
Bel berbunyi sebanyak 2x yang menandakan waktu istirahat telah tiba. Hampir seluruh siswa berbondong-bondong pergi ke kantin. Dari mulai bersama teman, sahabat, bersama pasangan, bahkan ada yang sendiri. Jomblo maklum :v.
Akhir-akhir ini Baekhyun juga sering ke kantin bersama dengan Chanyeol. Tidak seperti lalu-lalu, Baekhyun hanya menyantap bekalnya sendiri dikelas.
"kamu tumben bawa bekal?" tanya Baekhyun yang melihat Chanyeol menenteng kotak bekal.
"Gapapa, gue cuma pengen irit aja," ungkap Chanyeol.
"Irit? Kamu mau nabung buat beli sesuatu ya?" tanya Baekhyun lagi.
"Bukan, gue mau nabung buat modal nikah," jawab Chanyeol disusul dengan tawaan.
Baekhyun mendorong Chanyeol, "Ada-ada aja sih, tapi emang harus sih. Kalau gitu, mulai sekarang aku mau nabung buat modal nikah juga deh," ucap Baekhyun ikut-ikutan.
Mereka bercanda di sepanjang perjalanan menuju kantin. Setelah sampai, mereka duduk di kursi yang masih kosong.
"Lo bawa apa?" tanya Chanyeol.
"Aku bawa.. hmm, bawa apa ya.." canda Baekhyun. Chanyeol langsung terlihat kesal, "Bawa apa!?" kesalnya.
"Iya, iya. Aku bawa Mie Ramyeon goreng!" ujar Baekhyun yang membuka bekalnya seperti sedang memberi suprise.
"Mie?," Chanyeol menaikkan sebelah alisnya.
"Iya. Kenapa, ada yang salah?" tanya Baekhyun yang heran melihat raut wajah Chanyeol.
"Enggak sih, Cuma. Kok bekal kita sama ya?" Chanyeol membuka bekalnya dan menunjukkan hidangan yang ia bawa pada Baekhyun.
"Eh, iya. Kok bisa samaan gini ya?".
"Yaudah, gak usah dipikirin banget. Mending kita makan yuk!" ajak Chanyeol dan Baekhyun menyetujuinya.
~•••~
Hari ini Baekhyun tidak pulang bersama Chanyeol, karena katanya lelaki itu punya urusan yang harus diselesaikan. Tentunya ia tidak bisa menahan Chanyeol, dan membiarkan Chanyeol menyelesaikan urusannya itu.
Namun sebelum pulang kerumahnya, ia menyempatkan diri untuk pergi ke sebuah toko es krim yang terkenal dengan rasanyanya yang enak.
Baekhyun membeli es krim rasa stroberi kesukaannya, tapi ia juga ingat dengan Bibi nya yang menyukai es krim rasa cokelat. Jadi ia beli 2 untuknya dan juga Bi Lyra yang kini mungkin sedang menunggunya dirumah.
Ia tak nyangka harganya dua kali lipat lebih mahal dari es krim yang biasa dibelinya. Alhasil, uang jajan nya berkurang drastis. Tidak apa, siapa tahu Bibi nya bisa senang dengan ia belikan es krim kesukaannya. Dan juga, ia bisa mencari kerja sampingan untuk uang jajannya.
"Terimakasih ya, Bu," ujarnya kepada penjual, lalu ia bergegas untuk pulang. Namun, langkah nya terhenti ketika matanya menangkap sosok lelaki yang sepertinya ia mengenalnya.
"I- itu Chanyeol, kan?" ujarnya. Dirasa kurang yakin, ia menajamkan lagi penglihatannya dan juga ia sedikit berjalan maju.
__ADS_1
"Ah benar! Itu Chanyeol." Ia melihat Chanyeol yang tidak sendirian, ternyata Chanyeol pergi bersama seorang gadis, "Ternyata ini toh urusannya," ucap nya sembari melontarkan sebuah senyuman.
Baekhyun berniat menghampiri Chanyeol, tapi ia mengurungkan niatnya.
Baekhyun tidak mau menganggu lelaki yang sedang berpacaran itu dan memutuskan untuk segera pulang sebelum es krim yang dibelinya mencair.
.
.
.
"Bi aku pulang!"
Tak lama kemudian Bi Lyra datang dengan membawa beberapa alat masak, "Baekhyun udah pulang".
"Bibi, mau masak? ini kan baru jam 3 sore bi," ujar Baekhyun. Biasanya Bi Lyra mulai masak untuk makan malam sekitar jam 4 sore.
"Iya, Bibi kan biasanya nyiapin makan malam nya telat, mangkanya Bibi masak dari jam 3 aja," jelas Bi Lyra. Baekhyun mengangguk.
"Udah Bibi duduk dulu, Baekhyun baru beli es krim coklat buat Bibi, itu kesukaan Bibi, kan?" ujar Baekhyun sembari mengeluarkan es krim itu dari kantung plastik dan memberikannya pada Bi Lyra.
"Wah, Bibi udah lama banget loh gak makan es krim," ucap Bi Lyra senang.
"Nah, kebetulan kan. Yaudaj kalo gitu Bibi makan dulu es nya."
tok tok tok. Baekhyun yang sedang asyik-asyiknya memakan es krim itu terganggu dengan tamu yang datang.
"Sebentar Bi, aku yang kedepan," ujar Baekhyun lalu pergi melihat siapa itu.
tok tok tok.
"Iya seben___" ucapan Baekhyun terhenti setelah melihat siapa orang yang berkunjung kerumahnya. Ternyata orang itu adalah orang yang ia lihat saat dirinya membeli es krim. Ya, itu adalah Chanyeol.
"Kamu, bukannya lagi.. pacaran?" tanya Baekhyun yang mengecilkan suaranya di akhir kalimat.
Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "lo liat ya," ujarnya lalu seketika wajahnya menjadi sedih.
"Loh, ada apa?"
Tanpa menjawab apa-apa, Chanyeol langsung memeluk Baekhyun lalu ia menangis, namun tangisan itu tidak terlalu terdengar.
"Chan, ada apa sih?" tanya Baekhyun yang semakin penasaran.
"Dia mutusin gue Baek," ungkap Chanyeol.
__ADS_1
Mata Baekhyun melebar. Yang benar saja, ia baru melihat Chanyeol tertawa bersama gadis itu. Dan sekarang. Sekarang lelaki itu mengatakan kalau dia habis putus dengan gadis itu?
Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol, "Coba kamu jelasin ke aku pelan-pelan, kenapa kamu bisa putus sama dia?".
Chanyeol terlihat belum siap untuk menceritakan masalahnya yanh satu ini. Baekhyun pun bisa mengerti dan memberi waktu untuk Chanyeol bisa menenangkan dirinya dulu.
"Kalau begitu, kamu pulang aja dulu Chan. Kamu tenangin dulu perasaan kamu. Atau kamu mau aku antar pulang, mungkin?"
Chanyeol mengangguk-angguk. "Yaudah, aku pamit dulu sama Bibi abis itu aku antar kamu pulang," ujar Baekhyun. Lalu ia masuk kedalam rumahnya dan meminta izin pada Bi Lyra.
"Ayo," ucap Baekhyun setelah mendapat izin dan mengantarkan lelaki yang sedang patah hati itu pulang kerumahnya.
Ditengah-tengah perjalanan, Chanyeol mengurungkan niatnya untuk kembali kerumahnya, dan mengajak Baekhyun pergi ke taman terdekat.
"Gue mau cerita sekarang aja," ujar Chanyeol. Dengan sigap, Baekhyun pun siap mendengar semua curhatan Chanyeol.
~Flashback~
"Gimana sayang es krim nya?" tanya Chanyeol pada pacarnya, panggil aja Yura.
"Emm, en- enak. Enak kok," ujar Yura namun gugup.
"Kamu kenapa yang? Ada masalah ya?" tanya Chanyeol yang risih dengan pacarnya yang berbicara gugup.
Yura terlihar murung, "Aku mau kita putus Chan". Pengakuan Yura membuat Chanyeol menggeleng tak percaya, "Kamu bilang apa?" tanya Chanyeol memastikan bahwa pendengarannya tidak salah.
"Aku mau kita putus!" ulang Yura dengan nada meninggi.
"Enggak! aku gak mau putus sama kamu!" tukas Chanyeol.
"Tapi aku mau kita putus. Titik!"
"Tapi kenapa? Aku ada salah sama kamu hah? Bilang yang, jangan kayak gini!" ucap Chanyeol yang tak terima.
"Orang tua aku gak ngizinin aku pacaran sama kamu! Jadi buat apa lagi kita bertahan!?".
"Kita kan bisa berusaha yang, kita berjuang bareng-bareng,"mohon Chanyeol.
"Enggak, aku gak bisa. Maaf".Yura langsung meninggalkan Chanyeol begitu saja, tanpa memikirkan perasaan lelaki itu.
~Flashback end~
"Jadi seperti itu ceritanya," ucap Baekhyun mengangguk-angguk tanda mengerti. Ia merangkul Chanyeol dan mengusap lembut punggung Chanyeol, berharap lelaki itu bisa merasa lebih tenang.
"*Aku tahu kamu patah hati banget Chan, apalagi aku tahu kalau kamu cinta banget sama gadis itu,"
__ADS_1
♥♥~~ To Be Continue ~~♥♥*