
Esoknya setelah pulang sekolah, Chanyeol mengajak Baekhyun ketempat es krim termahal seperti janjinya kemarin.
"Ini- kan eskrim nya mahal banget," ujar Baekhyun melihat es krim bertingkat-tingkat yang kini di genggamnya.
"Kan gue udah janji," telak Chanyeol.
"Ya, tapi gak harus mahal kayak gini kali."
Chanyeol menaruh telunjuknya di depan bibirnya, yang menandakan Baekhyun harus diam dan nikmati saja es krimnya.
Mereka berdua berjalan hingga akhirnya sampai di sebuah tempat duduk yang tak jauh dari toko es krim yang dikunjunginya.
Baekhyun yang sedang asik menikmati es krim nya, tak sengaja menangkap wajah Chanyeol dengan raut wajah sedihnya. Jelas saja, tempat ini kan tempat terakhir yang Chanyeol kunjungi bersama kekasihnya.
"Chan," panggil Baekhyun yang membuat Chanyeol sedikit tersentak dan langsung menoleh kearahnya.
"Ya?"
"Kamu masih sedih ya?" tanya Baekhyun. Lelaki yang ditanya nya itu hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala dan helaan nafasnya.
Baekhyun menunduk, ia merasakan kesesakan yang saat ini Chanyeol rasakan. Pasalnya, ia pun juga pernah merasakan hal yang lebih mengerikan dari ini.
"Chan, kamu mau tau sesuatu gak?" tanya Baekhyun membuka suara.
"Hmm? Mau dong, Apa tuh?" jawab Chanyeol antusias.
"Dulu, aku pernah loh ditolak sama cewek karena penampilan ku, sakit tau," ujar Baekhyun dengan wajah masamnya. "Oh ya? Siapa dia?" tanya Chanyeol.
"Cewek paling terkenal di sekolah, kamu pasti tau kok."
Chanyeol terlihat berfikir, "Maksud lo Allena?". Baekhyun mengangguk lemah.
"Wah, parah si Allena. Gue sih gak respect sama dia, alay," cetus Chanyeol dan kemudian ia melihat bayangan dirinya dan Baekhyun ketika tukang cermin melintasinya. "Tunggu deh," ujar Chanyeol lalu menatap Baekhyun, Baekhyun pun menatap balik Chanyeol dengan tatapan heran, "Ada apa?" tanyanya.
"Kayaknya ... Lo harus ngerubah dikit penampilan lo deh. Bikin si Allena nyesel udah nolak lo!" ujar Chanyeol mengeluarkan ide cemerlang nya itu. Tapi berbeda dengan Baekhyun yang justru menolak ide buruk itu.
"Enggak, aku udah nyaman sama penampilan ku," tukas Baekhyun.
"Harus mau, gak ada penolakan! Titik!" ucap Chanyeol dengan penekanan di kata 'Titik'.
"Tapi__ "
"Nggak ada penolakan okey! Udah cepetan abisin es krim nya!" paksa Chanyeol. Dan Baekhyun pun tak bisa berbuat apa-apa.
~•••~
"Chan!! Mau bawa aku kemana sih!?" tanya Baekhyun.
"Udah lo ikut aja!" jawab Chanyeol.
__ADS_1
Usut punya Usut, ternyata Chanyeol membawa Baekhyun ke salon yang 100% terpercaya menurutnya.
"Mba. Tolong ubah dia jadi ganteng kayak saya ya," pinta Chanyeol lalu mbak-mbak itu mengiyakan dan mulai melakukan sesuatu pada Baekhyun.
"Aduh, Chanyeol tuh aneh-aneh aja deh," umpat Baekhyun yang sudah menyerah.
"Gue tunggu di sana ya," izin Chanyeol sembari menunjuk kearah deretan kursi yang sudah tersedia di luar.
"Iya."
"Oke." Chanyeol duduk di kursi itu dan mengeluarkan ponselnya. "Oh iya Mbak, cariin juga baju yang cocok sama dia ya," pinta Chanyeol lagi sebelum akhirnya benar-benar menghilang.
Banyak yang harus dirubah dari Baekhyun, terutama mulai dari model rambut, dan juga kacamatanya. Mata Baekhyun sebenarnya tidak minus, hanya saja ia malu, jadi ia memakai kacamata dengan alasan agar orang-orang tidak melihat wajahnya secara jelas.
"Kita lepas ya kacamatanya, ganti jadi softlens," tanya Mbak-mbak itu. Baekhyun segera menggeleng, "Enggak, mataku normal kok. Itu cuma pajangan wajah," jawab Baekhyun diikuti gurauan. Untungnya Mbak-mbak itu percaya, dan beralih untuk menata rambut Baekhyun.
"Aduh, sebenernya kamu tuh ganteng loh, cuma tertutup rambut dan kacamata kamu aja," puji mbak-mbak itu membuat Baekhyun tersipu malu. "Makasih mbak," jawab Baekhyun.
"Gimana? mata kamu kecolok gak? atau terlalu menutupi mata gitu?" tanya mbak-mbak itu dan dijawab gelengan kepala oleh Baekhyun. "Ini nyaman kok."
°
°
°
Kurang lebih 1 jam Baekhyun berada di dalam, dan akhirnya acara merubah penampilan pun selesai. Baekhyun keluar untuk menunjukkan penampilannya barunya pada Chanyeol.
Namun apa yang di lihat Chanyeol itu sangat berbeda. lelaki itu sampai di buat melongo dan tak bisa berucap. Di buat terpana dengan penampilan Baekhyun saat ini.
Penampilan baru Baekhyun >< ☝️☝️
"Tuh kan!! Gue bilang juga apa, lo itu sebenernya cakep Baek!" ceplos Chanyeol dan merangkulnya, "Gue yakin, cewek-cewek yang pernah nolak lo bakal nyesel!" angan nya.
"I- Iya. Em, terus abis ini kita ngapain?" tanya Baekhyun untuk mengalihkan pujian-pujian yang nantinya akan di lontarkan oleh Chanyeol.
"Kita makan okey! Kita rayakan perubahan lo ini," ujar Chanyeol penuh penghayatan.
"Ngapain sih? Jangan buang-buang uang ah," tolak Baekhyun.
"Eh, gak boleh nolak!" Lagi-lagi paksaan Chanyeol membuat Baekhyun tak bisa berkutik lagi.
~••~
"Mbak, pesan makanan spesial yang ada disini ya, dua!" pinta Chanyeol pada seorang pelayan di suatu Restauran yang didatangi nya.
"Baik, silahkan ditunggu ...," ujar pelayan itu lalu meninggalkan meja Chanyeol.
__ADS_1
Entah ini perasaan Chanyeol aja atau gimana, tapi sepertinya orang-orang terus memperhatikan mereka di sepanjang perjalan menuju Restauran bahkan sampai Restauran nya. Ah, ia tau! pasti ini karena Baekhyun. Secara lelaki itu kan sudah tampil sempurna saat ini.
"Chan, aku mulai merasa risih, kenapa orang-orang terus memperhatikan ku?" eluh Baekhyun yang ternyata juga merasakan yang Chanyeol rasakan.
"Abaikan saja mereka," jawab Chanyeol dengan tenang.
drrtt.. drrttt
Chanyeol melihat ponselnya yang berdering itu.
"Ayahku," bisik Chanyeol dan Baekhyun mengisyaratkan Chanyeol agar segera mengangkatnya.
"Hallo ayah? ... Aku ada di suatu tempat, kenapa? ... Iya aku ingat waktu kok ... Iya, Bay ... " Sambungan telepon antara Chanyeol dan Ayahnya pun terputus.
"Dia nyuruh kamu pulang ya?" tanya Baekhyun yang menyimak percakapan Chanyeol dengan Ayahnya itu.
"Enggak, dia cuma ngingetin supaya gue gak lupa waktu," jawab Chanyeol dengan senyuman.
"Kayaknya hubungan kamu sama Ayah kamu itu udah membaik ya?" tanya Baekhyun. "Ya gitulah, gue udah bosen juga bertengkar terus sama dia," ungkap Chanyeol.
"Permisi, ini pesanan anda tuan," ujar seorang pelayan yang juga membawa beberapa pesanan yang Chanyeol pesan tadi. "Selamat menikmati hidangannya," sambung pelayan itu.
"Makasih ya mas." Setelahnya pelayan itu pun pergi.
"Wah!! Kayaknya enak deh," kagum Baekhyun melihat semua sajian itu.
"Gila sih, ayo makan Baek!" seru Chanyeol dan mereka berdua langsung menyantap makanan itu dengan hikmat.
"Hmm, Chan ini beneran enak," ujar Baekhyun yang air matanya hampir saja keluar sangking enaknya.
"Baru kali ini tau gak, gue makan
se-enak ini," sahut Chanyeol.
"O, Chan. Aku boleh membawa pulang sisanya? untuk Bibi, hehe ...," tanya Baekhyun ragu.
"Oh! Boleh! Tapi masa sisaan sih. Pesen aja yang baru."
"Gak usah, gak apa-apa kok," tolak Baekhyun.
"No, no! Gue pesen yang baru aja okey!" tak mau mendengar penolakan dari Baekhyun, Chanyeol pun memesan makanan baru yang sama.
"Makasih ya Chan," ujar Baekhyun.
"Makasih nya simpen aja, nanti aja ucapinnya."
Baekhyun sedikit berfikir dan akhirnya ia mengangguk, mengerti apa maksud perkataan Chanyeol barusan.
__ADS_1
♥♥~~ To Be Continue ~~♥♥