
Normal Pov
Mendengar perkataan Song Nan, Luo Xuan tersenyum lalu mengangguk pelan.
'Aih.. lagi lagi aku jadi obat nyamuk' Batin Song Yun.
Setelah membuat kakaknya menjadi obat nyamuk, Song Nan lalu berjalan santai menuju bagian bela diri. Membuat seluruh tetua Lotus academy terkejut bukan main.
"Bukan main, kan main, kan main"
"Ini lah cerita, Pangeran Song Nan yang bukan main!"
"Itu tetua Air sama Petir masih waras kan?" Bisik tetua Api pada tetua Angin. Tetua Angin cekikikan mendengarnya.
"Entahlah"
Luo Xuan yang tak sengaja mendengar bisikan tetua Api dan Angin menjadi bingung. 'Itu para tetua sihir pada akur kagak sih?' Pikirnya sambil menatap kedua tetua.
Kembali lagi ke tokoh utama pria di novel ini, Song Nan.
"Hormat pada tetua, Song Nan juga ingin bisa memasuki bagian bela diri" Ujar Song Nan sambil memberi hormat pada Tetua bela diri. Entah kenapa Tetua bela diri malah menganggap ucapan Song Nan sebagai penghinaan baginya. Dasar tetua yang aneh!
"Huh! Jika kau ingin masuk ke bagian bela diri, kau harus menerima serangan terkuatku!"
"Baiklah tetua, mohon bimbingannya!"
Tetua bela diri mulai mempersiapkan jurusnya, Song Nan menjadi sedikit was was.
'dia kelihatan lebih berbahaya ketimbang tetua bagian sihir' Batinnya.
"Akan kubuat kau menyesal telah merendahkan diriku!"
"Tunggu, kapan aku merendahkannya?"
"SERIBU TOMBAK GUNTUR LANGIT...."
"H*****..." Gumam Song Nan setelah melihat seribu tombak yang sudah dialiri listrik berjuta juta volt di hadapannya.
'Sepertinya aku akan kembali menemui raja dan hakim neraka kali ini. Yah, setidaknya aku bisa balas dendam pada mereka' Pikirnya.
(Neraka)
"Hachimmm/Huachieemmmm!!"
"Kenapa akhir akhir ini aku bersin terus ya? kena flu kah?" Gumam hakim neraka.
"Huhuhu... mama help me, aku sudah tiga kali dikutuk orang lain" Ujar Raja neraka sambil bersembunyi di balik selimut.
(Benua Qingming)
"...Serang dia!!!" Sambung tetua bela diri sambil menunjuk Song Nan.
Tombak tombak tersebut melesat secepat kilat ke arah Song Nan. Semua yang ada disana menjadi panik.
"Murid baru favoritku! Tydackkk!!!" Teriak tetua Air dan Petir bersamaan.
"Kutarik ucapanku, mereka memang tidak waras" Ujar tetua Angin yang terdengar oleh tetua Api. Mereka menatap malas kedua rekan kerja mereka.
"Aku dimana? aku siapa?" Giliran Tetua tanah yang berulah.
"Jika kau mati maka aku akan mengikutimu, adikku" Pupus sudah harapan Song Yun yang tadinya sempat ingin memakan Omelet buatan adiknya.
__ADS_1
Blaaarrrr!!!
Wush...
Kabut yang tebal sukses menutupi pemandangan tempat Song Nan berdiri.
"Huhuhu.. apa Nan'er masih hidup?"
"Muridku..."
"Pangeran tampanku..."
"Kesayanganku.."
"Huh, tamat sudah riwayatmu bocah!"
"Kau... KAU TAU BAHWA KAU SUDAH MEMBUNUH PANGERAN KESAYANGAN YANG MULIA KAISAR?!!" Teriak tetua cahaya panik.
"Aelah, pangeran doank ini..." gumam tetua bela diri sambil mengupil.
".... Tunggu, kau bilang dia pangeran kesayangan kaisar?"
"Ck, sudah tau pake nanya lagi!" Ujar tetua cahaya kesal. kesalnya mewakili seluruh tetua dan murid Lotus academy.
Jderrr...
Bagai petir disiang bolong, tetua bela diri menjadi sangat terkejut sampai terkencing kencing.
"Mati aku" gumamnya syok. Untungnya sebuah keajaiban dari tuhanpun terjadi.
"Siapa yang mati?" Ujar Song Nan setelah kabut kabut yang menutupi pandangannya sepenuhnya hilang.
"Lihat... otot perut yang mulia pangeran!"
"Delapan kotak, delapan! Astaga itu lebih baik dari milikku!"
"Kyaaaaa... aku mimisan!"
"Aku ga kuat! ga kuat! dia terlalu sempurna!!!"
"Syukurlah dia masih hidup, setidaknya ayahanda takkan membunuhku" Ujar Song Yun sambil mengelus elus dadanya. Sungguh, ia sangat lega sekarang.
'Tapi.. bagaimana caranya bertahan dari serangan sekuat itu?' Pikirnya dengan wajah bingung. Ia mulai menebak nebak apa yang dilakukan adiknya saat bertahan dari serangan tetua bela diri.
"Eh? kaisar ingin membunuhmu?" Tanya Luo Xuan sambil mengangkat sebelah alisnya. Song Yun hanya ber hehe ria sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
'Astaga, aku keceplosan!' Batinnya panik. Cepat sekali dia melupakan pikirannya tentang adiknya tadi.
"Mustahil! dia masih hidup!" Ujar tetua Api tak percaya.
"Horeeee!! pangeran masih hidup!!!" Teriak tetua Air dan Petir sambil berpelukan ala teletubbis. Kelakuan mereka sukses dihadiahi tatapan tajam tetua lainnya.
"Uhuk, karena pangeran mampu menahan seranganku, maka pangeran resmi menjadi murid bagian bela diri" Ujar tetua bela diri sambil menahan malu. Semua murid dan calon murid yang mendengarpun bersorak kegirangan.
"Sudah kuduga pangeran pasti bisa!"
"PANGERAN!!! AAAA AKU MENCINTAIMU!!!"
"Awokawokawok, kasihan tetua bela diri. malu kan jadinya"
"Adikku, kau berhasil!" Song Yun menangis terharu. Sementara Luo Xuan tersenyum melihat Song Nan.
__ADS_1
Seluruh penonton bersorak gembira sambil bertepuk tangan. Namun tak ada seorangpun dari mereka kecuali Luo Xuan yang tahu bagaimana Song Nan bisa bertahan dari serangan sekuat itu. Kalau Song Nan? dia sih lupa lupa ingat. Yang penting berhasil, pikirnya.
Beberapa hari kemudian....
"Hei kakak, bangunn!!!"
"Hmm.. lima menit lagi!"
"Ck! bangunlah!!!" Song Nan mengguncang guncangkan tubuh kakaknya, Song Yun. Namun nihil, pangeran tertua itu tidak menunjukkan tanda tanda akan bangun.
"Hmph, terpaksa pake cara itu.."
Song Nan mulai mempersiapkan jurus yang dia pelajari di perguruan sihir Air, khusus untuk kakaknya tercinta.
"Cold water ball, splash.."
"AAAAAA DINGINNNNN!!!!!" Teriak Song Yun yang langsung terbangun karena disiram air es.
"Bangun, mandi, terus berangkat sana!"
"Huhuhuhu.. Nan'er kejam" Gumam Song Yun lalu berjalan pelan ke arah kamar mandi
"CEPETAN!"
"Hiii.. Iya iyaaa!!"
Song Nan dan Song Yun sengaja tinggal di satu asrama untuk memudahkan mereka berkomunikasi satu sama lain (Sebenernya supaya Song Yun bisa ngawasin adiknya, padahal kalau dilihat lebih mirip Song Nan yang ngawasin kakaknya). Mereka tinggal di asrama Lotus Ungu, termasuk satu dari dua asrama elite yang sewanya 1000 koin emas per bulan.
Sementara Luo Xuan tinggal di asrama khusus perempuan, yaitu asrama Lotus Putih. Disana dia bertemu dengan Lee Huan dan akhirnya mereka menjadi teman baik.
Letak kedua bangunan asrama mereka juga tak terlalu jauh dari bangunan perguruan bagian sihir dan bagian bela diri. Cukup lurus, belok kanan, belok kiri, lurus lagi pas diujung jalan belok kanan lalu mereka tinggal memilih salah satu dari tiga jalan bercabang.
Cabang kiri menuju perguruan bagian sihir Tanah, Cahaya, Tumbuhan dan Angin. Cabang tengah menuju perguruan bagian sihir Api, Kegelapan, Petir dan Air. Sementara cabang terakhir yang berada di sebelah kanan menuju perguruan bagian bela diri.
Kebetulan hari ini Song Nan memiliki jadwal latihan sihir Air. Jadi ia berpisah dengan kakaknya di tengah perjalanan lalu bertemu dengan Luo Xuan dan Lee Huan.
"Xuan Xuan!" Panggil Song Nan dari kejauhan. Luo Xuan membalikkan tubuhnya lalu melihat Song Nan yang berlari sangat cepat ke arahnya.
"Eh, lah kok?"
"Emm... kok dia manggil kamu Xuan Xuan sih? kenapa bukan Xiao Xuan atau Xuan'er aja?" Tanya Lee Huan sambil menatap malas Song Nan.
"Ah itu.. panjang ceritanya"
"Ah, kamu mau ke perguruan sihir Api kan?" Tanya Song Nan yang sudah berhenti berlari.
"Iyalah, memang mau kemana lagi kalau bukan kesana?"
"Eh.. er.. Hehehe, iya juga ya" Ujar Song Nan sambil cengengesan dengan wajah merona karena malu. Jujur saja, mengobrol dengan Luo Xuan membuatnya jadi salah tingkah.
'Begini ya rasanya jadi kambing congek?' Batin Lee Huan sambil menatap pasangan yang ada di depannya.
"Sudah, ayo jalan. Nanti kita terlambat" Ujar Lee Huan yang sudah bosan dikacangin. Ketiga manusia itupun mulai berjalan kembali menuju perguruan. Kedua gadis muda itu berbincang bincang ria, sementara Song Nan hanya melamun memikirkan sesuatu.
'Bilang gak ya? bilang gak ya?' Batin Song Nan galau. Dia pengen memberi tahu sesuatu pada Luo Xuan, tapi dia takut ditolak. Kan nanti dia jadi malu sendiri!
'Aduh, aku jadi gegana nih T^T' . Akhirnya Song Nan mengurungkan niatnya dan hanya diam selama perjalanan...
Normal Pov End
To Be Continued~
__ADS_1