.. Ya! sampai jumpa disana!" ucapku. tersenyum.


dia menunjukan telapak tangannya kearahku. tersenyum kemudian pergi.


***


*ganti pakaian perempuan*


aku melihat semua memakai bra. dan ditutupi oleh baju renang akademi.


beruntung aku membeli benda aneh itu. karena kalau tidak, aku mungkin akan mendapatkan masalah lagi.


***


*di Kolam Renang*


semua berkumpul dan mendengarkan perintah guru olahraga.


"ingat..! materi tadi, kalian sudah tahu kan? kita akan praktik renang gaya bebas" ucapnya. "khmm dengan lomba renang, kalian tak keberatan kan??" sambungnya.


"aku tak masalah guru.. karena kami ada kepercayaan untuk menang!" ucap Suryū.


"bagus! aku suka gaya mu nak!" ucapnya.


***


kolam renang dipisah. karena mungkin, ada yang berbuat aneh-aneh. jadi, guru memutuskan untuk dipisahkan. antara perempuan dengan laki-laki.


kami diperintahkan untuk pemanasan sebelum berenang. lalu, dikasih waktu dua puluh menit untuk berlama didalam air.


***


*posisi Ichi*


sayang sekali aku tak bisa melihat Rily memakai baju renang..


***


***


guru memutuskan untuk acak dipraktik hari ini. dan dikasih team sedikit dulu. waktu terbatas jadi, tak mungkin sempat hingga semua murid.


***


murid yang akan ikut praktik:


Rily, dari team Ichi.


buster, dari team Pu.


dll.


***


*posisi Ichi*


jadi, aku tak ikut praktik olahraga hari ini ya.. enak juga! namun... aku tak bisa melihat Rily dari dekat tau!


***


Kolam Renang dibatasi 3 Centi meter. dengan batas berwarna merah dan tanda segita berwarna kuning.


***


"satu dua tiga.. !! mulai!" ucap guru.


semua mulai bergerak. dan sorakan semangat juga muncul.


*ucapan Ichi*


olahraga dimana seseorang akan berlomba untuk menang. keseruan..? hhmm.. mungkin kamu akan diberi hadiah?


***


aku harus memenangkan pertandingan ini.


***


penonton keget karena Rily mulai mempercepat pergerakannya.


***


dan pemenangnya adalah Rily!


***


"kamu berjuang keras ya!" ucap Ichi-kun. dia mengelus pala ku lagi!


"ma-makasih.. Ichi-kun" ucapku.


"hmm...? ...iya, sama-sama.. kalau begitu apa mau hadiah?" ucapnya.


(hadiahya...) "aku ingin kamu peluk aku!" ucapku, keceplosan! (eeee?!!!)


dengan spontan, Ichi benaran meluk badanku. dia menerima permintaanku!


aku menerimanya. pelukan kita berdua.. harus dijaga dan diulang lagi bukan..? Ichi-kun.


***


"nah.. kalau begitu aku pamit dulu-" ucapnya. aku memotong pembicaraan dia.


sambil genggam dengan paksa.


"jangan pergi.." ucapku. menyender kepalaku dipundak Ichi-kun.. ini sangat membuat hatiku adem dan nyaman.


***


dia benar-benar tak pergi!


dia..! masih.. berada bersamaku.


***


"nee.. kalau mau-" ucapanku juga dipotong olehnya.


"bagaimana kamu melihatku bermain game saja?" ucanya.


"tentu.. tapi, bersama siapa kamu bermain?" ucapku.

__ADS_1


"aku ikut turnamen.." ucapnya.


aku melepaskan senderan kepundaknya. dan aku bertatapan didepan muka langsung.


"apa.. itu turnamen...?" ucapku. muka polos nan dosa ^_^.


"eeto.. turnamen adalah perlombaan resmi yang membutuhkan uang saat daftar dan team awal kita."


"turnamen terdapat team lawan jadi, kita akan melawan team lawan dan mengalahkannya."


"jika menang.. hadiah apapun yang sudah ditentukan akan diberi oleh pemenang."


"kamu paham?" ucap Ichi-kun.


***


"ya.. aku sangat paham."


"tapi, dengan siapa kamu diturnamen nanti?" ucapku.


"aku bermain solo" ucapnya. "..! aku lupa membedekan solo dan team!."


"begini.. team adalah beraggota lebih dari dua sedangkan, solo akan bertarung satu lawan satu."


"dan seterusnya begitu" ucapnya.


"ooh.. begitu ya.. boleh aku ikut?" ucapku.


kepalaku dipegang olehnya.


"bodoh.. kamu harus latihan dahulu, musuh yang dilawan sulit" ucapnya.


dia pergi dan hendak pergi, "ya.. aku pasti berlatih" ucapku.


***


aku pergi kemall kembali dan bertanya kepada rakyat yang berada disana.


***


apakah ada yang memberitahu lengkap apa itu Game?


***


setelah beberapa lamanya aku bertanya kepada banyak orang. akhirnya akupun berhasil diberitahu tempat yang cocok.


***


Tempat Game.


***


kenapa aku tidak kepikiran..


kalau Game ada lapak banyak.


***


*Game Jaja*


"halo selamat datang di Game Jaja!" ucap pelayan.


"anu.. bisakah kamu menjelaskan apa itu Game? semuanya..?" ucapku.


***


mbak itu memberitahu semua kepadaku. ternyata dia adalah pemenang Turnamen Game di Negara Tabis tahun lalu.


dia menjelaskan semuanya, sangat detail!


malahan, aku diberi percobaan bermain game. dan dilatih langsung.


***


"kamu sudah lumayan meningkat" ucapnya.


"benarkah...?" ucapku.


"iya.. *telfon berbunyi* oh..?! bentar ya.. aku harus mengangkat telfon sebentar" dia melepaskan stik Game Console tersebut. dan mengangkat telfon.


***


(ternyata game menarik juga ya..)


***


setelah aku mampir disana, tentu aku membeli peralatan game. dari Console, stik dan kaset tentunya.


***


saat dirumah aku bermain game fps. yang kubeli tadi.


*bermain Console dan duduk disofa*


ternyata seru juga!


aku harus mencoba game yang lain.


***


aku sampai lupa tidak tidur.


malahan, aku ketiduran saat pagi hari.


hingga akhirnya tak masuk sekolah.


apakah ini akibat karena bermain game terlalu berlebihan?


***


*diposisi Ichi*


sudah lama sekali dia tidur. aku menjadi khawatir.


aturan tadi, aku larang dia untuk bermain terlalu lama. malah jadi begini deh.


*setelah pulang sekolah*


***


*kamar Asrama*


"aku pulang.."


dia membuka pintu. dan melepaskan sepatunya.


kemudian dia duduk disofa.


menonton televisi dan memakam snak ringan.


lalu, dia masuk kedalam kamar. dia melihatku tidur dengan tak nyaman.


dia mendekatiku dan menempelkan tangannya ke dahiku.


"ini... apakah dia demam!?" ucapnya. kemudian mengambil termometer. dan mencoba suhu derajat tubuhku.


"40 derajat celcius! dia benar-benar demam!" ucapnya. dan segera membuatku bubur. "sebentar ya..! aku akan membuatmu bubur" dia bicara seperti itu.


aku menjadi bersalah. maaf ya.. aku ingin minta maaf jika aku terbangun.


***


dia masuk dan membawa mangkok yang berisi bubur.


dia membangunkan aku yang lagi tidur.


"Rily.. bangunlah" ucapnya. dan menepuk badanku.


***


aku membuka mata perlahan. melihat Ichi-kun dihadapanku! dia seperti khawatir. ada apa denganku?


aku membangunkan badan untuk duduk. dan dia membantu agar perlahan. "hati-hati..." ucapnya.


aku mulai bertanya. "mengapa badanku terlalu panas..?" ucapku.


"coba ingat kembali.. *aku mengingat hari kemarin* apakah kamu sudah makan?" ucapnya.


"ma-" ucapku. terpotong olehnya.


"tak usah minta maaf.. seharusnya aku yang minta maaf 'bukan? meninggalkan mu sendiri yang tak tau dunia lain?" ucapnya.


"makanlah bubur itu dan biar aku kompres." ucapnya.


"tentang Turnamen.. kemarin aku lolos dan menuju ke babak kedua!" ucapnya. tersenyum. kemudian, pergi untuk mengambil kompresan.


***


dia menaruh didahiku. lalu, dia menyelimutiku. dan membuatku tidur.


***

__ADS_1


terimakasih Ichi-kun.


__ADS_2