Bereinkarnasi Menjadi Pangeran

Bereinkarnasi Menjadi Pangeran
Episode 3


__ADS_3

Normal Pov


"Hah? ada apa kak?" Tanya Song Nan sambil melihat keluar kereta.


"Ehhhh???"


Seketika pipinya merona saat melihat kereta yang sedang ditumpangi oleh gadis cantik di sebelahnya. Gadis itu melirik ke arahnya dan tersenyum manis. Kedua pangeran itupun pingsan dengan hidung mengeluarkan darah.


"Huh, dasar pria mata keranjang!" Ujar salah seorang dayang gadis tersebut. Mendengar hal itu si gadis hanya cekikikan dengan perkataan pelayannya.


"Jaga ucapanmu, mereka itu pangeran" Ujar gadis itu lalu kembali melirik ke arah kereta Song Nan dan Song Yun.


Gadis itu melihat Song Nan secara intens. Entah apa yang dipikirkannya. Sementara Song Nan yang sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan, berusaha mati matian agar tidak menengok ke arah samping.


'Astaga, gadis itu kenapa melihatku terus?'


Tak lama kereta pun berhenti. Merekapun bergegas turun dari dalam kereta.


"Maaf nona, kami hanya bisa mengantarmu sampai sini. Kamu harus kembali sekarang" Ujar salah seorang dayang. Lalu dayang satunya terlihat mengangguk pelan.


"Tak apa, hati hati dijalan" Balasnya. Kemudian segera bergegas berjalan masuk ke Lotus Academy, diikuti oleh Song Nan, Song Yun dan beberapa murid lainnya.


Merekapun berjalan sampai ke depan sebuah lapangan.


"Kak, tempat apa ini?" Tanya Song Nan dengan wajah polos. Song Yun tersenyum melihatnya.


"Singkatnya, ini adalah tempat untuk mencari bakat pelatihanmu, disebelah kanan untuk bagian bela diri. Disebelah kiri untuk bagian sihir" Jelas Song Yun. Song Nan yang mendengarnya pun menganggukkan kepala.


Kemudian pandangannya terfokuskan pada seorang gadis yang memasuki bagian sihir.


"Ah, kak lihat! itu gadis yang tadi di kereta!" Ujar Song Nan sambil menarik lengan baju kakaknya. Dia berlari kebarisan paling depan supaya dapat melihat semua dengan jelas.


"Hei Nan'er, pelan pelan!"


"Permisi, beri jalan!" Ujar Song Nan pada orang orang yang ada di depannya.


"Astaga lihat, 2 lelaki yang menerobos masuk itu tampan sekali!"


"Iya iya, apalagi yang paling depan. Terlihat manis!"


"Apakah mereka bidadara yang jatuh dari surga?"


"Dari pakaiannya mereka terlihat seperti orang kaya!"


"Itu Pangeran Song Yun dan adiknya!"


Begitulah ucapan ucapan orang disekitar yang terdengar oleh kedua pangeran tampan itu.


'ternyata jadi tampan itu cukup melelahkan ya?' Batin Song Nan dengan wajah malas.


Setelah sampai di depan, mereka dapat dengan jelas melihat bagaimana rupa gadis dikereta itu.


"Siapa namamu, nona?" Tanya seorang tetua.


"Luo Xuan"


"Luo Xuan? bukankah dia anak jenderal besar Luo? tak kusangka dia bersekolah di sini"


"Astaga dia sangat cantik!"

__ADS_1


"Ayahnya seorang Ksatria naga biru, tapi kenapa dia mendaftar ke bagian sihir?"


"Kak Yun'er. Memangnya Luo Xuan itu sebegitu terkenalnya kah?" Tanya Song Nan sambil melihat sekelilingnya. Semua murid terlihat sedang membicarakan gadis bernama Luo Xuan tersebut.


"Kau benar benar tak tau?"


"Tidak" Song Nan menggelengkan kepalanya. Melihat itu, Song Yun menghela nafas panjang.


"Luo Xuan adalah anak kesayangan Jendral Luo, Pemimpin klan Naga Luo yang sangat terkenal. Kabarnya, dahulu dia dan 2 jendral dari keluarga besar lainnya berhasil membunuh kaisar Qin Shen yang terkenal suka menindas rakyatnya. Oh ya, klan naga Luo adalah klan yang memiliki baju zirah naga yang konon katanya sangat kuat dan tidak dapat dihancurkan. " Jelas Song Yun panjang lebar.


"Itu saja?" Song Nan terlihat cuek mendengar ucapan kakaknya. Bahkan dia sempat sempatnya mengupil saat kakaknya berbicara.


"Itu saja katamu! Apakah kau tak tau bahwa Sekte Naga Luo itu sekte terkuat kedua di benua Qingming ini?!" Ujar Song Yun sambil mengguncang guncangkan tubuh adiknya.


Melihat adiknya yang terlihat seperti tak bernyawa setelah ia guncang berkali kali, Song Yun melepaskan tangannya lalu meminta maaf.


Sementara Song Nan pergi ke tempat sepi dan muntah disana. Tak lama kemudian dia pun kembali.


'menyebalkan' Pikirnya sambil menatap kakaknya.


"Baiklah nona Luo, tolong letakkan tanganmu di atas bola kristal ini"


"Baiklah, tuan tetua"


Luo Xuan meletakkan tangannya di atas bola, kemudian cahaya berwarna orange dan biru langit keluar dari bola kristal.


"Sihir api, Luar biasa!"


"Sihir angin, biasa"


Kemudian gadis itu menarik tangannya dari bola. Tetua dari bagian sihir api menghampirinya dan berbicara padanya.


"Baik, tetua!"


Sang Tetua mulai mengeluarkan sihir pertama. Sihir yang paling mudah bagi pelajar teknik sihir api.


"Three fire ball, go!"


Serangan pertama berhasil dihalau dengan pelindung milik Luo Xuan.


"Bagus, serangan kedua. Five red fire ball, go!"


Serangan kedua berhasil ditangkis oleh Luo Xuan. Meski pakaiannya sedikit terbakar.


"Mengesankan, apa kau bisa menahan serangan ketigaku?! Seven Blue Fire Ring..."


"Apakah tetua akan memakai sihir ini? Ini adalah sihir tingkat menengah. Gadis ini takkan bisa bertahan!" Ujar seorang tetua dari bagian sihir Angin.


"Song Nan, apakah menurutmu dia akan berhasil?" Tanya Song Yun sambil menatap adiknya. Song Nan terlihat berfikir sejenak, lalu tersenyum lebar.


"Kurasa iya!"


"... Attack!"


Cincin cincin api itu mulai menghampiri Luo Xuan dengan kecepatan tinggi. Luo Xuan yang melihat itu menjadi sedikit terkejut.


"Celaka!" gumam Luo Xuan.


Serangan tersebut mengenai Luo Xuan. Pelindungnya tak mampu menghalau serangan Seven Blue Fire Ring milik tetua api.

__ADS_1


Meski begitu, dirinya tidak tumbang. Hanya saja dia sepertinya sedikit menderita luka dalam. Karena tangan Luo Xuan terlihat menyentuh bagian perutnya.


"Luo Xuan, Lulus!!!" Teriak Tetua Api dengan semangat berapi api. Semua orang bertepuk tangan setelah melihat kejadian keren barusan.


"Gadis itu sangat kuat!" Puji Song Yun. Yang dihadiahi cubitan penuh kasih sayang dari adiknya.


"aww.. kenapa mencubitku?" Tanyanya sambil mengusap usap pinggangnya yang sudah dicubit.


"Lumayan"


"Hah? apanya yang lumayan?"


Song Nan tersenyum misterius sambil menatap Luo Xuan dari kejauhan. Aura mistis mulai dirasakan oleh kakaknya yang tengah berada di sebelahnya.


'Senyuman yang mengerikan' Pikir Song Yun sambil bergidik ngeri.


"Pangeran Song Nan!" Teriak Luo Xuan dari kejauhan. Ia kemudian berlari kecil menuju Song Nan dan Song Yun.


"Bagaimana penampilanku?"


"Lumayan"


"Eh? hanya begitu saja? Hmp!"


Luo Xuan terlihat tidak puas dengan jawaban Song Nan. Song Nan cekikikan melihat wajah kesal Luo Xuan yang terlihat imut dimatanya.


Sementara Song Yun, entah kenapa dia merasa menjadi obat nyamuk disini.


'Jadi begini rasanya jadi pangeran jomblo? wahai kaum jomblo, sekarang aku mengerti perasaan kalian' Batin Song Yun sambil menangis dalam hati.


"Giliranku ya!" Ujar Song Nan lalu berjalan santai ke bagian sihir.


"Semangat pangeran Song Nan!"


"Ah lelaki tampan, semangat!"


Sorak sorai terdengar di seluruh bagian lapangan. Sepertinya Song Nan mendadak terkenal karena ketampanannya.


"Hmp, aku saja dulu tidak sampai begitu!" Ujar Song Yun, sambil menggigit sapu tangannya. Ia sedikit iri pada keberuntungan adiknya.


"Semangat Nan'er kecil!" Teriak Luo Xuan dari kejauhan.


Seketika lapangan menjadi hening.


"Nan'er kecil?"


"Apakah yang nona Luo maksud itu pangeran?"


"Berani sekali dia!"


Suara suara yang tak enak didengar mulai menyebar ke seluruh penjuru lapangan. Para tetua mencoba untuk mengendalikan ketenangan.


Song Nan terdiam di tempatnya.


'Apakah dia gadis yang kutemui dihutan waktu itu?' Pikir Song Nan sambil berusaha mengingat ingat.


**Normal Pov End


To be Continued**~

__ADS_1


__ADS_2