Bereinkarnasi Menjadi Pangeran

Bereinkarnasi Menjadi Pangeran
Episode 2


__ADS_3

Normal Pov


Saat ini, Kaisar tengah mendekap Song Nan di dadanya. Terlihat seperti sangat menyayangi dan takut kehilangan anaknya.


'Hah.. kasihan sekali pemilik tubuh ini. Padahal ayahnya sangat baik, tapi sayang dia sudah meninggal bahkan sebelum bertemu orang tuanya' Pikir Song Nan iba.


"Sayang, ayah beri nama kamu Song Nan. Kelak dimasa depan kamu akan menjadi seorang pangeran yang hebat dan dicintai seluruh rakyat dinasti Song" Ujar sang kaisar lalu mencium kening Song Nan.


'jadi terharu...' batin Song Nan


'Ah tapi berarti namaku dizaman ini tetap Song Nan donk?'


"Ya.. Yang.. mulia" Ujar seorang tabib dengan wajah pucat, terlihat ketakutan.


"Hm? Ada apa tabib Luo?" Tanya Kaisar bingung. Tabib itu terlihat seperti ingin menyampaikan sesuatu yang penting, namun sepertinya ia takut bahwa Kaisar akan marah mendengarnya.


"Ampuni hamba Yang mulia, hamba tak dapat menyelamatkan permaisuri Ning" Ujar tabib panik lalu segera bersujud di depan kaisar. Sementara kaisar terdiam membeku. Tak lama bulir bulir air mata mulai keluar dari kelopak matanya.


"Hu.. Huan'er" gumam Kaisar pelan, bahkan hampir tak terdengar.


Sementara Song Nan hanya menatap sayu kaisar yang sedang menangis.


'bahkan di kehidupan ini orang tuaku masih tidak lengkap' Batin Song Nan.


Sepertinya dia harus kembali menelan pil pahit.


Normal Pov End


14 tahun kemudian...


Song Yun Pov


"Whahaha kakak, lihat apa yang kubuat!"


"Wah.. Apa itu Nan'er?" Tanya kakak lelakiku, Song Yun dengan mata berbinar binar.


"Ini namanya garpu. Nih begini cara pakainya" Ujarku lalu mulai memperaktikan cara menggunakan garpu pada sepotong daging di depanku.


"Woah.. keren!" Puji kak Yun'er. Bisa dibilang berarti di zaman ini akulah penemu garpu, hehehehe.


"Kakak juga mau coba!"


"Eh nanti dulu, Song Nan mau makan dulu!"


"KAKAKKK BALIKIN GARPUNYA!!!"


**Song Yun Pov End


Normal Pov**


Ditempat sang Kaisar.


"Yang mulia, menurut hamba ini adalah waktu yang tepat untuk yang mulia Pangeran Song Nan masuk ke Lotus Academy" Ujar salah seorang perdana menteri.

__ADS_1


"Mungkin kau benar. Lagipula Pangeran Song Yun juga masuk ke Lotus Academy saat berumur 14 tahun" Balas sang Kaisar.


"Baiklah, kau persiapkan dokumen untuk memasukkan Pangeran Song Nan ke sekolah"


"Baik, yang mulia"


Selesai rapat, kaisar memutuskan untuk pergi ke kediaman Song Nan untuk mengunjungi anak kesayangannya itu.


"Yang mulia pangeran, Yang mulia kaisar sebentar lagi akan tiba" Ujar salah seorang sayang dengan panik.


"Apa katamu? ayah akan kesini?!"


Dengan secepat kilat, Song Nan segera membereskan kekacauan yang telah dia buat. Tidak lupa menutupi setumpuk garpu dikamarnya dengan kain.


"Yang Mulia Kaisar tiba!!!"


'untunglah tepat waktu' Batin Song Nan lalu mengelap keringat di dahinya.


Kaisarpun masuk ke kamar Song Nan. Lalu menyuruh para datang dan pengawalnya pergi.


"Hormat kepada ayahanda kaisar"


"Disini tak ada siapapun Xiao Nan. Jadi kau tak perlu memberi hormatpada ayah" Ujar Kaisar lalu mengelus kepala putranya sambil tersenyum.


'ayah ini kok masih cakep ya? padahal udah kepala tiga' Pikir Song Nan sambil menatap ayahnya.


"Oiya, ayah ada perlu apa dateng ke rumah Xiao Nan?" Tanyanya. Kaisar itu terdiam sejenak lalu menghela nafas panjang.


"Aih.. jadi kalau gaada apa apa ayah ga boleh kesini? yaudah deh ayah pulang aja" Ujar sang kaisar ngambek. Song Nan yang melihat itupun langsung panik.


"Huhuhu.. sepertinya Xiao Nan sudah ga sayang lagi sama ayah" Ujar kaisar sambil menangis ala buaya.


"AYAH!"


"Iya iya ayah bercanda. Ayah kesini memang karena ada sesuatu yang mau dikasih tau ke Xiao Nan"


"Apaan? soal makanan baru kah?"


"Hei hei, kamu ni cuman tahu makanan doank apa?!"


"Canda yah"


Song Nan menjulurkan lidahnya lalu membuat tanda peace dengan jarinya. Sementara Kaisar hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anaknya.


'dia benar benar mirip Huan'er. Andai Huan'er masih hidup sekarang. Dia pasti akan senang' Pikir Kaisar sedih.


Song Nan yang melihat perubahan wajah ayahnya, cepat cepat mengalihkan topik pembicaraan.


"Ayah kesini mau kasih tau Song Nan apa?" Tanya Song Nan. Berharap kaisar melupakan tentang pikirannya tadi. Untungnya cara ini sangat efektif.


"Ah.. besok kamu mulai sekolah ya ke lotus academy" Ujar Kaisar. Song Nan tiba tiba menatapnya dengan tatapan semangat.


"Yey! akhirnya!!!" Ucapnya gembira.

__ADS_1


"Eh?"


Ekspresi Kaisar kembali berubah lagi. Drama pun kembali dimulai.


"Huhuhu tuhkan, Song Nan pengen cepat cepat ninggalin ayah"


"Eh? bukan gitu yah!"


Keesokan harinya


"Song Nan, jangan lupakan ayah ya. Huhuhu..." Ucap Kaisar sambil memeluknya erat.


"Ayah jangan gitu, malu..." Rona merah mulai menjalar ke pipi Song Nan. Para sayang dan pengawal disanapun memperhatikan gelagat ayah anak itu sambil cekikikan.


'terkadang aku ragu kalau dia ini kaisar' Batin Song Nan sambil menatap jijik ayahnya.


"Yang mulia pangeran, kereta sudah siap!" Panggil seorang pengawal. Yang langsung mendapatkan hadiah tatapan tajam dari Kaisar.


'Apa salahku?' Batin si pengawal.


"Sudahlah Ayah, lagipula aku disana bersama kak Yun'er. Pasti baik baik aja kok" Ujar Song Nan sambil berusaha melepaskan pelukan ayahnya.


"Tenanglah, Yun'er bakal jaga Nan'er baik baik kok yah!" Tambah Song Yun sambil tersenyum meyakinkan.


"Hah baiklah" Jawab Kaisar. Lalu melepaskan pelukan mereka.


Setelah itu Song Nan segera duduk di kereta. disusul oleh kakaknya, Song Yun.


"Dah ayah!!" Keduanya melambai lambai dari dalam kereta.


"Hati hati! INGAT UNTUK KIRIM SURAT SETIAP HARI!!"


'Tiap hari? yang bener aja?' Batin keduanya.


"Oh ya kak, Lotus Academy itu kayak gimana ya?" Tanya Song Nan.


"Lotus Academy itu terdiri dari 2 pelatihan. Satu untuk melatih ilmu bela diri, satunya untuk sihir. Kalau menurut kakak sih kamu masuk pelatihan ilmu bela diri aja sama kakak. Lagian kamu kan pintar kereta" Jelas sang kakak.


"Karate kak, bukan kereta"


"Yah itulah pokoknya"


Meskipun Song Yun tidak terlalu tahu hal hal mengenai karate. Tapi karena dia sudah pernah melihat Song Nan membanting salah satu pengawal kerajaan karena ada kecoa, Ia jadi berfikir bahwa karate itu keren.


Kenyataannya, karate itu berbahaya. Buktinya pengawal yang dibanting Song Nan itu menjadi trauma dan tak pernah mau melihat Song Nan juga kecoa.


Dan Song Nan sendiri, dia mulai berfikir untuk mengikuti pelatihan Sihir dan bela diri. Ia berencana menguasai keduanya untuk menjadi yang terkuat di benua.


Padahal jika dilihat dari sifatnya yang malas menghafal, kemungkinan ia akan salah salah dalam membaca mantra.


"Ah.. sudah sampai! Lihatlah Nan'er"


**Normal Pov End

__ADS_1


*To be continued***~


__ADS_2