
"Aku pulang," sapa Baekhyun yang telah menginjakkan kakinya di rumah Bi Lyra.
Tak lama kemudian, Bi Lyra menyambutnya dengan pelukan hangat. Membuat Baekhyun langsung mengernyit heran, tidak biasanya Bi Lyra memeluknya ketika ia pulang.
"Bi? Ada apa?" tanya Baekhyun sembari melepaskan pelukan Bi Lyra dengan lembut.
"Bibi khawatir lah sama kamu, kenapa baru pulang jam segini hah!?" kesal Bi Lyra sembari menyentil ujung kepala Baekhyun, membuat anak itu langsung meringis kesakitan.
"Kenapa Bi Lyra menyentil ku, sakit tau," protes Baekhyun.
"Kamu ... Tunggu! sepertinya ada yang beda," ujar Bi Lyra lalu menatap Baekhyun lebih dekat. "Ini, benar-benar keponakan Bibi, Baekhyun?" tanya Bi Lyra membuat Baekhyun mengangguk cepat. "Iya! Memangnya siapa lagi Bi?"
Seketika mata Bi Lyra langsung berbinar, "Wah, keponakan Bibi udah berubah sekarang, udah ganteng," ujar Bi Lyra senang sembari mengusap-usap rambut Baekhyun.
"Iya dong, berkat Chanyeol gituloh."
Baekhyun dan Bi Lyra langsung menoleh kearah suara.
"Chanyeol? bukannya kamu udah pulang?" tanya Baekhyun heran.
"Ya, tadinya sih mau pulang. Cuma gue liat ini, jadi gue beli deh," ungkap Chanyeol sembari memperlihatkan 3 makanan yang ia beli di dekat rumah Baekhyun.
"Ya ampun Chanyeol."
Bi Lyra meminta Chanyeol untuk duduk di sofa, sementara Baekhyun sibuk di dapur. Ia meletakkan makanan yang dibeli Chanyeol tadi ke piring lalu membawanya ke ruang tamu.
"Makasih ya Chan," ujar Baekhyun sembari mendudukan dirinya di sofa.
"Iya sama-sama."
"Chan ..., "panggil Baekhyun, yang tak dihiraukan oleh Chanyeol.
"Chan, handphone kamu bunyi," lanjut Baekhyun yang membuat Chanyeol langsung tersentak dan segara melihat siapa yang menghubunginya.
Matanya terbelalak ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya, "Ayah, Oh iya! Gue lupa, gue kan harus cepet-cepet pulang," ingat Chanyeol.
"Yasudah, kamu angkat dulu telfonnya," ujar Baekhyun, namun Chanyeol menolak. "Gak usah, nanti bilang aja gue lagi dijalan kalo dia nanya kenapa gak diangkat telponnya. Yaudah Bi Lyra, Baekhyun, Chan pulang dulu ya." Setelah berpamitan, Chanyeol langsung melesat pergi. Membuat Bi Lyra dan Baekhyun saling menatap kebingungan karena perilaku Chanyeol.
~•••~
"Ayah, aku pulang," teriak Chanyeol, namun tidak ada satu orang pun yang menyautinya.
"Kemana ayah?"
Chanyeol berjalan menuju meja kerja ayahnya, dan disana ternyata ada secarik kertas berisi tulisan. "Surat apa ini?" gumamnya sembari melihat kertas itu.
Tak lama kemudian, sebuah senyum simpul terlihat di bibirnya, "Harusnya gue udah tau ini," ujarnya lesu dan ia berjalan lunglai menuju kamarnya.
Chanyeol merebahkan tubuhnya yang saat ini terasa sangat berat. Ia mengecek ponselnya yang terlihat 2 notifikasi yang masuk ke ponselnya. Ternyata ayahnya menyuruh ia cepat pulang karena tidak ada yang menjaga rumah karena ia akan lembur. Sepertinya Chanyeol terlalu berharap banyak pada ayahnya itu.
Ia merasa rumahnya sangat sunyi sehingga ia menjadi sedikit merinding. Jelas saja, dirumah sebesar itu ia hanya sendiri. Ayahnya tidak pernah mau jika ia mengusulkan untuk menyewa pekerja rumah tangga atau semacamnya, entah apa alasannya Chanyeol tidak pernah tahu itu.
Dirasa ketakutannya semakin menjadi, Chanyeol memutuskan untuk menghubungi seseorang agar rasa takutnya sedikit berkurang. Ia mengambil ponselnya kembali dan mulai mencari kontak yang akan ia hubungi. Tangan nya berhenti kala ia melihat kontak bertuliskan "Baekhyunie" lalu ia menekan tombol hijau, dan tinggal menunggu jawaban.
📞
Chanyeol
Baekhyun ...
Baekhyun
Ya, Chan. Ada apa?
Chanyeol
Enggak ada apa-apa, gue cuma butuh temen aja.
Baekhyun
Emang ayah kamu kemana?
Chanyeol
(ketawa kecil) Dia ternyata nelpon gue cuma mau bilang kalo dia lembur.
Baekhyun
(terdiam sejenak) Okey kalau gitu, aku akan temenin kamu.
Chanyeol
Makanan yang gue beli tadi udah abis?
Baekhyun
Iya, Bibi yang ngabisin semuanya.
Chanyeol
(ketawa kecil, lagi) Lo tau gak si Baek.
Baekhyun
tau apa?
Chanyeol
Besok kan hari baru lo di sekolah.
Baekhyun
Hari baru?
Chanyeol
Iya, besok lo masuk sekolah dengan penampilan yang baru.
Baekhyun
__ADS_1
(tertawa gugup) I- iya benar, jujur aku agak gugup dengan itu.
Chanyeol
Lo tenang aja, setelah mereka liat penampilan baru lo, pandangan mereka juga pasti bakal berubah. Gue yakin 1000%
Baekhyun
Y- Ya, semoga aja.
Oh iya Chan, kenapa ayahmu tidak mencari pekerja rumah tangga aja, kan dengan begitu kamu gak sendirian lagi kalau dia lembur.
Chanyeol
Ya, gue sih pengennya juga gitu, tapi ayah gue selalu nolak dan minta gue yang jaga rumah kalo dia lembur.
Baekhyun
Kenapa begitu?
Chanyeol
entah, gue udah tanya alasannya ke dia, tapi selalu aja ngalihin pembicaraan kemana-mana. Yaudah, gue gak mau bahas itu lagi ke ayah.
Baekhyun
Owh begitu ya. Aku agak khawatir kalau nanti ada apa-apa dirumah mu.
Chanyeol
Maksudmu maling?
Baekhyun
Ya seperti itu lah.
Chanyeol
(tertawa) Baekhyun, Baekhyun. Maling aja mah, kecil! seujung kuku. Gue colek dikit juga tepar dia.
Baekhyun
Kok kamu malah bercanda? Itu kan berbahaya tau, kalau dia bawa senjata tajam gimana?
Chanyeol
Jujur gue lebih takut setan dibandingkan maling.
Baekhyun
Oh! Kamu takut setan ya!
Chanyeol
Iya, memang kenapa? Lo gak berencana buat nakut-nakutin gue kan?
Baekhyun
Chanyeol
Ya!! Tadi lo bilang enggak! itu namanya nakutin! Jangan bercanda! Guw takut beneran nih!! (Teriak)
Baekhyun
(tertawa lepas) Iya iya, maaf aku bercanda, lagian kamu takut kok sama hantu. Jelas manusia lebih berbahaya.
Chanyeol
Emang gitu ya?
Baekhyun
Ya setahuku seperti itu.
Chanyeol
Oh, gue juga mau tanya sesuatu sama lo.
Baekhyun
Tanya apa?
Chanyeol
Mata lo kan gak minus, kenapa kemaren-kemaren lo pake kacamata?
Baekhyun
Emm ... itu, hanya saja aku tidak mau teman-teman melihat wajahku dengan jelas.
Chanyeol
Loh? Kenapa?
Baekhyun
Tidak, ini masalah pribadi, kamu gak boleh tau.
Chanyeol
(mendengus sebal) Kenapa? kan gue udah jadi sahabat lo. Apa jangan-jangan lo belom percaya 100% ya sama gue?
Baekhyun
Bukan! bukan itu yang aku fikirkan. Cuma. aku___
Chanyeol
Iya, iya gue ngerti kok, gak usah dijelasin lagi.
__ADS_1
Baekhyun
Makasih Chan udah mau mengerti.
Chanyeol
Iya, santai aja.
Baek, panggilan nya gue alihin jadi video call ya?
Baekhyun
Hah? emang bisa?
Chanyeol
Bisa dong norak.
Baekhyun
Yaudah si, aku kan gak tau. Tapi gak mau ah, aku malu.
Chanyeol
Ngapain malu? orang kita sering ketemu juga.
Baekhyun
Ya tapi ...
Chanyeol
Pliss .. pliss .. Buat nemenin gue ke toilet.
Baekhyun
Hah!? Ada-ada aja sih kamu!
Chanyeol
Gak gue masukin kok Hp nya. Takut banget sih
Baekhyun
Ya- Yaudah deh.
Chanyeol
Oke!!
Panggilan pun dialihkan menjadi Video call, Chanyeol langsung berlari ke toilet dan ia menaruh handphone nya di meja yang ada di depan toilet. Chanyeol menaruh ponselnya dengan posisi berdiri, sehingga Baekhyun bisa melihat isi kamarnya.
Baekhyun terus menatap ke arah pintu Chanyeol yang sedikit terbuka. Dirinya masih takut jika ada maling yang akan masuk ke rumah Chanyeol, secara kan rumah Chanyeol kelihatan besar, itu pasti akan membuat maling-maling mengincar isi rumah Chanyeol.
"Chan kok lama banget sih," ujar Baekhyun sembari mengetuk-ngetuk layar ponselnya.
Tak lama kemudian, Chanyeol pun keluar dari toilet, mengambil ponselnya dan kembali berbaring di kasur.
Chanyeol
Nungguin ya, hehe ...
Baekhyun
Enggak juga sih, takut aja kamu tiba-tiba kepeleset di toilet terus pingsan.
Chanyeol
Gue masih bisa hati-hati kali. Eh! Tunggu deh ...
Chanyeol melihat keluar kamarnya, karena ia mendengar suara gaduh di lantai bawah. Ternyata itu suara ayahnya yang baru saja pulang
Chanyeol
Baekhyun, Gue akhiri ya panggilan nya. Ayah gue baru aja pulang, Gue mau bantu dia.
Baekhyun
Oke deh.
Chanyeol berniat menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan. Tapi ia mengurungkan niatnya, karena tiba-tiba ia mendengar suara wanita yang ia yakini itu adalah pacar ayahnya. Ia juga mengurungkan niatnya untuk membantu ayahnya itu.
Chanyeol
Eh, jangan dulu deh.
Baekhyun
Loh kenapa?
Chanyeol
Tiba-tiba aja gak mood buat bantuin dia.
Baekhyun
Kenapa sih? Kok tiba-tiba gak mood?
Chanyeol
Dia bawa pacarnya, gue males ketemu perempuan itu.
Baekhyun
Oh, aku ngerti kok.
Baekhyun akhirnya menemani Chanyeol selama hampir 2 jam. Sampai-sampai ia tidak sadar bahwa ia sudah tertidur pulas. meninggalkan Chanyeol yang masih belum merasa ngantuk sama sekali.
"Yah, dia tidur. Gak apa-apa deh. Thank you ya Baek, lo udah nemenin gue," ujarnya. Lalu dengan terpaksa, Chanyeol mengakhiri panggilannya. Dan ia berniat untuk membuat story panggilannya dengan Baekhyun ke status, agar Baekhyun melihat ucapan terimakasih nya yang tak sempat ia katakan langsung.
__ADS_1
♥♥~~ To Be Continue ~~♥♥