Berawal Dari DENDAM ( Antara Cinta Dan Benci)

Berawal Dari DENDAM ( Antara Cinta Dan Benci)
bab.08


__ADS_3

🕊Happy Reading🕊


PERHATIAN!!!! BUKAN UNTUK DITIRU!!!!!!


" Tolong!, tolong!," teriak Mayra meringis kesakitan.


" Teriaklah sekencang kencangnya nona manis, gak bakal ada orang yang nolongin kamu sampai suara kamu habis sekalipun!," ucap Kenan menyerigai seraya menelus pelan pipi Mayra dengan ujung pis4u yang sangat sangat tajam bahkan sangking tajamnya ujung pis4u itu sudah melukai pipi gadis cantik itu.


Mayra terus meringis kesakitan, sudah cukup sakit baginya diikat dan disekap seperti ini di tambah lagi dengan luka luka dipipinya yang baru tergores perih, sangat perih rasanya dan semua itu seakan terucap dari deraian air matanya meski begitu Kenan tak merasa iba sedikitpun.


" Mayra," bisik Kenan pada telinga Mayra.


" Nama kamu Mayra kan? tidak susah bagiku untuk mencari informasi tentang dirimu May," lanjut Kenan sembari berjalan mengelilingi Mayra yang terikat di atas meja.


" Kamu seorang yatim sejak kecil kan? sedangkan mama kamu menikah lagi dan tak memperdulikan mu lagi, dan kamu tinggal bersama Gabby sekarang?," ucap Kenan memberikan pertanyaan pertanyaan yang semakin Membuat Mayra ketakutan.


" Tenang cantik, kamu akan ketemu papa kamu sebentar lagi,maka tidak akan ada lagi yang berani menyakitimu hum?," ucap Kenan tepat didekat telinga Mayra.


Dring dring.


" Ck mengganggu saja," ucap Kenan kesal saat ponselnya tiba tiba berdering.


" Bro, kapan lu datang katanya mau ketemu Gabby, ini Gabby di rumah gua sekarang," ucap Erick di sebrang sana.


" Ga..," baru saja Mayra ingin berteriak memanggil Gabby, Kenan sudah membungkam mulut Mayra dengan pedang taja4m yang mendarat tepat diatas bibirnya.Mayra semakin ketakutan tapi apa dayanya sekarang.


" Oke, gua kesana 10 menit lagi dah bro," jawab Kenan kemudian menutup panggilan telepon tersebut.Ia melemparkan p3d4ngnya kebawah dan menghampiri Mayra.


" Tadi kamu mau ngomong apa hah? mau ngadu kalau Gabby sedang tidak baik baik saja hum?," tanya Kenan sembari mengelus rambut Mayra.


" Jahat! pengecut! ps1k0p4t! pembun* h!" teriak Mayra melontarkan segala umpatan.Namun semua itu hanya membuat Kenan tertawa menyerigai.


" Ngomong ngomong kamu cantik juga, sayang kalau gak dipergunakan," lanjutnya menyerigai kemudian ia menatapi wajah Mayra dari dekat dan semakin dekat sehingga pada akhirnya ia mencium paksa bibir Mayra.


" Bibir ini jangan dipake buat ngatain orang lagi ya," ucap Kenan kembali mem4gut bibir Mayra.Mayra terus meronta ronta berusaha melepaskan diri.


Tapi apalah dayanya ia hanya seorang tawanan oleh Kenan manusia yang gak punya hati.


Kenan melepaskan kancing baju Mayra satu persatu yang semakin membuat Mayra menangis histeris" Jangan!," teriak Mayra namun tak diperdulikan oleh Kenan.


Dring dring


Kali ini ponsel Mayra yang berdering, Mayra menghela nafas seraya bersyukur atas panggilan telepon tersebut yang sudah menyelamatkan kesuciannya.


Kenan segera mengambil ponsel Mayra dari dalam tas Mayra, ia juga menjawab panggilan telepon tersebut.


" Halo May, lu ada waktu gak? entar malam kita dinner yuk, Erick pengen kita ngedate double gitu.Ntar kamu bareng Kenan teman Erick." ucap Gabby disebrang sana.


" Em...By, maaf gua gak bisa, gua masih ada tugas nih," jawab Mayra singkat kemudian Kenan menutup panggilan telepon tersebut.


" Hem, ternyata Erick dan Gabby sudah berniat menjodohkan kita," ucap Kenan berdecak kesal.


" Aku mohon, siapapun kamu tolong jangan menyiksa aku seperti ini, aku gak ada salah sama kamu," ucap Mayra lirih dalam tangisannya.


" Huh kamu tidak merasa bersalah atas ulah kamu membeberkan photo photo itu Gabby jadi tahu jika Erick yang sudah menabrak ayahnya Gabby." kesal Kenan menggeprak meja yang membuat Mayra terkejut.


" Maafkan aku dan tolong lepaskan aku, aku tidak kenal kamu aku gak ada urusan sama kamu," ucap Mayra mengiba mengharap belas kasihan dari Kenan.Namunkenyataan berbeda dari keinginan Mayra, Kenan justru tertawa atas pernyataan itu.


" Apa perlu kita kenalan dulu, Oke, namaku Kena alvaro syah putra tunggal dari gangster yang paling terkenal dikota ini, paham?," ucap Kenan mendekati Mayra.


" Aku sama sepertimu Mayra, aku juga tumbuh tanpa orang tua, mereka bercerai saat aku kecil dan membuangku ke panti asuhan hemk itu dulu, sekarang Kenan sudah menjadi penguasa di kota ini sama halnya dengan Erick." ucap Kenan memainkan ujung pis4unya.


" Nona cantik, pis4u ini sudah siap merenggut nyawamu, bagaimana boleh tidak dia mendarat di lehermu?," tanya Kenan yang membuat Mayra menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Ahk sayang sekali, padahal kamu cantik tapi kamu gagal membuatku ter 4ng sang, okelah aku punya cara lain untuk menyiksamu disini hem," ucap Kenan melangkahkan kakinya kearah jendela dan mengambil beberapa lilin.Kenan pun kemudian membariskan lilin itu disamping Mayra yang masih terikat.


Tak lupa Kenan juga menambahkan beberapa lilin yang berbentuk lampu diatas tubuh Mayra.Satu persatu Kenan pun menghidupkan api pada lilin lilin itu .


" Kamu tidak mau dengan pis4u kan? makanya aku mempersiapkan ini, indah bukan? romantis seperti yang kamu mau," ucap Kenan berbisik di telinga Mayra.Sedang Mayra hanya bisa menangis dan terus menangis saat tetesan lilin panas sudah mengenai tubuhnya.


" Selamat jalan nona Mayra Audrey yang cantik," ucap Kenan sembari mencium kening Mayra dan kemudian pergi meninggalkan Mayra sendirian disana dengan api api lilin yang mulai membakar tubuh Mayra.


****


Gabby terbangun dari tidurnya dan mengendarkan pandangannya.


" Udah bangun Yank?," tanya Erick sembari duduk di sisi ranjang.Gabby heran mengapa ada Erick sampai akhirnya ia teringat tadi ia sedang menunggui Erick mandi dan berakhir ketiduran di kamar Erick.


" Kok aku bisa tidur disini sih?," ucap Gabby seraya mengucek ngucek matanya, Erick pun membantunya merapihkan rambutnya dan menguncirnya.


" Gak papa, kamu aman kok bersamaku," ucap Erick mengelus rambut Gabby.


" Aman gimana? orang aku gak sadar loh, bisa bisanya aku tidur di kamar kamu kan aneh," celoteh Gabby .


"Hah.. mulai lagi," ucap Erick menghela nafasnya malas dan membaringkan tubuhnya disamping Gabby.


" Aku serius Erick,kamu kasih aku obat tidur ya?," tanya Gabby menatap serius pada Erick.Namun sepertinya Erick sudah terbiasa dengan sikap Gabby yang curigaan.Jadilah ia menanggapinya acuh tak acuh.


" Sekarang pertanyaannya kamu merasa gak kalau aku berbuat senonoh sama kamu?," ucap Erick meraih tangan Gabby dan menaruh tangan Gabby dipipinya.


" Ye mana ku tahu, orang aku tidur," celetuk Gabby kesal, tapi tak ayal dia memeriksa tubuhnya dari balik selimut.


" Perasaan tadi aku gak pake baju ini dah," ucap Gabby menatap kesal pada Erick.


"Eh nuduh sembarangan, tadi kan kamu sendiri yang ganti, katamu biar cepat nanti pas mau barang Kenan dan Mayra," ucap Erick menjelaskan.


" Apa iya?," ucap Gabby bertanya heran seraya memengangi keningnya berusaha mengingat ngingat kejadiannya.


" Gabby...," pekik Erick segera menggendong Gabby dan menidurkannya kembali di ranjangnya." Kamu kenapa sih By?," tanya Erick menatapi wajah Gabby, kemudian ia mengoleskan minyak telon pada hidung Gabby dan berhasil membuat Gabby terbangun.


" Rick serius deh kayaknya aku butuh istirahat, aku harus pulang sekarang," ucap Gabby masih memijit mijit keningnya.


" Ngapain harus pulang sih By, gak ada juga yang jagain kamu disana, disini aja biar aku bisa jagain kamu," ucap Erick meminta Gabby tetap duduk.


" Erick...kita bukan...," ucapan Gabby terhenti saat Erick segera memotong ucapannya.


" Makanya kita menikah By," ucap Erick seraya duduk di belakang Gabby dan memijit kepala Gabby.


" Erick kan aku udah bilang, aku belum siap untuk itu, masih banyak mimpi yang belum terselesaikan,lagian kamu kenapa sih setiap ada apa apa ujung ujungnya kamu bakal bilang menikah," ucap Gabby kesal seraya melepaskan tangan Erick darinya.


" Tujuan dari hubungan ini bukannya pernikahan ya By?," tanya Erick menatapi Gabby.


" Maaf Rick aku gak bisa," ucap Gabby seraya berdiri dan segera keluar dari kamar Erick, ia mempercepat langkahnya saat sudah menuruni anak tangga.


" Kenapa dengan pernikahan Gabby? kenapa?," tanya Erick menatapi Gabby dari jendela kamarnya.Gabby yang dibawah sana sekilas menatap Erick sebelum ia masuk kedalam mobilnya sedang Erick seakan pasrah membiarkan Gabby pergi.


Beriringan dengan keluarganya mobil Gabby keluar dari area rumah Erick, mobil Kenan masuk dan merasa heran dengan Gabby yang keluar sendirian.


" Rick...Erick," ucap Kenan seraya membuka pintu kamarnya Erick dan mendapati Erick sedang duduk dilantai bersandarkan ranjangnya.


" Lu kenapa Bro?," tanya Kenan sembari duduk disamping Erick.


" Gua mencintai tapi gua tak sempat memiliki, lu tahu sakitnya gimana kan?," ucap Erick kemudian mengambil obat obatan dari laci nakas.


" Cuma dia yang paling setia sama gua," ucap Erick seraya menatapi obat itu kemudian iapun menelan obat itu.


" He hemk Gabby Gabby...," ucap Erick mulai stres, melihat itu Kenan pun membawa Erick keranjangnya dan menyelimutinya.

__ADS_1


" Jika dia bisa berbuat gini sama lu, kenapa tidak dengan gua, jangan salahkan gua Rick jika gua membalaskan sakit yang lu rasakan ini," ucap Kenan kemudian meninggalkan Erick disana.


***


" Gays susun strategi, gua mau buat Gabby bertekuk lutut dihadapan Erick," ucap Kenan begitu ia sampai ditempat biasa mereka ngumpul.


" Gila lu bro, yang ada Erick bakalan hancurin lu kalau lu berani menyakiti Gabbynya, lu lupa siapa Gabby bagi Erick?," ucap Aldo mengingatkan.


" Lu diam, yang gak suka sama Gabby ikut gua, gua ada rencana," ucap Kenan segera melenggang dari sana.Reza dan Arin pun setia menjadi pengikutnya sementara Aldo dan Alfin lebih memilih tidak ikut ikutan.


" Busyet, si Reza ternyata diam diam menghanyutkan juga ya," ucap Alfin tak percaya.


" Kita harus tahu Erick soal ini," ucap Aldo menimpali.


****


Sementara disisi lain, terlihat tubuh seorang gadis sudah penuh dengan luka bakar, mungkin juga saat ini ia sudah tidak bernyawa lagi.


Gabby juga sampai dirumah, ia merasa khawatir saat ia tidak menemukan Mayra dimana mana bahkan saat ia menghubunginya Mayra tetap tidak ada kabar.Akhirnya Gabby meminta bantuan pada Pak Andi agar mencari informasi tentang keberadaan Mayra.


****


Sesaat sebelum tidur, Gabby teringat akan hal kemarin sebelum ia baikan dengan Erick." Apa Mayra sudah ditangan mereka?," ucap Gabby bertanya pada dirinya sendiri.Tanpa berlama lama lagi, malam itu juga Gabby pergi menemui Erick.


" Pak, Erick ada kan?," tanya Gabby begitu ia masuk kedalam rumah Erick yang disambut oleh satpam.


" Ada non, tapi Tuan Erick sepertinya sudah tidur," ucap satpam itu namun tak dihiraukan oleh Gabby, ia segera menaiki anak tangga untuk pergi kekamar Erick.


Gabby mengetuk ngetuk pintu kamar Erick berulang ulang namun hasilnya nihil, kemudia ia mencoba membuka pintu dengan membuka knop pintu dan...


" Bego, kenapa gak dari tadi sih," rungut Gabby kesal seraya masuk kedalam kamar itu dan benar saja ia mendapati Erick yang sudah terlelap.


Gabby menghela nafasnya panjang kemudian menghampiri Erick dan membangunkan Erick.


" Rick aku butuh kamu sekarang!," ucap Gabby seraya menepuk nepuk pipi Erick.


Erick yang merasa terganggu akhirnya kesal dan menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.Namun segera dibuka oleh Gabby lagi.


" Erick, Mayra hilang," ucap Gabby yang justru tak dipedulikan oleh Erick.


" Apa urusannya denganku?, saudaraku bukan, kamu orang yang penting juga bukan," ucap Erick enggan membuka matanya dan segera menutup wajahnya dengan bantal.


Gabby kesal bukan main atas jawaban santai tanpa dosa itu dari Erick, seakan Erick tidak terlibat apa pun.


" Erick, kalau kamu tidak membantuku mencari Mayra maka...," hampir saja, hampir saja Gabby meluapkan semua rahasianya.


" Maka....?," ucap Erick mengulangi ucapan Gabby.


" Pokoknya kamu harus cari Mayra, titik! karena kamu terlibat dalam hal ini Rick dan semua ini gara gara kamu!," ucap Gabby meluapkan emosinya.


" Hem, kalau aku gak sibuk," jawab Erick santai tanpa dosa kemudian menarik kembali selimutnya.


" Udah sana, jangan menganggu orang tidur," lanjut Erick kembali mencoba tidur.Gabby benar benar kesal dibuat sikap Erick yang begini sampai membuatnya mengepalkan tinjunya geram ingin menonjok wajah Erick.


Sementara Erick kini tersenyum dibalik selimutnya.


Bersambung


Jangan lupa like dan komen nya juga votenya ya gys


Masukkan ke faforit biar gak ketinggalan ceritanya.


makasih

__ADS_1


__ADS_2