
🕊Happy Reading🕊
Hening.
Tiada seorang pun dari mereka yang membuka suara saat mereka tengah di perjalanan pulang.Erick hanya pokus mengemudikan mobilnya sedang Gabby masih terngiang akan ucapan Kenan tadi." Lu akan menyesal Rick!," ancam Kenan tadi saat Erick mati-matian membela Gabby.
Entahlah apa yang sedang Gabby pikirkan, tapi tubuhnya seakan mengatakan ketakutannya terhadap ancaman Kenan tadi.
" Mau dinner barang aku nanti?," tanya Erick membuka suara.
"Tapi...," Gabby ingin mencari alasan, namun Erick segera menggemgam tangan Gabby dan sebelah tangannya masih mengemudi mobilnya.
" Lupakan soal tadi,aku udah biasa berantam sama Kenan, hem dia selalu seperti itu setiap aku menjalin hubungan," ucap Erick sembari mengulas senyum.
" Tapi tidak apa- apa kok, besok juga pasti kita udah baikan.," lanjut Erick sebelum Gabby bertanya alasannya.Gabby pun akhirnya menjawab dengan anggukan kecil.
Setiba di rumah Gabby, Erick segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Gabby." Makasih," ucap Gabby seraya turun dari mobil.
" Aku boleh ikut masuk?," tanya Erick nampak murung, Gabby menghela nafasnya dalam dan kemudian mengangguki ucapan Erick.Mereka pun masuk bersama kedalam rumah Gabby.
" Tunggu disini, aku mau mandi sebentar," ucap Gabby menyuruh Erick menunggunya di ruang tengah.Erick pun mengangguk setuju.
Gabby segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya, sampai dikamarnya, ia segera masuk ke kamar mandi.
Lama Erick menunggu, namun Gabby tak juga muncul, akhirnya karena bosan ia perlahan menaiki anak tangga, begitu tiba di depan pintu kamar Gabby, Erick nampak ragu untuk masuk tapi akhirnya ia menepiskan keraguannya itu dan masuk kedalam kamar Gabby.
Erick tersenyum melihat kamar Gabby dengan nuansa pink- biru, " Kekanakan," lirihnya seraya duduk disisi tempat tidur Gabby.Tiba tiba atensinya beralih pada sebuah photo yang terpampang diatas nakas, ia pun mengambilnya.
" Aku tidak tahu apa apa tentang kamu By, yang aku tahu aku hanya mencintaimu, maaf aku sudah merebut kebahagiaan mu," ucap Erick mengelus photo Gabby dan papanya.
__ADS_1
" Nanana...," seru Gabby bernyanyi saat ia keluar dari kamar mandi, ia segera melangkah kearah cermin besar yang ada dikamarnya, sembari ia melepaskan kunciran rambutnya, matanya tiba tiba tertuju pada sosok Erick yang berbaring di ranjangnya dari pantulan cermin itu.Ia pun segera menoleh pada Erick.
" Erick! ish udah dibilangin tunggu di bawah juga," omel Gabby manyun dengan tatapan serius yang tajam sembari memengangi lilitan handuknya.
Erick tertawa kecil dan segera menghampiri Gabby, ia menarik pinggang Gabby dan membawanya kedekapannya." Baru nyadar aku disini?," bisik Erick tepat didekat telinga Gabby yang membuat Gabby menegak ludahnya kasar.
Erick kemudian membawa Gabby berbaring diranjang, ia juga menindih tubuh mungil Gabby, kemudian ia menatap Gabby yang juga dibalas tatapan oleh Gabby, sehingga tatapan mereka menyatu dan terkunci cukup lama.
" E- Erick..," Erick menaruh telunjuknya diatas bibir Gabby menghentikan ucapan Gabby.
" Aku mencintai mu By," ucap Erick kemudian mencium bibir Gabby kemudian ciuman itu turun keleher Gabby, yang membuat Gabby mencengkeram lengan Erick.
" Aku gak bisa!," ucap Gabby seraya mendorong Erick dari dirinya, otomatis Erick yang tanpa persiapan terjatuh kelantai.Gabby segera berdiri dan segera kembali ke kamar mandi.Gabby mengatur napasnya yang tadinya serasa panas dingin tak karuan setelahnya ia memasang pakaiannya.
" Maaf Rick, tapi aku punya prinsip tentang ini,kalau kita melakukan itu sekarang, gimana dengan orang yang nantinya menjadi jodoh kita,iya kita memang pacaran sekarang tapi belum tentu kita berjodoh kan? gimana kalau hubungan kita hanya dari defenisi jagain jodoh orang? yang rugi kita juga kan?," ucap Gabby panjang lebar saat ia bertatap muka lagi dengan Erick.
Erick mengangguk,"Iya juga sih, defenisi jagain jodoh orang, hem ada benarnya," jawab Erick seadanya, terlihat kekecewaan dari raut wajah nya, Gabby pun menghampirinya dan duduk disamping Erick," Coba kamu tatap aku," ucap Gabby meraih wajah Erick.
" Iya, iya, maaf, diceramahi mulu sama kamu," jawab Erick kemudian memeluk Gabby.
" Erick, aku boleh tanya sesuatu, emangnya mantan mantan kamu mau kamu gituin?," tanya Gabby hati hati, kemudian mengulas senyum.
" Hem, kenapa? kamu cemburu?," ucap Erick balik bertanya.
" Bukan soal itu sih, tapi bego aja cewek yang mau digituin, semua agama mengharamkan zin4 loh!,"ucap Gabby seraya berdiri dan pergi kemeja rias menyisir rambutnya.
Hal itulah yang semakin membuat Erick jatuh cinta pada Gabby, Gabby pintar menjaga dirinya, bahkan soal n4fsu sekalipun, Erick tersenyum senang mendapatkan jawaban seperti tadi, dan sebenarnya ia hanya iseng menguji Gabby.
" Mau ku bantu?," tanya Erick menatapi Gabby dari pantulan cermin.Gabby balik menatapnya dengan mendongakkan wajahnya." Kamu belum jawab pertanyaanku tadi," ucap Gabby manyun.
__ADS_1
Erick tersenyum dan membantu Gabby mengikatkan rambut panjang Gabby." Pernahnya, pernah, tapi gak semua juga," ucap Erick sejujurnya.
Gabby menghela nafas seraya kembali meluruskan pandangannya ke cermin.
" Sampai hamil?," tanya Gabby lagi yang membuat keadaan seketika hening.
" Jujur aja,aku gak papa," ucap Gabby seraya mendongak menatap wajah Erick.Erick menaruh kedua tangannya di kedua pundak Gabby tanpa menatap Gabby, ia hanya meluruskan pandangannya ke cermin.
" Iya," singkat Erick.Bagai sebuah tikaman bagi Gabby yang seketika membuatnya menggigit bibir bawahnya menahan air mata yang sudah siap keluar, ia melepaskan tangan Erick darinya, " Udah, makasih," ucap Gabby seraya berdiri dan berpura pura merapihkan anak rambutnya.
" Em udah malam, kamu gak ada niat mau pulang?,"ucap Gabby berusaha terlihat baik baik saja ditengah sakit hatinya.Kemudian Gabby membelakangi Erick, agar Erick tak melihat air matanya yang sudah jatuh.
Erick menarik tangan Gabby dan segera memeluk Gabby, " Maafin aku By, tapi itu dulu sebelum aku pacaran sama kamu, dan hal itu gak akan terulang lagi."
" Bukan tentang kamu yang playboy Rick, tapi ini soal Nisya, setelah kamu menghamilinya begitu tega kamu membunuhnya dengan bayinya, anak kamu juga,tega kamu bunuh Rick," bathin Gabby dalam tangisnya.
" Aku mau istirahat,tolong kamu pulang ya!," ucap Gabby seraya melepaskan pelukannya Erick.Erick mengerti jika ini bukan saatnya berdebat dengan Gabby, benar Gabby butuh waktu sendiri untuk mengerti semua itu, akhirnya ia pun keluar dari kamar Gabby, begitu Erick menutup pintu kamar itu, Gabby menyandarkan diri di pintu itu dengan air mata yang kian membuncah.
" Maafin aku Sya,maaf pa," lirih Gabby yang membuat keadaan hatinya semakin perih.
***
Pagi ini geng motor berkumpul di rumah Erick, tak terkecuali dengan Kenan yang masih kesal dengan Erick.
" Ada apa kalian rame rame ke rumah gua?," tanya Erick sembari mendudukkan diri di sofa.
" Lihat ini," ucap Aldo memperlihatkan vidio atas penginiayaan yang dilakukan Kenan terhadap Mayra.
"Kenan?,"pekik Erick terkejut.
__ADS_1
" Jangan sampai vidio ini tersebar luas dan yang paling penting jangan sampai Gabby melihat ini!," ucap Erick sembari bergegas pergi, yang membuat teman temannya bingung melongo.
Bersambung