
Song Nan Pov
(Dunia Mimpi)
"*Ah? bukankah ini dunia mimpi?" Tanyaku saat melihat kesekitar tempat aneh itu. Terdapat banyak sekali coklat, permen, dan ice cream berbentuk gunung disana. Bahkan sungai saja seperti terbuat dari susu.
"Mengapa mimpiku seperti anak tk gini?"
Meskipun aku tak terlalu suka berada disini, namun akhirnya kuputuskan untuk berjalan jalan sejenak sambil memakan cemilan yang ada disana. Saat berada di tempat yang penuh dengan kripik singkong, aku menemukan seseorang yang sedang memakan kripik disana.
"Krauk krauk.. hmm lezat~" Ujar orang tersebut dengan posisi membelakangiku.
"Hello, excuse me? who... are you?" Tanyaku ragu ragu.
"Eskes meh eskes meh, apaan sih. Ngomong bahasa manusia woy!" Jawabnya dengan nada marah. Saat dia membalikkan tubuhnya menghadap kearahku, sontak saja aku terkejut.
"Lah, raja neraka? kok bisa setinggi ini sih. minum susu apaan?" Tanyaku sambil mengamati seluruh bagian tubuhnya dari atas sampai kebawah.
"Susu kucing. Pake nanya lagi, bukan urusanmu lah!"
"Eh iya iya, raja selalu bener," Ujarku mengalah. Kemudian dia terlihat menghela nafas dan berjalan ke suatu tempat. Aku sudah memanggil manggil namanya berkali kali namun tak digubris. Akhirnya aku putuskan untuk mengikutinya saja.
"Hei, bocah"
"Bocah apanya? meski kau bertambah tinggi dengan cara misterius juga masih tak sebanding denganku"
"WOI WOI, JANGAN NGELIHAT TINGGI NAPA? UMURKU INI SUDAH 300.000 TAHUN, BERANI SEKALI KAU MEMANGGILKU BOCAH!!" Ujar raja neraka ngegas. Melihat tingkahnya itu, aku jadi semakin ingin menjahilinya.
"Tua sih tua, tapi tingginya gak nambah nambah"
Jleb!
"Terus juga gaya kayak anak kecil, ga inget umur"
Jderrr!!!
"Mana jomblo terus lagi, ga laku ya bang?"
PRUFFTTT!!!
Raja neraka memuntahkan darah karena mendengar ucapanku, sementara aku memasang wajah tersenyum puas saat melihatnya.
"Uhuk sudah. Kali ini aku datang hanya ingin memberitahu bahwa kau tak perlu lagi mencari semua benda benda yang kuminta saat itu" Raja Neraka dengan cepat mengalihkan topik pembicaraan. Aku mengernyitkan dahi pertanda bingung.
"Lah, kenapa?" Tanyaku.
__ADS_1
"Itu.. pokoknya gausah lah. Lagipula cepat atau lambat kedewaanmu akan kembali. Dan pada saat itu, aku dewa neraka Hades juga bukanlah tandinganmu"
"Eh? kau bilang kedewaan? maksudmu aku dulunya dewa" Aku melongo mendengar ucapan raja dunia bawah, atau yang biasa dikenal dewa Hades. Sementara itu, ia hanya menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ya, begitulah.. walau tadinya aku masih ingin bermain main denganmu, namun kaisar dewa dunia atas sudah menegurku. Jika aku tak melepaskanmu maka aku akan diturunkan jadi OB Neraka, huhuhu..." Raja neraka menangis tersedu sedu. Membuatku tambah bingung dengan ucapannya.
"OB itu Office Boy kan? lah masa dari raja jadu OB sih. Lagian ngapain Kaisar dewa dunia atas itu peduli banget sama aku. Memang dulu aku jadi dewa apa sih?" Tanyaku bertubi tubi. Aku semakin penasaran dengan identitasku sebelum bereinkarnasi. Apakah aku memang sangat diperhatikan dulu?
"Itu.. kau adalah-"
Plakkk*!!!
(Dunia Nyata)
Plakkk!!!
"Waaahhh sakit sakit sakittt!!!" Aku mengelus kedua pipiku yang memerah karena ditampar berulang ulang oleh guru Fei'er.
"Mengapa kau memukulku, guru?"
"......"
Awalnya guru hanya diam tak menjawab. Ia menatapku dalam dalam. Karena terus menerus ditatap, aku jadi merasa canggung. Kemudian aku mengedarkan pandanganku kesamping. Tapi alangkah terkejutnya aku saat melihat bunga lily spiderman yang berada tepat disamping tubuhku.
"Bukan. Bunga itu... tiba tiba muncul disitu"
Aku tersentak. Bagaimana bisa bunga yang langka seperti itu dalam satu malam berada disampingku? Apakah bunganya berjalan? Atau ada setan yang sengaja menaruh bunga itu disitu?
Tapi ngapain juga setan bantuin aku?
'Positive thinking aja, mungkin raja neraka itu yang bantuin aku' Batinku dalam hati.
'Lah terus kalau dia yang ngasih ini bunga, ngapain aku disuruh nyari kemarin kemarin?' Entah mengapa saat aku memikirkan itu, aku menjadi ragu kalau raja neraka itulah yang menaruh bunga disini. Namun kalau bukan raja neraka, siapa lagi? Guru tak mungkin berbohong padaku..
"Kulihat sepertinya kau juga tak tahu kenapa bunga ini bisa muncul" Ujar guru lalu mengambil bunga lily merah (lily spiderman) itu dan memberikannya padaku.
"Kau simpan saja dulu," sambungnya. Aku menggangguk pelan dan segera memasukkannya ke kantung penyimpanan. Setelah memasukan bunga itu, tiba tiba aku teringat suatu hal.
"Guru, apa kegunaan bunga Lily merah ini?"
"Lily merah, bagi para manusia biasa dan penyihir ini adalah bunga yang sangat mematikan. Namun bagi para dewa ini adalah sesuatu yang dapat memperkuat kedewaan mereka"
"Mengapa mematikan bagi manusia dan penyihir? dan mengapa bisa memperkuat kedewaan para dewa?" Tanyaku lagi.
"Tubuh fana manusia takkan mampu untuk menyerap khasiat yang luar biasa dari bunga ini. Jika dipaksakan, tubuh mereka akan meledak dan jiwa mereka akan hancur. Begitupun penyihir. Sementara para dewa, karena tubuh mereka juga merupakan tubuh yang istimewa, maka mereka bisa menyerap bunga ini dengan mudah. Dan karena khasiatnya yang luar biasa, bunga ini dapat memperkuat kedewaan para dewa. Bahkan didunia dewa saja bunga ini termasuk sangat langka. Apalagi di dunia kita. Karena itu.. sangat aneh bunga ini bisa tiba tiba disampingmu" Jelas guru panjang lebar. Lalu melihat bekas tempat munculnya lily merah itu.
__ADS_1
"Uh.. lalu jika tak dapat digunakan manusia maupun penyihir, untuk apa kita simpan?"
"Manusia biasa memang tidak bisa. Tapi seorang pesilat dengan jiwa bela diri khusus bisa menyerapnya. Meski tingkat pelatihan pesilat itu hanyalah alam matahari, itu sudah cukup. Sementara seorang pesilat dengan jiwa bela diri biasa seperti kau..." Guru menghentikan ucapannya sejenak lalu menunjuk tepat ke arah wajahku.
"Jika sampai alam penyempurnaan baru bisa."
"Hah? tapi kapan aku sampai alam penyempurnaan? 100 tahun? 1000 tahun?" Aku mulai kebingungan dengan penjelasan penjelasan yang diberikan guru. Terlebih, aku juga masih sulit menerima kenyataan ini.
Dahulu aku berasal dari dunia modern, lalu mati dan bereinkarnasi kesini. Menjadi seorang pangeran kesayangan kaisar. Bersekolah di Lotus Academy dan bertemu kembali dengan Luo Xuan. Izin libur hanya untuk mencari bahan bahan yang diminta dewa Hades sialan itu. Bertemu guru. Reinkarnasi Dewa, Mengembalikan kedewaanku. Blablablaaa... AAAA KEPALAKU RASANYA MAU PECAH!!!
"Hei hei, tenanglah. Jika kau ingin mendapat jiwa silat juga masih bisa kok" Ujar guru menenangkan. Ia terlihat khawatir dengan tingkahku yang terlihat sangat terbebani.
"Uh.. bagaimana caranya?" Tanyaku sambil memijat pelipisku. Jujur saja, kepalaku terasa berdenyut saat ini. Dan lagi aku masih harus mencerna semua situasi dan kejadian yang terjadi padaku.
"Mencuri jiwa silat orang lain," Jawabnya dengan wajah tanpa dosa.
Oh dewa, bahkan sekarang gurukupun mengajarkanku untuk mencuri. Betapa tersiksanya hidupku ini. Mana yang dewa? Adakah dewa yang merasa tersiksa seperti diriku?
'Entah kenapa aku merasa menjadi petugas neraka lebih baik ketimbang menjadi manusia ataupun dewa' Batinku.
Song Nan Pov End
Normal Pov
Mendengar ucapan sang guru, Song Nan terdiam membeku. Pikirannya yang tadinya kacau sekarang menjadi semakin kacau. Ning Fei'er menjadi sedikit khawatir padanya. Namun sebisa mungkin ia menyembunyikannya.
"Uhuk, sebelum itu mari kita latihan dulu"
"Latihan?" Song Nan yang pikirannya sempat kacau kembali fokus dengan ucapan sang guru.
"Ya, latihan. Kau... Push up 5.000 kali. Tanpa henti" Ujar Ning Fei'er dengan wajah datar.
"5.000 kali? tanpa henti?"
Tubuh Song Nan bergetar hebat saat tahu bahwa latihan yang diberikan sang guru akan begitu menyiksa batin dan fisiknya.
"Tak usah berterima kasih. Karena ini hari pertamamu maka aku hanya menyuruhmu push up 5.000 kali. Besok dan seterusnya kau push up 10.000 kali dan akan terus bertambah. Jika kau berhenti, maka harus mengulang dari awal"
Kwakkk.. kwakkk...
'Oh dewa, bunuh saja aku' Song Nan meringis dalam hati.
Normal Pov End
To Be Continued~
__ADS_1