Bebas Di Dunia Lain

Bebas Di Dunia Lain
Perawat


__ADS_3

setelah itu Sakura sudah memberitahu Para Penduduk Negara Sihir. dan semua nya tidak menggunakan Sihir penghilang mereka.


dan terlihat lah mereka sedang beraktivitas.


*********


di sisi lain, Rily masih ada di sana. memeluk ku dan menangis.


*********


dalam waktu yang bersamaan, bayangan ku telah pergi bersama mereka. dan aku yang asli berada di hutan.


sekarang aku mengejar perempuan itu. aku melihat tiga orang Pasukan Musuh. mereka mengejar perempuan itu. mungkin perempuan itu adalah Budak yang ada di Ibu Kota. dan di kejar orang suruhan Isfortem.


aku masih berlari. dan ternyata tiga orang tadi menghilang. aku berdiam sesaat. oleh kesalahnku walaupun sedikit. mereka ternyata bersembunyi di atas pohon. dan mereka keluar, salah satu dari mereka meyerangku duluan.


dia melompat langsung ke arahku. tentu aku bisa menepis nya. saat dia terjauh sedikit, menelapakan kakinya ke tanah, aku langsung berlari mengarahnya. dan memotong tubuh nya menjadi dua belahan. dengan senjata asliku.


"senjata yang luar biasa" aku yang berhenti karena tadi aku berlari, dan membersihkan darah nya dengan meniup pisau besar itu.


semua yang melihat itu kaget. dan langsung kabur.


tentu dengan membuat bayangan, semua terjatuh dari pohon yang mereka injak.


semua beres dalam sekejap. akupun belum puas. dan melanjutkan mengejar perempuan itu.


saat aku berlari dengan cepat, dan aku melewati seseorang. dia perempuan. aku saja melewati dengan sesaat.


aku berputar arah. menuju tempat itu.


orang itu perempuan, dia sedang menempelkan tubuhnya ke pohon.


aku dekatin perlahan dengan tanganku yang ingin memegang nya.


saat itu dia terbangun. dan melihat ku.


mata nya mulai mengecil. dan begitu juga dengan tubuh nya. apa dia manusia?.


"kamu tak apa?" ucap ku dengan tangan ingin menggampainya.


"tak apa" jawabnya dan mengambil ajakan ku.


kami pun berjalan bersama.


"mengapa kamu ada disini?" ucapku dengan berjalan dengan nya.


"...." melihatku. "apakah kamu ingin merawatku?" sambung nya.


maksudnya apa itu?. merawat dia?. apa dia baik-baik saja?.


"anu.. apa kamu tak apa?" tanya ku.


"aku akan menjadi anak dua belasan tahun.. apa kamu mau merawatku?". ucapnya.


apa maksud nya?. apakah... dia mendapatkan kutukan?. aku tak tau... yang pasti, apa ku terima?.

__ADS_1


"dengan senang hati" ucapku dengan cepat.


"syukurlah... di depan ada rumahku. kita akan kesana" dia melemas. dan aku tangkap dia. dan menggedong di belakang pundak ku.


"terimakasih... telah datang dan merawatku... aku akan ingat walaupun ingatan sekarang menghilang" ucapnya dengan menutup mata.


"semoga kamu kuat ya" jawabku.


dia tak bicara apapun. dan langit mulai bergelap. dan di hari itu adalah bulan purnama.


aku terus menggedong nya tanpa berhenti dan letih. dengan semangat, malahan aku sedikit berlari.


(aku... merasakan dia mengecil!)


tubuh mulai mengecil. aku merasakan nya.


dan tengah malam pun tiba, dan kami pun juga telah tiba. dirumah nya. aku tak tau nama asli nya dia. biar aku akan mengasih nama baru. apa tak apa?.


aku mulai masuk kedalam rumah nya. didekat Rumah ada perdesaan kecil. mungkin aku bisa beli makanan disana.


rumah nya sangat luas. malahan barang nya dikit. disini ada double bed! ya ampun. di ruang makan, sangat mewah!. di ruang tamu sangat luas!. dan ada lantai dua nya berada di Ruang tamu.


hiasan lampu yang membuat terang dan keren. ada banyak lampunya.


lampu yang ku kagumi di ruang tamu, lampu nya sangat besar. dan berwarna emas. dan berkling kling. ditambah perhiasan ditambah wanita ini. membuat jadi keren.


aku tak tau rumah ini miliknya atau bukan. yang pasti dia bilang kalau ada rumah. mari kita menuju masuk kesana. gitu ucapnya bukan?.


dari kamar aku melihat Foto dia saat kecil dan ibu ayah nya.


tubuh nya setara 14 tahun nan!. yang dikatakan dia memang benar!.


dia yang sedang tertidur mulas. aku tinggalkan dia. dan aku tidur dikamar sebelahnya.


saat pagi tiba, aku membuka pintu. dan aku terkejut pintu kamar yang ia tempatkan. terbuka!. dia sudah keluar?.


aku turun dari lantai dua. dan ternyata dia duduk ditangga.


aku mendekat denganya, dan... ternyata dia tak memakai baju. aku pun kaget dan menutup mata. dengan lubang sedikit!. dia pun bingung dan memandangku heran. dia seperti berfikir.


"kau siapa" sambil mendekatiku.


tubuh kecil nya itu. dan dia sedang tak pakai baju. membuatku menjauh dari nya. tapi malahan dia mendekatiku. apa dia tak sadar?!!.


aku menggunaka sihir. dan mengeluarkan kaca cermin. dan menunjuki nya.


dia malu. dan menutupi aurat utama perempuan.


"me-mesum!!" dia berlari melewatiku.


saat aku mengejarnya. ternyata dia ke kamar nya. aku menunggu dia keluar.


saat dia keluar... dia memakai baju yang imut!. ingin ku culik.


dia menatapku dengan risih. "kenapa kau me-menatapku!" dia memalingkan wajah nya dan ke lantai pertama.

__ADS_1


aku pun ikut. untuk memasak sarapan pagi kami.


dan sarapan pagi jadi. aku memasak daging sapi gulung. dengan rasa yang sama dengan yang ada di bumiku.


aku berjalan menuju ke ruang makan untuk duduk dan menikmati makanan yang kubuat.


dan... Anak itu telah duduk duluan. ternyata dia menunggu ku muncul.


dasar anak kecil!.


"kau tak boleh coba!" ucapku dengan piring yang kupegang menjauh ke arahnya.


"hehe" dia tersenyum. senyuman nya menggelikan dan geli.


dia ternyata berdiri. dan berlari ke arah ku. lalu dia melompat. dan akupun terjatuh. di kepalaku ada muka dia sedang senyum anehnya itu. sedangkan makanan yang kubuat di ambil. yang membuatku masak lagi.


"dasar.. aku akan memaafkanmu hari ini. lain kali masak lah sendiri" ucapku menasehati dia, dan menuju ke dapur untuk masak.


dan makanan kedua jadi. aku berjalan ke ruang makan lagi. ternyata anak itu tak ada di ruang makan.


aku menaruh piringku di meja. dan duduk. dan ingin menyantapnya namun, aku lupa menyiapkan air minum. aku berdiri dan mengambil minum.


saat ku pergi, dia muncul. seperti pencuri, dia berjalan ke arah makanan ku lagi. dan dia memakan nya.


saat ku kembali dan melihat dia. aku tertawa keras.


"hahaha emang enak" ternyata sudah kusiapkan yang sangat pedas. "memakan makanan ku haram!!" sambungku dan menuju ke arahnya.


dia terlihat menahan pedas. "aku tak apa kok.." terlihat kalau dia sedang menahan nya.


aku pun datang dengan air minum yang kusiapkan.


dan diapun meminumnya.


"jangan nakal seperti itu ya.." aku mengelus kepalanya.


kami sedang duduk ditangga.


"iya.." sambil meminum air dengan cepat. "masih pedas tau" sambungnya.


aku berdiri dan mengambilkan air lagi. "ini yang panas lagi" gelas yang mengarahnya.


"makasih" tatapan bersalah.


"kamu kapok?" ucapku.


"iya.." jawab nya. "tapi jangan ganggu aku sedang minum dulu..." sambungnya. "uhuk uhuk" dia batuk.


"iya iya..." aku menjawab dengan cepat. "aku minta maaf tapi, jangan mengulanginya lagi" aku mendekatinya.


"iya!" jawab nya.


aku mengambil gelas nya, dan menaruh nya di tempat cuci piring dan gelas.


KESERUAN MEREKA BERDUA DILANJUT KE BAB SELANJUTNYA YA!. AUTHOR NGANTUK. KARENA BAB INI DI BUAT PADA MALAM HARI. TANGGAL 24 DAN BULAN SEPTEMBER. KARENA AUTHOR UPDATE SANGAT BANYAK. KASIH WAKTU LIBUR SEMINGGU YA. DADAH.

__ADS_1


__ADS_2