Bebas Di Dunia Lain

Bebas Di Dunia Lain
Seminggu kemudian


__ADS_3

*Ketawa* "kau tak bisa lari. hei... kau!" ucapku sambil mengejar seseorang.


"sudah kubilang. kau tak akan pergi, dariku..." aku terus mengejar orang itu.


"hehe..." ucapku, dia sudah tertangkap.


dia menjauh dariku. dan memberi hasil curian nya kepadaku.


aku kembali ke tempat anak kecil itu. dia kehilangan barang ini.


"terimakasih... kakak" ucap nya. dan melihat isinya.


"ada apa?" ucapku.


"ini buatmu.." dia memberiku coklat. "dadah.." dia pergi, sambungnya.


dan pencuri tersebut tewas.


setelah itu datang Rifstar yang sudah besar. dia sekarang sekitar 15 tahun. aku tak tau bisa secepat ini.


"kau lagi-lagi usil sedikit ya..." ucapnya, dia mengetahui kelakuan ku.


"habis, dia itu penjahat 'bukan?" jawabku, menegakan keadilan.


"kamu ini... belikan aku seperti biasa" ucapnya. "tapi kali ini. agak berbeda. beli lah susu juga ya!" sambungnya, lalu pergi pulang.


"ada ada saja.." Jawabku.


*******


aku sudah membeli semua yang ia suruh. dan dia memulai memsak.


"kali ini aku... tak akan gagal" ucapnya, dengan percaya diri.


"ya semangat...!" ucapku.


setelah menunggu dia memasak. aku tertidur.


dia memasak sangat teliti kali ini. dan sedikit cepat. dia sudah banyak berlatih... semangat ya.


kemudian dia membangun kan aku yang sedang tertidur.


"hei.. bangun" ucapnya, sambil menaruh makanan dan minuman yang dia buat. "aku sudah berhasil memasak nya. sekarang cobalah! apa rasanya...?" sambungnya, dengan penasaran.


aku mencobanya. dan rasanya meningkat! enak. ini enak.. aku memakan nya dulu, dan sambil mengunyah... "ini enak sekali" aku memakan nya lagi.


"menelan lah dulu... jangan langsung makan semua" dia siapkan tisu.


benar saja aku batuk-batuk. dan berantakan. dengan kebingungan, dan malu. aku melihat Rifstar yang sedang menahan ketawa.


"kau membutuhkan nya?" tanya nya, sedikit mengejek ku.


aku menangkap nya. tapi, dia memindahkan arahnya. karena itu aku sedikit sulit mengambilnya.


aku sedikit curang, memakai sihirku. Rifstar terbang. dan tisu yang dia pegang terjatuh.


*tertawa* "terimakasih hadiah nya" Ucapku kesenangan.


aku turunkan Rifstar. dia nampak kesal. sambil melihat ku, sesekali saja. dan langsung memalingkan wajah nya.


aku biar kan saja. dan aku lanjut makan nya.


sesudah makan... "terimakasih atas makanan nya" sambil rasa syukur, aku memindahkan semuanya ke tempat cuci.


Rifstar mengikutiku. "ada apa..?" ucapku, yang ada didepan nya.


"boleh kita bermain di taman?" dia mencepat ke arahku. dan terlihat muka sedit yang dibuat-buat.


aku setuju kan saja. "iya.. boleh saja. tapi,


"tapi...?" mempotong ucapanku.


"tak boleh menjauh dariku" jawabku.


dia terlihat senang. dan kedua tangan nya terlihat mengangkat dibagian depan dada.


*******


kami pulang. ternyata Rifstar yang meminta nya. dia ingin mengganti baju. aku turuti sajalah.


aku menunggunya dibawah tangga. dan aku memegang pegangan tangga.


saat Rifstar membuka pintu. aku yakin dia telah selesai. aku pikir, dia hanya memakai baju lagi. ternyata...


saat dia turun dari tangga. Aura nya berubah. dia menjadi sangat cantik. Rambut panjang berwarna Biru. Mata Ungu terang, sedikit warna biru terang.


di bagian tubuh dia memakai cami dan bolero. dan celana panjang.


"k-kau!" aku kaget.


"kenapa..?" tanya nya.


"nanti semua mengira kita berasal dari kerajaan.." aku langsung pasrah, "yaudah gak apa" aku melihat dia sekali lagi dan langsung memalingkan wajahku.


"ayo!" kukira dia marah tapi, dia malah membiarkan ocehan ku. kami langsung berangkat ke taman.


*****


Aku tak paham dengan nya. kami tak ngapa-in disini tapi, dia malahan memakai pakain yang cukup keren. dia menarik bagi orang lain.


"kita.. ingin ngapain?" tanya ku, tak tau apa yang kita lakukan.


melihat orang gandengan. "aku ingin kita b-bergandengan dulu!". aku langsung gandengan tangan nya. dia langsung menotice nya. dan langsung tegak dan malu dicampur gugup.


"kamu kenapa...?" aku menatap muka nya, masih bergandengan tangan.


"a-aku..? ...aku tak kenapa-napa! ma-mari kita berkeliling. aku sudah membawa obento!" jawabnya.


aku langsung bertanya. "kau sudah berusaha ya.. apa yang kau masak?"


"i-itu rahasia.." dia masih gugup. aku melihat mukanya, ternyata lucu juga. pipi nya ku lihat dari tadi sudah me-merah..


dia langsung menarik ku. sedangkan dia berlari.


******


kami berlari bersama, dengan bergandengan tangan. kami mengelilingi taman ini. kami tertawa, kami tersenyum, sekali. kami bicara hal lucu.


taman nya, cukup besar. ada 4 Penting di taman ini. pertama, di tengah taman ini mempunyai air mancur. terbuat dari emas yang berkilau.


kedua, keliling Air Mancur ditemani oleh bunga-bunga cantik. dan diberikan pagar agar tidak kesana.


dan diluar Pelindung Bunga dan Air Mancur, disitulah tempat pengujung taman.


terakhir terdapat jenis tanaman. rumput dan pohon. ada disitu semua.


Air Mancur tersebut ada Tiga Lapis. yang paling bawah, terbuat dari Emerald. dia menyatu dengan daun bunga tersebut. dan kita bisa lebih jelas melihat emerald. karena emerald di lapis ke tiga, berkilau.


Lapis kedua. terbuat dari Silver. bungan tersebut hampir menetupi Silver tersebut. Jadi, Silver Lapis Yang kasihan dari Emarald dan....


Lapi pertama adalah Emas. emas sangat bagus. jadi, biar semua pengujung bisa melihat semua Lapis di Air Terjun.


dan air keluar Secara Sihir. Air itu keluar dari Lapis Pertama. Air itu keluar dengan Portal Sungai Khusus.


Air itu jernih. dan awal dia mengalir. adalah dimulai. adanya portal. Portal pertama ditengah. dan kedua lain nya, berada disamping portal pertama. tapi, kedua Portal tersebut mengeluarkan air jenih nya dari samping kanan dan kiri. sesuai arahnya. tapi, portal tetap arah kedepan seperti Portal di tengah. namanya juga sihir.


Tiga Portal menyambung dalam Satu sungai Khusus.


desa yang sangat kaya kan?


aku tak tau kenapa dipanggil desa. padahal taman ini sangat mewah dan keren.


*****


ini adalah waktu istirahat. ternyata capek juga. makanya kami membuat piknik dadakan. dengan sihirku, itu terlihat gampang.


"kau penyihir...?" tanya dia, penasaran.


"iya. kamu baru tau?" jawabku, aku menggunakan sihir untuk mengeluarkan bekal/obento.

__ADS_1


"kamu masak apa itu?" tanya dia. dengan mendekatiku dan melihat isi bekal/obento yang kubuat.


"Nasi dengan Telur Ceplok dan Daging yang sudah ku potong-potong" aku melihat bekal ku bersama Rifstar.


*baru ingat* "ternyata tanpa mayones jadi kurang enak" sambungku.


Rifstar bingung. dan bertanya kepadaku.. "eee... apa itu... ...mayones...?" tanya nya. karena dia penasaran. aku keluar kan mayonesnya. dengan membayangkan saja. mayones muncul dengan sihirku.


dan aku pegang mayones nya. lalu, Rifstar mendekati ku. dan melihat-lihat mayones nya. karena kurang puas. Rifstar mengambilnya dariku.


"mayones..?" sambil pegang mayonesnya. "apa boleh aku makan dengan mayonesmu?" sambungnya.


"boleh kok." jawabku.


dia langsung menuangkan mayones ke dalam Bekal/obento. dan terlihat lebih enak.


"boleh aku coba...?" dia bertanya. dia tak tau rasanya.


"heeh?!! pelan-pelan" aku memperingat kan dia.


dia makan dengan lahap dan cepat. langsung habis tak tersisah. dan dia sendawa.


aku tertawa dan dia tersipu malu. dan sekarang giliran ku memakan nya.


dia melirik ku. dan terkadang melihat ke arah yang lain saat ku lihat.


aku memajukan kearah dia. dan mengusap pala Rifstar dan dia melihatku. dan disaat itu juga aku menyuapi nya.


"aku tau kamu masih kurang 'kan" ucapku. aku tersenyum dan memberi makanan ku ke Rifstar.


"m-makasih banyak!" jawab nya. dia memakan nya dengan cepat lagi.


*****


Malam Hari. Kami bersiap untuk makan malam. hari ini aku yang memasak makan malam. Rifstar duduk menungguku.


Rifstar memakai baju tidur. dia duduk menunggu makanan jadi.


saat jadi, aku menuju ke ruang makan. dan bertemu dengan Rifstar yang menunggu. aku menuju kebelakang nya. dan aku mengusap palanya. dan menarik bangku. duduk disamping Rifstar. dan makan bersama dengan nya.


*****


saat pagi hari. aku membangunkan Rifstar. cara aku membangunkan dia, dengan menggoyang-goyang kan badan nya. dengan menyebutkan nama nya.


dia langsung bangun dari tidur nya. dan langsung menguap. dan mengusap mata nya. Rambut yang masih berantakan.


aku suruh dia mandi dahulu. dia langsung ke Kamar mandi. dan diapun sedang mandi.


aku ada di Dapur. "ya ampun! dia lupa membawa handuk" aku langsung menuju ke luar. dan mengambil handuk untuk Rifstar.


aku sudah mempegang Handuk nya. dan langsung menuju ke Kamar mandi. saat ku buka.. ternyata dia sudah selesai mandi. dan aku melihat dia masih basah dengan air. dia langsung merespon dan menutup tubuh nya. aku juga merespon dengan menutup pintuk dan meninggalkan handuk.


*****


Kita Makan Pagi lagi. ini keberapa kali ya?


saat makan aku teringat Negara Sihir. jadi, saat selesai makan. aku membicarakan tentang kepergian kami ke Ibu Kota.


"kita ke Ibu Kota Sihir ya.." ucapku.


"?" dia bingung. "kita sedang di Negara Manusia loh" sambung nya.


aku langsung merespon. "kamu tau dari mana?!!" aku merespon dengan kaget.


"aku tau dari orang-orang sekitar. dari yang kutahu Ibu Kota Sihir berada di Timur" ucapnya.


(ternyata kami keluar dari Negara Sihir toh. lalu, kenapa aku bisa menggunakan Sihir?)


*****


Ibu Kota Yang sudah aman sekarang. yang dipimpin lagi oleh Raja dan Ratu.


sedangkan Rily sudah menyadari ternyata itu adalah bukan aku yang asli. sekarang dia sedang menguringi diri dikamar nya. dan tidak makan ataupun minum selama sehari penuh. esoknya dia bisa makan dan minum tapi, dia masih didalam kamarnya.


*****


dia adalah Suryū. seorang laki-laki bertinggi normal. rambut cokelat dan memakai ikat rambut. warna matanya Orange. dia memakai baju Orang desa. seperti pembelah kayu. dia ini bermimpi untuk menjadi Ksatria yang melindungi Raja Dan Ratu di era baru. tapi semua orang mengejeknya. orang tua nya meninggal karena menjadi korban Perang dengan Negara Tumberg.


sekarang dia baru pulang dari tempat trade.


tempat trade adalah dimana Pekerja mengambil hasil kerja nya. sebagai bukti kalau sudah kelar, Pekerja melaporkan kepada tertinggi nya. Jika, senior mereka absen. mereka harus melaporkan dulu dengan komunikasi lewat alat sihir baru Raja. dan nanti Burung suruhan Trade akan menuju ketempat yang disuruh. burung tersebut disebut Seer.


dia mendaptkan 1 Orange. dan dia sedang melemparkan Koin nya.


uang mata negara sihir ini menggunakan koin. terdapat lima Koin di Negara sihir. pertama dari paling rendah, terdapat Koin Perunggu. koin perunggu koin paling terendah di Negara sihir. Para Tertinggi Kota maupun Desa atau Raja dan Ratu tidak menggunakan Koin ini lagi. kedua ada Koin Orange. koin ini diatas Koin Perunggu. Satu Orange Terdapat 50 buah Koin Perunggu. Koin ini berwarna Ungu terang. koin ketiga di Negara sihir ada Koin Perak. disini lebih sering disebut "Koin Elit" karena hanya Tertinggi Kota, Desa ataupun gaji Para Tentara yang mempunyai Koin ini. Koin ini untuk orang yang berjasa demi Negara. dan terakhir Koin Berlian. Koin ini koin Teratas sebelum tadi. Koin ini adalah Koin hampir langka. karena hanya Beberapa Kerajaan Yang mempunyai Koin ini. ini setara Harga menukarkan 50 MANSION besar didunia bumi. Koin Berlin Berwarna Ungu dan Biru yang berkilau. dan yang terakhir adalah Koin Emerald. Hanya Kerajaan Manusia. tepatnya ada di Negara Tumberg. Negara ini paling terkaya didunia Ztumberg. karena dia mendapatkan hujan koin dari dewa. telah memanggilkan pahlawan. dan sebelum era-49 koin hanya untuk Legenda yang menjadi Sejarah karena melindungi Semua yang ada di Ztumberg. tapi, peraturan diberubah dan semua Negara menyetujui di persidangan ke-199. Tumberg: Tu-mbe-rg. Ztumberg:Se-tum-be-rg.


dan menangkapnya. lalu muka yang senang. "akhirnya.. aku bisa mendapatkan koin sebanyak ini" sambil berjalan pulang.


saat di perjalanan. dia tak sengaja bertemu dengan Orang yang mengejeknya. dia sering mengambil koin hasil kerasnya. dan Suryū selalu kalah.


"gawat.. aku harus sembunyi" membalikan badan dan sembunyi di sela-sela kosong.


ternyata dia telah diketahui oleh mereka. bersembunyi tempat samping toko. itu jalan kosong, atau bisa para staff keluar dari pintu belakang.


sambil menendang tong. tong itupun jatuh. Suryū yang langsung panik dan kaget memundur. walaupun dia sedang berjongkok. "mana uangku!" dia memajukan dirinya.


(ini bukan uang nya! kali ini aku harus melawan nya)


"tak ada, kali ini punya ku!"


menarik kerah baju Suryū dan bicara "Kau berani melawan?!!" ucapnya.


Suryū dalam kesusahan. "tidak akan!" tetap tegas. (ini Koin untuk berobat bibiku! aku harus membawa koin ini sampai pulang!)


Suryū menendang bagian perut orang itu. dan bersiap melawan.


tangan nya pegang perut yang sudah kesakita. dan kemarahan pun jadi. "habisi saja dia. lalu, kita pulang. biar mayat nya membusuk disini" ucapnya. menyuruh teman nya membantu menyerang Suryū.


dengan cepat. musuh berhasil melumpuhkan kaki kanan Suryū. dia pun membungkuk.


"kaku incar kepalanya. biar aku yang kakinya!" ucap salah satu yang menyerang Suryū.


dia terkena pukulan Kaki dari musuh. tapi, beruntungnya terkena Bagian perut. "kau masih bisa menghidar dari tendanganku. boleh juga" ucapnya.


Suryū yang habis memundur dan yang terkena serangan. memilih untuk menyerang. "akan kubalas!" dia memajukan diri.


dikanan ada yang menendang nya tadi. sedangkan, disisi kiri yang menyerang pertama tadi. tapi, ada celah di tengah. itu celah untuk Suryū. dia pun berlari ke arah itu.


dan setelah melewati. ternyata dia mengicar Ketua dari Kedua orang tadi. tapi, Suryū terpental jatuh karena ditinju tepat di bagian mukanya.


Suryū masih tiduran.


*****


masa kecil yang buruk. ekonomis sulit didapatkan keluarga Suryū. bibi yang membiaya dia sekolah Tentara. tak sukses ke tingkat selanjutnya. setelah itu bibi sakit-sakitan. dan disitu bibi pengangguran. uang pun sulit di gapai. kami seringkali meminta kepada atasan kami. kadang dapat dan kadang tak dapat. hanya aku yang bisa menyembuhkan bibi. hanya Koin yang bisa menyelamatkan Bibi! sedangkan, usaha ku telah diambil oleh anak-anak yang mengejek ku dan anak-anak yang membenciku. ya, aku tak ada teman hidup. dan sejak sebelum Masuk sekolah. aku mempunyai cita-cita. "Membangun Kamp ku sendiri. dan menyembuhkan bibi!".


Koin yang kudapat. dari menebang Pohon. kadang membantu usaha orang lain. disitu aku dapat pendapatan kecil. tapi, selalu saja ada yang menggangguku. aku selalu saja lemah seperti itu! kapan aku harus bangkit! bodoh! bodoh! diri... ...ku memang bodoh!


******


aku terbangun dari mimpi buruk ku. dan mebangunkan diriku. melihat sekitar. ternyata ada kayu yang bisa menjadikan pedang. akan kubuktikan apa yang kudapatkan dari Sekolah!.


Orang sebelah Kiri maju. dan dia sleding ke arah ku.


aku melompat dan orang itu menghacurkan tong kosong.


sedangkan, didepan ku sudah muncul musuh.


aku menepis dengan pedang kayu ku. dan berhasil tak mengenai kepalaku.


aku bangkit dan memukulnya dengan kayu yang kupegang. diapun terpental.


kayu yang kupegang kulempar dan mengenai orang terakhir.


disitu luang ku pergi. aku lari melewati mereka bertiga.


aku pikir akan selamat tapi, mereka tetap mengejar ku. walaupun di tempat ramai.


kami seperti balap lari. dan saling mengejar kearah depan. tapi, mereka lebih cepat. dan aku di pegang oleh dua orang. dan ketua tersebut memukul perut atau muka ku. orang sekitar hanya bisa melihatnya saja.

__ADS_1


******


"bentar.. orang itu seperti dipukul ya" ucapku melihat keramaian.


"biarkan saja... ayo kita lanjutkan membeli perbekalan" ucapnya dan menarik ku.


aku tak tega melihat orang itu. seperti itu. karena oleh itu, sekarang yang bergandengan tangan adalah bayangan yang sudah kubuat. lalu diri asli ku segera menolong nya.


*****


"permisi.. bukankah itu keterlaluan?" tanya ku. dengan laku orang setengah setengah.


"ini bukan urusanmu." jawab salah satu darinya. "tolong pergi dari sini" lanjutnya.


"tidak. aku akan melihatnya saja kalau begitu" ujarkan. dengan belagu.


"kalau begitu.. Pukul orang ini dulu ketua. kita kasih tau, berapa bahaya nya kalau berurusan dengan kita" ucap salah satunya.


dan ketua tersebut sudah mengepal. tanda sudah ingin memukulnya. aku, yang berada disitu. segera melakukan sesuatu. aku menangkap kepalan tersebut sebelum menuju kearah muka dia.


"aku sudah bilang.. hentikan. atau aku hanya melihat" sambil ucapku.


"hei! maksud dari "melihat" itu apa?!!" ketua tersebut bertanya kepadaku sambil menahan rasa marah.


"melihat.. anak buah mu.. dikalahkan denganku" sambil menunjuk kebelakang.


ketua tersebut sudah melihat anak buah nya. sudah babak belur. itu ulah aku. karena dia yang memulai sih.. yasudalah sisahnya. akan kuhabiskan.


"mas boleh kita ke tempat kosong?" tanganku pegang pundak ketua tersebut.


"k-kau berani sekali melukai temanku!" dia membuang tangan yang tadi aku pegang di pundaknya. "aku berani melawanmu" sambungnya.


dia duluan ketempat sepi. dan memberi isyarat. kalau aku harus mengikuti dia. tapi, sebelum aku mengikuti dia. aku bicara sedikit dengan Suryū.


"kau tak apa?" mengangkat Suryū yang sedang terjatuh. "kau sudah berusaha dengan baik" aku pegang pundaknya. lalu aku pergi.


******


pertarungan kami adalah tempat hutan yang datar. dan luas tentunya. dia sudah menyiapkan senjata. dan senjata yang ia gunakan adalah tombak.


*ketawa sombong* "dimana senjatamu...?!! kalau begini sudah dipastikan aku yang menang" dengan sombongnya.


aku paling tak suka orang yang bersombongkan dirinya. jadi, aku berlari sangat cepat. diapun tidak bisa melihatku. aku mencekek dia dengan pelan. aku mengangkat badan nya.


"kau tau.. kenapa anak buah mu jatuh. tapi, aku ada didepanmu..?" aku menyuruh dia berfikir.


(....gawat ...aku tak menyadarinya...)


".... apakah ... kau adalah Pahlawan!!!" dia langsung menggerakkan badan nya maupun kakinya.


"aku tak akan melepaskanmu!" dan aku ketawa terbahak-bahak. "bolehkah.. ...aku mencekek mu dengan.. lebih kencang lagi..?" sambungku dengan suara menakutkan. seperti ada aura pembunuh didalam diriku.


dia sedikit trauma dengan itu. dia semakin menggertak. seluruh badan nya supaya lepas dari cekik dariku.


aku tak terima dia seperti orang gila. makanya aku menambah kesakitan untuk nya dengan lebih erat.


saat dia pingsan. aku sudah mengeluarkan dua pendek. Pedang pahlawan. dan siap-siap melepaskan cekikkan.


aku melepaskan nya. dan dia sudah terlepas. saat ku lepas dia terjatuh. dan saat itu kepala nya hilang. dan darah pun berjatuhan.


saat Dua pedang ku simpan. aku tersadar. "apa yang kulakukan disini?" aku lalu pergi dari situ.


*****


sedangkan di Ibu Kota sedang bersiap. memulai Acara Turnamen.


dan semua itu akan dimulai dua hari lagi.


*****


"anu... aku lelah.. ...bisa kita isrirahat?" tanya ke bayanganku. dan bayanganku hilang begitu saja. Rifstar langsung menyadarinya.


"maaf aku tadi meninggalkanmu!" aku datang sambil berteriak. lalu, melambaikan sebagai tanda. kalau itu aku.


lalu, kami melanjutkan jalan menuju Negara Sihir.


sambil berjalan...


"kamu tadi membeli apa?" tanyaku.


"karena tadi kamu meninggalkan ku.. aku tak akan memberi tau.." ujarnya dengan sedikit kesal.


"aku tau.. aku salah.. tapi, kalau begini caranya bagaimana kita bisa sampai selamat?" jawabku. dan memberinya pertanyaan.


"emang dihutan ini berbahaya..?" tanya nya. lagi karena tak tau dalam hutan.


"kau ini tak membaca sejenis Novel atau dongeng apa...?!! semua itu ada didalam hutan lho!!" ujarku sambil membentak. dan memberi tau sedikit tentang hutan.


"emang nya.. kamu tau dalam hutan?" tanya nya lagi.


"habis ini malam jadi, ada hewan buas menyerang. aku akan melindung diriku sendiri" jawabku.


"hei..! lalu, dengan cara apa aku berlindung??" tanya nya. dan dia sedikit panik.


"hei.... kau marah denganku?" memberi tanda kalau dia panik.


aku mendiami dia saja. terus berjalan dengan bergandengan tangan dengan dia lagi.


dan malam pun tiba. kami piknik dadakan lagi.


"kau tidur duluan ya. biar aku menjaga di luar" ucapku sambil menutupi badan Rifstar dengan selimut.


"selamat tidur" ucap dia untuk ku. lalu dia menutup mata.


aku keluar dari tenda. dan berjaga diluar.


karena tak ada apa-apa. kami selamat dan aku tidur di luar.


saat pagi tiba, aku membangunkan Rifstar. kami bangun pagi hari. dan kami sarapan ringan saja. karena takut kembung.


"apakah kemarin kau tidak melawan sesuatu?" tanyanya. sambil berjalan dan bergandengan tangan seperti hari sebelumnya.


"aku tidur diluar dengan aman kok" jawabku.


dan saat buah cerry jatuh. Rifstar mengambil Sepetik buah Cerry. tiba-tiba ada berbunyi di semak-semak.


"siapa itu?!!" Rifstar sambil teriak. dan sedang mengambil buah Cerry.


suara yang ada disemak-semak semakin dekat dengan nya. dan dia sudah ada firasat buruk. karena itu dia kembali menemui ku.


"sudah kelayapan nya?" ucapku.


"... aku tak tau ini musuh atau apapun. yang jelas mereka berwarna hijau" jawabnya. dan menuju kearah belakangku. dan kedua tangan nya ada di punggung Ichi.


saat aku berfikir. aku membayangkan Goblin. dan karena itu aku kesana. Rifstar sempat bilang. Hati-Hati dan Kembalilah dengan selamat. itu yang dia ucapkan untuk ku.


aku menuju ke tepat semak-semak itu berada. aku masuk didalamnya. pun tak ada apapun. dan aku keluar dan ada apapun. saat aku melihat kedepan. ternyata itu ada sebuah tanah kosong yang datar. saat ku membalikan badan. aku ditarik oleh Goblin Besar. dan aku terpental, terjatuh. lalu, aku mengeluarkan pedang biasa. aku memukul nya tapi, tak mempan. badan dia keras. seperti besi percuma kalau aku melawan. aku terus-terusan dibanting. dan terkena serangan nya. akupun terjebak karena aku hampir babak belur. saat aku putus asa, aku mengingat apa yang di ucapkan Rifstar. "kembali lah dengan selamat!" sambil senyum. aku sudah berjanji bukan?!! aku tak akan menyerah. aku tak akan mati disini. dan.. aku tak akan mau mati ditangan mu!! aku langsung berdiri. berlari sangat cepat menuju Goblin besar. sepertinya dia Raja nya.


sambil aku berlari menujunya. aku membunuh goblin kecil.


dan aku loncat setinggi mungkin. lalu, aku menusuk mata goblin itu. dan meninggalkan pedang itu. aku sekarang dibawah. dan mengeluarkan dua pedang pendeknya. lalu loncat lagi. Goblin besar itu sudah kesakitan. dia memegang mata yang sudah kutusuk oleh pedangku.


karena dia belum mati. aku memotong palanya dengan cepat. walaupun keras dengan pedang biasa. ternyata dengan pedang pendek ku. terlalu mudah.


dan akupun kembali dengan hidup-hidup.


"aku kembali" ucapku. sambil memberi tau luka-luka ku juga.


"selamat kembali..? ya ampun! kau terluka!" dia langsung menujuku. dan melihat luka-luka ku juga. "kita harus pergi kedokter bukan??" sambungnya.


palaku pusing. mataku juga buram. dan sepertinya aku harus istirahat. akupun pingsan. dan melihat Rifstar menggoyang-goyangkan tubuhku.


dan disaat itu Kami bertemu dengan Rily. untung Rifstar bertemu cepat dengan Rily. karena dia tau seisi Ibu Kota.


aku dirwat oleh Schier. dan aku lega bisa sadar. katanya aku mengalami sakit pikiran. aku pun bisa jadi gila kalau keluar kendaliku. seperti aku membunuh penjahat dan monster Goblin itu. aku sedang tidak sadar. tapi, itu ternyata jiwa lain ku.


dan saat itu Acara Turname Ibu Kotapun dimulai. aku sudah melawan team musuh. dan team merekapun sampai di perempat final.


Chapter sembilan selesai. menuju ke Volume tiga.

__ADS_1


__ADS_2