
Pelajaran kedua telah selesai dan bel istirahat telah dibunyikan. Seluruh siswa langsung berlarian kekantin untuk menyantap makan siangnya. Kecuali lelaki satu ini, Baekhyun. Ia memilih untuk berdiam diri dikelasnya. Alasannya adalah karena dia membawa bekal yang dibuatkan Bibi nya dan alasan kedua, ia tidak ingin melihat tatapan mereka terhadapnya.
Baekhyun mengeluarkan bekal itu dari tasnya dan melihat ada apa didalamnya, "wah... ini pasti enak" Kagum Baekhyun ketika melihat bekalnya yang disusun sedemikian rupa oleh Bibi nya, dan setelah itu ia menyantapnya dengan lahap.
"Lo makan sendiri aja"
Suara itu membuat jantung Baekhyun hampir lepas dari tempatnya. Ia menutup bekalnya dengan cepat. Chanyeol?
"Kenapa ditutup? takut diminta ya..." Ucapnya dengan nada ejekan.
Baekhyun menggeleng sambil menundukkan kepalanya.
"Heh!!" Panggil nya sambil menggebrak meja, sontak Baekhyun terkejut dan langsung menatap mata Chanyeol.
"Nah gitu kan enak" Ucap Chanyeol dan kemudian ia duduk di bangku yang ada di depan Baekhyun, "Buka tuh bekal" perintahnya, Baekhyun segera membuka kembali tutup tempat makannya.
"Makan!" Perintahnya lagi. Baekhyun menuruti apa yang Chanyeol katakan.
Chanyeol hanya melihat Baekhyun yang sedang makan, tanpa berbicara apapun. Tentunya itu akan membuat Baekhyun merasa sangat risih, tapi ia tidak berani mengucapkan sepatah katapun dan tetap memasukan suapan demi suapan kedalam mulutnya. Tolong berhenti melihatku seperti itu.
"Chanyeol!!!" Panggil seseorang di luar kelasnya. Dan yang dipanggil pun segera pergi menghampiri.
__ADS_1
"Gawat!"
"mereka ngobrolin apa?" Ujar Baekhyun yang sedikit mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Anak sekolah xxx ngajak tawuran, dan salah satu teman kita disandera. Katanya mereka gak bakal ngelepasin sebelum ketemu lo"
Baekhyun menggeleng, "Tawuran lagi?" ia menghela nafasnya, "Semoga kali ini gak berimbas ke aku" gumamnya pelan.
~••~
Hari sudah sore, waktunya siswa disekolah untuk pulang. Baekhyun berjalan menuju halte untuk menunggu bus, tapi perjalanan nya terhambat karena sepertinya ada sesuatu yang terjadi didepannya.
"Apa sih, kok ramai-ramai gitu?," Baekhyun yang dipenuhi rasa penasaran itu mulai mendekat ke kerumunan.
"Gimana ini!!!" Ucapnya ketakutan. Ia melihat orang-orang disekelilingnya membawa senjata tajam. Ia tidak bisa melarikan diri lagi, kakinya juga mulai lemas. Ia pun berjongkok sambil menutup kepalanya, "Seseorang tolong aku," Ujarnya dengan air mata yang mulai keluar.
"Ayo pergi!"
Tiba-tiba seseorang dengan wajah yang tertutup masker membawanya keluar dari kerusuhan itu. Membawanya ke tempat yang aman, siapa dia?
"Lo gak kenapa-napa kan?" Ucapnya.
__ADS_1
Baekhyun menggeleng dan mengusap kuat air matanya. Tunggu! Ia seperti mengenal suara ini, bukankah___ .
"Bagus deh kalo lo gak kenapa-napa, lo lewat jalan pintas aja bisa kan?" Tanya nya sambil memantau keadaan sekitar.
"I- Iya"Jawab Baekhyun, lalu orang itu pergi dan menghilang di tikungan.
Baekhyun masih terduduk dan menghela nafasnya, Syukurlah aku masih bisa selamat, Baekhyun bergegas pergi menjauh dari tempat itu.
~••~
Baekhyun sampai dirumah, dengan nafas yang tersengal-sengal. Ya, itu karena dia berlari dari tempat kerusuhan tadi.
"Baekhyun, kenapa kamu keliatan ngos-ngosan gitu?" Tanya Bi Lyra yang melihat Baekhyun terdampar disofa.
"Aku lari dari dekat halte sekolah Bi" Jelas Baekhyun di tengah-tengah rasa letihnya. Bi Lyra terlihat terkejut dengan jawaban Baekhyun.
"kamu ketinggal bus?"
"enggak, tadi a__" Baekhyun menghentikan ucapannya. Gak usah kasih tahu bibi deh, nanti dia khawatir. Ia membuat alasan, "A- aku -- aku hanya ingin olahraga kok, sudah lama juga aku gak berolahraga. Tubuhku rasanya kaku," Ujar Baekhyun sambil berpura-pura merenggangkan tubuhnya.
__ADS_1
♥♥To Be Continue♥♥