Belenggu Hasrat Kakak Angkat

Belenggu Hasrat Kakak Angkat
Kembalinya Black Lady


__ADS_3

Langkah sepatu hitam itu menyusuri jalan tak beraspal nan berdebu. Ditemani dengan cakrawala yang semakin menelan mentari. Meninggalkan semburat oranye menyala di ufuk barat.


Langit sudah lama tidak secerah dahulu. Suara gemuruh perlahan menghilang. Hanya tersisa kepulan asap yang membumbung tinggi dari bangunan yang telah luluh rata menjadi tanah. Menyusahkan suara Isak tangis dari mereka yang ditinggalkan maupun kehilangan tempat tinggal.


Banyak mayat-mayat bergelimpangan dalam keadaan tubuh yang tak lagi utuh. Ledakan dahsyat itu menggemparkan seluruh kota, orang-orang berbondong-bondong pergi untuk menyaksikannya.


Diantara banyaknya warga yang hadir di sana, tampak sepasang kekasih yang jiga ikut menyaksikan peristiwa memilukan tersebut, mereka yang baru saja kembali dari Busan di kejutkan dengan suara ledakan yang berasal dari salah satu pemukiman warga yang berada di kawasan kumuh.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi disini? Siapa yang berani melakukan hal keji dan tak manusiawi seperti ini."


Suara warga yang saling berbisik-bisik pun terdengar ditengah kerumunan. Ada yang mengatakan itu berasal dari bom tanam yang diletakkan, ada pula yang mengatakan jika ledakan itu berasal dari tabung gas LPG.


Masih belum ada yang tau pasti, dan semua masih menjadi misteri dan teka-teki. "Kak, sebenarnya apa yang terjadi disini? Kenapa bisa ada ledakan seperti ini?" Hanna mengangkat wajahnya dan menatap Nathan penasaran.


Pemuda itu menggeleng. "Aku juga tidak tau, tapi aku rasa ini adalah faktor kesengajaan. Dan aku harus menyelidikinya. Aku memiliki firasat buruk akan hal ini." Tutur Nathan.


"Maksud, Kakak?! Omo, jangan bilang jika ini adalah perbuatan orang yang selama ini berselisih dengan Phoenix, lalu berencana melemparkan semua kesalahan itu pada kita?!" Tebak Hanna yang sepemikiran dengan Nathan.


Nathan menggeleng. "Kemungkinan begitu, tapi kita juga tidak bisa asal menyimpulkannya. Karena kita belum memiliki bukti apa-apa. Sebaiknya kita pulang sekarang, aku akan membicarakan masalah ini dengan Papa, mungkin dia mengetahui sesuatu." Ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Hanna.


Tanpa Nathan sadari, diam-diam Hanna mengirimkan pesan pada seseorang. Dia tidak bisa hanya berpangku tangan memikirkan kemungkinan nama baik Phoenix akan hancur. Bagaimana pun juga, sejak dia masuk ke dalam keluarga Nero. Phoenix juga menjadi tanggung jawabnya.


-


-


Ting...


Perempuan itu terlonjak kaget saat sebuah pesan tiba-tiba masuk ke dalam ponselnya. Matanya membelalak setelah membaca isi pesan tersebut. Dia pun segera menuruni tangga melingkar bangunan bertingkat dua tersebut dengan terburu-buru.

__ADS_1


Dia menghampiri tiga perempuan yang sedang berkumpul di ruang keluarga sambil memainkan ponsel masing-masing.


"Girls, kita mendapatkan tugas. Ketua baru saja mengirimkan pesan dan meminta kita menyelidiki sesuatu!!" Seru perempuan itu membuat tiga pasang mata kini menatap padanya.


"Wow, amazing. Akhirnya kita bisa bergerak lagi."


"Setelah hibernasi begitu lama, akhirnya Black Lady bangkit kembali."


"Eh, tunggu. Sebenarnya ada apa? Kenapa kalian begitu senang? Memangnya ada apa dengan ketua? Apa dia berencana memberikan bonus tambahan pada kita?!"


Alhasil tiga jitakan mendarat mulus pada kepala gadis berkaca mata itu. "Dasar tulalit, kenapa otakmu lambat sekali berpikirnya?! Sebaiknya persiapkan saja persenjataan mu, karena Black Lady siap beraksi kembali."


"A..Apa?! Benarkah? Yoo, akhirnya mulai sekarang kita tidak lagi memakan gaji buta!!" Seru Lolly bersemangat.


Mereka berempat adalah Shivanya, Erica, Sunny dan Lolly. Mereka berempat merupakan teman-teman lama Hanna yang tergabung dalam Black Lady.


Black Lady sendiri adalah sebuah organisasi yang dibentuk secara pribadi oleh Hanna. Mereka memang tidak pernah bekerja secara terang-terangan, namun kinerja mereka tidak pernah diragukan.


-


-


Brakkk..


"Ayam, ayam, ayam!!"


Dobrakan keras pada pintu mengejutkan Tuan Nero yang sedang duduk termenung di ruang tamu. Ayah empat anak itu menoleh pada sumber suara lalu melayangkan protesnya pada sang putra.


"Yakk!! Bocah kurang ajar, apa kau sengaja ingin membuat ayahmu terkena serangan jantung eo?!" Bentak Tuan Nero penuh emosi.

__ADS_1


"Ini bukan waktunya marah-marah. Apa kau sudah melihat berita tentang apa yang terjadi hari ini?! Kemungkinan Phoenix akan dalam masalah besar,"


Tuan Nero mengangguk. "Ya, Papa sudah memprediksikannya. Dan Papa meminta Jimmy untuk menyelidikinya. Tapi belum ada hasilnya. Jika sampai 1X24 jam kita belum bisa mengungkap masalah ini, kemungkinan besar nama baik Phoenix akan benar-benar hancur." Tutur Tuan Nero.


"Jika anak buahmu tidak bisa diandalkan. Maka biarkan aku menggunakan cara lama. Karena dengan cara biasa mungkin akan memakan banyak waktu. Kita harus menggunakan cara yang tak biasa baru bisa menemukan kebenaran dari insiden berdarah tersebut." Ujar Nathan panjang lebar.


Sontak kedua mata Tuan Nero membelalak. Itu artinya Nathan akan?! Ayah empat anak itu menggeleng, tidak lagi-lagi. Dia tidak akan membiarkan Nathan menggunakan cara tersebut.


"Tidak, Nathan. Papa tidak akan setuju dengan rencana gilamu itu. Karena itu sama saja dengan melemparkan dirimu sendiri ke dalam bara api yang sangat besar. Tidak, kita akan menggunakan cara lain, kita pasti menemukan jalan keluarnya!!"


Menggunakan cara lama sama saja dengan membahayakan nyawa Nathan. Dia sudah lama tidak menerapkan cara mengerikan seperti itu sejak Nathan nyaris kehilangan nyawanya 7 tahun yang lalu.


Ting...


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Hanna. Senyum tipis tersungging di bibir tipisnya. Mereka memang selalu bisa diandalkan, meskipun seluruh anggota Black Lady adalah seorang perempuan. Tapi soal kemampuan mereka tidak bisa diremehkan.


"Pa, Kak. Aku mau keluar sebentar. Pembalutku habis dan kebetulan aku belum membelinya, ini sudah akhir bulan, tamuku bisa datang sewaktu-waktu. Aku pergi dulu, dan kuusahakan pulang sebelum makan malam." Pamit Hanna dan pergi begitu saja.


Hanna baru saja mendapatkan pesan dari Shivanya jika mereka telah menemukan sebuah petunjuk di lokasi kejadian. Dan itu bisa menjadi bukti kuat untuk segera mengungkap siapa pelaku peledakan itu sebenarnya.


Dan sebagai putri keluarga Nero, tentu Hanna tidak akan membiarkan nama baik organisasi besar yang dipimpin oleh sang ayah hancur begitu saja.


Nathan yang memiliki firasat memutuskan untuk segera menyusul Hanna. Nathan tau jika Hanna menerima pesan beberapa saat yang lalu. Dia penasaran siapa yang mengiriminya pesan hingga dia pergi dengan terburu-buru.


Kali ini Nathan tidak membawa mobilnya sendiri. Dia pergi dengan menggunakan taksi. Karena Hanna bisa mengetahuinya jika Nathan memakai mobilnya sendiri.


Mobil yang Hanna kemudikan berhenti di lokasi peledakan. Nathan tidak tau apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu di tempat tersebut. Hanna bertemu dengan 4 gadis asing. Penasaran siapa mereka dan apa yang mereka lakukan, Nathan segera turun untuk menyelidikinya.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2