Berawal Dari DENDAM ( Antara Cinta Dan Benci)

Berawal Dari DENDAM ( Antara Cinta Dan Benci)
Bab.09


__ADS_3

🕊Happy Reading🕊


Pagi pagi sekali Erick dibuat terkejut atas kehadiran Gabby di ruang keluarga rumahnya.Ia pun perlahan menuruni anak tangga dan menghampiri Gabby.


" Pagi cantik, udah disini aja? perasaan kemaren kamu yang nolak untuk tinggal disini?," ucap Erick kemudian ia melangkah kearah cermin besar disana dan memperhatikan wajahnya dipantulan cermin itu.


" Rick, kamu bisa serius gak sih, Mayra menghilang dan ini semua gara gara kamu, pokoknya kamu harus cari dia sampai ketemu!," ucap Gabby dengan nada ketus meluapkan emosinya.


" Hem,By ada jerawat di kening aku nih, pencetin..," ucap Erick manja sembari membaringkan tubuhnya di sofa itu dan menjadikan pa ha Gabby sebagai bantal.


" Iii...masih sempat sempatnya aja ngurusin muka, Mayra gimana?," kesal Gabby memanyunkan bibirnya.


" Hum...padahal tadi aku udah niat baik mau bantuin, tapi ya udahlah kalau gak mau bantuin aku juga," ucap Erick sembari duduk dan ditarik kembali oleh Gabby.


" Lembut sikit ngapa sih?," rungut Erick.


Mau tidak mau Gabby harus mencet jerawat yang Erick maksud, meski dengan beribu umpatan dia lontarkan dalam hatinya untuk Erick.


Sementara dalam hati Erick kini sedang tertawa terbahak bahak telah berhasil mengerjai Gabby.


" Senyumlah Yank, biar kelihatan imutnya," pinta Erick lagi mencubit gemas pipi Gabby.Dengan terpaksa Gabby pun tersenyum yang dibuat buat jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam ingin sekali ia menghajar Erick sekarang.


" Sst...pelan pelanlah By," ucap Erick meringis saat jerawat itu dipencet keras oleh Gabby.


" Dah tu, ayok cari Mayra," ucap Gabby seraya menyuruh Erick membetulkan posisinya.


" Aku belum mandi loh yank, belum sarapan masa iya cari Mayra dulu, kalau aku pingsan entar emang kamu bisa gendongin aku," ucap Erick kembali memancing emosi Gabby.


" Erick, yang benar aja dong, aku semalam tidur disini nungguin kamu, tapi kamu malah bersikap seperti ini," ucap Gabby kesal.


" Balik pertanyaan yang sama, aku nungguin kamu dari jaman SMP masa iya kamu gak mau nikah sama aku sampe sekarang," ucap Erick kali ini serius.


" Menunggu itu capek By, apalagi gak dihargai sama sekali, iya kan?," ucap Erick kemudian pergi meninggalkan Gabby sendiri.

__ADS_1


" SMP? dia yang SMP apa aku? perasaan aku gak seumuran dia, tapi kok bisa?," ucap Gabby bertanya tanya pada dirinya sendiri.


****


" Maaf Rick, aku gak tahu soal itu tapi tolong sekarang kita cari Mayra ya," ucap Gabby menghampiri Erick yang sedang menatapi jalanan dari jendela kamarnya.


Erick menatapnya sekilas lalu kemudian ia kembali mengambil obat obatan dari laci nakas.Gabby yang melihat itu meraih obat itu sebelum Erick menelannya kembali.


" Erick ini obat apa?," tanya Gabby menatap Erick dan obat itu bergantian.Erick ingin segera meraihnya kembali tapi Gabby menjauhkan dan dengan malas Erick kembali mencoba mendapatkannya tapi Gabby segera melemparkannya ke jendela alhasil obat itu jatuh ketanah dibawah sana.


Erick memijit kepalanya yang sudah semakin berdenyut, " Entah kenapa aku gak bisa marah sama kamu, aneh! dari banyaknya cewek didunia ini kenapa aku harus jatuh cinta sama kamu?," ucap Erick seraya menunjuk Gabby.


Gabby menundukkan pandangannya." Maaf Rick," lirih Gabby menangis yang kemudian mendapatkan pelukan Erick.


" Kamu kaget? kamu takut? maaf By," ucap Erick lirih kemudian meraih wajah Gabby, ia menyatukan keningnya dan kening Gabby.


" Aku capek By,aku capek tolong bawa aku dari dunia penuh tipuan ini," lirih Erick yang sudah berderai air mata.


" Aku tidak tahu apa apa tentang kamu Rick,yang aku tahu kamu hanya..," Gabby tak melanjutkan ucapannya dan hanya mempererat pelukannya.


" Tanpa kusadari hati ini enggan berpaling dari kamu Rick, harusnya aku membencimu tapi sampai saat ini aku masih mencintaimu," ucap Gabby membathin.


****


" Rick, Kenan ada rencana ingin menyingkirkan Gabby dari kehidupan lu Rick, sekarang ini dia, Arin dan Reza tengah mengatur stategi untuk itu," Aldo mengadukan hal yang sudah terjadi tadi.


" Makasih infonya bro," ucap Erick dan segera menutup panggilan telepon tersebut.


" Loh Gabby mana?," tanya Erick pada satpam saat ia tak menemui Gabby lagi dirumahnya.


" Katanya mau cari Mayra Tuan,"jawab satpam itu.


Erick pun segera bergegas menuju mobilnya dan segera menyalakan mesin mobilnya dan segera melenggang dari sana." Pak, cari Gabby sekarang! aku tidak mau dia kenapa napa." suruh Erick saat menelpon seseorang.

__ADS_1


***


"Gays...jika kalian menemukan orang ini tolong segera kabari aku ya," isi chat Gabby di grup whatsapp miliknya tak lupa ia juga menambahkan photo Mayra.


Gabby terus mengemudikan mobilnya menuju kampus tempat Mayra mengajar dengan harapan akan mendapatkan info tentang sahabatnya itu,tanpa sepengetahuannya seseorang kini tengah membuntutinya.


Gabby turun dari mobilnya dan mencari cari Mayra namun lagi lagi hasilnya nihil dengan bertekuk wajah Gabby keluar dari kampus tersebut dan ia pun segera masuk kembali kedalam mobilnya, ia segera menstster mobilnya kembali berbalik arah.


" Aaaa," teriak Gabby saat mobilnya hampir bertabrakan dengan sebuah mobil yang tiba tiba membelok kearahnya.


Gabby mengatur napasnya, setelah sempat shok oleh keadaan tadi dan entah darimana asalnya tiba tiba Erick membuka pintu mobil dan segera memeluk Gabby.Erick juga membawa Gabby keluar dari mobil, ia terus menggemgam tangan Gabby dan menghampiri mobil Kenan yang sudah menabrak pohon.


Dengan emosi yang meluap luap Erick membuka pintu mobil Kenan kasar.Ia pun menarik baju Kenan dan membawanya keluar dari mobil.


Bugh


Bogeman mentah Erick daratkan pada pipi Kenan." Berani lu niat jahat sama Gabby?," ucap Erick penuh emosi dan melayangkan kembali bogeman mentah itu, sehinga Kenan tak tinggal diam ia juga menonjok wajah Erick.


" Udah, udah!," lerai Gabby menengahi kemudian meraih tangan Erick." Aku baik baik saja Rick, oke." ucap Gabby berusaha menenangkan Erick.


" Gua paling benci kebohongan! pinter bangat lu Gabby nutupin dendammu pada Erick," kesal Kenan seraya mengelap darah diujung bibirnya.


" Gila sih gila, bisa bisanya lu hajar guakarena cewek pengkhianat kayak Gabby," ucap Kenan kembali membangkitkan emosi Erick.Erick pun mendorongnya dan kembali memberikan bogeman mentah dipipi Kenan.


" Gabby pengkhianat! pengkhianat Rick! sadar lu!," ucap Kenan meninggikan suaranya kemudian mereka kembali beradu otot dengan bogeman bogeman mentah.


" Mulai hari ini jangan anggap gua sahabat lu lagi!," ucap Erick kemudian.


" Suatu hari lu akan nyesal Rick!," sumpah Kenan menggelegar.


Bersambung


Jangan lupa like dan komen nya juga votenya ya gys.

__ADS_1


__ADS_2