
🕊Happy Reading🕊
Setelah kejadian kemaren Gabby enggan untuk menemui Erick meski kata hatinya dia sangat merindukan pujaan hatinya itu.
Pagi ini, Gabby kembali bekerja di toko seperti biasa namun sepertinya semangatnya benar benar menghilang bahkan saat melayani konsumen saja ia hanya respon secara acuh tak acuh.
" Gabby, kamu ini niat bekerja apa tidak?," omel pemilik toko.
" Maaf kak Liu tapi...," ucap Gabby sendu seraya menundukkan pandangannya.
" Saya mengerti kamu baru kemalangan tapi tolonglah yang propesional kalau bekerja, kalau tidak kamu resign saja." ucap Liu menggelengkan kepalanya kesal kemudian ia pun pergi meninggalkan Gabby disana.
Entah apa yang Gabby pikirkan saat ini, tapi ia benar benar tidak ada rasa semangat hidup lagi.Ia pun menyusun barang barangnya tanpa komplen sedikitpun.Lelaki berdarah china dengan tubuh gempalnya itu menghampiri Gabby.
" Hah...saya benar benar kecewa sama kamu Gabby, saya bilang resign kamu langsung angkut barang, ini bukan Gabby yang ku kenal.Ada apa? cerita sama kakak," ucap Liu menghentikan pergerakan Gabby.Gabby pun kemudian duduk dikursi depan Liu yang diskat oleh meja.
" Kak Liu aku kehilangan papa dan aku juga kehilangan Erick." ucap Gabby memulai pembicaraan.
"Saya mengerti Gabby, tapi kamu harus bangkit,kamu harus kuat,papa kamu tidak mau melihat kamu seperti ini loh," ucap Liu kemudian ia pergi mengambil ice cream dari kulkas.
" Ini makan dulu," ucap Liu memberikan ice cream tersebut pada Gabby dan spontan Gabby mengkerut kan keningnya heran seraya menerimanya.
" Apa hubungannya dengan ice cream?,"tanya Gabby menatapi heran kearah Liu.
" Makan dulu," ucap Liu lagi tanpa menjawab pertanyaan Gabby.Meski tidak tahu ada maksud apa dibalik ini Gabby tetap menuruti ucapan Liu majikannya yang sudah seperti kakak baginya.
" Bahagia itu sederhana Gabby, sekarang kamu makan ice cream tanpa harus memikirkan cara untuk memilikinya kan? Belum tentu orang diluaran sana yang sudah kepengen makan tapi tak mampu beli," ucap Liu.
Perlahan Gabby pun tersenyum seraya memakan Ice cream nya.
" Kenapa kamu tersenyum?," tanya Liu ikut tersenyum.
"Aku sadar kak, bahagia itu sederhana,mengiklaskan orang yang kita sayang memang sangat sakit,berat rasanya tapi hasil dari iklas itu bisa kembali bahagia tanpa merugikan siapapun." ucap Gabby yang kemudian mendapatkan cubitan gemas di kedua pipinya dari Liu danhal itu berhasil membuat Gabby tertawa lagi.
Tapi tanpa ia sadari ada hati yang tengah tersayat disana,Erick memengangi dadanya yang perih melihat Gabby orang yang ia cintai tengah bercanda dengan lelaki lain.Akhirnya kekesalannya ia lampiaskan pada boneka beruang yang tadinya untuk Gabby tapi sekarang ia hempaskan boneka itu dan injak injak kemudian pergi dari sana dengan luka hati.
Siangnya, Erick mencoba untuk menghubungi Gabby.
" Halo, Gabby sepertinya lagi di kamar mandi, ini siapanya Gabby ya?," tanya Liu dibalik telepon yang semakin membuat Erick kesal pada Gabby.
" Tega kamu menghkianati aku By," lirihnya mengepalkan tinjunya.
****
Seminggu kemudian, komunikasi Gabby dan Erick masih sama bahkan lebih parah setelah Erick melihat Gabby dengan Liu hari itu.
" By, By, Gabby!," teriak Mayra heboh seraya berlari menaiki anak tangga menuju kamar Gabby.
" Ape sih lu, heboh sendiri kenapa?," ucap Gabby bertanya seraya mengambil cemilannya.
" Ada berita penting! penting bangat, tapi sebelumnya lu kudu kuat mental ya," ucap Mayra bergejolak seraya duduk bersila di depan Gabby.
" Berita apa emang?," tanya Gabby masih mengunyah cemilannya, Mayra segera meraih kotak cemilan itu dan menyimpannya di atas nakas, kemudian ia memberikan segelas air untuk Gabby, Gabby hanya menurut saja dan meminum air itu.
" Tarik nafas dulu yang panjang terus buang pelan pelan," ucap Mayra lagi yang semakin membuat detak jantung Gabby berdegup kencang sangking penasarannya.
__ADS_1
"Hum..... hah, kenapa?," ucap Gabby menghela nafasnya panjang.
Mayra memperlihatkan sebuah photo di ponselnya." Mereka yang udah memb* n* h papa kamu By," ucap Mayra sembari menggemgam tangan Gabby.
Gabby memperhatikan semua photo photo itu dengan teliti.
" Erick," lirihnya.
" Hah, Erick? pacar kamu itu? apa iya?," ucap Mayra meraih hp nya dari tangan Gabby dan kembali memperhatikan photo photo itu.
Sementara Gabby kini mengambil kunci mobilnya dan ponselnya diatas nakas.
" Lu mau kemana By?," tanya Mayra menarik tangan Gabby.
" Nyamperin dia lah, mau gua kasih perhitungan sama dia," ucap Gabby serasa terbakar api.
" Jsngangegabab By, mereka itu berbahaya bisa bisa ntar lu yang jadi korban," peringat Mayra kemudian membawa Gabby duduk diranjang.
" By, lu boleh punya dendam tapi bukan bersrti lu harus menyelesaikannya dengan hal yang sama juga," lanjut Mayra mengingatkan.
" Gua udah lama benci sama Erick, may.Lu tahu siapa yang menghabisi Nisya ya Erick orangnya." tutur Gabby menjelaskan.
" Jadi...maksud lu, lu pacari dia buat balas dendam?," tanya Mayra menatap Gabby.
" Ya iyalah May, gak mungkin juga kan gua suka sama cowok begituan, sekarang kebencian gua semakin menjadi dasar memang cowok kurang asam, si4lan!," ucap Gabby membara bara api kemaharan.
" Lanjutkan cara ini, tapi ingat By dia musih kamu jangan pernah jatuh cinta sama dia," ucap Mayra kemudian memeluk Gabby.
****
Erick memperlambat langkahnya begitu tahu jika tamunya adalah Gabby.Erick menghela nafasnya panjang sebelum duduk di depan Gabby.
" Ngapain kamu kesini?," tanya Erick datar tanpa menatap bahkan tak menoleh pada Gabby sedikitpun.
Gabby berdiri dan berpindah duduk disamping Erick, ia menggemgam tangan Erick." Rick maafin aku, benar aku egois aku hanya memikirkan kemauan ku saja maaf, aku...," ucapan Gabby terhenti saat Erick tertawa kecil.
" Ish kamu ngerjain aku ya," ucap Gabby seraya memanyunkan bibirnya dan melipat tangannya diatas perut.
Erick segera memeluk tubuh mungil kekasihnya itu." Aku kangen bangat sama kamu," ucap Erick kemudian melepaskan pelukannya.
" Abisnya kamu juga sih, kalau aku gak diemin pasti kamu masih ngambek sampe sekarang, ya udahlah maunya kamu kan aku cuek kek gini,kesal kesal gitu juga tetap kangen aku kan?," ucap Erick dengan kepedean tinggi dan kembali memeluk sang kekasih.
" Em aku kira kamu benaran marah sama aku tahu," ucap Gabby mendongak menatap wajah pacarnya itu.Erick tiba tiba mencium bibirnya sekilas yang membuat Gabby risih dan melepaskan tangan Erick darinya.
" Kenapa? hum? kamu pacar aku kan? bukannya sah sah saja kita ciuman ya?," ucap Erick menanyai Gabby yang kini seakan menghindari Erick.
" Pacaran sih pacaran tapi gak gitu juga hihi...," ucap Gabby menampakkan gigi putihnya sebab ketawa yang dia biat buat.
Erick tersenyum dengan tingkah Gabby yang menurutnya sangat lucu itu,kemudian ia sengaja berbaring dan menjadikan pa ha Gabby sebagai bantal.
"Kenapa Rick?," ucap Gabby membuat Erick mengkerut kan keningnya heran sebab ia belum mengatakan apa apa.
" Ya kenapa? kamu ingin cerita kan?," lanjut Gabby bertanya, spontan tangannya kini mengelus rambut Erick.
" Aku belum ngomong aja, kamu udah tahu aja, segitunya ternyata ikatan hati kita," ucap Erick sembari mengelus pipi Gabby, namun dengan cepat Gabby menepisnya.
__ADS_1
" Rick, aku mau pulang," ucap Gabby tiba tiba seraya menaruh bantal dibawah kepala Erick dan ia pun segera berdiri.
"Ada apa By, kok tiba tiba gitu?," tanya Erick saat sudah memeluk Gabby dari belakang.Namun Gabby tak menjawab sampai Erick kembali bertanya.
" Sayang...?," ucap Erick membalikkan badan Gabby menghadapnya.
"Maaf Rick, aku gak nyaman kalau kamu kek gini,"jujur Gabby yang justru dapat ledekan tawa dari Erick.
" Ayolah By, kita bukan anak SMA lagi," ucap Erick yang semakin membuat Gabby ingin cepat cepat pergi dari sana.
" Erick dengar, aku bukan tipe cewek seperti itu, jangan mentang mentang ini rumah kamu, kamu bisa semena mena sama aku,pacaran pacaran aja tapi gak mesti semua keinginan kamu bisa aku turuti apalagi kebutuhan seperti itu, gak ada *3** sebelum pernikahan itu perinsip aku Rick," ucap Gabby panjang lebar yang kemudian diangguki oleh Erick.
" Maaf, aku gak bermaksud," ucap Erick kemudian memeluk Gabby dari belakang.
" Hem, gak bermaksud katamu? jujur aja deh," kesal Gabby melepaskan tangan Erick darinya namun Erick semakin mempererat pelukannya.
" Udah diam!, aku cuma mau ngecas baterai ku sebentar," ucap Erick menyandarkan kepalanya di bahu Gabby.
" Hah?," ucap Gabby telat kaget.
" Aku kangen Gabby...," ucap Erick lirih.
*****
Gabby membantu Erick menyiapkan makanan malam ini." By, kita nikah aja kenapa sih?," ucap Erick saat ia baru saja memeluk Gabby dari belakang.Tentu saja kaget tapi Gabby mencoba untuk terlihat releks saja.Ia pun membalikkan badannya.
" Rick, bukannya aku gak mau nikah sama kamu, tapi aku masih punya adik yang harus kuurus sampai dia berumah tangga nantinya, kamu kan tahu aku yatim piatu sekarang." ucap Gabby membuat alasan untuk menolak pinangan Erick.
" Bukankah berdua itu lebih baik daripada sendiri? aku juga punya adik kok By, cewek malah lebih rumit ceritanya daripada adik cowok, ya seperti kamu ini harus menjaga dia sampai dia nikah nanti baru deh bisa lepas dari dia," ucap Erick menjelaskan tapi ia tidak sadar dengan siapa dia berbicara kini.
" Oh...adek kamu cewek ya?" tanya Gabby yang diangguki oleh Erick.
" Jadi kenapa tadi kamu niat macam macam sama aku? lupa kalau karma itu berlaku? terus aku tanya kamu, kalau adik kamu di apa apain sama coeok gimana perasaan kamu?," tanya Gabby panjang lebar tanpa membiarkan Erick menjawab satu persatu.
" Dasar cowok mesyum, gak mikirin gimana akhirnya?," ucap Gabby menyimpulkan sebelum Erick menjawab semua pertanyaannya tadi.
Terakhir Erick mendaratkan ciuman dibibir Gabby yang membuat Gabby membulatkan matanya sempurna.
Gabby pun mendorong Erick darinya dan segera mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.Ia juga menatap nanar kesal pada Erick.
" Abisnya kamu ngomel mulu sih," jawab Erick santai tanpa dosa.
" Ingat Rick, karma itu berlaku!, adek kamu cewek loh!," ucap Gabby kesal seraya melangkah pergi meninggalkan Erick.
" Kok berasa kek sumpah ya?," tanya Erick pada dirinya sendiri kemudian ia pun pergi mengejar Gabby.
" Sayang...," panggil Erick setelah sampai di luar.
" Aku mau pulang," ucap Gabby ketus seraya menstater mobilnya.
Bersambung
Jangan lupa like dan komen nya juga votenya ya gys.
Masukkan ke faforit biar gak ketinggalan ceritanya.
__ADS_1
Makasih banyak