Bereinkarnasi Menjadi Pangeran

Bereinkarnasi Menjadi Pangeran
Episode 4


__ADS_3

Normal Pov


Karena situasi tidak terkendali, semua tetua akhirnya campur tangan untuk mendinginkan suasana. Setelah semua orang sudah tenang kembali, Tetua Air memberikan bola kristal pada Song Nan.


"Silahkan, yang mulia pangeran" Ujarnya sopan.


Song Nan yang tadinya masih melamunpun sedikit tersentak. Namun kemudian dia bersikap biasa saja seolah olah tak ada yang pernah terjadi.


"Aneh, bukankah Pangeran Song Nan pintar bela diri? kenapa dia masuk bagian sihir?"


"Mungkinkah dia sudah tak waras?"


Mendengar kata kata buruk tentang adiknya, Song Yun melemparkan tatapan maut pada dua pria disebelahnya. Kedua pria itupun bergidik ngeri sambil memeluk satu sama lain.


Song Nan menyentuh bola kristal itu, lalu cahaya berwarna merah menyala dan biru keluar dari dalam bola.


"Sihir Petir, luar biasa!"


"Sihir Air, luar biasa!"


"Woah, elemen ganda!"


"Kyaaaa, pangeran memang keren!"


"Hohohoho, siapa dulu kakaknya" Ujar Song Yun sambil mengembang kempiskan hidungnya. Aneh, siapa yang hebat, siapa yang bangga.


Luo Xuan menatap Song Nan sambil tersenyum. Ia tahu bahwa pangeran itu pasti akan berhasil di ujian semudah ini.


'Nan'er kecil benar benar tak berubah, masih sama seperti dulu'


"Baiklah, sekarang kami akan mulai ujian kedua" Ujar tetua sihir Petir. Kemudian ia bersama tetua sihir Air maju bersamaan.


"Gilaa.. apa dua tetua itu akan menyerangnya bersamaan?"


"Apa pangeran bisa bertahan?"


"Pangeran Song Nan, Semangattt!!!"


"Semangat, Nan'er!" Teriak Song Yun dari kejauhan. Ia ikut memberikan dukungan bersama semua calon siswa yang ada disana.


'ini bukanlah apa apa baginya' Batin Luo Xuan sambil tersenyum tipis.


"Mohon bimbingannya, Para tetua sekalian" Ujar Song Nan sambil memberi hormat pada kedua tetua.


Kedua tetua itu saling bertatapan kemudian mengangguk bersamaan. Song Yun yang melihat hal itu mulai menebak nebak apa yang akan kedua tetua itu lakukan. Sementara Song Nan sendiri hanya memasang wajah santai saat melihat kelakuan kedua tetua.


"Luo Xuan, menurutmu sihir apa yang akan digunakan oleh Tetua Air dan Tetua Petir?" Tanya Song Yun sambil melirik Luo Xuan.


"Sihir gabungan terkuat" Jawab Luo Xuan tanpa memandang wajah Song Yun. Ia tetap fokus pada ujian Song Nan.


'sihir gabungan terkuat? Song Nan tak kan bisa bertahan kalau begitu' Pikir Song Yun dengan tatapan khawatir. Karena kalau anak kesayangan ayahnya itu tergores sedikit saja disini, tamat sudah riwayatnya.


Flashback


"Yang mulia pangeran, Yang mulia Kaisar menyuruh anda pergi ke ruang baca istana" Ujar seorang dayang. Song Yun yang mendengar hal itu segera bergegas menuju ruang baca istana.


"Mamberi hormat kepada ayahanda kaisar"


"Tak perlu, itu tak penting"


Song Yun mengernyitkan dahinya, bingung dengan ucapan ayahnya.


'Ayah kerasukan kah?'

__ADS_1


"Ermm.. kenapa ayahanda memanggil Yun'er?" Tanyanya. Berusaha bersikap senormal mungkin.


"Kau tahu kan besok adikmu akan mulai bersekolah di Lotus academy bersamamu?"


"Ya, Nan'er sudah memberi tahuku tadi. Apa ada masalah, ayah?"


"Ada masalah katamu?" Kilatan merah keluar dari mata kiri sang kaisar. Aura disekitar kaisar menjadi mencekam. Song Yun yang melihatnya berusaha mati matian agar tidak mengompol di depan ayahandanya.


"Jika sampai adikmu terluka sedikit saja, maka..." Kaisar menggantungkan ucapannya lalu melempar sebuah pisau ke sembarang arah. Pisau tersebut sukses menancap ke lukisan yang ada di dinding.


"Apa kau mengerti?" Tanya Kaisar dengan tatapan tajam


"M.. me.. mengerti" Jawab Song Yun dengan tubuh bergetar getar.


Flashback Off


'Ibu, mungkin anakmu ini akan segera menyusulmu. Huhuhu...' Batin Song Yun sambil menangis dalam hati.


"Baiklah. Ujian kedua, dimulai!"


"Triple Dragon Lightning Claws// Five Tiger Water Splash" Kedua tetua mulai mempersiapkan jurus gabungan mereka.


"... Attack!"


Zztttt.. Splashh..


Jurus itu segera menghantam tubuh Song Nan. Semua yang melihatnya terkagum kagum bercampur khawatir.


"Wah.. dahsyat sekali"


"Apakah pangeran akan berhasil?"


"Nan'er, hidupku tergantung padamu. huhuhu..."Ujar Song Yun sambil mengelap air mata buayanya.


"Kakak.. ipar?"


Song Yun menatap horor ke arah kabut yang menutupi tubuh adiknya dan Luo Xuan secara bergantian. Berkali kali.


'Apakah Luo Xuan pacar Nan'er?' Pikir Song Yun. Tanpa sadar dirinya melongo cukup lama. Dengan air liur yang mengalir deras keluar mulutnya.


"Hei, kakak ipar? apa kau baik baik saja?" Tanya Luo Xuan sambil mengguncang guncangkan tubuh Song Yun.


'Hahaha.. bahkan adikku lebih hebat dalam urusan wanita ketimbang aku'


"Aku siapa? aku dimana?"


Kita kembali pada sang MC, Song Nan.


Swush...


Kabut kabut mulai hilang dari pandangan mereka semua. Dan kemudian, terlihat Song Nan berdiri tegap tanpa lecet sedikitpun.


"Bagaimana bisa?"


"Woahh.. Pangeran berhasil!"


"Horee... Yang mulia pangeran Song Yun berhasil"


"Hah? Nan'er berhasil?"


Teriakan penonton menyadarkan Song Yun dari pikirannya. Tanpa ba-bi-bu lagi dia segera berlari ke arah Song Nan.


"Wahahaha, sudah kuduga adikku akan berhasil!" Ujarnya sambil mengacak acak rambut adiknya. Song Nan pun hanya cekikikan melihat kelakuan kakaknya.

__ADS_1


"Selamat, Yang mulia pangeran. Anda berhasil dalam ujian ini" Ujar tetua Air sambil tersenyum, lalu memberi plakat sihir air kepada Song Nan.


"Hahahaha, Pangeran Song Nan memang sangat luar biasa!" Giliran tetua Petir yang memujinya, lalu melemparkan plakat sihir petir kearah Song Nan. Segera, Song Nan menangkap plakat tersebut.


"Tetua terlalu memuji"


Kemudian kedua tetua itu kembali duduk di kursi para tetua. Mereka terlihat berbincang bincang dengan tetua lainnya.


"Nan'er kecil, kau berhasil!" Luo Xuan menerjang Song Nan lalu memeluknya erat. Song Nan terkejut dengan perlakuan Luo Xuan padanya. Namun lama kelamaan dia terbiasa dengan perlakuan Luo Xuan.


'meski awalnya aku sedikit kesal datang kedunia ini, tapi sekarang aku bahagia. Karena disini aku mempunyai ayah dan kakak yang baik padaku. Juga menemukan seorang gadis yang mencintaiku apa adanya' Batin Song Nan sambil membalas pelukan Luo Xuan.


'Tapi aku tetap takkan memaafkan perlakuan hakim dan raja neraka s*alan itu!' Sambungnya dalam hati.


(Neraka)


"HACHIMMMM" Hakim neraka tiba tiba bersin dan air liurnya mengenai wajah si Hitam.


'Kurang aj*r, make up ku jadi luntur nih!' Batin Si Hitam kesal.


"HANJ*RRRR!!!" Raja neraka bersin di didalam kamarnya.


'Hng... suara bersin baru' Batinnya lalu tersenyum ceria.


(Benua Qingming)


"Uaahh.. Pangeran Song Nan memeluk Luo Xuan"


"Hiks.. aku iri"


"Ahh mataku.. aku akan mimisan!"


"Hei kalian" Panggil Song Yun. Song Nan dan Luo Xuan menatapnya secara berbarengan.


"Bisakah kalian hargai aku yang jomblo ini? huhuhu.. berhentilah menjadikanku sebagai obat nyamuk" Ujar Song Yun sambil menangis dan menggigit sapu tangannya.


"Ah.. maaf kak"


Song Nan berusaha menghibur kakaknya. Dia mulai mengajak kakaknya bicara membahas hal hal yang tidak berhubungan dengan pacaran.


'Sepertinya Song Nan sudah ingat dengan apa yang terjadi dihutan 7 tahun yang lalu' Batin Luo Xuan sambil menatap Song Nan yang sedang tertawa canggung dengan kakaknya.


'Aku senang dia tak melupakanku' tanpa sadar dirinya tersenyum saat memikirkan Song Nan.


"Ah oke, sekarang aku mau pergi ke bagian bela diri" Ujar Song Nan yang membuat kaget semua orang yang mendengar ucapannya.


"Apakah Song Nan akan ke bagian bela diri?"


"Bukankah dia lolos bagian sihir? apa dia berencana menjadi penyihir dan ksatria?"


"Wah.. pangeran akan masuk ke bagian beladiri juga"


"Song Nan apa kau yakin?" Tanya Song Yun. Ia tak yakin bahwa adiknya akan mampu melewati ujian bela diri setelah tadi menerima serangan kedua tetua.


"Tentu saja! aku sudah berjanji pada seseorang bahwa namaku akan mengguncang dunia!" Jawab Song Nan dengan semangat membara. Luo Xuan yang melihatnya langsung tersenyum manis.


'dia mengingat perkataannya' Batin Luo Xuan.


Sebelum menuju bagian bela diri, Song Nan mendekat ke arah Luo Xuan lalu berbisik padanya.


"Tunggu aku, Xuan Xuan. Aku pasti menepati semua janjiku!"


**Normal Pov End

__ADS_1


*To be Continued***~


__ADS_2