
Setelah tidur sekiranya hampir 12 jam, Bekhyun pun akhirnya terbangun. Ia melihat jam dinding nya dan betapa terkejutnya ia karena hari sudah sangat siang. "Oh!! Berapa jam aku tertidur!?" Baekhyun melihat sekelilingnya, Ini bukan disekolah?. Dan Ia masih memakai seragam sekolah!. Ia langsung bergegas membersikan dirinya.
"Bibi!!!!!" teriak Baekhyun sembari menuruni anak tangga.
"Aduh Baekhyun, pelan-pelan nanti kamu bisa jatuh" ucap Bi Lyra memperingatkan.
Baekhyun memeluk punggung Bi Lyra, "Baekhyun kangen sama Bibi" ucapnya dengan nada sendu. "Baru gak ketemu sehari, kamu udah kangen aja"canda Bi Lyra.
"Gimana tidurnya? Udah puas kan?" tanya Bi Lyra menggoda keponakan itu. "Ih Bibi, jangan meledekku. Aku juga tidak tahu, kok hari ini aku bisa tidur selama itu" Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal, sedangkan Bi Lyra hanya tertawa melihat wajah Baekhyun. "Sudah-sudah, kamu makan gih! Bibi udah buatin sup kesukaan kamu". Seketika mata Baekhyun berbinar, "Wah, aku jadi laper nih" canda Baekhyun sembari mendudukan dirinya di kursi.
Bi Lyra mengambilkan seperongkol nasi untuk Baekhyun dan menuangkan sup itu untuknya, "Terimakasih, Bi," ujar Baekhyun lalu menyantap makanannya.
~•••~
"Aku pulang!" ucap Chanyeol ketika memasuki rumahnya.
"Kemana aja kamu? Gak pulang seharian. Memang ayah membiayai kamu sekolah hanya untuk main-main hah!?" bentak Ayah Chanyeol yang diketahui bernama Lee Jong-un.
Chanyeol memutar bola matanya malas, "Emang kalo aku kasih tau yang sebenarnya, ayah bakal percaya?" ucapnya santai lalu melongos pergi ke kamarnya.
"Chanyeol! Ayah belum selesai bicara!!" kesal Lee Jong-un.
..
Chanyeol membanting tasnya dan juga dirinya keatas kasur. Ia menghela nafasnya yang terasa berat, "Ayah tuh benar-benar gak pernah ngerti gue" kesalnya, ia menutup matanya dengan satu lengannnya dan tanpa sadar ia lelap tertidur.
"Loh gue dimana?" ucap Chanyeol yang tiba-tiba berada di tempat yang asing. "Tadi kan gue lagi tidur. Kenapa tiba-tiba ada disini? ini di mana lagi!" Ia melihat ke sekelilingnya dan mulai berjalan perlahan.
__ADS_1
"Chanyeol" panggil seorang perempuan, tetapi tidak ada wujudnya. "Suara ini? Ibu! Ibu!" panggil Chanyeol sembari berlari agar ia menemukan wanita yang ia kira ibunya. Ia menghentikan langkahnya ketika melihat seorang perempuan yang berdiri dihadapannya. "Ibu," Chanyeol langsung memeluk wanita itu, air matanya juga tumpah membanjiri wajahnya, melepaskan segala kerinduannya akan sosok wanita yang ia peluk.
"Chan," wanita itu melepas pelukannya, "Kamu apa kabar?" tanyanya.
"Keadaan ku tidak baik-baik saja setelah aku kehilangan ibu. Aku mau ikut ibu, ya" pinta Chanyeol. Wanita itu menggelengkan kepalanya yang membuat Chanyeol memasang wajah yang sedih, "Tapi Chan udah gak kuat tinggal sama Ayah, Bu. Ayah selalu saja menekan aku, aku ingin ikut ibu" lelaki itu memeluk ibunya lagi.
"Tapi kamu belum boleh pergi bersama ibu, perjalanan mu masih panjang nak. Kamu harus memperbaiki hidup kamu" ucap wanita itu membuat anaknya semakin bersedih. "Tapi__"
"Chan" wanita itu memegang kedua pundak Chanyeol, "Kalau sudah saatnya, Ibu pasti akan menjemput mu".
"Ibu janji ya!" Chanyeol menunjukkan jari kelingkingnya. "Iya Ibu janji" ucap wanita itu dan menyatuka jari kelingkingnya dengan jari kelingking Chanyeol.
..
Chanyeol membuka matanya. Dan ia mengusap matanya yang berair, lalu ia bangkit dan mengambil sebuah bingkai foto yang terpajang di mejanya. "Ibu.. Chan kangen" lelaki itu lagi-lagi menangis sembari memeluk foto itu.
"Mau kemana lagi kamu?" tanya Lee Jong-un membuat Chanyeol menghentikan langkahnya.
"Aku mau ke supermarket" ucap nya lalu ia pergi tanpa mau mendengar ucapan ayahnya lagi.
~•••~
Disepanjang perjalanannya, ia terus menendang benda-benda yang ada di hadapannya, wajahnya juga murung. Ia duduk di halte, tujuannya berubah. Ia ingin kerumah Baekhyun. Bukan untuk bertemu lelaki itu, tapi ia ingin bertemu dengan Bi Lyra. Memang, baru sekali ia bertemu dengan wanita itu, tapi entah kenapa sejak pulang dari rumah Baekhyun, fikiran nya selalu mengarah ke wanita itu. Ia ingin mencurahkan isi hatinya. Mengkin agak aneh, menceritakan masalah pribadi kepada orang yang baru sekali ditemuinya. Tapi ia yakin, dengan menceritakan ini kepada Bi Lyra, semuanya akan terasa lebih ringan.
"Permisi!" panggil Chanyeol ketika dirinya sudah berada di teras rumah Baekhyun.
"Bi. Kayaknya ada tamu" ucap Baekhyun yang sedang makan.
__ADS_1
"Iya, Bibi lihat dulu ya. Kamu lanjutkan saja makannya". Baekhyun mengiyakan., lalu Bi Lyra pergi keluar untuk melihat siapa yang datang.
"Ternyata nak Chanyeol"
Baekhyun langsung terbatuk-batuk dan segera meneguk air mineral didepannya. "Chanyeol?" gumamnya sembari memukul-mukul dadanya.
..
Kini Chanyeol sudah berada di ruang tamu ditemani oleh Bi Lyra. Matanya melihat sekeliling rumah itu.
"Nih airnya, silahkan diminum" ucap Baekhyun lalu menaruh minuman yang dibawanya ke atas meja. "Aku ke kamar dulu ya" ujar nya lalu pergi setelah mendapat persetujuan.
"Jadi, Chanyeol. Kamu bilang mau menceritakan sesuatu pada Bibi. Apa itu?" tanya Bi Lyra, dan Chanyeol terlihat menghela nafas. "Ini pasti masalah yang sangat berat ya" tebak Bi Lyra, lelaki itu mengangguk.
"Mereka ngomongin apa sih?" kepo Baekhyun yang sedikit menguping dari kamarnya. Ia jadi penasaran karena Chanyeol tidak seperti Chanyeol yang disekolah. Bahkan ia sampai jauh-jauh kerumahnya untuk bercerita dengan Bi Lyra. Dan juga, raut wajah itu, bukan raut wajah Chanyeol di sekolah.
"Jadi Bi, aku- aku memiliki ibu dan ayah yang dulu sangat aku sayangi. Tapi Ibu meninggal saat aku berada di SMP itu karena pemerkosaan. Ibuku yang depresi akhirnya bunuh diri dikamar" jelas Chanyeol. Matanya panas, ia ingin menangis. tapi Ia menahan air matanya untuk keluar.
"Jadi itu alasannya kenapa Chanyeol bersikeras agar S**** dikeluarkan dari sekolah karena hampir saja memperkosa ku" fikir Baekhyun dan melanjutkan aksi menguping nya ketika Chanyeol memulai ceritanya lagi.
"Dan juga, ayahku sering memarahiku. Ia tidak bisa mengerti keadaanku, ia juga selalu sibuk kerja, kerja dan kerja. Tidak mau memperhatikan aku. Dia mau membuat wanita lain menggantikan posisi Ibuku. Aku tidak mau punya Ibu tiri" sambung Chanyeol dan nada bicaranya semakin lirih dan lirih.
Bi Lyra yang mendengar segara curhatan anak lelaki didepannya ini merasa kasihan, ia memeluk Chanyeol erat, "Tumpahkan semua yang kamu pendam Nak, Bibi ada disini untukmu". Air mata yang sudah Chanyeol tahan untuk keluar, kini akhirnya bebas. Meluncur deras membasahi wajahnya. Ia menangis sejadi-jadinya di pelukan Bi Lyra.
"Aku tidak tahu masalahnya seberat itu, aku selalu salah sangka terhadapnya. Aku selalu melihat dia dari luar dan tidak ada niat untuk melihat kesisi dalamnya" ucap Baekhyun yang merasa bersalah telah membenci lelaki itu selama ini.
"Maaf kan aku Chan, seharusnya aku tidak membencimu seperti itu" batinnya.
__ADS_1
♥♥~~ To Be Continue ~~♥♥