
🕊Happy Reading🕊
Erick sangat senang karena ia diterima oleh Gabby sebagai pacar dan untuk merayakan hal itu ia pun mengundang teman teman gengnya untuk berparty nanti malam.
Sore harinya Erick masih sempat jalan barang Gabby di taman seperti biasanya.
" Em...By, aku boleh tahu nama lengkap kamugak sih?," ucap Erick sembari menggemgam tangan Gabby.
" Hem baru sekarang kepikiran nanya nama, jadi kemaren kemaren kemana aja," ucap Gabby balik bertanya.
" Hehe tapi serius loh aku gak tahu sebelumnya kan kita kenalannya aneh, sekarang aku pengen tahu semua tentang kamu buat persiapan akad entar." jawab Erick kemudian mengendikkan dagunya.
" Persiapan? hum...hah," lirih Gabby seraya menghela nafasnya panjang.
" Gabby mauren namanya," lanjut Gabby.
" Wah nama kamu keren kek nama bule gitu," ucap Erick bersemangat namun sepertinya Gabby salah mengartikan ucapan Erick yang baginya malah seperti ledekan.
" Kamu ledek aku ya?," tanya Gabby memanyunkan bibirnya.Erick segera mencubit pipi Gabby gemas.
" Bukan begitu cantik,tapi memang benar nama kamu itu keren." lanjut Erick kemudian menyandarkan Gabby di bahunya.
" Emang nama kamu lengkapnya siapa?," tanya Gabby mendingak menatap Erick.
" Putra alaskar erick, aneh kan?," ucap Erick kemudian mengendikkan bahunya.
" Bukan aneh itu sih, unik! perpaduan indo dan bule, keren sih mama papa kamu kasih nama." ucap Gabby nampak bersemangat.
" Lagian...apalah arti sebuah nama, yang penting hatinya baik iya kan?," ucap Gabby seraya menyandarkan kepalanya di bahu Erick.Karena kagum Erick akhirnya mengelus rambut sang kekasih.
****
Malam harinya setelah mengantar Gabby pulang, Erick langsung tancap gas ke tempat tujuannya yaitu klub tempat biasa ia dan teman temannya berparty ria menghilangkan stress di luaran sana.
Sampai disana ia sudah disambut oleh teman teman gengnya."Kok gak bawa Gabby sih bro?," tanya Aldo setelah mereka ber tos.
" Iya nih, gak serulah gak ada dia, kan lu jadiannya bareng dia," celetuk Kenan menimpali.
" Ah berisik lu pada, gua gak mungkinlah bawa Gabby kesini yang ada ilfil dia tengok gua." ucap Erick kemudian duduk di counter.
" Noh iya noh, bagaimana sih lu pada?," ucap Reza membela Erick.
" Terus sebenarnya cewek itu maunya ape dah?, jalan jalan, shopping shopping ngabisin duit doang," celetuk Arin yang baru muncul dengan segelas wine di tangannya.
" Lah dia yang cewek nanya kita bro hahaha," ucap Kenan meledek Arin.
" Ah berisik lu pada, yang jelas cewek cewek itu gak suka sama cowok yang kelakuannya kek t41k," celetuk Alfin sembari menyambar winenya.
" Yang kek mana tuh yang kek t41k? yang lemah lembut,gemulai gemulai kek bonci kagak?," ucap Reza kemudian membuat mereka semua tertawa ngakak.
" Intinya, gua gak mau Gabby tahu bagaimana gua dibelakang dia," ucap Erick kemudian.
Setelah percakapan itu mereka pun berparty ria meneguk wine masing masing sampai batas kesadaran mereka menghilang.
" I love you dek Cantika!," ucap Arin disela sela antara sadar dan tidaknya dia.
" Syaraf nih bocah sampe mabuk pun masih ingat nama mantan dia," celetuk Aldo kemudian membantu Arin berdiri dan memapahnya ke mobil.
" Ish nyusahin bangat nih cewek satu," kesal Aldo merungut sembari mendudukkan Arin di dalam mobil.
Karena cuma Erick dan Aldo yang masih lumayan sadar membuat mereka harus memapah teman teman mereka yang lain.
__ADS_1
" Yakin lu yang nyetir Rick?," tanya Aldo saat mereka hendak berangkat dan Erick mengangguki hal itu.
****
Brakhh
" Lu nabrak apaan Rick?," panik Aldo seketika, ia pun keluar dari mobil dan segera memeriksa apa yang telah Erick tabrak.
" Astaga...! Rick lu nabrak orang Rick," ucap Aldo seraya memeriksa nadi orang tersebut.
" Erick gimana nih, orang yang lu tabrak kayaknya udah mati," ucap Aldo nampak gemetaran.Erick perlahan turun dari mobil dan menyugar rambutnya frustasi.
" Gua harus gimana Al? gua harus apa?," ucap Erick terlihat panik.
" Lu pada ngapain sih?,"ucap Kenan yang tersadar gegara mobil yang berhenti tiba tiba.
" Astaga! lu...," lanjutnya menuduh Erick.Sementara Erick dan Aldo masih dilanda rasa frustasi.Tiba tiba Kenan memberikan sebuah ide.
" Kita buang aja mayitnya," ucap Kenan yang membuat Erick melototinya.
" Daripada lu di penjara iya kan?, udah buru ayok jangan banyak mikir lagi." lanjut Kenan kemudian menyeret tubuh orang yang baru saja tertabrak itu, Kenan membawanya ke bagasi kemudian menutup bagasi dengan rapat.
" Ayok kita gak punya banyak waktu!," ucap Kenan menarik tangan Erick dan Aldo dan membawa mereka masuk kedalam mobil dan kali ini Kenan yang menyupiri mereka.
Tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan mereka sedari tadi.
" Kayaknya tempat ini cocok," ucap Kenan memberhentikan mobilnya saat mereka tiba disebuah jalanan sepi yang kiri kanannya adalah jurang yang sangat curam.
" Al bantuin gua nih," teriak Kenan saat membopong tubuh orang yang Erick tabrak tadi.Tanpa ada rasa iba sedikitpun Kenan melemparkan tubuh orang itu kedasar jurang.Sementara Aldo kini terlihat pucat tak karuan.
Erick yang masih belum percaya masih diam didalam mobil, ia masih khawatir apa yang akan terjadi kedepannya.
"Santai bro, udah lenyap gak akan ada yang tahu soal ini," ucap Kenan menyemangati Erick saat mereka kembali melanjutkan perjalanan.
****
" Kenapa By, dari tadi aku perhatikan kayaknya kamu lagi ada masalah," ucap Erick melihat tingkah Gabby yang sedari tadi mondar mandir.
" Rick, aku khawatir sama papa, papa udah 3 hari gak pulang pulang, biasanya papa selalu kabari aku kalau lagi ada urusan tapi...ini saat ku telpon pun gak ada balasan.Aku khawatir papa kenapa napa." ucap Gabby mengadu kekhawatirannya pada kekasihnya itu.
Erick pun memeluk Gabby, " Kamu tenang ya, papa kamu pasti gak papa kok.Mungkin lagi banyak urusan aja," ucap Erick menenangkan Gabby.
" Tapi ini udah lain dari biasanya Rick, aku takut kalau papa kenapa napa." ucap Gabby terlihat sedih.Lagi dan lagi Erick memeluknya dan menenangkannya.
Dring dring
Panggilan telpon tersebut akhirnya membuat Gabby melepaskan pelukan Erick darinya dan ia pun menjauh dari Erick.
" Iya pak Andi, ada apa?," tanya Gabby pada Bodyguard papanya.
" Non kesini sekarang!, polisi menemukan jasad yang sangat mirip dengan tuan Marvel," ucap Pak Andi di sebrang telepon yang membuat Gabby menangis seketika.
" Dimana pak?,"
" Di xxxx segera kesini non," lanjut Pak Andi sebelum menutup panggilan tersebut.
" Sayang kamu kenapa nangis?," tanya Erick seraya memeluk Gabby.
" Papa.." lirih Gabby.
****
__ADS_1
Erick pucat pasi seketika melihat tempat sekelilingnya, tempat yang sama dengan pembuangan jenaj4h orang yang dia tabrak waktu itu.
Sementara Gabby menangis histeris melihat kondisi sang papa yang sudah tidak berny4wa dengan wajah dantubuh penuh luka.
Pak Andi segera memeluk Gabby, menenangkan Gabby, gadis yang sudah ia anggap seperti putrinya itu.
" Sudah non,sudah.Iklaskan tuan Marvel biar beliau tenang disana." ucap Pak Andi menepuk nepuk pundak Gabby.
" Papa pak,papa...," lirih Gabby menuduh jasad sang papa.
Sementara Erick kini memengangi keningnya yang kian berdenyut, ia tidak pernah mengira jika kenyataannya dia lah orang yang sudah memb* n* h ayahnya Gabby, orang yang ia sayangi saat ini.
Suara sirine mobil polisi dan ambulans yang ersahut sahutan semakin membuat suasana menjadi seram dan penuh rasa kewas wasan bagi orang yang mendengarnya.Begitu juga dengan Erick yang sudah tidak kuat mendengarnya alhasil ia segera berlalu dan pergi mengemudikan mobilnya membiarkan Gabby tetap berada disana.
Gabby masih histeris terus menerus mengadu pada Pak Andi yang sudah seperti paman baginya itu.
Seterusnya tim medis membawa jenaj4h Pak Marvek kekediamannya dengan ambulans digiring oleh mobil polisi.
****
Gabby memeluk Bima kecil yang masih Smp saat ini, mereka berdua terus menangisi kepergian sang papa untuk selamanya.
"Kenapa papa begitu cepat pergi pa, bukannya papa yang bilang akan jagain Gabby dan Bima sampai kami bahagia." ucap Gabby seraya menaburkan bunga mawar diatas makam sang papa.
Pak Andi pun memeluk keduanya." Iklaskan papa kalian ya nak, biar beliau bisa tenang, dan Bapak janji akan menjaga kalian berdua,"
****
3 hari setelah pemakaman ayah Gabby, Erick datang bertamu kerumah Gabby.
" Em saya pacarnya Gabby, bolehkan saya ketemu dia." ucap Erick saat Mayra menanyakan siapakah dia.
" Oh gitu, boleh sih boleh, Gabby diatas, dikamarnya.Kamar pertama ya." ucap Mayra mempersilahkan kemudian ia pun pergi ke kamarnya kembali mengerjakan tugasnya.
" Em kek pernah lihat tuh orang, tapi dimana ya?," tanya Mayra pada dirinya sendiri.Kemudian ia mengendikkan bahunya." Mirip aja kali ya." lanjutnya kemudian.
Erick mengetok pintu kamar yang dimaksud tadi." Masuk aja sih May," ucap Gabby terdengar sedang kesal.Erick pun membuka pintu dan masuk kedalam kamar tersebut dan betapa terkejutnya Gabby melihat siapa yang datang.
" Kamu ngapain kesini?," ucap Gabby ketus menjauhkan pandangannya dari Erick.
" By aku minta maaf, tapi aku bisa jelasin semuanya," ucap Erick meraih tangan Gabby.
" Iya, aku tahu kamu takut ketinggian tapi setelah itu kamu kemana hum? kamu tahu keadaan aku tapi kamu tega ninggalin aku," ucap Gabby seraya melepaskan tangan Erick darinya.
" Maafin aku By, aku ...aku..," ucap Erick terbata tak mungkin rasanya ia harus jujur jikaia tak mampu melihat kesedihan Gabby oleh ulahnya.
" Harusnya aku sadar sih aku siapa? dan kamu siapa?.Setelah ini aku harap jangan temui aku lagi!," ucap Gabby kemudian berdiri membukakan pintu sebagai tanda menyuruh Erick keluar dari kamarnya.
Erick menghela nafasnya dalam dalam." Oke, aku pergi, aku tahu kamu lagi butuh waktu sendiri, sekali lagi aku kinta maaf ya," ucap Erick kemudian mencium pucuk kepala Gabby sebelum ia pergi dari sana.
Air mata Gabby luruh saat kenyataan hatinya mengatakan cinta dan sayang pada Erick, sedang seharusnya Gabby membenci Erick karena Erick lah yang sudah menghilangkan nyaw4 sahabat sekaligus sepupunya Nisya.
Sementara Erick kini juga dilanda rasa frustasi yang kian membuncah ia bingung harus dengan cara apa dia mengatakan yang sebenarnya pada Gabby jika dirinyalah penyebab kemat14n sang papa.
Sedang saat ini Erick benar adanya tulus mencintai dan menyayangi Gabby.
Bersambung
Jangan lupa like dan komen nya juga votenya ya gys.
Masukkan ke faforit biar gak ketinggalan ceritanya.
__ADS_1
makasih banyak ya😘😘