
Kelas ini di kenal sebagai kelas yang paling di takuti. Mereka bisa berbuat apa saja, apalagi jika mengetahui kalau ada siswa yang masuk di sekolah itu hanya karena beasiswa.
Mereka akan jadi bulan-bulanan kelas VIP. Setiap hari pasti jadi bahan tertawaan, dan mungkin bakal banyak kejadian buruk yang akan terjadi.
"Makanya, jangan sampai kita bertemu apalagi mencari masalah dengan mereka." Clara menekankan pernyataannya itu.
"Kamu paham kan ?"
Eklesia mengangguk, sebagai respon bahwa dia mengerti maksud Clara.
"Intinya aku tidak melarang kamu berteman. Hanya saja, jangan dengan mereka."
"Sepertinya, kamu mengetahui banyak hal tentang sekolah ini." Ucap Eklesia.
"Hmm... Mungkin."
"Aku hanya mencari tahu apa yang pantas untuk di ketahui. Dan aku rasa, itu salah satunya. Selain aku hanya ingin belajar dengan tenang, aku sama sekali tidak butuh teman banyak, apalagi harus punya musuh. Pokoknya aku hanya ingin memperingatkan kamu soal itu."
Clara melengkapi pernyataannya itu.
Jam istirahat pun tiba.
Clara mengajak Eklesia untuk pergi ke kantin dan itu adalah kali pertama mereka makan di kantin sekolah.
__ADS_1
Mereka penasaran seperti apa kondisi kantin di sekolah mahal seperti itu. Mereka berjalan menuruni tangga sambil memperhatikan tiap detail sekolah baru mereka.
Tapi tidak semudah seperti yang mereka bayangkan. Mereka harus berkeliling mencari kantin sekolah yang entah di mana letaknya.
"Ya ampun, nyari kantin sekolah aja kok susahnya kayak nyari perhatiannya dia." Guman Clara membuat Eklesia tertawa.
"Clara..."
"Kenapa kita nggak tanya sama siswa lain aja ? Dari tadi, kita ketemu sama banyak siswa. Tinggal tanya aja, kantin dimana ya ?" Ucapan Eklesia membuat langkah kaki Clara terhenti.
Clara memandang Eklesia dengan wajah kesal.
"Kenapa nggak ngomong dari tadi sih ? Udah 10 menit kita bolak balik nggak jelas, mana udah lapar banget lagi. Yaudah, mana nih orang yang bisa di tanyain." Clara mencari siswa.
Tiba-tiba Clara menghentikan 2 orang pria yang sedang berjalan menuju mereka dan bertanya di mana letak kantin.
Pertanyaan Clara membuat 2 orang itu terkejut.
Eklesia dengan cepat memperbaiki cara Clara bertanya.
"Clara, biar aku yang tanya."
"Kalau boleh tahu, letak kantin di mana ya ? Kebetulan ini hari pertama kita di sini, jadi masih bingung sama keadaan sekolah." Eklesia bertanya dengan nada lembut.
__ADS_1
"Kantin di lantai 1, setelah tangga belok kanan, nanti kalian bisa nemuin papan penunjuk arah." Jelas salah satu siswa itu.
"Oh iya, terima kasih ya." Ucap Eklesia sambil menarik tangan Clara dan berjalan menuju lantai 1.
"Ngapain sih harus ngomong dengan lembut ? padahal cuma nanyain kantin doang." Guman Clara
Eklesia hanya geleng kepala sambil tersenyum.
Sesampainya di lantai 1, mereka langsung menemukan papan penunjuk arah dan segera bergegas ke kantin.
Suasana kantin begitu ramai, banyak kursi yang tersedia, dan hampir semua penuh di duduki siswa.
Kantinnya terlihat mewah, sangat rapih teratur, dan tentu saja salah satu ruangan ber AC.
Dengan segera mereka berdua berdiri dalam antrian yang panjang menunggu giliran mereka.
Setelah mendapat giliran mengambil makanan, mereka mencari tempat duduk.
"Makanannya enak-enak ya. Nggak nyangka sekolah akan nyediain makanan kayak gini." Kata Eklesia sambil makan.
"Memangnya, baru kali ini kamu makan di kantin sekolah ? Tanya Clara dengan heran.
"Sebenarnya waktu SMP sering juga makan di kantin, tapi beda sama di sini. Tahu lah bedanya sekolah elit sama sekolah yang biasa aja. Makan di kantin aja harus bayar."
__ADS_1
"Tapi di sini, aku makannya gratis, udah gitu makanannya enak-enak pula".
Kata Eklesia sambil menikmati makanan itu.