
setelah kami menang dari Turnamen. tentu kami mendapatkan hadiahnya, menarik sekali. kamipun masih melihat kotak yang dipegang Raja. itu membuat kami penasaran!
"kamu memenangkan Turnamen dengan mudah.. kalau ini belum seberapa, dua bulan ada Misi yang sulit. mungkin, kamu bisa mengambilnya" ucap Raja.
"terimakasih pemberitahuannya. ngomong-ngomong, aku selalu tak sadar saat memegang pedang pahlawanku" ucapku disebelah Raja.
Schier dan yang lain sedang membuka hadiahnya.
"jangan-jangan... itu adalah benda terkutuk..!" Ucap Raja. dengan ekspreksi kagetnya.
"apa iya..?" ucapku.
"era sebelumnya.. aku mendengarnya. bahwa, salah satu pahlawan berkhianat dan pergi membawa kekasihnya" ucap Raja.
"itu menyeramkan.. apakah kutukan itu.. merasuki ku?" ucapku.
"tenang.. aku punya jimat tuk kutukannya. kalau tak salah temanku yang memberinya" ucap Raja. dia meninggalkan Ichi. dan menuju kekamarnya.
***
"oh iya.. apakabar dengan Supervisor ya?" ucap Raja yang sudah mengambil Jimatnya dan menuju ke Ichi. "jadi kangen" sambungnya.
***
"Raja.. apa kau membawanya?" ucapku.
"ini dia, pakailah dengan baik. Manfaatnya adalah kau tak akan berpengaruh dan kebal selama sebulan. aku mempunyai lima buah. jagalah baik-baik" ucap Raja.
"baik! aku laksanakan, apa yang dikatan!" ucapku dengan tegas.
dan setelah itu Schier dan yang lain menghampiriku. dan memasangkan bunny head singa.
mereka tertawa dan tersenyum. apalagi mengejek dan melebih-lebihkan diriku. "kau imut memakainya" Ucap Schier.
"Senpai! kamu seperti ayah" Ucap Chiko.
"Ayah dimasa depan kita, Ichi" Ucap Rily megenggam tanganku.
"kamu mau membawaku.. kemana...?" ucapku.
"makan malam. ayah sudah menyiapkan" ucapku.
"eee??!" ucapku.
"sudah.. ayo ikut denganku" dia mempercepat jalannya.
setelah aku ditarik Rily akhirnyapun dilepas dengannya juga. aku lihat pemandangan bagus ini. jarang aku melihatnya, dan ini.. apakah disiapkan karena team kami menang?
"bukan..! *kesel* ini tuh. aah..!! gak jadi, pokoknya duduk dulu deh..." dia langsung pergi dihadapanku.
aku ditinggal sendirian ditempat duduk ini. tempatnya sangat mewah dan megah. tapi, pemandangan diluar ini juga membantu menjadi sangat indah.
tempat duduk untuk lima orang?? apakah ini.. untuk yang lainnya?
satu persatupun datang. pertama, muncul sang pembantu, dia menanyakan apa yang Ichi mau makan. setelah itu pengawal datang. dan datanglah seorang Raja.
"Raja..! selamat malam" ucapku sambil menunduk memberi hormat.
"selamat malam.. anak muda" ucap Raja. dia mulai duduk disamping bangku yang kududuki.
__ADS_1
"bagaimana... apakau membawanya?" ucap Raja.
(apa maksudnya? ...... ...... ......! jangan-jangan...!)
"ya! aku membawanya" ucapku. (untung saja aku selalu membawa cincin ini)
***
setelah itu muncul Ratu dan Kufo. dia menyapa dan duduk dibangku masing-masing.
mereka duduk terlihat bangsawan. dengan pakaian yang rapih dan seperti bangsawan, menawan.
***
"Ichi-kun..." Ucap Ratu. "apa.. Ratu?" ucapku. "jangan Sungkan memanggil kami Ibu dan Ayah ya" ucap Raja. "b-baik...! ..ayah.. ..i..bu.. dan abang, halo" ucapku dan melambai tanganku ke dia.
dia membalas sapaan ku dan tersenyum.
"..kamu mau tidak. ikut pengambilan misi dari Ras Setengah Manusia?" ucap Ratu.
"kami baru saja membalas pertanyaan. dan kami sudah menyetujuinya. apa keputusanmu?" ucap Raja. dia menatap wajahku seperti menunggu jawaban.
tentu aku menerimanya. dengan mengangguk semua tersenyum. "syukurlah" ucap Ratu.
"misi seperti apa kali ini?" ucapku.
"misi ini khusus yang dibuat Negara oleh Tabis" ucap Raja.
biar kuperjelaskan lagi, misi khusus kali ini adalah menyari Pahlawan yang telah menghilang. Pahlawan tersebut adalah Pahlawan Sihir, Pahlawan Drakula dan Pahlawan Pengendali cuaca. tak ada kabar dengan mereka bertiga.
"bentar.. ucapmu hanya tiga? namun, Pahlawan sihir telah tewas. kami dengan dia" Ucapku.
"aku tak tau... yang berada dikematiannya ada Schier saja sedangkan, aku tak berada disana" ucapku.
"mati tanpa jejak.. jangan diberitahu dulu" ucap Kufo. dia membalas dengan cepat.
"....! anaku.. apakah kamu ingin ikut berpetualangan dengan Ichi?" ucap Raja.
"boleh saja! kebetulan sekali, aku lagi bosan dirumah" ucap Kufo.
***
setelah Raja Tersenyum karena aku ditemani oleh anaknya, datang para Chef. dia membawa makanan yang sangat menyengat. dan yang pasti enak.
(ini seperti masakan Rily!)
"dimana Rily?" ucap ku. bertanya kepada Chef.
"..nona putri sedang ada didapur masak. permisi.." ucap Chef tersebut.
"astaga..." ucapku pelan. "tapi, masakan dia enak sih.." ucapku.
(akan kuhabiskan!)
***
semua makanan pun sudah penuh dimeja. dan tinggal menunggu Rily saja.
***
__ADS_1
semua sudah datang dan menunggu Rily, akhirnya.. dia muncul dengan pakaian malam yang membuat Ichi senang.., mungkin?
"....! hai.. I..chi" ucapnya pelan.
"kau ngomong apa?! aku tak mendengarnya" ucapku.
"biasa.. kalau dia memakai baju tak Formal, dia selalu malu-malu bertemu dengan orang lain. kamipun juga jadi korbannya" ucap Kufo, dengan cepat membalasku.
"yaampun..! duduk lah" ucapku.
"ya!" dia terlihat gugup. dan berjalan menuju bangkunya.
"kau terlihat cantik sekarang" ucapku. memuji Rily yang berbeda.
"ta.. ta..pi a-aku tak me..rasa begitu.." ucapnya. benar kata Kufo, seperti ada jiwa lain didalam dirinya. "ta-tapi ..makasih pujiannya" sambungnya. dia menatapku lalu, memalingkannya lagi. lagi, ya disering melihatku dan memalingkannya.
"kamu kenapa?" ucapku. yang melihat dia, dari tadi melihatku. "apa kau butuh suapan ku?" sambungku.
dia menatap dan selalu seperti tadi. merasa bingung apa yang harus dikatakan. "boleh.." ucapnya. dia membuka mulutnya. dan aku segera memasukannya kemulutnya.
"enak kan..? nah sekarang makanlah sendiri ok?" ucapku.
"..ya" ucapnya.
***
setelah makan bersama calon Mertua. kami berkumpul dengan yang lain. untuk berfoto bersama, dengan sihir tentunya.
kami memakai pakaian rapih dan menawan. dan semua sudah berkumpul untuk berfoto. "semua sudah siap??" ucap pemegang kamera.
1.. 2.. 3.. cheese!
***
foto bersama itu untuk kemenangan kami. dan itupantas didapatkan, foto bersama sang pemilik Negara.
dan yang terakhir, untuk apa aku terus menyimpannya. kalau untuk melamar dan dia sudah siap?
aku berjongkok. aku tampan dan menawan. rambut rapih tak seperti kemarin. karena itu semuanya Staff-san yang membantuku.
dan membuka cincin lamaranku. dan menunjukan kepadanya. sambil menatap muka manis dan imutnya. kami saling menatap. aku membujuk agar menggenggam tanganku. kamipun saling menggenggam bersama. kotak cincin pun hilang karena aku sudah menghilangkannya.
setelah kami saling genggam, aku berdiri dan memasangkan cincin yang kupunya itu. dia menatap cincin itu setelah kupakaikan. sepertinya dia suka yang apakuberi. dia melihatku lagi dengan sifat seperti itu.
(Aku suka sifat Rily yang seperti ini.. malu-malu.. hehe)
kami berpelukan. tentu itu membuat Rily terkejut karena aku yang menarik tubuhnya untuk kami berpelukan.
dia menerimanya, dan kamipun saling berpeluk sekarang. hanya menentukan pernikahan kita. menerut aturan Negara, siapa yang sudah melamar. harus menunggu Umur 16 Tahun untuk menikah.
(aku harus menunggu satu tahun lagi, untuk nenikahi gadis ini.)
sesi kedua foto kami, itu untuk pertunangan Antar Ichi dan Rily yang resmi.
***
**chapter dua dari Volume ketiga, habis.
Author: maaf menunggu semua. hari ini, Jum'at 9 oktober jam dua belas. untuk chapter selanjutnya akan muncul barengan dengan chapter ini. namun, aku istirahat bentaran ya! dadah**.
__ADS_1