Bereinkarnasi Menjadi Pangeran

Bereinkarnasi Menjadi Pangeran
Episode 1


__ADS_3

Normal Pov


"Huh akhirnya selesai juga" Ujar seorang remaja setelah menghajar habis habisan seorang preman yang ada di depannya.


Tak lama kemudian seorang wanita tua menghampiri mereka. Remaja yang melihat kedatangan wanita tua itupun tersenyum ramah.


"Woi preman, balikin tas nenek itu!" Perintahnya. Si preman yang sudah babak belur itu terpaksa menurut dan melemparkan tas nenek tersebut. sayang sekali tas itu justru menimpa kepala remaja yang niatnya ingin membantu itu.


Dan... tubuh remaja itupun ambruk ke tanah.


Di alam lain


"Hei lepaskan aku, aku belum mau mati! Apalagi hanya karena tertimpa tas wanita tua!"


Terlihat jiwa seorang remaja yang memberontak saat sedang digiring oleh 2 petugas neraka.


"Hei diamlah, pekerjaan kami masih banyak!" Ujar salah seorang petugas neraka yang memakai seragam neraka berwarna putih.


Singkat cerita jiwa remaja itu pun datang ke tempat hakim neraka untuk meminta reinkarnasi.


"Aku ini orang baik! Kenapa matinya cepat sekali? Dunia ini benar benar tidak adil" Gerutu si remaja sambil memonyongkan bibirnya. Sementara di belakangnya terlihat jiwa jiwa lain yang sedang mengantri menunggu reinkarnasi.


"Song nan, meninggal umur 15 tahun karena tertimpa tas wanita tua.." Sang hakim neraka menggantungkan ucapannya. Kemudian dia menyemburkan tawanya yang mengagetkan seluruh penghuni neraka.


"AKU SUDAH TAK TAHAN LAGI, MATI TERTIMPA TAS WANITA TUA?! BWAHAHAHAHA. BENAR BENAR KONYOL!"


Penghuni neraka yang mendengar ucapan hakim neraka itupun turut tertawa. Bahkan mereka yang sedang disiksa di neraka pun ikut tertawa, memeriahkan suasana.


"Konyol sekali.."


"Hahahaha aku sampai ingin berguling guling di tanah"


"Pfttt.. ngakak"


Sementara itu, si remaja yang diketahui bernama Song Nan itupun merona hebat karena malu. Ya gimana ga malu? orang diketawain seluruh penghuni neraka. Sampai sampai raja neraka aja sudah tertawa sampai terkencing kencing.


'ukh, memalukan' Isi suara hati Song Nan.


Saat semua sibuk tertawa dengan gaya masing masing, terlihat seorang petugas neraka yang berwajah cemas menghampiri hakim neraka.


Mereka berdua berbisik bisik begitu lama. Bahkan raut wajah hakim neraka pun berubah menjadi serius.


"Kesalahan system? bagaimana bisa?!" bisik sang hakim neraka yang didengar oleh Song Nan. Setelah itu hakim neraka memerintahkan semuanya untuk berhenti tertawa. Tidak terkecuali si raja neraka.


"Uhuk, Sekarang Song Nan kamu ikut saya dulu. Hitam, kamu jaga disini dulu"


"Baik, ketua"


Song Nan dan hakim itu pun pergi ke ruangan yang tertutup. Disana sudah terdapat raja neraka dan bawahannya yang lain.

__ADS_1


'*h*eh? raja nerakanya kok anak kecil si?'


"Yo, jadi ini anak muda yang mati tertimpa tas wanita tua? Hihihihi.." Ejek sang raja neraka. Song Nan yang mendengar itu hanya bisa menahan malu.


"Uhuk, itu.. ternyata dia mati karena kesalahan system. Harusnya dia hidup sampai berumur 80 tahun" Jelas hakim neraka. Semua yang mendengarpun terkejut. Tak terkecuali Song Nan.


"J... Jadi.. Harusnya aku masih hidup?!" Suara Song Nan mulai bergetar getar.


"KAU RAJA NERAKA S*ALAN. BAGAIMANA KAU AKAN MENJELASKAN INI SEMUA HAH?!" Ucap Song Nan dengan emosi, sambil mencengkram kerah baju raja neraka.


"Eh eh.. Uwah... turunkan aku, aku tak tau apapun" Elak raja neraka.


"JE LAS KAN!" Bentak Song Nan dengan tatapan maut andalannya. Raja neraka yang melihat tatapan itupun menjadi ciut nyalinya.


"Uh.. aku tak tau ini pertama kalinya terjadi. Huhuhu.. siapapun tolong aku dari orang ini" Jelas raja neraka, sambil menatap nanar para bawahannya yang berdiri di pojok ruangan.


"Lalu sekarang aku harus bagaimana? Aku belum mau mati! aku masih belum nikah lagi!" Song Nan mengguncang guncangkan tubuh raja neraka. Sampai raja neraka dapat melihat bintang bintang yang mengitari kepalanya.


"Uh.. Hakim neraka, kau yang jelaskan"


Setelah itu raja neraka pun pingsan dengan mulut berbusa. Ambulans neraka pun tiba dan menjemputnya untuk pergi ke rumah sakit khusus petugas neraka.


Setelah kepergian raja neraka, Song Nan menatap Hakim neraka dengan tatapan berapi api. Kemudian..


Plak.. Bruk.. Pletak.. Miao!


"Uhuhuhu..."


"Jadi, sekarang aku harus bagaimana?" Tanya Song Nan sambil menepuk nepuk pakaiannya.


"Baiklah, kau akan kubuat reinkarnasi sekarang. Puas?"


"Reinkarnasi jadi apa?" Tanya Song Nan lagi.


"Jadi pangeran, dan sana berangkatlah" Jawab Hakim neraka lalu mulai membaluti luka nya satu persatu.


"Hitam, putih. Antar dia ke bagian reinkarnasi"


"B.. Baik!"


Sesampainya dibagian reinkarnasi, Song Nan didorong untuk melompat ke bawah tebing yang sangat menyeramkan. Tak lama kemudian dia masuk ke tubuh seorang bayi yang sedang sekarat.


"Uh?"


"Eh? Pangeran kedua masih hidup! yang mulia pangeran kedua masih hidup!" Seorang pelayan terlihat berlari keluar ruangan yang ditempati oleh mereka berdua tadi.


'aku lahir kembali dalam wujud bayi?'


'Tunggu.. kenapa tempat ini seperti rumah di zaman kuno?'

__ADS_1


'GRR... BERANINYA MEREKA MENGERJAIKU. TUNGGULAH PEMBALASANKU HAKIM DAN RAJA NERAKA!'


-ditempat yang berbeda-


"Hachimmm" Hakim neraka dan raja neraka bersin bersamaan.


"Siapa yang lagi muji saya sih?" gumam hakim neraka.


"Woi aku kedingan! mana kostum ayamku hah?!" teriak raja neraka heboh.


"Tunggu sebentar yang mulia!"


-kembali lagi ke Song Nan-


"Putraku? syukurlah.." terlihat seorang lelaki yang berpakaian seperti kaisar menghampiri dan memeluk Song Nan. Song Nan awalnya sedikit kaget, namun lama kelamaan dia terbiasa dipeluk oleh sang kaisar.


'jadi seperti ini rasanya dipeluk orang tua? hangat'


Flashback


"*Hahaha, liat tuh Song Nan. Kasian banget ya jadi anak panti!"


"Hahaha, gimana rasanya ga punya orang tua??"


"huh, cakep cakep yatim piatu!"


Brukk...


Seorang teman Song Nan mendorongnya hingga terjatuh ke dalam lumpur.


"Hahaha, kasihan deh lo!"


Lalu anak anak tadi pergi meninggalkan Song Nan yang sedang menundukkan kepala. Menahan tangis.


"Uh, Nan'er gaboleh nangis. Ibu panti pernah bilang kalau anak yatim piatu itu istimewa! mereka aja yang gak tau" gumam Song Nan kecil. Kemudian dia bergegas pulang kerumah sambil berlari kecil.


Sesampainya dirumah, pengurus panti kaget melihat penampilan Song Nan yang berantakan dan kotor.


"Yaampun Nan'er, kamu kenapa kok kotor gini? kamu di gangguin lagi sama mereka?" tanya ibu pemilik panti dengan tatapan khawatir. Song Nan yang melihatnya hanya bisa memberikan senyum terbaiknya.


"Nan'er gapapa kok bu. Tadi jatuh pas main sama temen temen, hehehe" dustanya. Lalu segera masuk ke dalam rumah dan bersiap siap mandi.


"Nan'er..." Gumam si ibu panti dengan mata berkaca kaca. Ia bisa melihat dari kejauhan Song Nan kecil yang tersenyum manis pada anak anak panti lainnya.


"Hati yang sejernih air, seindah bintang di malam hari. Senyumnya menyejukkan siapapun yang memandangnya. Suaranya merdu seperti kicauan burung di pagi hari. Semoga dirimu mendapatkan kebahagiaan, Nan'er kecil*"


Flashback End


Song Nan yang mengingat masa itu hanya bisa tersenyum miris. Miris karena dirinya takkan pernah bisa bertemu dengan ibu dan anak anak panti lainnya lagi.

__ADS_1


Normal Pov End


To be Continued~


__ADS_2