
VOLUME TIGA DIMULAI.
chapter pertama: Final Turnamen
sekarang adalah giliran team Schier, Sakura dan Chiko. mereka akan melawan musuh yang kuat. mereka adalah Team Kompak di tahun lalu, dan hampir menjuarai Turnamen dengan mudah. Mereka adalah Para lelaki semua.
"kami tak akan memberi ampun lho" ucap salah satu dari mereka. dengan ingin meraih kemenangan lagi, mereka tak akan bisa membedakan lawan nya.
"lawan adalah tetap lawan" ucap salah satunya lagi.
"kami akan menyerang kalian" ucap salah satunya.
dengan semua nya sudah berkumpul dan waktu sudah harus dimulai. Pertempuran Team Schier pun dimulai.
"kalian sudah bisa bertempur!" ucap komentator.
"Sakura lindungi Chiko!" Suruh Schier.
"aku tak kan berpaling" jawab nya.
"dan kamu Chiko, harus mengeluarkan kekuatanmu!" suruh Schier.
"terimakasih saran nya" jawab Chiko.
Schier pun berlari paling depan. dan melihat para musuh sudah menyiap taktik mereka. Paling depan ada Schier dan Para tiga musuh.
Schier sudah tepat di depan mereka. dan mereka melawan Schier. tapi, Schier bisa menepisnya. dan orang tadi pergi. lalu, orang lain dari mereka melakukan yang sama. Schierpun menepisnya lagi. dan mereka berdua lolos pergi ke benteng Schier.
ketika Schier menengok belakang. dia melupakan musuh terakhirnya. (aku baru ingat!!) sayangnya, Schier telah terluka gores dibagian pipinya. dia pun hampir melewati Schier. cara nya, Schier menarik bajunya. dan diapun mendapatkan nya.
Schier memukul nya. mengenai pipi musuh. dan bekas nya ditandai merah.
musuh tersebut mengusap pipi nya dan sambil melihat Schier, seakan akan membalas perbuatannya. dia membalas Schier dengan Ramuan Pusing dan dia tiba-tiba mengeluarkan masker dan memakainya.
Schier langsung menerima serangannya tersebut. dia mengalami pusing, seakan ingin pingsan dan matapun kunang-kunang. Schier menahan sambil memegang jidatnya.
"kau tak akan bisa menahannya"
ucap musuh itu lalu, dia menendang bagian perut Schier.
Schier pun membalas dengan pukulan ke wajah musuh. walaupun sedikit menahan ramuan tersebut.
"kau hebat juga. aku tak akan menyerah lho" ucap Musuh. lalu dia bangkit dengan menaruh tangan ketanah dan menahan dia bergerak. "pukulanmu cukup aku terpental jauh lho" sambungnya. diapun lari dan sambil menggunakan bom asap. dan muncul di atas Schier.
Schierpun terluka bagian lehernya. dan sampai terjatuh. Schier yang sudah melemah tak mampu bangkit lagi tapi dia mengingat Bersama team nya lagi. mengingat kebersamaan, keharmonisan, kesolid tan. yang dia rasakan. tak terduga, dia berhasil membuka matanya. sebelumnya dia sudah tak membuka matanya selama pertandingan.
dia pun terbangun dan melihat kearah Sakura dan Chiko bertarung. sedangkan dia sudah kalah duluan. dia mendapat aura kecewa dari team nya. namun, dia yakin kalau Ichi terus mendukung nya.
"aku tak mau kalah dari mu..!" Schier nenangtang ulang pertandingan melawan musuh tadi. musuh tadi pun datang untuk menerima ulang pertandingan.
***
pertandingan antara Schier dan musuhnya. pertandingan ulang yang diminta oleh Schier sendiri. awalnya doa kalah dengan musuh menggunakan ramuan. bukankah itu curang?
"aku akan menghindar ramuan mu itu!"
musuh melempar ramuan tadi mengarah Schier. dia yang melihat nya, langsung menghindar nya dengan fokusnya.
(walaupun aku tidak berbakat menghindar... aku tak akan menjadi beban!)
musuh tetap menggunakan ramuan. sepertinya ramuan itu senjata andalan nya. tapi, dengan pantang meyerah Schier menghindar begitu cepat dari sebelumnya.
"gerakan melemparmu.. sudah ku ketahui" Schier semakin dekat. menuju Musuh yang tadi mengalahkan dia dipertandingan pertamanya.
musuh tersebut sangat panik dengan gerakan Schier yang lama-lama begitu cepat dan bisa menebak arah gerakan tangan dia melempar ramuan ke Schier tersebut.
"kau akan tidur dipertandingan ini!" Sekarang Schier tepat di depan mata musuh tersebut. dia begitu berkeringat berat. sampai menelan ludah juga, dia menggerak kakinya kebelakang dengan pelan-pelan.
saat kaki Schier mendarat yang tadi dia berlari. tepat mendarat. musuh melihat dengan fokus itu. karena itu menguntungkan Schier, Schier memutarkan badan saat pertama kali mendarat itu. jadi, musuh itu terkena jebakan Schier. Schier tersenyum menyindir nya seakan dia berbicara. Ini akan menjadi pertarungan mu. dan Schier memukul pinggang musuh tersebut dengan sikunya.
karena serangan Schier begitu kuat, musuh tersebut mengeluarkan muntah darah. lalu, diapun pingsan.
"wow! salah satu Team Kanan telah tak sadarkan diri. dia telah di eliminasi" ucap komentator yang langsung melihat kearah kami bertarung.
***
"baiklah kita lanjut melihat pertarungan disebelah Kiri!" ucap komentator langsung menuju kearah Kiri. yang disitu ada Chiko, Sakura dengan musuhnya.
penonton bersorak karena tak sabar. dibangku kursi penonton juga, tak ada Ichi. mungkin dia ada di ruang istirahat peserta. namun, Rily tidak. karena dia menemani Raja dan Ratu melihat pertandingan Perempatan Final.
Chiko sudah mngeluarkan Angin nya. namun, semua itu tak mempan. karena musuh tersebut menggunakan elemen tanah/sihir tanah. Sakura pun juga. lawan yang dia hadapi terlalu kuat difisik nya musuhpun mengungguli Sakura.
Sakura mendorong badan musuh. tak ada pergerakan dari musuh. berarti musuh itu terlalu kuat. untuknya, dan sekarang giliran musuh itu menyerangnya.
***
mendorong Sakura seperti mendorbak pintu yang dikunci. karena musuh nya terlalu kuat, Sakura pun terpental. dampaknya, dia agak sakit di pinggang. dan hampir lumpuh. Sakura bangkit lagi. dan mencoba menyerang nya lagi, dengan cara menipunya.
***
"aku akan menyerang tubuh mu lagi!" ucap musuh itu sambil berlari mengarah Sakura. yang dia pikirkan adalah bisa bertabrakan seperti balap mobil bom bom car.
dengan taktik team, Chiko sudaj dibelakang tubuh besar itu. teman musuhpun ada tepat di teman nya.
dan Chikopun mengeluarkan sihir angin nya. tentu saja, Pelindung Tanah pun datang. dan mereka terjatuh bertabrakan. Pengguna Tanah ada arah Sakura tadi sedangkan, Teman nya di arah Chiko. dan tentu juga Sakura langsung berlari ke arah samping.
"kita telah ditipu dengan taktik murahan ini" ucap pengguna tanah. dia masih bertahan tapi, pengguna fisik itu tak bertahan lama. karena dia terlalu kencang tadi.
karena pengguna tanah berdiam tempat. Sakura menganyunkan pedangnya kearah lehernya. "menyerahlah.. bodoh!!" ucapnya. seperti kalah mah kalah saja. nada seperti itu.
***
"pertandingan yang seru! mari kita rayakan kemenangan Teman Schier" ucap komentator. lalu, di lanjutkan oleh tepuk tangan yang meriah. dan adapun sorakan "selamat atas kemenanganmu!" ucap salah satu bangku penonton.
***
Rily yang menonton juga merespon dengan hampir melompat. jadi, dia tersenyum dan menatap mata Ayah, Ibu dan abangnya. dan mengekpresikan kalau. maaf aku tadi agak tak sopan ucapnya.
Raja pun memberi tangan lurus yang berarti Silahkan. Rily pun Berdiri dan bertepuk tangan. dengan menyorak nama Schier, Sakura dan Chiko. lalu, diapun duduk lagi.
"terimakasih telah memberiku kesempatan" ucapnya. yang menatap wajah sang ayah. Rily juga senyum menatap nya.
ayah nya senyum seakan dia bilang. tak apa, itu wajar kalau kau ijin kepada orangtuamu ucapnya.
***
sedangkan diruangan istirahat para team yang tersisa. hanya terlihat Rifstar saja yang senang atas pertandingan Team Schier tadi. sedangkan, dimana Ichi itu tak ada yang tau. Author pun juga gak tau.. wkwkwk. biarkanlah paragraf yang ini dan yang atas.
***
ternyata Ichi habis ketoilet. dia terlihat sedang membetulkan celana dan sabuknya lagi. lalu berjalan santai tak tau dia akan kemana. jadi kita skip bagian ini.
***
Musuh yang harus Team kami waspadai adalah Team Udin itu. dia terlihat lemah, padahal dia hampir mengimbangi kekuatanku. aku akan melihat pertandingan mu hari ini tau. karena aku tak akan menang. kalau dia menang, aku akan melawan nya. sebab itu aku akan melihat taktik apa yang dia pakai.
***
Salah satu Pasukan Raja mendatangi Raja. dia berkata bahwa, salah satu Pahlawan telah menghilang. karena Misi pernyelamatkan Putra Raja Ote. Ras Setengah Manusia.
***
Pertandingan Perempatan Final. di Team B telah usai. Team Udin yang tadi disaksikan Rily, mereka memenangkan pertandingannya. Sekarang adalah Pertandingan Perempatan Final Team A. pertandingan sudah diundi secara acak dan adil. kalau team Ichi bisa memenangkan pertandingan, mereka akan bertemu dengan Team Udin di Team B. sedangkan, Team Schier akan melawan yang menang di pertandingan kedua. setelah Teamku selesai bertanding.
***
Ichi dan kawan-kawan mendapat Team yang cukup kuat. team itu terdiri dari yuan, Hachiyou, dan Goros. mereka bertiga akan menjadi lawan team Ichi.
Yuan, seorang laki-laki jago dengan skill kapak nya. dia sudah mengalahkan team lain dengan senjatanya. dia ini termasuk pandai diteam ini. team yang akan melawan Team Ichi.
Hachiyou, dia adalah penyihir. walaupun penyihir itu umum. yang kulihat dengan sihirnya dia mampu mengalahkan musuhnya. dengan mudah, dia sangat jago di penguasa sihir air.
Goros, dia ini mungkin pelindung. karena yangkulihat badan saja yang gede. walaupun gede, badan nya berbentuk dengan keren.
***
"Perempatan Final, Team A. dimulai!" ucap komentator. dia langsung melihat kami bertarung.
Rifstar duluan yang maju, aku tak menyuruhnya. padahal. yasudahlah bagaimana lagi.
"Rifstar akan melawan Goros itu?!!" ucapku yang melihat reaksi Goros. seakan melindungi team.
dan saat nya Rifstar mendekati Goros itu. Goros tetap mengikuti arah Rifstar Belari. ntah mengarah kemanapun tetap fokus melihat Rifstar lari.
***
Team Musuh ternyata menyiapkan Strategi. dengan Goros menyerang kejutan untuk Rifstar. Rifstar pun terjatuh dan terpental.
(fisik nya yang kuat..! aku punya ide)
aku sambil berlari. (dia memang.. terlatih di fisik nya saja namun, jika aku meneliti lagi. jika aku berpindah, apakah dia akan bereaksi?)
__ADS_1
aku sudah merencanakan strategi. sudah memberi tau Rily dan Rifstar. sekarang aku sedang berlari menuju Hachiyou. sedangkan, Rily dan Rifstar melawan Yuan.
***
telapak tangan Rifstar berubah menjadi aura api. dan mengenai perut musuh. Yuan pun memundur karena efek serangan. setelah sudah bisa seimbang lagi. Rifstar langsung menyerang dengan cara yang sama. itupun berhasil. bahkan, satu kapak nya terpental.
"bagus kerjamu!" ucap Rily yang berlari menuju kapak yang jatuh itu.
***
Aku masih berlari dan siap dengan strategiku. dan Hachiyou didepan. sedangkan, Goros ada dibelakang nya.
Rily melempar kapak. dan mengarah lurus mereka bertiga. saat melewati Goros, dia pun bereaksi dan mengejar arah kapak itu. mengira itu adalah ancaman.
"gawat! itu jebakan Goros" ucap Hachiyou sambil melihat Goros. yang dibodohi oleh kami.
karena dia lengah, aku pun menyerangnya dengan kaki ku. mengenai perut nya. dan terpental kearah berlawanan. karena Goros ada di sudut pandang kami dia mengarah kedepan kami. tapi, disudut pandang kami. Hachiyou masih melihat kami.
karena arah lawanan yang berlawanan. dan Hachiyou juga masih terpental. dan hampir kena bagian kepalanya. lama-lama dia hampir mengenai badan Goros. dengan lebih cepat Goros dibanding Hachiyou, Hachiyou terpental. sedangkan, Goros tak bisa mengerem jadi, dia jatuh hingga luar batas arena.
***
Yuan masih sadar tapi, karena melihat kerja sama team yang buruk. diapun tak sanggup melihat. dan akhirnya pingsan.
Pertandingan Perempat Final Team A. dimenangkan oleh Team Ichi. Pertanding Pertama Di team A sudah usai. sekarang pertandingan kedua.
***
"Ichi, sebagai ketua Team. dia sangat pintar, karena mereka bisa menang walaupun sedikit menggunakan Sihir. aku kagum padanya" ucap Raja yang duduk. dengan senyum harapan manis.
"semoga kelak, mereka bisa bermesraan disuatu hari. dan menjadikan dia menantu kami. kita akan bagga bukan?" ucap Ratu. dan melihat Raja.
"ya.. pasangan yang cocok" ucap raja menatap arah pertandingan. dia melihat Ichi sedang mengambil kedua tangan Rily. dan mereka tertawa dan tersenyum bersamaan.
***
"sampai jumpa ya" ucapku. aku berpegangan kedua tangan Rily. dia menerima ajakan ku.
***
Prajurit Raja Memberi tau hal penting. katanya ada sebuah misi yang levelnya Pahlawan. yang berarti hanya para Pahlawan saja yang bisa menyelesaikan misi ini. katanya, prajurit itu menerima pesan dari sekutu, Negara Tabis. Ras setengah manusia.
menurut Prajurit itu. aadalah bahwa ada beberapa Pahlawan yang menghilang tanpa jejak. itu penelitian dari Putra sang Raja Negara Tabis. bayaran yang akan diterima adalah koin berlian dan vertifikat tinggal di Negara Tabis, Ras setengah manusia.
***
Misi itu di sebar semua Dunia Ztumberg. termasuk Ras manusia juga, tiga Negara yang ada. ikut serta.
"bilang kepadanya. Negara Tumberg tidak ikut serta" ucap Raja.
"ta-tapi.." ucap salah satu prajurit.
"cepat begerak lah. Cepat!" ucap Raja. memarah kepadanya.
"b-baik!" ucap nya dengan tiba-tiba tegas. dan langsung pergi.
***
pesan semua Negara sudah sampai ditangan Negara Tabis, Ras Setengah manusia. Raja Tabis adalah Negara Burung putih. Ayah dari Chiko.
"sudah pasti Negara Ibu Kota akan ikut. ada yang baru diterima?" ucapnya. yang sedang membaca surat dari semua Negara. dan dia duduk lagi sambil menunggu.
prajurit masuk dan mengetuk pintu sang raja Tabis. dia menerima pesan dari Raja Tumberg. yang menolak permintaan Raja Tabis.
"ini sebuah penghinaan!" ucap dia. isi dari surat itu bahwa, alasan nya mereka [Negara Tabis] membayar nya dengan sangat murah. dan Raja pun Duduk sambil menyender. "ada apa dengan Raja Tumberg??" ucapnya kebingungan.
muncul Pahlawan Perisai. dia datang, dan melutut memberi hormat. dia memberi informasi terbaru dari Chiko. bahwa.
"Negara Tumberg, Ras Manusia. telah curang, memanggil semua pahlawan. saya juga telah menyadarinya tapi, menurut saya itu sudah peraturan umum. jadi, maafkan saya" ucapnya yang masih berlutut.
"sudah terbongkar.. sudah.. berakhir Era kerajaan Negara Tumberg! setelah salah satu Negara. yang berhasil menyelesaikan misi dariku. kita dan sekutu harus menyerangnya. dan sampaikan kepada Raja nya!" ucap Raja Tabis.
"baik!" Pahlawan Perisai. langsung berdiri. sudah memberi perintah, diapun pergi dari hadapan Raja Tabis.
***
Pertandingan Semi Final telah diundi. dan, telah ditentukan Team Ichi Melawan Team Qe. sedangkan, Team Schier melawan Team Udin.
ituhasil undian semi final yang diundi secara adil. tidak bisa diubah itu sudah hasil mutlak.
***
"aku kira kita akan melawan Udin itu.." ucap Rily yang sedang duduk bertiga di ruang istirahat.
"dari pengamatan ku, di cukup berbahaya. tapi, kita akan menang kok" ucapnya.
"benar, kita mempunyai Ichi" Rifstar yang tadi diam. langsung membalas ke pembicaraan kita berdua.
Rifstar dan Rily bersenyum dan mereka bertatap ku.
[diposisiku]
mereka bersenyum dengan mata tertutup. sebelah kanan, Rily yang manis dan pintar. sebelah kiri, Rifstar yang imut dan tegas.
***
"yaampun.. sudah-sudah. bukannya ini waktunya makan?" ucapku.
"benar juga.." ucap Rily. ternyata dia lupa. untung ku ingatkan.
"aku membuat bekal. ini aku bawakan untuk makan" ucap Rifstar.
"aku juga membuat untukmu. aku juga sudah bawakan untuk makan kita!" ucap Rily.
***
mereka sedang mengambil ditas mereka. saat mengambil, mereka saling bertatap mata. dan menyapa tersenyum. bukan senyum biasa. itu senyum saingan. dan mereka segera memberi ke Ichi.
***
mereka makan bersama. aku biasa saja memakannya. tapi, mereka malahan saling memuji. kukira mereka akan bertengkar ternyata mereka akur ya.
[Posisi Mereka]
"wow.. masakan mu enak lagi, yang ini..!" pura-pura memuji. tapi, dengan tersenyum.
dan Rifstar membalasnya dengan santai. "makasih.. masakan kau juga enak" dengan tersenyum semua aman.
mereka saling memuji berkali-kali. sampai-sampai kepala mereka beradu. *gak beradu bertengkar ya!*
***
"kita yang memulai duluan bukan?" ucapku. yang berada dilorong menuju tempat lapangan pertandingan.
"Ichi.. apakah kita harus meyerang dengan sihir?" tanya Rifstar. disebelah kirinya.
"kalian saja" jawabku.
"eee?!! tapi, lawan kita cukup mengerikan lho" ucap Rily. disebelah kananku.
kami saling menggenggam tangan. dan sambil keluar. melihat penonton yang sangat menanti pertandingan.
***
kami sudah berada di Lapangan. selanjutnya, musuh akan keluar.
dan setelah keluar, komentator telah memberi tanda. untuk memulainya.
***
"Sihir Air! Tahap Ichi" Rily menggunakan Sihirnya. tangan kiri dibawah dan tangan kanan diatas. muncul bola air ditengah. kedua tangan Rily. Bola air di putar. membuat jadi banyak, sekaligus lebih menyakitkan.
bola pun menyebar. ada yang sedang ditengah lapangan. ada juga yang sudah sampai diarah musuh.
namun, sayang sekali. serangan itu terlalu lambat bagi mereka.
"Rily! itu terlalu pelan. bisakah kau menambah kecepatan nya lagi?" ucapku.
"bisa" Rily mencoba kembali. melemparkan kemusuh lagi.
sama seperti tadi, masih belum mengenai target.
"kamu ini gimana sih" Rifstar melihat Rily.
karena kami lengah, salah satu mereka menyerang Rily, diapun terpental diri. masih bisa bangkit, Rily.
"Rily!!" ucapku. berteriak.
"aku tak apa" ucap dia dari kejauhan.
sekarang orang itu menyerangku dengan kakinya. dengan reaksi ku yang cepat, masih bisaku tangkis.
__ADS_1
dia mencoba serang yang sama. tapi sama aja.
saat dia belum tau. aku mencoba memakai bayanganku. dandiriku yang asli berhasil mengenai musuh tadi.
"bayangan ya.." ucapnya.
***
"kau sendiri anak gadis. perkenalkan aku Qe. kamu siapa?" ucap Qe. sambil memutar dua pedang pendeknya.
penonton pun terkejut, karena menurut mereka dia Pahlawan terpanggil itu.
"dia ini Pahlawan terpanggil lho.. beri hormat!!" ucap teman nya.
"saya senang melawan anda" dengan sopan. ucap Rifstar.
karena menurut teman Qe dia tidak menurut. dia mulai menyerang.
"pusaran angin" dia membaca mantra dengan pelan.
angin pun muncul dengan sekejap. namun, dampak nya besar. orang yang didalam pusaran angin Rifstar bisa terpental jauh. ya. anginnya bisa disamakan seperti topan.
orang tadi mental dan terjatuh. Qe melihat itu dan marah. dan dia memulai menyerang Rifstar. beruntung Rifstar hampir semua bisa menghindarnya. karena, dia kalah cepat. dengan ujung pedang nya. dia berhasil mengenai perut Rifstar. dan itu berdampak ke Rifstar.
dia berani maju lagi karena dia pasti menahan sakit. karena berfikir seperti itu. dia menyerangnya seperti yang tadi. itu berhasil dan ditambah menendangnya juga.
Rifstar pun tertepar. namun, belum kehilangan kesadaran nya. saat Qe mendekati untuk menghilangkan kesadaran Rifstar.
namun, karena dibantu Rily dengan Sihirnya. itupun tak terjadi.
***
Ichi masih melawan nya tanpa sihir maupun pedang aslinya.
Karena itupun dia tak bisa berdiri. karena dia kalah, diapun sedang ditentang tendang oleh musuh. yang dilawannya.
aku melihat Mereka berdua sudah tak sanggup. dan akhirnya mereka dilempar kearah ku. mereka berdua sedikit jauh dengan arahku.
"ini yang namanya putri Raja dan Ratu?" Ucap Qe. memprovokasi Team kami.
"kau juga.. ini yang namanya Pahlawan terpanggil itu?" ucapnya sambil menahan muka ku dengan kakinya.
"sangat lemah..!" dia mendorongnya. dan aku tak terjatuh. "oh.. mau melawan ya..!" dia mencoba sekali lagi namun, aku menahan nya. "b-bagaimana dia bisa berdiri?!!" dia panik.
"kau sama seperti orang-orang Tumberg.. menyebalkan" ucapku. mendekati Qe.
kedua tanganku dibelakang. berada dipinggang. mereka berdua lagi sedang mengikutiku.
Qe memberi isyarat namun, aku mengeluarkan Kedua Pedang Pendek. dan kulempar tepat di jidat mereka.
mereka tak sadarkan diri. "kau seharusnya bersyukur ini pertandingan. kalau tidak kau akan mati" ucapku.
***
dengan sangat cepat, aku sudah dibelakang dia. Qepun tak bisa melihat pergerakan ku tadi.
aku tendang dia dengan kencang. sampai terpental hampir jatuh dari lapangan pertadningan.
lalu, aku memukul perutnya lagi dengan ujung pedang pendek ku. sama seperti yang dilakukan dia terhadap Rifstar. tapi, aku lebih menyakitkan.
diapun terpental lagi sampai hampir ujung lapangan pertaningan lagi.
aku berjalan. namun, mereka melihatku sedang berlari.
karena dia tadi menahan kepalaku. jadi, aku membalasnya. mukanya pun sedikit gepeng. dan aku mendorongnya. namun, dia menahan nya.
karena itu aku menarik dan membantingnya sampai dia pingsan. berkali-kali namun, tak pingsan. dia muntah darah sangat banyak. karena kesal, aku tarik keatas. dan aku melompat. dan membuat badan nya menjadi lima bagian.
kepala, kedua tangan, kedua kaki, bagian perut dan organ yang didalam. semua keluar.
***
karena team kami masih ada satu orang yang sadar. jadi, kami memenangkan pertandingan ini. mereka bertiga juga dihidupkan kembali.
***
di pertandingan semi-final untuk team Schierpuk dimulai. mereka sangat fokus untuk melawan team Udin itu.
perlahan Schier dan kawan-kawan berhasil mengambil keunggulan. dan setelah itu dilanjut lagi.
sampai tiga lawan satu, mereka disini menyerang dengan taktik bersama. karena itu mereka kewalahan dengan pusaran dengan mudah. Schier dan Chiko tak sadarkan diri karena terjatuh.
hanya Sakura dan Udin yang masih bertahan. Sakura pasti bisa.
***
tak kemudian. kemenangan pertandingan ditangan team Udin. dengan dua pukulan dan dengan sihir penghancur penglihatan, membuat Sakura kewalahan dan akhirnya kalah.
***
"kita melawan Team Udin itu?" Ucap Rily yang sedang menatap layar pertandingan dari jauh. lalu, melihatku.
"ketua dari lawan, biar kuselesaikan. kalian hanya dua orang itu saja" ucapku.
"baik.. aku tau" ucap Rily.
***
Pertandingan Final pun dimulai juga. Pertandingan yang ditunggu-tunggu juga akan dimulai hari ini juga.
"inilah Pertandingan Final kita! disana, sebelah kanan adalah team Ichi dan disana, sebelah kiri adalah team Udin" ucap komentator.
***
kedua team memasuki Lapangan pertandingan dengan barengan. namun, berpisah.
***
kedua team saling bertemu. saling menatap juga.
***
Rifstar ku suruh untuk berada dibelakang saja. dan untuk Rily menemaniku.
kami bersama berlari. mengarah musuh terkuat dulu, dia adalah si Udin itu.
***
kami diserang dari atas. mereka menggunakan sihir pengganggu mata. namun, itu tak berkerja untukku.
karena aku sudah memakai sihir penutup mata yang tembus pandang.
dengan itu aku bisa melanjutkannya. sedangkan, Rily yang terkena itu adalah bayanganku.
dan sekarang dia berada bersamaku. sedang berlari bersama.
iya, dia menggunakan sihir penghilang.
***
"sangat pas digunakan. musuh yang tak boleh kuremehkan!" ucap Udin. berdiri seakan menyambut kedatangan kami.
***
kami sudah didepan matanya. aku sebelah kanan untuk berada dibelakang Udin. sedangkan, waktu yang sama. Rily melempar bom asap.
karena takut berhasil ketahuan. aku siapkan bayangan juga.
***
(dia berada dibelakang ku!)
dia menghadap belakang. "kena kau!" ucapnya. sambil menendang bayanganku.
***
aku yang asli berada ditengah keberadaan Udin.
aku memukul kepalanya keatas (upper cut) diapun pingsan.
***
semua kagum dan berteriak namaku. dengan penuh gembira.
***
Rifstar yang berada dibelakang kami tadi, kami tinggalkan sendiri dan menyisahkan musuh sisanya.
"kau akan kalah" ucap Rifstar. berlari zig zag. dan lawanpun pingsan karena terkena serangan pedang nya.
***
__ADS_1
Author: maaf semua.. aku agak lama kali ini. karena aku juga hari ini, menulis novel juga di aplikasi sebelah. dengan tema dan judul yang berbeda. mohon tunggu novel ini dalam tujuh hari ya. dah.. sampai jumpa.