
"Oh, seperti itu. Yasudah, nikmatilah..." Kata Clara.
Tiba-tiba, Eklesia terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu.
"Ehm... Kamu... Pasti udah biasa ya makan seperti ini ?"
Eklesia hanya menebak-nebak kalau Clara bersekolah di sekolah yang elit juga waktu SMP. Tidak heran, mengapa Clara bertanya seperti itu.
Sejak Eklesia bertemu dengan Clara di lapangan saat apel, Eklesia melihat bahwa Clara salah satu siswa kaya raya. Penampilannya yang begitu modis, tas, sepatu, bahkan jepitan rambut yang di pakainya terlihat mewah.
Clara yang mendengar ucapan Eklesia, membuatnya berhenti makan.
"Ah.. Eklesia jangan salah paham dulu. Maksud aku itu..." Clara mencoba menjelaskan.
Eklesia memandangnya dengan senyum dan berkata bahwa tidak ada masalah soal itu.
Eklesia pun bertanya pada Clara, keluarga seperti apa yang di milikinya.
"Kamu tidak keberatan kan kalau aku bertanya seperti itu ? Aku sudah menceritakan tentang keluargaku meskipun dengan berbagai kekurangan."
"Kamu tidak perlu takut aku merasa tersinggung dengan cerita kamu. Aku hanya ingin tahu, bagaimana keluarga sahabat baruku ini." Tanya Eklesia
Clara membuka suara untuk bercerita dengan hati-hati.
Papa Clara bekerja sebagai direktur di salah satu perusahaan minyak di luar kota, sedangkan mamanya mempunyai bisnis perhiasan dan sudah sampai di luar negeri.
__ADS_1
Tidak ketinggalan juga, sang kakak yang memiliki restoran mewah dan bahkan memiliki cabang di kota lain. Clara termasuk anak yang beruntung karena lahir dari keluarga yang kaya.
Clara menyelesaikan pembicaraannya dan memandang Eklesia yang seperti ingin berkata sesuatu.
"Kamu... Baik-baik aja kan ?" Tanya Clara dengan hati-hati
"Kira-kira, di restoran kakak kamu menerima kerja part time nggak ?" Pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari mulut Eklesia
"Ke..kerja part time ? Buat siapa ?" Tanya Clara
"Buat aku lah, siapa lagi ? Kan lumayan, selesai jam sekolah aku bisa kerja part time, dapet uang. Hitung-hitung, buat bantu keuangan di rumah." Ucap Eklesia dengan harapan bisa terwujud untuk kerja part time
"Kamu yakin mau kerja part time ?" Clara masih ragu dengan pernyataan sahabatnya itu
Eklesia mengangguk.
"Makasih ya."
"Ayo, lanjut makan."
Tidak butuh waktu lama, mereka selesai makan siang.
Clara dan Eklesia bergegas menuju tempat untuk menaruh bekas tempat makanan.
Tiba-tiba Clara kebelet untuk ke toilet.
__ADS_1
"Ekle, aku ke toilet bentar ya ? Udah nggak bisa di tahan." Kata Clara
"Yaudah, mana tempat makan kamu ? Biar aku bawa aja sekalian." Kata Eklesia
Clara memberikan tempat makannya dan langsung bergegas lari ke toilet.
Sementara Eklesia berjalan untuk mengembalikan tempat makan.
Sesampainya di tempat itu, tidak di sangka kejadian buruk menimpanya.
Tempat yang Eklesia tuju adalah tempat untuk kelas VIP.
Maklum, itu pertama kali Eklesia makan di kantin. Tentu saja dia belum mengetahui pasti setiap sudut yang ada.
Tiba-tiba...
Apa-apaan ini ?"
Sahut seseorang dari arah belakang Eklesia.
Ternyata sekelompok siswa datang untuk makan siang.
Eklesia terkejut dan segera menengok ke belakang.
"Anak baru ya ? Pasti kelas rendahan."
__ADS_1
Ucap salah satu siswa perempuan yang membuat Eklesia semakin terkejut.
Eklesia sama sekali tidak bisa berkata-kata dan sekelompok siswa itu semakin membuat dia tersudutkan.