
Song Nan Pov
Setelah sekian lama berlari menghindari fans fans ga waras itu, akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat sejenak dan duduk di bawah pohon palm di belakang academy.
Namun entah nasibku yang sial atau memang orang lain (khususnya pria) sangat membenci keberadaanku, ada saja hal tak mengenakan yang kualami. Contohnya sekarang..
"Yo, jadi ini pangeran yang lagi hits di sekolah?" Ujar seorang lelaki berpakaian norak sambil berjalan kearahku. Dia menatapku dengan tatapan mengejek.
"Heh, pangeran kayak gini kok di banggain"
Aih, kurasa dia mencoba memprovokasiku. Maap ye bang, i lagi males mo ladenin orang. Capek, lelah hatiku dengan tingkah kalian semua para manusia jahannam.
Tapi kalau dinget inget lagi mungkin aku juga termasuk manusia jahannam, hehe..
"Hei apa kau ini bisu?! Jawab jika kau memang punya nyali!" Ujarnya kesal. Aku yang mendengarnyapun menghela nafas panjang.
"Aih.. anjing kalau ga punya majikan kerjaannya menggonggong terus" Ujarku sembari menatap cecunguk itu.
Wah wah... kurasa ia mulai marah. Lumayan nih ada samsak hidup yang gratis.
"KAU! JIKA KAU MERASA JAGOAN MAKA BERTARUNGLAH DENGANKU!!!"
"Baik, siapa takut? Aku hanya perlu tiga- tidak, satu jurus saja sudah cukup mengalahkanmu"
"Kau!! Makan ini. Hantaman **** hutan, Hiyaaaahhhhh!!!"
Brak!!
"Ah ternyata ****, bkn anjing. Tapi tak kusangka kamu murid perguruan bela diri" Ujarku dengan tangan kanan yang memegang kepala cecunguk itu. Heh, serangan gini doank kok bangga!
"Kau, bagaimana bisa...?" Tanyanya dengan wajah tak percaya.
"Hmm.. jurus **** ngepet doank laa, ngapain pula takut"
"Eh? **** ngepet?" Dia terlihat bingung dengan jawabanku. Ternyata di zaman ini mereka belum tau **** ngepet, padahal kan mereka pinter sihir.
'Penyihir sama dukun itu sama gak ya?'
"Giliranku ya! Telapak peraih angin!!"
Aku mengeluarkan salah satu jurus yang kupelajari dari perguruan bela diri untuk menyerang dengan 30% tenagaku.
Bletak, Tuingg~!
"Uwaaaaaa, aku terbang!!!"
Cecunguk itu terpukul hingga melayang dan meninggalkan jejak sebelum benar benar hilang dari pandanganku. Kalau dipikir pikir sih jejaknya mirip seperti kerlipan bintang di malam hari.
"Hmmm.. kurasa aku terlalu kuat menyerangnya tadi" Ujarku sedikit merasa bersalah.
Song Nan Pov End
Normal Pov
__ADS_1
Lee Huan yang kebetulan lewat di sana tanpa sengaja melihat pertarungan tadi. Ia sangat terkejut saat melihat akhir dari pertarungan itu.
"Wah.. jurus yang hebat. Mungkin Luo Xuan ga salah pilih cowok" Gumamnya tanpa sadar.
'Tau gitu kemarin kubaik baikin aja dia' Batinnya.
Kemudian Lee Huan mengaktifkan sihir warisan leluhur klannya untuk berteleport, lalu menghilang dari tempat itu. Seolah ia memang tak pernah ada disana..
'Sepertinya aku tadi merasakan aura seseorang di sekitar sini, tapi kenapa tiba tiba hilang ya?' Pikir Song Nan sambil menatap ke sekitarnya. Saat sedang berfikir, ia jutru tanpa sengaja mengingat kakaknya, Song Yun.
"Oh iya, aku harus mencari kakak sekarang!"
Segera Song Nan melompat dari tempatnya berpijak dan tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di asramanya.
"Kakak aku pu- Eh? ayah kenapa kau ada disini?!" Ujarnya kaget. Sementara 3 manusia di hadapannya ini menatapnya dengan tatapan aneh.
"Ayolah, apa ayah tak boleh menemuimu?" Ujar kaisar.
"Eh, bu- bukan gtu.. kakak ada apa ini sebenarnya?"
"Kau tanya aku? aku lebih bingung darimu tau" Jawab Song Yun sambil menatap Song Lie dengan pandangan kesal, begitupun sebaliknya. Bahkan Song Nan bisa membayangkan kilatan petir terbentuk dari tatapan mata mereka berdua.
'kalau difoto terus diedit, bagus nih. Sayang zaman sekarang gaada kamera, bahkan obat nyamukpun gaada' Batin Song Nan sambil mengingat detik detik dirinya dikerubungi nyamuk saat bermain di luar ruangan.
Saat itu, dia berharap sekampung cicak datang kekamarnya untuk memakan semua serangga di kamarnya.
"Oh ya Xiao Nan, ayah sudah dengar semua kisahmu dari kakakmu. Tapi ayah tak menyangka kalau kamu memiliki bakat menggoda wanita seperti ayah, hehehe~" Sang Kaisar tersenyum mesum pada Song Nan. Sementara yang disenyuminnya malah bergidik ngeri.
"Kakak.. apa sebenarnya yang kau ceritakan pada ayah? katakan!"
"KAKAKKKK!!!" Song Nan berteriak karena kesal lalu segera membekukan Song Yun di tempat menggunakan sihirnya. Song Lie melotot melihat kakak tertuanya (lebih tepatnya salah satu saingannya untuk naik tahta) dengan mudah di bekukan oleh adiknya sendiri.
"Wahh.. ternyata anakku bisa sihir es juga ya, kamu memang mirip ibumu! Huhuhu.. Huan'er, kau juga melihatnya kan dari sana?" Ujar kaisar terharu tanpa memperdulikan anak sulungnya yang sebentar lagi mati kedinginan.
Tahu bahwa tak seorangpun berniat membantunya, Song Yun terpaksa mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya untuk keluar dari balok es itu. Kerlipan berwarna emas terlihat saat dia mengeluarkan tenaga dalamnya. Kedua adiknya menatapnya dengan wajah kagum.
"Woah, jurus yang keren!" Puji Song Nan. Ia seakan lupa dengan kemarahannya tadi.
"Cih, bagaimana bisa" Song Lie enggan mengakui bahwa jurus yang dikeluarkan kakaknya sangat luar biasa.
"Hehehe, iyadong!" Song Yun tertawa dengan hidung yang memanjang seperti pinokio. Lah dia malah jadi kepedean.
"Apaansih? Biasa aja" Ujar Kaisar sambil menatapnya datar.
JLEBB!!
Song Yun merasa sudah ditusuk oleh sebilah pisau tepat di dadanya.
"Yah ayah benar, itu tetap kalah jika dibandingkan dengan jurus terbaikku!" Tambah Song Nan dengan watados.
"Sehebat apapun kau masih menyebalkan.." Song Lie berucap sambil menatap ke arah lain.
'Sebenernya aku ini anak pungut kan? mana ada anak kandung nasibnya sesedih ini' Batin Song Yun, ia pundung di pojokan ruangan. Semua yang melihatnya bersweatdrop.
__ADS_1
"Sudah sudah, ayah kesini cuma mau ngasih tau kalau Song Lie juga bakal ayah sekolahin ke sini. Dia bakal tinggal satu asrama sama kalian"
"APAAA?!!" Ketiga pangeran itu membuka mulutnya lebar lebar karena kaget.
"Tidak tidak, aku tidak mau. Lagipula bukannya dia sekolah di Rose Academy?!" Tolak Song Yun.
"Berdua saja sudah melelahkan, apa ayah ingin membunuhku dengan menyuruh Song Lie tinggal disini?" Song Nan mengepalkan kedua lengannya di depan dada, merasa tidak puas dengan keputusan ayahnya.
"Hei! memangnya aku sebegitu menyusahkannya kah?!" Song Yun dan Song Lie berbicara secara bersamaan. Mereka menolak keras ucapan Song Nan, karena mereka merasa tak pernah menyusahkan siapapun selama ini.
Sayangnya mereka tak tau kenyataan yang sebenarnya...
Flashback..
"Uwaaaa aku gamau pake baju ini, bajunya terlalu ringan!" Song Yun kecil merengek pada dayang dayangnya sambil berguling guling di lantai.
(Setelah berganti baju)
"Uwaaa.. terlalu sederhana"
(Setelah berganti baju 5x)
"TERLALU NORAK, GANTIIII!!!"
(Setelah berganti baju 10x)
"Terlalu berat, hiks.."
(Akhirnya...)
"Nah ini bagus" Ujar Song Yun sambil tersenyum riang. Kedua dayangnya menghela nafas lelah. Namun mereka cukup senang karena sekarang pangeran kecil ini tidak menangis histeris seperti tadi.
"Emm.. Tapi sekarang aku mau mandi. Cepat bantu aku melepas pakaian!"
Sementara itu, dikediaman Song Lie.
"Kekiri sedikit" Ujarnya sambil menatap lukisan yang akan dipajang di kamarnya.
"begini kah? yang mulia?" Tanya dayang yang sedang memegang lukisan dengan tangan gemetar. Bukan apa apa, hanya saja lukisannya super duper besar jadi beratnya juga yaa.... tidak diragukan lagi:v
"Umm.. keatas dikit... Tidak tidak kebawah dikit, kekanan, kekiri, keatasin, blablablabla....
...nah sekarang diem dulu"
"Disini ya, yang mulia?" Tanya dayang itu, lagi.
"Hmm.. coba kebawahin dikit" Jawab Song Lie dengan wajah datar.
Keesokan harinya, dayang di kediaman kedua pangeran mengundurkan diri. Berita itu dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru istana. Semua dayang di istana tak ada yang berani mendekati kedua pangeran itu. Bahkan Song Nan mendengar sendiri nasihat dari dayang pribadinya untuk tidak bermain dengan kakak tertua dan adik ketiganya.
Flashback off..
"Masih mau bilang kalian ga nyusahin?" Tanya Song Nan sambil tersenyum mengejek. Kedua saudaranya terdiam membeku setelah mendengarnya, sementara Kaisar sudah tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
To Be Continued~
Maaf lama update, lagi gaada ide buat novel:v Kalau ada typo atau ceritanya garing mohon dimaklumi ya:')