Berjodoh Dengan Cinta Pertamaku

Berjodoh Dengan Cinta Pertamaku
10


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Eklesia langsung merebahkan diri ke kasur. Dia mulai memikirkan kejadian yang menimpanya hari ini.


Tidak semuanya berjalan mulus, tapi dia bersyukur karena punya teman baru seperti Clara.


Tiba-tiba, Eklesia teringat sahabatnya itu.


"Ohiya, aku mau ngabarin Clara."


Dengan segera, dia mengambil handphone dan mengabari Clara.


Selesai berganti pakaian, Eklesia menuju ke ruang tamu menemui mamanya.


Jam menunjukkan pukul 17.35, suara motor terdengar dari luar. Papa Eklesia pulang kerja seperti biasanya.


"Selamat sore..."


Suara itu terdengar dari depan pintu.


"Papa udah pulang. Mama panasin makanan dulu." Kata mama sambil berjalan ke dapur.


Papa masuk ke rumah, di sambut sang putri.


"Eh anak papa." Kata papa sambil meletakkan tas di meja dan duduk.


"Gimana kerjaannya, pa ? Lancar ?" Tanya Eklesia. Itu adalah pertanyaan yang sering dia tanyakan setial sang papa pulang kerja.


"Ya, seperti biasa nak. Tidak ada yang spesial." Kata papa


"Tapi, tadi anak dari bosnya papa datang ke kantor. Dia pake seragam seperti yang kamu pake. Papa pikir, dia satu sekolah sama kamu." Cerita papa

__ADS_1


"Ohiya ?" Eklesia sedikit terkejut


"Iya. Tapi papa nggak terlalu perhatiin." Kata papa


Eklesia seperti ingin membayangkan siapa orang yang di maksud papa, tapi sama sekali tidak terlintas di benaknya.


Mama tiba-tiba memanggil untuk segera makan.


"Ayo... Ayo ngobrolnya entar aja. Papa, Ekle, cuci tangan terus makan." Teriak mama dari ruang makan


Segera papa dan Eklesia bergegas ke ruang makan dan segera makan bersama.


Tidak lupa juga, di sela-sela makan, mereka saling berbagi cerita.


Usai makan malam, Eklesia membantu mama untuk mengatur kembali meja makan dan mencuci piring. Sedangkan papa melanjutkan aktivitasnya sendiri.


Malam telah tiba.


Tapi, dia tidak dapat menahan rasa mengantuk.


Dia pun tertidur.


Kringg...kringg...kringg...


Alarm handphone Eklesia berbunyi dan bukan hanya sekali saja.


Matanya terasa berat untuk di buka.


Dari arah luar, suara mama mulai menggema ke semua sudut ruangan.

__ADS_1


"Astaga. Ekle.. Kamu sekolah atau enggak sih ?" Mama membuka pintu kamar Eklesia.


"He.."


Sambil menarik selimut Eklesia.


"Ini sudah jam berapa ? Masih aja di tempat tidur. Mau ke sekolah atau enggak sih ?" teriak sang mama.


Eklesia hanya menarik kembali selimutnya. "5 menit lagi, ma."


"Ini anak, di bangunin malah tidur lagi. Kalo kamu terlambat ke sekolah, papa bisa terlambat kerja juga." Kata mama


Eklesia segera bangun dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Tidak lama kemudian, dia selesai bersiap-siap dan menuju meja makan.


"Kenapa nak ? Kok bangunnya telat ?" Tanya papa sambil makan


"Ngantuk aja pa."


Hanya memandangi roti dan susu di depannya.


"Yasudah, cepat sarapan terus berangkat sekolah. Nggak takut apa, dapat ganjaran kalo telat ?" Kata mama


Eklesia terlihat terlalu malas untuk sarapan. Tapi tidak ingin melihat sang mama sedih, akhirnya dia makan dan menyelesaikan dengan cepat.


Segera mereka berangkat.


Sampai di sekolah, anak dan ayah harus berpisah dengan aktivitas mereka masing-masing.

__ADS_1


Di halaman sekolah yang terlihat luas dan indah, Eklesia menyusuri taman itu dengan wajah lelah, malas, tidak bersemangat.


Tiba-tiba, klakson mobil terdengar begitu kuat sampai membuat Eklesia terkejut.


__ADS_2