Bereinkarnasi Menjadi Pangeran

Bereinkarnasi Menjadi Pangeran
Episode 10


__ADS_3

Normal Pov


'Aku tak tahan lagi, benar benar tak tahan!' Batin Song Nan lalu secepat kilat melompat dan kembali berada di atas pohon. Tentu saja hal itu membuat Luo Xuan sedikit kaget.


"Uhuk, barang yang kuinginkan itu. Apa kau sudah mendapatkan informasinya?" Tanya Song Nan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Ah.. Aku belum menemukan informasi apapun di sini. Mungkin nanti aku akan bertanya pada ayah" Jawab Luo Xuan sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. Song Nan menghela nafas panjang.


'Aih.. belum ketemu juga' Pikirnya.


"Hah yasudahlah, tidak apa apa"


"Uh? Benarkah?"


Luo Xuan dapat melihat jelas raut kekecewaan di wajah Song Nan. Namun sayangnya untuk sekarang ia tak dapat melakukan apapun untuk membantunya.


"Ya tentu. Aku sedang ada urusan, pergi dulu yaaa!" Song Nan segera melompat dari pohon menuju sebuah bangunan dan berlari diatasnya. Hal itu terus berlanjut sampai tubuhnya benar benar hilang dari pandangan Luo Xuan.


"Hmph, Dasar ga peka! aku kan ingin berduaan dengannya tadi!" Luo Xuan yang kesal tanpa sadar mengeluarkan sihir api melalui matanya. Saat itu, Song Yun yang kebetulan sedang mencari Song Nan menghampirinya dan bertanya padanya.


"Hei Luo Xuan, apa kau melihat Nan'er?" Tanyanya tanpa mengetahui situasi yang sedang terjadi.


"TIDAK, AKU TAK MELIHATNYA! ENYAHLAH DARI HADAPANKU!!"


"Eeee.. lah kok marah sih?"


Normal Pov End


Song Nan Pov


Hmm jika ingin meninggalkan perguruan untuk sementara apa tidak apa apa? Lagipula aku juga belum lama tinggal di sini. Hah.. semoga saja para tetua itu tidak mempermasalahkannya.


Dari yang kutahu, apabila seorang murid ingin izin untuk keluar perguruan. Ia harus meminta izin pada tetua yang bertanggung jawab atas pembelajarannya. Apabila tetua menolak tetapi dia tetap ingin pergi juga, maka ia harus menghadap kepala perguruan. Selanjutnya.. aku juga tak tau apa yang terjadi setelahnya.


"Yosh, Sampai!"


Aku melompat dari bangunan berlantai 5 dan mendarat dengan penuh gaya di atas tanah.


"Buset, lompat dari lantai 5 kagak apa apa?"


"Woah, bergaya!"


"Keren keren, mantap kali!"


'Ukh.. sepertinya aku jadi pusat perhatian lagi' Pikir Song Nan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Song Nan segera mengeluarkan jurus sihir petir dan melecut secepat kilat ke dalam aula tetua.


Song Nan Pov End


Normal Pov


Ckiiiittt...


Lantai berdecit nyaring saat Song Nan menghentikan larinya.


"Salam hormat pada tetua sekalian"


"Hah?"


Para tetua menatapnya bingung, ada juga yang sudah membuka mulutnya dengan lebar sambil melotot.


'Dari mana bocah ini berasal? bukankah tadi tak ada apapun disini?' Batin para tetua.


"Tetua Air, petir dan bela diri, saya pangeran Song Nan memohon untuk meminta izin keluar perguruan mulai dari besok sampai setahun kedepan" Ujar Song Nan masih dengan posisi memberi hormat.


"SETAHUN?!!" Teriak tiga tetua secara serempak. Yang lain hanya menatap Song Nan dengan wajah bengong.


"Pangeran, apa tidak salah? setahun adalah waktu yang lama. Apalagi pangeran disini baru bersekolah selama beberapa bulan saja. Ilmu yang pangeran miliki masih belum cukup untuk berkelana diluar perguruan sendirian" Ujar tetua bela diri dengan sopan, takut takut menyinggung lagi kaisar menyeramkan itu.


Flashback

__ADS_1


"YANG MULIA KAISAR TIBA!"


"Salam hormat pada kaisar" Semua orang memberi hormat. Tak terkecuali para tetua utama, Api, Air, Tanah, Angin, Petir, Cahaya, Kegelapan, Tumbuhan, dan juga bela diri.


"Hmm.. Siapa tetua bela diri?" Tanya Kaisar to the point. Semua tetua serempak menunjuk ke arah pojok kiri tempat tetua bela diri berdiri.


"Eh? kalau boleh tau ada apa yang mulia mencari saya?" Ujar tetua bingung.


"Ada apa?"


Aura suram mulai memenuhi ruangan. Para pengawal mundur beberapa langkah ke belakang.


"MENURUTMU APA KAU PANTAS MENGGANGGU PUTRA KESAYANGANKU PADA SAAT UJIAN HAH?!" Bentak kaisar dengan wajah berapi api.


"I... i.. itu.. dulu saya tak tau dia putra kesayangan kaisar" Jawab tetua bela diri dengan tubuh gemetaran. Tetua yang lainnya mulai mengejek tindakannya dalam hati.


'Hahahaha, mampos! ganggu lagi murid kesayangan aku!' Batin tetua Air sambil senyum senyum sendiri.


'Hohoho.. senangnya melihat drama gratis ini' Batin tetua Petir senang, namun tetap memasang wajah face palm.


'Untunglah aku tak bermasalah dengan kaisar' Batin yang lain sambil mengusap dada.


"Errr.. tapi.."


"Tapi apa hah? makan pukulanku!"


Brak!, bruk!


"kaisar saya salah, ampun T^T"


"Tak bisa, kau mengganggu putraku. Makan ini lagi!"


Brak!, bletak!, bruk!, pang! pang! pang!!


"Ingat, jangan ganggu Xiao Nan ku!"


Flashback end


"Ya, ini sangat penting bagiku. Mohon tetua mengizinkan" Ujar Song Nan lalu membungkukkan tubuhnya 90°.


"Eee tak perlu begitu sungkan, pergilah pergilah. Mau sepuluh tahun juga gak apa apa" Ketiga tetua berkata serempak sambil mengibaskan tangan mereka. Mereka terpaksa mengizinkan daripada nanti kaisar sendiri yang meminta izin pada mereka. Song Nan yang tak mengerti hanya memasang wajah innocent.


"Ah, baiklah kalau begitu" Ujarnya.


Keesokan harinya, Song Nan berpamitan pada saudaranya karena dirinya akan pergi dan tak kembali dalam waktu yang cukup lama.


"Nan'er.. mengapa kau meninggalkanku bersama bocah ini? Huhuhu..." Song Yun menangis sambil memeluk kaki Song Nan. Song Lie menatapnya datar sementara Song Nan menatapnya malas.


"Kak lepaskan, aku harus pergi"


"Tidak boleehhh, tidak boleh pergi T^T"


"Kakk lepaskan -_-"


Akhirnya Song Nan berhasil melepaskan kakinya yang sudah mati rasa karena dipeluk kakaknya dengan sangat erat.


'Drama ini membuatku mual' Pikir Song Lie.


"Oh ya, aku sudah mengurus berkas Song Lie kemarin. Kau bisa belajar di perguruan sihir cahaya mulai hari ini" Ujar Song Nan sambil tersenyum manis. Song Lie sedikit kaget dengan ucapannya.


'Dia.. peduli padaku?' Batin Song Lie dengan wajah kaget. Namun cepat cepat ia mengusir rasa kagetnya.


"Ya, baiklah" Balasnya singkat.


"Huh, bilang terimakasih kek, apa kek, situ tau diri kagak sih?" Sindir Song Yun.


"Woi woi, apa yang kau bilang hah?!"


"Kubilang kau tak tau diri, marah?"

__ADS_1


"Berani nya kauuu!"


"Apa apa? sini maju! Gelud kita"


"Ayo siapa takut hah?!"


Kedua pangeran sudah mulai mempersiapkan jurus serangan.


"Berisik."


Song Nan membekukan tubuh mereka berdua dengan sihir es (Sihir rahasia warisan ibundanya). Kali ini balok es itu lebih tebal dan kuat ketimbang balok es kemarin.


"Uwaaa dingin!"


"Namanya juga es" Balas Song Nan.


"Sudah deh, aku berangkat. Kalian tenang aja, nanti itu cair sendiri kok" Ujarnya lalu berjalan menjauh dari mereka berdua.


"Nan'er, jangan pergi. Setidaknya lepaskan aku dari sini dulu" Teriak Song Yun sambil berusaha melepaskan diri.


"Ukh, kenapa tidak mau cair?" Ujar Song Lie. Ia mengeluarkan sihir cahaya dari tangannya. Namun tak berhasil melelehkan balok es itu.


"Hmm rasakan" Song Nan diam diam tersenyum mendengar ucapan keputusasaan mereka berdua.


"Nan'er! kenapa kau tak bilang padaku!"


Tiba tiba Luo Xuan datang bersama Lee Huan dan menghadang jalan Song Nan. Wajah Luo Xuan terlihat ngambek sementara Lee Huan hanya datar saja.


"Eh? siapa yang memberitahumu aku akan pergi?"


"Lee Huan, dia bilang dia tau dari Song Yun!" Jawab Luo Xuan sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Lee Huan acuh tak acuh saja dengan ucapannya. Ia berjalan menuju kedua pangeran malang tersebut.


"Huan'er, bisa bantu aku?" Ujar Song Yun dengan wajah memelas.


"Tidak, kau pantas mendapatkannya"


Jleb.


"Bwahahaha.. ka-si-han!" Ejek Song Lie sambil tertawa terbahak bahak. Song Yun hanya acuh tak acuh dengan ucapannya. Ia tetap mencoba meminta tolong pada Lee Huan untuk melepaskan dirinya.


"Kumohon, lepaskan aku"


"Tidak"


"Aku janji akan memberimu perhiasan mewah"


"Tidak butuh"


"Baju baru? Arak Leisshan?"


"Tidak mau"


"Baiklah, aku berjanji akan melakukan sesuatu untukmu. Kumohon lepaskan aku!" Tawar Song Yun untuk yang terakhir kalinya. Lee Huan terlihat menimbang nimbang ucapannya kemudian setuju.


"Baiklah, deal"


Ia mengeluarkan sihir kegelapan miliknya untuk mengeluarkan Song Yun.


"Ah.. bebas!" Song Yun bernafas lega setelah berhasil keluar dari sana. Ia tak kaget tentang sihir Kegelapan Lee Huan. Karena Song Nan pernah menceritakannya.


Katanya, suatu hari saat itu 4 aliran sihir berkumpul di suatu ruangan. 4 aliran sihir itu ialah Api, Air, Petir dan Kegelapan. Juga ada masing masing tetua sihir dari keempat aliran. Mereka meminta para siswa menunjukkan sihir yang paling hebat mereka kuasai. Dan Lee Huan mengeluarkan sihir kegelapan, Dark weapon.


'Nan'er bilang Dark weapon sangat keren. Sayang sekali tadi Lee Huan hanya mengeluarkan jurus biasa saja' Batin Song Yun dengan wajah sedikit kecewa.


"Hei ini tak adil! keluarkan aku juga!" Song Lie berteriak teriak dengan suara cemprengnya. Itu sukses mengganggu suasana romantis Luo Xuan dan Song Nan yang berada agak jauh dari mereka.


'Sialan kau Song Lie' Batin Song Nan kesal.


Normal Pov End

__ADS_1


To Be Continued~


__ADS_2