
Pagi ini Baekhyun kembali ke sekolahnya, seperti biasa ia hanya duduk berdiam diri di kursinya sambil membaca beberapa buku agar tidak terlalu membosankan.
Matanya memang terlihat sedang membaca buku, tapi fikirannya entah kemana. Lebih tepatnya ia sedang melamun.
"Yang kemarin itu bukan Chanyeol kan?" Fikirnya sambil mengingat kejadian dikerusuhan kemarin. Baekhyun menggeleng cepat, "Tidak mungkin itu dia. Walaupun dia ada disana juga, tidak mungkin dia rela menyelamatkan ku. Lalu siapa dia? Aku harus berterimakasih" Ia membuka lembar-lembar berikut nya dengan keadaan dirinya yang masih melamun.
"Aduh aku kok tiba-tiba kebelet gini," Ujar Baekhyun dan langsung melesat ketoilet meninggalkan bukunya yang masih terbuka diatas mejanya.
~••~
Baekhyun keluar dari toilet setelah melepas hajat kecilnya. Dan ia beralih ke cermin yang ada di toilet, ia mencuci wajahnya dan merapihkan kacamatanya yang terlihat sedikit miring, "Dah.. begini kan enak" Ucapnya dan berbalik keluar pintu. Namun langkahnya terhenti saat tiba-tiba tiga orang pria masuk kedalam toilet juga dan menahannya untuk keluar.
"Hei hei hei.. Cupu~" Ujar salah satu pria, " Kunci Pintunya!" Perintahnya, setelah mengunci pintu dua pria lainnya memegang kedua lengan Baekhyun dan memojokkannya kedekat dinding.
"Ke- kenapa ini, kalian mau ngapain?" Tanya Baekhyun pada ketiga pria itu.
"Pake ditanya, ya jelas kita mau ngebully lo lah.. " Ujar pria yang memegang lengan kiri Baekhyun.
Baekhyun ketakutan, sudah hampir dua hari ia tidak mendapat bully an. Tapi hari ini, ia rasa ia akan pulang dengan memar-memar disekujur tubuhnya lagi, "To- tolong jangan lakukan itu" Mohon Baekhyun.
"Coba ngomong itu sekali lagi" Ujar pria yang tidak memegang tangannya dengan mendekatkan telinganya kewajah Baekhyun.
"Tolong jangan lakukan itu, kumohon" Ujar Baekhyun yang terdengar semakin lirih dan juga ia menundukkan kepalanya, berusaha agar tidak menatap mata dari pria yang saat ini ada didepannya.
"Lo takut wajah lo babak belur lagi ya, hmm?" Tanya nya dengan nada yang halus, "Tenang aja cupu, kita gak akan bikin wajah mulus lo itu babak belur, tapi_" Pria itu tak melanjutkan perkataannya dan mulai melakukan hal-hal nakal kepada Baekhyun dengan membuka dua kancing baju seragam Baekhyun sembari menciumi leher lelaki yang ketakutan itu, "hmm, wangi"
"Ap- apa yang mau kamu lakukan?" Ucap Baekhyun yang sudah dipenuhi rasa ketakutan yang luar biasa, "Tolong jangan.. jangan lakukan ini kumoh.. eummphh," Pria itu membekap mulut Baekhyun dengan satu tangannya sembari meneruskan aksinya menciumi leher Baekhyun. Dan ia merubah posisi Baekhyun menjadi tiduran dilantai yang basah dan kotor itu dan sekarang kakinya pun juga dipegangi.
"Tuhan. Tolong aku, tolong bantu aku" Mohon Baekhyun di dalam hatinya.
"Hmpph!!" Baekhyun memberontak sekuat tenaga saat pria itu hampir melepas seluruh kancing seragam Baekhyun. Namun nihil, pegangan kedua pria ditangan dan kakinya itu sangat kuat hingga mengunci pergerakannya.
Brakk!!!! Tiba-tiba Seseorang mendobrak pintu toiletnya dan menerobos masuk.
"Woy kenapa dikunci s... Kalian ngapain!!!" Kagetnya ketika melihat adegan didalam toilet.
"Chanyeol!! Chanyeol tolong aku!!" Pinta Baekhyun ketika pria diatasnya itu membuka bekapannya.
Chanyeol menarik Baekhyun dari ketiga pria mesum disana, "Kalian mau ngapain cupu hah?" Tanya Chanyeol.
"A- Anu Chan-Yeol.. Kita mau bully si cupu.. Lo seneng kan kalo kita bully dia, iyakan! Kalo gitu lo gabung aja" Ajak salah seorang pria disana dan dibalas anggukan oleh dua pria yang lain.
"Bully?" Chanyeol melihat Baekhyun dibelakangnya dan melihat penampilannya saat ini. Seragam dengan kancing yang terbuka, rambut berantakan, kacamata juga terlepas, dan... Tunggu! Apa? Itu Kissmark!? Chanyeol menatap tajam kearah pria yang mematung dihadapannya, "Kalian bilang Bully? Ini lebih ke pemerkosaan bukan? Dan gue gak suka itu," Perlahan Chanyeol mendekati ketiga pria itu.
__ADS_1
Bugg
"Lo.. belain cupu?"
Bugg
"Gue benci pemerkosa!!"
Bugg
Chanyeol memukuli ketiga pria itu, sampai mereka babak belur dan meminta ampun kepada Chanyeol. Setelah puas, ia pun membawa Baekhyun pergi dari tempat itu dan membiarkan ketiga pria yang sedang kesakitan.
~•••~
Chanyeol membawa Baekhyun ke UKS untuk mengobati luka-luka yang ada di tangan Baekhyun.
"Udah lo gak usah takut lagi" Ucap Chanyeol sembari mengambil kotak P3K yang ada disana.
Sementara Baekhyun, Ia masih terdiam dan menutupi tubuhnya dengan kedua lengan tangannya.
"Kesiniin tangan lo"
Baekhyun memberikan kedua tangannya untuk diobati, "Aww" Ringisnya kesakitan.
"Mereka membekap mulutku" Jawab Baekhyun dan Chanyeol terdiam dengan segala emosinya.
"Mereka pasti mencengkeram tangan si Cupu kuat banget, sampai berbekas gini" Batin Chanyeol ditengah konsentrasinya.
Tak butuh waktu lama, Chanyeol selesai mengobati luka itu, ia bangkit berdiri dan menaruh kembali kotak P3K nya. Ia juga melihat Kissmark yang ada di leher Baekhyun, " Tutupi itu dengan sesuatu, orang akan berfikir yang enggak-enggak kalo sampe ngeliat"
Baekhyun terlihat bingung, Menutupi apa? . Ia melihat ke tangannya yang baru diperban, Apa menutupi tanganku?.
Chanyeol yang geram menarik Baekhyun dan menyodorkan kaca kepada lelaki itu, "Lihat tuh dileher lo"
Baekhyun terkejut melihat banyaknya bercak merah di lehernya, "Ap- Apa ini?" Ujarnya polos.
Chanyeol memukul dahinya, "Itu Kissmark namanya, gitu aja kok gak tau"
"K- Kissmark?"
"gak usah banyak bertanya dan tutup itu!" Kesal Chanyeol yang sudah tidak kuat melihat kepolosan Baekhyun.
__ADS_1
〰️〰️
Jam Istirahat~~~
Seperti Biasa, Baekhyun membawa bekal yang dibuatkan Bibi nya.
"Ekhem" Chanyeol tiba-tiba saja datang menghampiri nya.
"K- kamu ngapain kesini?" Tanya Baekhyun takut, Baekhyun memang selalu gagap jika berbicara dengan Chanyeol.
"Hmm, ternyata ini cara lo bales kebaikan orang yang udah nolongin lo, gue dua kali loh nolongin lo" Sindir Chanyeol sekalian sombong.
"Dua kali?"
"Iya, sama yang kemarin pas lo pulang sekolah, lo gak inget?"
Mata Baekhyun melebar, "Jadi yang kemarin itu benar-benar dia" Batinnya dan menatap ke Chanyeol.
"Hey!! Kenapa lo liat gue kayak gitu?" Tanya Chanyeol dan ia membuat Baekhyun sadar karena petikan jarinya.
"Ah. Emm. Ka-kau. Yang menyelamatkan ku kemarin?" Tanya Baekhyun untuk memastikan.
"Menurut lo! "
Baekhyun masih berfikir, ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Chanyeol, bisa saja lelaki dihadapannya ini sedang berbohong untuk menjebaknya agar Baekhyun mau menuruti semua keinginannya sebagai ucapan terimakasih. Baekhyun meyakinkan itu pada dirinya sendiri.
Chanyeol yang melihat Baekhyun yang terlalu lama berfikir pun akhirnya mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya, "Nih! Lo ingetkan saputangan ini?" Ujar Chanyeol sambil menunjukkan benda itu di hadapan wajah Baekhyun.
Baekhyun mengingat nya! Itu saputangan yang mirip dengan saputangan yang digunakan orang yang menyelamatkannya kemarin. Tidak salah lagi, itu benar-benar Chanyeol. "Emm- Kalau begitu te- terimakasih, karena kamu menolongku.. dua kali, berkat kamu aku bisa pulang dengan selamat kemarin" Baekhyun membungkukan tubuhnya 90°.
Chanyeol justru tertawa, "Lo kira itu aja cukup buat balas kebaikan gue ke lo?"
"Te-terus kamu mau apa?"
"Gue mau lo bantu gue tentang sesuatu"
"A- pa itu?"
♥♥To Be Continue♥♥
__ADS_1