
Normal Pov
Tak lama kemudian merekapun sampai di perguruan sihir Api, Air, Petir dan Kegelapan. Sejenak tak terjadi apapun disana. Semua aman damai terkendali. Sampai akhirnya seorang fans fanatik Song Nan berteriak memanggil namanya dengan nada alay.
"Pangeran Song Nan Akohhh!! Kyaaaa kamu udah datang bep!!"
Hal itu sukses membuat semua fans Song Nan menjadi heboh. Lee Huan yang takut dikerumuni massa segera berlari sambil menyeret Luo Xuan, sementara Song Nan ditinggal sendiri.
"Aaaa lari, selamatkan diri!" Teriak Lee Huan.
"Ehh? Nan'er nya gimana?" Tanya Luo Xuan sambil menatap Song Nan yang panik melihat kerumunan fansnya berlari secepat kilat ke arahnya.
"Masa bodo sama dia, salah sendiri jadi orang terlalu cakep!"
"PANGERAN, AKU DATANG PADAMU!"
"GANTENG, TUNGGU AKU!"
"KESAYANGAN AKU, JANGAN LARI!"
"Jangan lari? yang ada aku bakal keinjek kalian semua! Hiiii!!"
Song Nan segera melecut kencang. Ia menggunakan sihir Petir tingkat menengah yang belum lama dipelajarinya untuk melarikan diri. Namun bukannya kesal, para fansnya justru semakin heboh karena melihatnya menggunakan sihir Petir tingkat menengah.
"Kyaaa... Udah cakep, pinter sihir lagi!"
"Suami idaman bangettt!!!"
"Pangeran benar benar tipeku!"
"Menakjubkan, Pangeran sangat keren!"
Sementara fansnya asik berceloteh ria disana, Song Nan terus melecut dengan kecepatan tinggi. Bukan karena dia mau lari sejauh mungkin dari mereka, tapi karena tubuhnya sendiri terus melecut kencang tanpa bisa di rem.
"REM COK! MANA REMNYAAA?!!!" Kata kata yang semerdu suara ****** beliung meluncur keluar dari mulut Song Nan. Tepat sebelum ia menabrak sesuatu di depannya.
Gubrak, pletak, gedebug, meow!
"Aduh... kepalaku"
Song Nan mengelus benjolan bertingkat tiga di dahinya. Belum lagi pipinya dicakar oleh kucing yang tak sengaja ia injak ekornya. Lengkap sudah luka di wajahnya.
"Ah.. wajahku yang tampan"
Tanpa mengeluh ini itu lagi, ia segera menuju ke ruang kesehatan untuk membalut wajahnya yang terluka.
Kemudian ia berjalan mengendap endap menuju perguruan sihir Air. Song Nan sendiri terpaksa melakukannya untuk menghindari para fans yang sedang berkumpul di aula. Untungnya jerih payahnya membuahkan hasil. Ia sampai di kelas tanpa harus berurusan dengan fans fans gila itu.
"Huft.. selamat" Ujarnya sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Ah, Nan'er? wajahmu kenapa?" Tanya Luo Xuan yang melihat perban di wajah Song Nan. Ia sedikit tidak enak hati karena meninggalkan Song Nan sendirian tadi.
"Jangan tanya.." Balas Song Nan sambil membayangkan kejadian memalukan yang baru saja ia alami. Luo Xuan menatapnya bingung, Lee Huan malah menatap ke arah lain sambil menggumamkan kata masa bodo yang ditujukan khusus untuk pangeran kita tersayang.
Tak lama kemudian Tetua Air masuk ke kelas dan langsung memeluk Song Nan.
"AAAHHH MURID KESAYANGANKU!!" Teriaknya antusias disertai pelukan yang membuat nafas Song Nan terasa sesak bukan main.
Zzztttt...!!! Jderrr!!!
Song Nan mengeluarkan jurus body lightning yang membuat tetua Air menjadi tersengat aliran listrik yang dikeluarkan tubuhnya. Sekujur tubuh tetua malang itupun menjadi berwarna hitam pekat.
"Pffttt..."
Murid lain yang melihat kejadian bikin ngakak itu berusaha menahan tawa mereka. Ya gimana ga mau tertawa? Lah itu mukanya si tetua Air hitam bak arang, belum lagi rambutnya jadi kribo karena jurus Song Nan. Bahkan Song Nan yang merupakan pelaku jahannam tersebut sudah tertawa tak henti hentinya dalam hati.
'Bwahahaha.. gosong anj*r, mukanya gosong...Wahahahaha!! ngakak!' Batinnya ngakak. Namun wajahnya menunjukkan rasa bersalah pada Tetua Air. Padahalmah kagak. Emang pangeran laknat.
"Maaf tetua, saya tadi kaget karena tetua langsung memeluk tubuh saya" Tipunya sambil memberi hormat. Tetua Air pun memaklumi hal yang terjadi. Meskipun harga dirinya sudah hancur di hadapan murid muridnya, namun ia tak berani memarahi apalagi menghukum Pangeran laknat itu. Bisa bisa bapaknya dateng terus ngamuk di sekolah. Kan berabe urusannya.
Singkat cerita saat kelas selesai, Song Nan bergegas pulang ke asrama bersama Luo Xuan dan Lee Huan. Saat dijalan ia bertemu kembali dengan kakaknya yang juga sedang berjalan menuju asrama.
"Eh Nan'er, wajahmu kenapa?"
"Jangan tanya"
Skip time...
(Alam mimpi)
"Wiiii...!!!" Ujar Raja Neraka sambil melayang berputar putar di depan Song Nan.
"Eh? lho kok? kamu kok disini sih?" Tanya Song Nan bingung. Karena seingatnya ia sedang tidur di benua Qingming, masa jiwanya nyasar sampe neraka sih?
"Ini mimpi b*go. Nih buktinya aku bisa berubah jadi Ayam, Vampire, bahkan kamu" Jawab Raja Neraka sambil menirukan bentuk bentuk yang ia sebutkan. Kemudian ia tertawa menyebalkan dengan menjiplak tubuh Song Nan.
"Tidak tidak, kau tak cocok menjadi aku. Lebih baik kau berubah jadi loli. Lumayan buat nyegerin mataku"
"Enak aja! kamu kira saya ini banci?!"
"Lebih tepatnya bocah.." Ujar Song Nan sambil menatap ke arah lain. Ucapannya sukses membuat kesal Raja Neraka.
"Dih.. padahal niatku mau bantuin. Tapi ngelihat kamu kayak gini, gajadi lah!" Raja Neraka menggembungkan pipinya karena kesal. Sementara Song Nan kaget dengan tujuan Raja Neraka yang datang ke alam mimpinya. Iapun mulai berusaha mengambil hati Raja Neraka.
"Eh.. jangan gitu lah, kitakan temen"
'Temen dari hongkong' Batin Raja neraka sambil menatap malas Song Nan.
"Puji aku, baru ku bantuin"
__ADS_1
"Gampang, nih dengerin ya, Ekhem... Oh Raja Neraka yang luar biasa tampan bagai malaikat pencabut nyawa.."
"WOI WOI SEMBARANGAN ENTE KALAU NGOMONG!" Potong Raja Neraka sambil ngegas. Ngegas mulu, kali kali ngerem napa bang?
"Hehe.. terus maunya gimana?" Tanya Song Nan sambil membentuk tanda peace dengan jarinya.
"Bilang kalau aku lebih tampan darimu"
"Itu aja? Okee.. Raja Neraka engkaulah yang paling tampan di dunia ini, melebihi diriku..." Song Nan menggantungkan ucapannya, namun Raja Neraka mengira dia sudah selesai berbicara.
"Oke baiklah, jadi saya mau kasih tau kamu sesuatu. Kalau kamu mau kembali ke dunia asalmu syaratnya kamu harus bisa membuat sebuah pil obat, bahan bahannya Bunga spiderman, Lumpur dispenser, dan juga kumis harimau" Jelas Raja Neraka secara rinci.
"Lah? Bunga spiderman? Lumpur dispenser? Kumis harimau? Emang ada tumbuhan kayak gitu?" Tanya Song Nan bingung.
"Pertama, Bunga spiderman itu bunga lily merah yang langka, tapi merah identik dengan spiderman, jadi kunamain bunga spiderman"
"Lumpur dispenser itu adalah lumpur paling panas di dunia, tapi harus kamu campur sama lumpur paling dingin di dunia juga kalau mau berhasil. jadi kunamain itu lumpur dispenser. Dan itu bukan tumbuhan b*go!" Raja Neraka mulai ngegas lagi saat menjelaskan.
"Terakhir kumis harimau, itu juga bukan tumbuhan. Kamu harus nyabut kumis harimau putih yang berusia 3 juta tahun. Yah, ente cari sendiri lah..."
"Ooo iya iya.." Ujar Song Nan manggut manggut. Saat ia mulai berfikir, terlintas ide jahil di benaknya.
"Oiya pujianku soal kamu masih belum selesai lho!" Sambung Song Nan sambil tersenyum jahil.
"Ada kelanjutannya? apaan tuch?" Tanya Raja Neraka penasaran. Dia berharap dibilang imut, pinter, baik hati dan lain sebagainya. Namun sayang sekali, anda terlalu polos. Dunia ini kejam bang.
"Kuulangi dari awal, Raja Neraka engkaulah yang paling tampan di dunia ini, melebihi diriku........"
Song Nan menggantungkan ucapannya, Raja Neraka menatapnya penuh harap.
"....Tapi boong! Wakakakaka! Btw maaci buat infonya. Good Bye, bro!" Ujar Song Nan lalu menghilang dari dunia mimpi.
"S*ALAN KAU, TUNGGU SAMPAI KAU MATI! AKAN KU SIKSA KAU DENGAN TANGANKU SENDIRI DI NERAKA!!!"
(Dunia nyata)
"Fufufu.. dasar bocah, gampang banget dikerjain" Ujar Song Nan meledek Raja Neraka.
"Meski begitu dia ada gunanya juga si, yaudah deh.. anggap aja dendamku sama dia udah impas"
"Sekarang masalahnya, mau nyari tuh bahan bahan dimana?" Gumam Song Nan sambil menatap sebuah lukisan di dinding kamarnya.
Normal Pov End
**To be Continued~
Bonussss!!!!!
Wajah Song Nan sebelum bereinkarnasi menjadi Pangeran. Cakep kan?:v**
__ADS_1