
Skip Time
Normal Pov
"Kalian berdua, berhenti memukulnya. Dia sudah babak belur"
"Tidak bisa, dia sudah mengejekku tadi!"
"Dia menganggu kita tadi, Xuan Xuan!"
"......"
"Uhuhuhu wajahku" Tangis Song Lie pasrah setelah dihajar selama satu jam tanpa henti. Meski Luo Xuan sudah meminta mereka berhenti, namun mereka tetap saja memukulinya.
"Bodoh, apa kau lupa kalau mau pergi?" Lee Huan yang sedari tadi diam tiba tiba angkat bicara. Ucapannya membuat mereka terdiam ditempat
'Oiya ya, Lupa aku' Batin Song Nan.
"Hehe, yasudah aku berangkat deh."
Dengan secepat kilat, Song Nan melompat pergi meninggalkan asrama tempatnya tinggal. Ia juga tak menghiraukan teriakan kesal kakaknya yang ditinggal pergi, ataupun tangisan Song Lie minta dilepaskan.
"WOI WOI MANA BISA PERGI GITU AJA!!"
"Huwaaa lepaskan aku dulu!!"
Saat kedua pangeran sedang sibuk sendiri, Luo Xuan memejamkan matanya dan berdoa untuk keselamatan pangerannya (Cuit cuitt >w<). Kalau Lee Huan? ia hanya menatap lurus kedepan. Tidak ada yang tahu apa yang sedang gadis itu pikirkan saat ini..
"Kalian tenang saja, aku pasti akan segera kembali!" Gumam Song Nan penuh semangat.
Beberapa hari kemudian...
"Cemilan, aku kehabisan cemilan!"
Song Nan mengacak acak isi cincin penyimpanannya, berharap menemukan cemilan yang terselip diantara tumpukan baju, dalaman, sentaja, aksesoris, dan kosmetik miliknya. Namun nihil, bahkan remah remah makanan tak ada di dalam sana.
"Hmm.. mana sekarang lagi di gunung Langya, masa aku harus makan daging binatang buas disini sih?" Ujarnya kesal.
"AAAAAAAKKKHHHHHHH"
Suara teriakan yang sangat kencang terdengar tak jauh dari tempat Song Nan berada. Karena penasaran, ia segera berlari menuju tempat suara itu berasal. Namun sesampainya disana, ia justru tak melihat apapun disana.
"Bukankah asal suaranya dari sini?"
Ia mencari cari di antara semak semak dan pepohonan, namun tak ada apapun disana. Kemudian secara tak sadar ia mendongakkan kepalanya keatas.
Seorang gadis cantik terlihat pingsan diatas pohon, dengan mulut mengeluarkan darah. Karena gadis itu cantik, eh.. maksudnya sangat kasihan, Song Nan menggendongnya turun dan membaringkannya di atas batu besar.
__ADS_1
'Ini.. dia keracunan!' Pikirnya dengan wajah kaget.
"Sial sekali, aku gatau ini tahun jenis apa. Gimana mau nyembuhinnya?" Ujarnya lalu mulai berpikir. Kemudian ia teringat bahwa ia membawa penawar racun di tasnya, itu pemberian dari Lee Huan sehari sebelum ia pergi meninggalkan academy.
"Hmm.. Lee Huan bilangnya buat racun apa ya? Aih bodo lah, yang penting diminumin ke dia kan"
'Lah orangnya jam pingsan. Masa harus aku...'
Blush
"Gak gak gak, masa harus aku minumin sih?"
Song Nan menatap kesekitar, tiada siapapun disana. Itu artinya jika ia melakukannya maka takkan ada yang tahu. Tapi.. bagaimana dengan Luo Xuan? bagaimana jika dia tahu? Itu yang membuatnya bimbang saat ini.
"Aih, kurasa aku gak punya pilihan lain"
Dengan sangat terpaksa, ia memasukkan penawarnya ke dalam mulutnya. Sejenak ia tatap wajah gadis itu. Kemudian Song Nan mencium bibir gadis itu dan meminumkan penawar racun padanya.
"Hmmm.. mmm"
Namun sayang, itu hanyalah pikirannya semata. Ia belum melakukan apapun selain menatap lurus kedepan.
"Urrghhh.. Terserahlah, ku cekokin aja ni penawar ke mulutnya!!"
Karena tak kunjung mendapatkan ide yang lebih baik, ia segera memoyongkan bibir gadis itu secara paksa dan mencekokinya dengan penawar racun. Setidaknya cara ini tidak seekstrim tadi, pikirnya.
Berhasil, gadis itu berhasil meminum penawarnya.
"Nah sekarang, tinggal tungguin dia bangun deh" Ujarnya sambil tersenyum.
Song Nan duduk diatas sebuah pohon, kemudian bermeditasi. Di tengah tengah meditasinya, gadis yang telah ia tolong terbangun kemudian menatap ke sekitar. Ia sempat berfikir tak ada siapapun disana, dan hendak meninggalkan tempat itu. Namun sesuatu terjadi..
"WOOOAAAHHH, AKU MENEROBOS! AKU SUDAH TINGKAT 6 SEKARANG!!" Song Nan berteriak girang kemudian terjatuh dari atas pohon, dengan tidak elitnya.
kwakk kwakk kwakk..
Si gadis hanya menatapnya dengan wajah datar.
"Ahahaha, kau sudah bangun ya?" Cepat cepat ia mengganti topik pembicaraan lalu bangkit dari tempatnya terjatuh.
Hening..
gadis itu tak menjawab apapun, ia hanya diam membisu.
'Apakah gadis ini bisu?' Pikir Song Nan.
"Ummm.. berbahaya bagimu pergi sendirian, apalagi dengam kondisimu saat ini. Bagaimana jika ikut denganku? Kebetulan besok aku akan keluar ke kota yang dekat dari sini. Kita bisa berpisah dikota besok" Ujar Song Nan sambil tersenyum. Namun gadis itu tetap tak merespon apapun.
__ADS_1
"Err.. jika kau tidak mau ikut maka baiklah"
Saat Song Nan hendak pergi meninggalkan tempat itu, kembali ke gua yang sudah ia kuasai, gadis itu berkata..
"Aku ikut"
Song Nan awalnya kaget karena gadis itu berbicara, namun kemudian ia hanya mengiyakan sebelum berjalan menuju guanya, diikuti gadis itu. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di dalam gua.
"Kita sampai! ngomong ngomong apa kau lapar?"Tanya Song Nan, gadis itu menggeleng. Tapi tepat pada saat itu, Song Nan mendengar suara perut si gadis yang keroncongan.
"Hahaha, ternyata kau lapar ya? baiklah, kalau begitu aku akan mencari makanan dulu diluar" Ujarnya lalu berlari keluar gua. Meninggalkan gadis pendiam itu dengan wajah merona karena malu.
"Hmm.. kenapa tak ada binatang normal disini?"
Song Nan menatap datar seluruh monster di hadapannya, dari balik semak semak. Kemudian pandangannya tertuju pada sebuah beruang besar di sana. Beruang baja, hewan tingkat 4 di sini.
"Dagingnya banyak, bisa makan besar nih"
Tak lama kemudian..
"Krauk.. krauk.. Hng, aku tak tau kau bisa memasak!" Puji Song Nan pada gadis itu. Seperti biasanya gadis itu terlihat tak menanggapi ucapan Song Nan.
"Hei, ngomong ngomong siapa namamu?" Tanya Song Nan. Awalnya gadis itu tak menanggapi ucapannya, namun tiba tiba..
"Ning Fei'er"
Gadis itu membalas ucapannya, meski hanya dua patah kata. Namun setidaknya Song Nan tidak di kacangin seperti sebelumnya. Selama ini ia berusaha kuat walau di dalam hatinya menangis karena ucapannya tak pernah ditanggapi oleg gadis di depannya ini.
"Kalau begitu mulai sekarang kupanggil kau Fei'er ya? Dan kau bisa memanggilku Nan'er"
Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya pelan. Kemudian kembali memakan makanannya. Tak ada yang menyadari bahwa Song Nan mulai memikirkan nama gadis itu, Ning Fei'er.
"Mengapa marganya sama seperti ibu?" gumamnya pelan, dan tak terdengar oleh Ning Fei'er yang duduk dihadapannya.
'Apakah dia sepupuku?' Pikirnya.
Tanpa mereka sadari, makan malam mereka sudah habis dilahap seluruhnya. Karena hari mulai malam, Song Nan menyuruh gadis itu untuk tidur diatas kasur yang ia bawa. Sementara Song Nan sendiri tidur di atas sebuah batu.
'Menyedihkan, sekarang aku harus tidur diatas sebuah batu' Batinnya sambil menangis dalam hati.
Namun petualangannya yang sebenarnya baru akan dimulai besok! Keesokan harinya, ia tahu banyak sekali rintangan yang akan dia hadapi.
Namun untuk sekarang, tidur dulu lah..
Normal Pov End
To be Continued~
__ADS_1