
Sepulang sekolah Chanyeol mengajak Baekhyun ke suatu tempat. Chanyeol berencana membelikan Baekhyun handphone agar dirinya mudah untuk menghubungi lelaki itu.
"Chan, aku mau di bawa kemana sih?" tanya Baekhyun yang sedari tadi ditarik-tarik Chanyeol.
"Udah lo ikut aja!" jawab Chanyeol.
Mereka terus berjalan hingga mereka sampai pada sebuah toko yang lumaya besar.
Baekhyun membaca tulisan yang ada dipapan yang tertempel diatas gedung itu, "Kita mau ngapain ketoko handphonenya. Oh! kamu mau beli handphone lagi ya?" tebak Baekhyun, namun Chanyeol menggeleng yang berarti tebakannya salah.
"Terus mau ngapain?" Baekhyun mengulangi pertanyaannya. Bukannya menjawab, lelaki jangkung itu malah menyeretnya masuk kedalam.
"Mbak, saya mau handphone really ya! Yang keluaran terbaru" pinta Chanyeol dan penjaga toko itu mencari benda yang Chanyeol minta.
"Kamu mau beli buat pacar kamu, iya kan? Pasti tebakan aku benar!" ucap Baekhyun yakin.
"Ini mas handphone nya," penjaga toko itu menyodorkan handphone itu.
"Gimana? Bagus gak?" tanya Chanyeol pada Baekhyun. Yang ditanya itu menganggukkan kepalanya mantap, "Bagus, kok. Bagus banget, pasti pacar kamu suka," ujar Baekhyun memberi pendapat.
Chanyeol malah senyum-senyum, "Siapa bilang ini buat pacar gue". Baekhyun memasang wajah bingung, "Te-terus, buat siapa?" tanyanya.
"Mbak, saya ambil ini ya" ucap Chanyeol, penjaga toko itu membuat bon pembelian dan menyerahkan nya pada Chanyeol setelah ia membayarnya.
"Nih!" Chanyeol melempar box handphone itu ke Baekhyun, dan untung saja Baekhyun menangkapnya dengan tepat. "Loh, Kenapa dikasih ke aku?" tanya Baekhyun.
"Itu buat lo".
Mata Baekhyun melebar tak percaya, "Kamu jangan bercanda Chan, ini kan sangat mahal,"
"Siapa yang bercanda?" tanya Chanyeol. Baekhyun yang melihat tidak ada raut wajah Chanyeol yang mengandung candaan itu pun akhirnya percaya, "Tapi aku tidak bisa nerima".
"Kalau kamu gak mau nerima, nanti gue sedih," ujar Chanyeol memasang wajah sedih sebagai senjatanya.
Baekhyun jadi tidak enak sama Chanyeol. Dan akhirnya ia menerima handphone itu dengan terpaksa.
"Iya, aku terima deh".
"Nah, gitu dong!" ucap Chanyeol senang, "Didalamnya ada kartu telpon nya, kamu bisa masukinnya kan?" tanyanya.
Baekhyun menggeleng, "Aku nggak tau cara masangnya," ucap nya lemas.
"Yaudah, gak usah sedih gitu. Nanti gue kasih *** cara makai nya sekalian" ujar Chanyeol sembari merangkul Baekhyun.
~•••~
"Ini dimana masukinnya?"
"Coba itunya dibalik!"
"Apanya? aku belum pernah nyoba soalnya".
"Handphone nya dibalik!"
"Oh, okey-okey. Terus apa lagi?"
"Itu loh, ada tulisan SIM 1 sama SIM 2. Nah kamu masukin nya di SIM 1," jelas Chanyeol dan Baekhyun mengikuti instruksi dari Chanyeol.
"Udah. Terus abis itu?".
"Tekan,"
"Apanya?"
"Tombol powernya,"
"Oh, iya-iya. Yang ini kan?" Baekhyun menunjukkan satu tombol yang berada di sisi kiri ponsel.
"Iya, tekan yang lama,"
Baekhyun menekan tombol itu sekitar 2 menit, tak lama kemudian handphone itu menyalah, menampakkan tulisan Android dan Merek dari ponsel itu.
"Wah, udah nyalah Chan!" ucap Baekhyun heboh. "Terus apa lagi Chan?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Udah diemin dulu sampai ke layar utamanya,"
"Chan, seperti ini?" Baekhyun menujukkan handphone nya ke Chanyeol.
"Iya, sini dulu," Chanyeol mengambil handphone Baekhyun untuk mengatur beberapa pengaturan, dan juga mendownload beberapa aplikasi. Salah satu nya adalah aplikasi Chat. Tak lupa ia memasukkan nomor ponselnya di handphone Baekhyun.
"Nih, nomor gue udah ada di dalam. Jadi, kalau lo mau nge Chat gue. Lo tinggal buka aplikas Wha*sAp terus lo cari nomor gue" jelas Chanyeol panjang kali lebar.
"Okey aku paham," Ucap Baekhyun mengerti.
~•••~
Hari sudah mulai sore, Chanyeol dan Baekhyun pun sudah dalam perjalanan menuju kerumah masing-masing.
"Baekhyun aku duluan ya" ujar Chanyeol yang sudah sampai di halte yang sejalan dengan rumahnya.
"Iya, Chan. Sekali makasih handphone nya ya". Chanyeol mengangguk lalu ia turun dari Bus.
.
.
.
"Ayah aku pulang!" teriak Chanyeol. Namum tak ada sahutan dari Ayah Chanyeol. Ia menghela nafasnya, "Pasti lembur."
Tak mau mengambil pusing, ia pun langsung pergi ke kamarnya yang ada dilantai dua.
"Huh," lenguhnya sembari merebahkan diri di ranjang. Ia bahkan enggan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Tapi mau bagaimana ia harus mandi, kalau tidak tubuhnya akan terasa lengket seperti habis tersiram air yang mengandung permen karet.
drrtt drrtt .. drttt drtt
Chanyeol mengangkat penggilan yang masuk ke ponselnya itu.
"Hallo, siapa nih?" tanyanya.
-
"Ini aku, Baekhyun!" jawab orang disebrang sana.
-
-
"Emm.. Belum terlalu sih. Mangkanya aku coba nelfon kamu" jawab Baekhyun diikuti tawa kecilnya.
-
"Bagus deh, coba-coba aja terus ya, nanti juga paham"
-
"Iya".
-
"Oh iya Baek, gue bakal bilang ke ketua kelas buat masukin lo ke grup kelas ya? Kan lo bisa jadi tau berita terkini dikelas sama," ujar Chan.
-
"Y-Yaudah Chan__"
-
"Oh, Gue juga bakal bilang ke adminnya supaya masukin lo ke grup sekolah juga," sambung Chanyeol.
Mereka pun mengobrol, membicarakan apa yang mereka ingin bicarakan. Sampai-sampai mereka tidak sadar, bahwa malam pun semakin larut.
"Baekhyun, lo ngantuk ya?" tanya Chanyeol yang mendengar nguapan Baekhyun berkali-kali.
-
"Aku rasa, Iya".
__ADS_1
-
"Yaudah, kalo gitu gue tutup ya telfon nya. Jangan lupa di isi daya, supaya besok baterai nya full, "
-
"Iya Chanyeol".
-
"Yaudah, gue matiin ya,"
-
"Oke,"
Tuut~
Panggilan pun berakhir.
.
.
Chanyeol tiba-tiba mendengar suara Ayahnya yang sepertinya baru pulang dari lemburnya. Dan langsung saja Chanyeol keluar kamar dan berlari untuk menyambut kepulangan ayah nya itu.
"Ayah akhirnya pulang juga," ujar Chanyeol sembari membantu membawa barang-barang Ayahnya.
"Tumben banget, ada apa nih?" tanya Lee Jong-un yang merasa heran dengan kelakuan anaknya.
"Gak ada apa-apa kok, Yah. Chanyeol cuma mau berubah aja, mau jadi anak yang lebih berbakti sama orang tua Chan," ujar Chan yang sifat manja nya keluar.
Lee Jong-un mengusap lembut rambut Chanyeol, "Bagus deh kalau pemikiran kamu udah berubah," ujarnya.
"Yaudah, Ayah istirahat aja. Chan yang beresih semuanya,"
"Oh gitu, Yaudah. Ayah istirahat dulu ya". Setelah Chanyeol memberi jawaban dengan anggukkan, Lee Jong-un pergi ke kamarnya untuk beristirahat seperti permintaan anaknya tadi.
"Semoga Ayah juga mau ubah pemikirannya, dan membatalkan pernikahannya sama wanita itu," Batin Chanyeol.
~•••~
Esok harinya, sekolah dimulai seperti biasa. Hari ini kelas Baekhyun dimulai dengan pelajaran olahraga. Dan semuanya telah berkumpul dilapangan.
"Untuk pemanasan, kalian lari keliling lapangan sebanyak 5x putaran!" perintah guru Olahraga, Pak Boo-gum.
"Baik pak!" ujar murid-murid dan mulai berlari.
Bugg
Baekhyun tiba-tiba saja terjatuh saat dia berlari, karena seseorang menyelengkat kakinya. Bukannya membantu, Anak-anak kelasannya justru malah menertawakan nya, kecuali Chanyeol.
"Baekhyun, lo gak apa-apa?" tanya Chanyeol seraya membantu Baekhyun untuk berdiri.
"Eng- enggak apa-apa kok," jawab Baekhyun.
"Kalian tuh kenapa sih, selalu aja ngerjain dia!" kesal Chanyeol.
"Karena dia itu pantes kita kerjain!!" balas orang yang sengaja membuat Baekhyun terjatuh.
"Lagian, kenapa lo selalu belain cupu sih!?"
"Karena, selama ini gue nyadar. Dia itu gak sepantasnya diperlakukan gak adil sama kalian! Emang nya kalian mau kalau gue bully kayak yang kalian lakuin ke Baekhyun, hah!!" murka Chanyeol.
"Chan, Chan udah. Gak usah ngeladenin mereka, lagi pula aku gak apa-apa kok," ucap Baekhyun berusaha menenangkan Chanyeol dan membawa Chanyeol ke tempat yang jauh dari kerumunan itu.
"Lutut lo luka," ujar Chanyeol.
"I- Ini gak apa-apa kok, luka kecil doang," bohong Baekhyun, sebenarnya lukanya itu sangatlah perih.
"Nggak, nggak. Itu bisa infeksi kalau dibiarin. Lo tunggu disini ya, gue ambil obat merah". Baekhyun mengangguk dan Chanyeol pun bergegas ke UKS untuk mengambil kotak P3K.
"Sebenarnya dibiarkan pun tak apa-apa, aku sudah biasa juga".
__ADS_1
♥♥~~ To Be Continue ~~♥♥