Berawal Dari DENDAM ( Antara Cinta Dan Benci)

Berawal Dari DENDAM ( Antara Cinta Dan Benci)
Bab 13.Berawal dari dendam


__ADS_3

🕊Happy Reading 🕊


" Makasih ya," ucap Gabby saat ia sudah berada di depan rumahnya, ia pun membuka pagar rumahnya itu.


" By," panggil Erick yang membuat Gabby menoleh padanya,Erick pun tersenyum dan dibalas senyuman pula oleh Gabby.


Terasa canggung diantara mereka karena mereka baru saja saling terbuka akan kejujuran hati,tapi tak bisa dipungkiri Gabby tetaplah Gabby yang mencintai Erick apa adanya meski dia sudah tahu betapa jahatnya Erick,namun cintanya tak bisa ia padamkan begitu saja.


***


Gabby terkejut kala ia mendapati Erick berada di tempat kerjanya,tapi tak bisa dipungkiri,ia terus tersenyum senang saat Erick memberikannya setangkai bunga mawar.


" Suka?," tanya Erick yang hanya diangguki oleh Gabby,ia juga menciumi bunga mawar tersebut.


" Aku ingin ngajak kamu kesuatu tempat bisa?," tanya Erick kemudian,sembari menimang nimang kunci mobilnya.


" Em,maaf Rick,aku lagi kerja,emang kamu pengangguran," ledek Gabby tertawa sembari mendorong perut Erick sedikit yang membuat Erick ikut tertawa bersamanya.


" Ya udah,karena aku pengangguran,aku boleh lamar kerja disini gak?," tanya Erick tapi justru membuat Gabby tertawa karena tidak menpercayai ucapan Erick.


" Aku serius,persaratannya apa aja?," tanya Erick sembari menggemgam tangan Gabby agar Gabby menanggapi serius ucapannya.


" Tapi aku gak yakin," ucap Gabby, Erick kemudian perlahan menjauh darinya dan mengendikkan bahunya sembari memperhatikan toko paksian tersebut.


" By,yang ini nanti kamu pasangin manekin aja," ucap Liu yang baru saja muncul dengan baju cewek ditangannya,Gabby pun segera menerimanya.Liu baru terdadar akan kehadiran Erick saat ia akan pergi kembali kedalam toko.


" Maaf, ada yang bisa saya bantu," tanya Liu menghampiri Erick,Erick pun menoleh.


" Saya mau kerja disini boleh?," tanya balik Erick serius.


" Gak kak,dia cuma bercanda," jawab Gabby segera.


" Aku serius Gabby,siapa yang bilang bercanda," ucap Erick serius." Gimana?," tanya Erick kembali.


Liu nampak berpikir sejenak lalu menyetujui hal itu." Besok bawa ktp mu ya," ucap Liu sebelum akhirnya ia pergi dari sana.


" Kamu gila ya,buat apa kamu kerja beginian?," tanya Gabby tak percaya.


" Demi Gabby,apa sih yang enggak," jawab Erick seadanya lalu menarik pinggang Gabby dan membawa Gabby dalam pelukannya.Erick juga mencium bibir Gabby sekilas yang mendapat cubitan diperutnya dari Gabby.

__ADS_1


" Sembarangan," ucap Gabby kemudian tertawa dan pergi melaksanakan pekerjaannya.


***


" Tunggu bentar ya,aku mandi dulu," ucap Gabby seraya turun dari mobil Erick.Erick kembali menarik tangan Gabby dan segera mencium bibir Gabby sekilas.


" Ish Erick,bentar bentar cium,cium,cium, cium mulu," kesal Gabby mengusap bibirnya namun justru membuat Erick tertawa. Ia pun masuk kedalam rumahnya.


Begitu ia masuk kedalam kamarnya,ia segera melepas baju dan celana jeansnya dan segera pergi ke kamar mandi.Ia pun langsung berendam mempresskan kembali tubuh dan otaknya.


Hampir sejsm lebih Erick menunggu,namun Gabby tak juga keluar dari rumah membuat Erick kesal sendiri.


" Dia ngapain sih?,masa mandi bisa selama ini sih?," kesal Erick bertanya tanya sembari keluar dari mobilnya dan ia pun segera masuk kedalam rumah Gabby.Tanpa menunggu lama,ia segera masuk ke kamar Gabby dan ia tak mendapati Gabby disana.


" Gabby, By...," panggilnya sembari mengetuk pintu kamar mandi.


" Ish, kok kamu masuk sih,kan aku bilang tunggu diluar," jawab Gabby dari kamar mandi.


" Aku udah capek nunggunya,buruan, lama bangat mandinya," kesal Erick.


" Ya udah ya udah, bentar," jawab Gabby lagi.


" Kenapa sih?,kesal gitu mukanya?," tanya Gabby seraya mengulas senyum.


" Kelamaan nunggu kamu By,acara bisa selesai nanti,"


" Acara?," tanya Gabby dan diangguki oleh Erick dan Erick segera mendorong punggung Gabby ke kamar mandi agar segera memakai pakaiannya.


***


" Mandi kok bisa lama gitu sih By?," tanya Erick saat mereka tengah di perjalanan menuju rumah Erick.


" Iya, karena bagi aku mandi itu kek ngembalikan semangat yang hilang setelah capek bekerja seharian,iya kan?," jawab Gabby tanpa merasa bersalah sedikitpun.


" Kalau sempat waktunya lagi mepet gimana dong?,"


" Em, gak tahu," ucap Gabby mengendikkan bahunya.


Akhirnya percakapan itu berakhir saat mobil Erick terparkir sempurna di depan rumah Erick.Mereka pun segera masuk kedalam rumah.

__ADS_1


" Nah gantian,tungguin aku mandi," ucap Erick sembari mengambil handuknya.


" Eits tunggu dulu,berkas kamu dimana biar gak bosan nungguin kamu," jawab Gabby menghadang Erick.


" Cari aja di lemari tuh," ucap Erick sembari pergi ke kamar mandi.


" Yah, Erick, itu lemari pakaian, gimana nyarinya," rungut Gabby kesal.Tapi tsk ayal ia menghampiri lemari itu dan mencari berkas berkas Erick.


" Disini kali ya,biasanya berkas berkas kan tempatnya dilaci ya," ucap Gabby seraya membuka laci tersebut dan...


" Ups,salah tempat,cd semua ternyata hihi," ucap Gabby setelah melihat pakaian dalam itu,ia pun segera menutup laci dan membuka laci satunya lagi.


" Oh, disini rupanya," ucap Gabby setelah menemukan berkas Erick,ia pun membawanya ke tempat tidur dan mencari ktp Erick.


" Hihi, lucu sih lucu,nama mamanya Erick Kasih,adeknya Rindu, kok namanya bukan cinta atau sayang ya biar pas gitu hihi," ucap Gabby membaca data data Erick pada kartu keluarga dan tak lama setelahnya, ia menemukan kartu tanda penduduk milik Erick.


" Putra alaskar erick...," lirihnya kemudian tersenyum dan mengelus photo di ktp itu.


" Ketemu?,"


" Astaga!," ucap Gabby gelagapan karena terkejut dengan suara Erick yang tiba tiba muncul.


" Iiii kamu tuh ya," kesal Gabby seraya mencubit perut sixpax Erick,demi menghindari cubitan maut dari Gabby akhirnya Erick terjatuh diranjang bersama dengan Gabby yang menindihnya.


Tatapan mata pun terjadi cukup lama diantara keduanya,hingga kemudian Gabby berdiri dan segera keluar dari kamar Erick sementara Erick tersenyum dibuatnya.


***


" Mat ultah ya," ucap Erick sembari memeluk dan mencium pipi Arin bestienya.


" Kamu Arin?," tanya Gabby tak percaya dengan apa yang ia lihat, bila biasanya Arin seperti laki laki kali ini ia begitu cantik dan anggun memakai gaun berwarna putih dan rambut panjang yang dibiarkan tergerai.


Arin pun tersenyum dan memeluk Gabby." Gini gini gua masih ori cewek, jadi gak ada salahnya kan?,hihi sebenarnya sih mama gua yang maksa gua pake baju ginian." jawab Arin saat pelukan itu berakhir.


" Sumpah,lu cantik bangat Rin, gua sampe pangling tadi,hampir hampir gak kenal loh," ucap Gabby kemudian tertawa yang diikuti oleh Erick dan Arin.


" Tapi gua gak suka kek gini, gua lebih suka tomboy," ucap Arin lagi yang hanya diiyakan oleh Gabby.


" Cius?,demi apa?,gini cantiknya loh kamu...masa iya lebih suka tomboy."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2