
Keesokan Harinya.
pagi yang cerah di Kota Tabis. burung mulai bersiul indah. dan matahari yang terang.
*alarm bunyi*
"hm...?" ucapku.
*mematikan alarm*
"aku istirahat sebentar."
"titip salam kepada guru" ucapku. berbaring menahan sakit.
aku yang sedang mengobrol dengan Rily untuk memberitahu keadaan diriku. dan juga memberi titip izin.
ini semua karena Kufo..
*mengingat kemarin di pertandingan*
*taman*
para peserta yang sudah lulus Turnamen Game. dan dilanjutkan dengan Turnamen Makan.
Pertandingan kali ini sedikit unik.
ada berbagai macam-macam makanan. tapi, akan diacak untuk memakan makanan yang sesuai nomer urut makanan tersebut.
terdapat dua puluh makanan yang berada disana.
berbagai daging atau ikan. Sayuran atau Buah. Manis, Lengket, Pedas dan pahit. semua makanan jenis seperti itu akan dimakan untuk para peserta.
***
para peserta berdiri didepan meja yang ditaro makanan jenis tadi.
serta juga didepan para penonton.
***
undian sudah keluar.
Aku membuka nomer urutan. dan ternyata nomer 13 dan 4.
***
semoga aku beruntung. mendapatkan makanan yang enak!
***
Ichi berada dibaris ketiga. dia memakai baju pink dan putih.
"kamu sangat keren memakainya!" ucap Rily.
***
kenapa harus memakai ini sih..
padahal aku tadi memakai baju kaos.
apa ini peraturan?
***
"Para Peserta boleh menukar urutan makanan! jadi, jangan sungkan."
"mulai dari barisan pertama!" ucap Komentator-san.
***
Peserta pertama mendapatkan urutan nomer 12 dan 7. dia memakan Daging yang bertaburkan sauce enak. dan minuman lemon tea dingin.
"hahaha ternyata peserta pertama sangat beruntung!" ucap Komentator-san.
***
sekarang peserta kedua. mendapatkan nomer urutan 2 dan 9. dia menutup mata dan setelah itu, dia membukanya lagi. didepan mata terdapat kue ulang tahun yang mahal. dan Magicha.
dia mendapatkan makanan dan minuman yang beruntung.
***
selanjutnya adalah diriku. yang sudah dipanggil namanya.
"peserta ketiga.. silahkan" ucap Komentator-san.
***
dibangku penonton Kufo berteriak-teriak ke aku.
aku menatap mukanya.
dia langsung teriak.
"tukarlah makanan mu!."
"aku punya perasaan buruk" ucapnya.
aku memanjangkan jari jempol.
***
"boleh aku tukar dengan peserta empat?" tanyaku untuk Komentator-san.
"tentu boleh" jawabnya.
***
Kufo menggunakan sihirnya. bukan punya peserta keempat, dia menukarkan punyaku kepada peserta keenam.
***
aku menerima pesan masuk. kemudian langsung kubuka isi dalam pesan itu.
***
"nomer sepuluh dan lima belas?" ucapku.
***
makanan ku muncul dihadapanku.
aku bisa merasakannya. dan bisa menyium baunya.
walaupun dengan menutup mata sih.
***
aku membuka mata ternyata Selai Kacang dan Ikan Salmon.
"aku bakalan serat."
"bisa siapkan minum juga?" ucapku.
*muncul sebuah botol berisi kopi jatuh dari atas*
"ko..kopi?!" ucapku.
***
jangan bercanda! aku gak suka set makanan dan minuman seperti ini.
***
"b-bisa-" ucapanku dipotong oleh Komentator-san.
"lalu, mengapa berdiam diri saja? ayo makan!" ucapnya.
***
gimana lagi...***
***
setelah makan, muncul bentol dan bentol. dan susah berdiri (rasa malas meningkat).
***
*di dalam kamar Asrama*
aku dendam padamu Calon kakak..!
!
***
sudah lebih dari lima jam aku tiduran dikasur. (pagi hari ini, tak kehitung bagian kemarin).
__ADS_1
***
tak ada yang pulang dari sekolah ya.
membosankan sekali aku disini. sendiri,
apakah aku harus main game?
tapi,
*waktu Rily sakit*
"alat yang bisa bermain game akan disita! punyaku juga."
"tak apa... ini demi kesehatan" ucapku.
***
.....
apa aku salah berbicara seperti itu?
akhirnya aku bosan juga.
apakah aku harus melanggar?
*mengingat*
"Peraturan adalah Tetap Peraturan."
"tak ada kecurangan."
"dia tak akan bisa dimaafkan olehnya."
"jangan berbuat seperti itu" ucapku.
***
entah mengapa aku menjadi agak kesal dengan diriku.
....
kalau aku memainkan sihir saja,
bolehkan ya..
*aku mengeluarkan api ditanganku*
woah.. aku sudah memakai sihir.
tak apa deh.
ini sudah telanjur,
mari kita coba sihir lain.
***
walaupun aku bisa menggunakan sihir. namun, itu sihir umum yang digunakan oleh rakyat IbuKota. sedangkan aku tidak ada Sihir khusus. ada mungkin,
kalau kutukan dan skill.
apa itu termasuk?
***
saat aku masuk kedalam pikiran ku. mengubah menjadi ruangan datar. berwarna putih.
dan disanalah aku mencoba sihir Elemen. membuat orang-orangan tujuannya itu adalah target musuh yang harus kukalahkan.
***
sudah mencoba elemen api. lama-lama itu membuat panas dan berubah bentuk menjadi cair, seperti lava.
***
setengah menit berada dibawah sadarku. karena sudah terlalu lama, lagian sudah berubah menjadi lava. akhirnya aku menyudahi latihan hari ini.
***
aku memeramkan mata.
*hening*
disaat membuka mata. ku terkejut,
aku terlihat senang.
***
"kami membawa buah-buahan untukmu."
"dimakanlah" ucap Suryū. membawa satu ranjang penuh dengan buah. ditaro ketempat meja terdekat.
"ya... makasih banyak atas kedatangannya" ucapku.
semua tersenyum.
"kamu akan cepat sembuh ya."
"tanpa kamu, kelas terlihat sepi" ucap Rith.
***
"Ketua kelas dipegang oleh,"
"Ichi!" ucap Walas kelasku.
karena ada pemilihan ketua kelas. semua menjadi memilihku mencalonkan diri. padahal, aku menolaknya.
***
*hening*
"...."
"b-bisa saja kalian."
"oh iya Rily,"
"apakah ada sesuatu."
"seperti kerja kelompok?" ucapku.
***
*kami berdua saling menatap*
"ada."
"harus menemukan telur naga."
"yang berada di puncak gunung."
itu mengerikan 'bukan?
"tapi tenang..."
"...kita sekelompok kok..." ucapnya.
***
begitu kah.
"Pencarian Telur Naga ya."
***
"apakah semua murid mengikutinya?" ucapku.
"hmm.. semua ikut kok" Rily mengambil buah pisang. dan memakannya.
*sambil mengunyah* "ada anggota asing dikelompok kita sih.."
"katanya Pahlawan Perisai" ucapnya.
***
tak masalah sih.
kalau Pahlawan Perisai berkelompok denganku.
tapi, apakah bisa dia beradaptasi dengan yang berbeda sebelumnya..?
***
tak lama kemudian. temanku bilang dia akan pulang.
__ADS_1
***
hanya tersisa Suryū, Kufo dan Rily dikamar Asrama.
***
semua terlihat hening. namun, Suryū memulai ngobrol Kufo.
***
besoknya aku sudah bisa sekolah walaupun tetap terlihat bentol-bentol dikulit bagian leher dan tangan.
aku memutarkan lengan karena memasuki akademi lagi.
***
tak lama juga sakitku.
cukup butuh sehari saja.
bisa sembuh,
aku akan kembali!
***
*disekolah tepatnya depan vending machine*
membeli Minuman Matcha hangat. aku meminumnya sambil duduk dibangku terdekat.
tubuhku menjadi segar.
tentu aku suka Matcha.
***
saat aku terdiam datang didepan ku. seseorang gadis.
dia menatap ku sambil melipat kedua tanganya.
***
"halo.."
"a-apakah Ichi-san?"
*hhm itu aku?".
"syukurlah.. aku mencarimu *duduk bangku*.
*ada apa?" ucapku.
"anu.. aku teman kelompokmu."
"a..aku Violand Caca."
"salam kenal!" *berdiri untuk membungkuk*.
(......)
"..."
"ya salam kenal" ucapku.
***
kami berdua terlihat terdiam ditempat duduk.
sekitar dua menit dua puluh lima detik. tentu aku melihat jam.
***
"apakah kamu kenal Pahlawan Perisai?" ucapku.
"ya aku kenal dia."
"apakah Ichi-san ingin aku kenalkan?" ucapnya.
"-tak..! usah" ucapku.
"begitu kah" ucapnya.
*aku membeli Matcha Hangat*
"ini untukmu."
"hadiah teman baru" ucapku.
dia mengambil Matcha hangat yang kupegang.
"makasih banyak!" ucapnya.
*aku terdiam melihat dia*
"...." ucapku.
dia melihatku. sehabis meneguk menimunanya.
"ada apa?" ucapnya. aku bisa paham dia menanyakan seperti itu.
aku berpaling dan mengangkat tangan. dan menyampaikan, "aku harus pergi."
"ada urusan yang belum kuselesaikan" ucapku dan pergi. meninggalkan Caca sendiri.
***
memang aku punya masalah yang belum selesai?
sepertinya tidak ada ya.
hmm.. memang tak ada.
***
*didalam kelas*
pelajaran bosan. seperti biasa. pelajaran yang pernah dipelajari.
apakah pendidikan di Ras setengah Manusia ketinggalan?
***
*tempat latihan*
waktu istirahat pertama dimulai. biasanya aku makan. namun, latihan itu lebih penting sekarang.
masih ada istirahat kedua nanti. aku bisa tenang seperti itu.
***
aku melihat tempat latihan tersebut.
sudah penuh ya.
biasanya Tempat Latihan itu berisi tiga. dalam Latihan itu luas sekali dan panjang. bisa ditampung enam puluh orang.
kalau begitu mending aku kembali saja deh.
namun, hendak kembali. tanganku ditahan oleh seseorang.
***
"salah satu tempat latihan itu."
"aku telah membayar satunya."
"tapi, bisakah kamu menemaniku?" ucap Seseorang dibelakangku.
beberapa detik itu. dia melepaskannya dan melipat kedua tangannya.
aku melihat semua sudut depannya. dia ternyata Violand Caca!
***
aku menemani dia berlatih. dan... teman Perempuan baruku dipetualang baruku!
***
disuatu tempat rahasia di Negara Tumberg. terdapat Pemimpin Raja tersebut yang sedang bersama seseorang. mereka berdua duduk bersama selagi berbincang.
"kita bisa merebut hadiahnya lalu, tak ada korban lagi di Negara ini...!!" ucap Laki-laki misterius jaket kulit cokelat memakai topi Panama Abu-abu.
"kau yang terbaik... Arnold!" ucap Pemimpin Tumberg.
***
CHAPTER Sembilan selesai. menuju ke Chapter Sepuluh.
__ADS_1