Berjodoh Dengan Cinta Pertamaku

Berjodoh Dengan Cinta Pertamaku
9


__ADS_3

Lonceng sekolah berbunyi, jam menunjukkan pukul 14.30, pelajaran hari itu telah usai.


Dengan segera semua siswa bergegas siap untuk pulang, begitupun dengan Eklesia dan Clara.


Mereka berjalan menuju pintu gerbang sekolah, di mana semua jemputan para siswa telah menunggu. Tidak terkecuali Clara. Dan tidak lupa juga mereka saling bertukar nomor.


"Kamu bakal di jemput ?" Tanya Clara


"Enggak. Aku balik sendiri." Kata Eklesia


"Yaudah, kalo gitu pulang bareng aku aja. Aku anterin sekalian biar aku tahu di mana rumah kamu." Clara mengajak


"Bukannya aku menolak tawaran kamu, tapi hari aku mau naik angkot aja biar nanti besok-besok aku udah terbiasa pulang sendiri. Lagi pula nggak tiap hari kan aku pulang bareng kamu."


"Nanti deh, aku ajakin kamu ke rumah aku." Ucap Eklesia


"Kamu yakin mau pulang naik angkot ?" Kata Clara meragukan


"Iya. Kamu nggak usah khawatir. Ok ?" Eklesia memastikan bahwa dia akan baik-baik saja


Clara mengangguk.


"Yaudah. Aku duluan deh kalo gitu. Kamu pulangnya hati-hati. Kalo udah sampe, jangan lupa ngabarin." Kata Clara

__ADS_1


"Iya, kamu juga hati-hati." Kata Eklesia


Clara pergi karena jemputannya sudah menunggu, lambaian tangan pun mengiringi perpisahan kedua sahabat itu. Sedangkan Eklesia menunggu angkot sendiri.


Angkot dengan jurusan terminal muncul. Eklesia harus naik angkot 2 kali untuk sampai di rumahnya. Perjalanannya terasa lebih lama karena angkot harus banyak berhenti untuk mengangkut penumpang.


Hampir setengah jam lebih, akhirnya Eklesia sampai di rumahnya.


Eklesia segera masuk ke rumah dan memberi salam, mamanya menyambut dengan hangat.


"Sore.. Aku pulang." Ucap Eklesia


Mama yang berada di ruang tamu sedang menonton kaget dengan suara sang putri.


"Gimana hari pertama di sekolah ? Lancar ? Atau ada kendala ? Cerita sama mama


Eklesia menghela nafas panjang sambil duduk. Seperti terasa berat untuk bercerita.


"Tapi tunggu..."


"Papa mana ? Kok mama nggak denger suara motor papa ?" Tanya mama dengan heran


"Papa di tempat kerja, ma. Ini kan masih jam kerja." Jawab Eklesia

__ADS_1


"Loh, kan harusnya di jemput sama papa. Jadi pulangnya sama papa. Ini kok malah anaknya udah di rumah, papanya di tempat kerja." Kata mama


Eklesia pun menjelaskan apa yang terjadi.


"Oh, jadi begitu ? Yasudah."


"Kalo gitu, cerita dong sama mama, gimana hari pertama di sekolah. Pasti banyak temen ya ? Terus, gimana bangunan sekolahnya ? Guru-gurunya baik nggak ? Ada yang jahatin kamu nggak ?" Mama memberikan pertanyaan tanpa jeda. Mama sangat penasaran dengan hari pertama sang putri di sekolahnya.


Eklesia bingung dan tidak tahu harus menjawab yang mana dulu.


"Ma... Bangunan sekolah aku bagus, nyaman, siswanya banyak, guru-gurunya baik.... Temen-temen aku juga pada baik kok. Pokoknya hari ini lancar." Eklesia tidak menceritakan yang sebenarnya terjadi.


Alasannya karena, Eklesia tidak ingin mamanya merasa sedih jika mendengar bahwa sekolah itu mengutamakan anak orang kaya. Eklesia sangat menjaga perasaan sang mama, apalagi mengingat keadaan mereka.


"Pokoknya mama tenang saja, aku bakal baik-baik aja kok." Kata Eklesia sambil tersenyum


"Baguslah kalo kamu nyaman dengan sekolah itu." Mama merasa lega setelah mendengar jawaban Eklesia


"Aku ke kamar dulu ya ma. Mau ganti baju." Sambil berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


"Nggak makan dulu ? Mama udah masak itu." teriak mama


"Tunggu papa aja, nanti sekalian." Jawab Eklesia

__ADS_1


__ADS_2