
Zahwa Qafia Nazira atau lebih di kenal dengan sapaan Qafia sedang mengerjakan tugas kulianya di kamar. Qafia kulia di Universitas Indonesia, dia mengambil jurusan sastra arab.
Tok...
Tok...
Tok...
"Assalamualaikum Dek " Ucap Atika Fithria Tsabita kakak sepupu Qafia.
"Waalaikumsalam Kak Bita.. Masuk aja pintunya tidak di kunci!" Ucap Qafia dari dalam kamar.
Bita pun masuk ke dalam kamar Qafia, melihat Qafia sedang serius mengerjakan tugas kulianya di laptop Bita menghampri Qafia di meja belajarnya.
"Dek! Kakak mau bicara boleh?" Tanya Bita pada Qafia yang masih serius mengerjakan tugasnya
Qafia pun mengentikan pengetikannya di laptop dan segerah menutupnya.
"Ada apa kak?" tanya Qafia menatap Bita "dari sorot mata kakak sepertinya ini persoalan yang sangat penting. Ayo kak kita ke kasur aku" Menarik tangan Bita menuju ranjangnya, Mereka pun segerah duduk di kasur.
"Dek boleh ya malam ini Kakak tidur sama Ade?" Tanya Bita pada Qafia.
"Boleh dong Kak, Qaf malah senang kalau kakak mau tidur sama Qaf." Ucap Qafia dengan senyum manisnya.
"Mungkin ini hari terakhir kita tidur bersama Dek?"
"Maksud Kakak apa?" tanya Qafia dengan mata berkaca-kaca.
"Kakak sudah putuskan besok Kakak akan berangkat ke Jerman untuk melanjutkan pendidikan Kakak." Ucap Bita dan berusaha membendung air matanya.
"KAKAK JAHAT! KAKAK MAU NINGGALIN QAF, KAKAK TAU DARI DULU QAF ENGGA MAU PISAH DENGAN KAKAK! DAN KAKAK JANJI ENGGA BAKALAN NINGGALIN QAF , TERUS SEKARANG KENAPA KAKAK MAU NINGGALIN QAF? QAF KECEWA DENGAN KAKAK." Ucap Qafia berderai air mata dan segerah lari keluar kamar dan berlari menuju ruang keluarga yang ada dilantai bawah.
Sesampai di ruang keluarga Qafia langsung memeluk kakaknya bernama Nabhaz. Nabhas pun dengan sigap membalas pelukan adiknya.
"Anak Ummi kenapa kok nangis?"tanya Ummi Syifa sambil mengusap lembut kepala Qafia yang tertutup hijab.
"Kak Bita jahat sama Qaf ummi."
"Emang ada apa dengan Kak Bita Dek? " Tanya Nabhas. Ya Nabhas emang belum mengetahui rencana Bita yang akan pergi ke Jerman.
"Kak Bita mau tinggalin Qaf Kak. Kak Bita mau ke Jerman lanjutkan pendidikan-nya"
"Dek Kak Bita engga jahat Kak Bita hanya pergi sebentar Dek." Nabhas berusahan menenangkan Adenya.
"Kak Bita jahat kak. Kak Bita janji sama Qaf engga akan ninggalin Qaf terus sekarang apa? Kak Bita mau ninggalin Qaf."
"Maaf Nak Ummi dan Abi tidak bisa berbuat apa-apa. Ummi dan Abi tidak bisa cegah Bita buat lanjutin pendidikannya." ucap Abi Aqlan sedih melihat Anaknya menangis.
"Iya Abi engga apa-apa kok. Malam ini boleh kan Qaf tidur barang Kakak?" tanya Qafia pada Nabhas.
"Tentu boleh dong Adek. Tapi di kamar Kakak engga ada boneka Hello Kitty ya!" ucap Nabhas berusaha menghibur Qafia.
"Ayo Kak kita pergi ke kamar Qaf sudah ngantuk."
"Ummi Abi, kami ke kamar dulu ya."
Ummi dan Abi pun menangguhi. Nabhas dan Qafia ke kamar Nabhas yang ada di samping kamar Qafia. Bita yang melihatnya berlari ingin menemui Qafia namun Qafia lari masuk ke kamar Nabhas.
"Dek maafkan Kakak." ucap Bita berderai air mata "Has tolong bantu Aku bujuk Qaf biar dia mau tidur sama aku Has tolong."
"Maaf Kak bukannya Aku engga mau nolongin Kakak tapi kakak tau kan gimana sifat Qaf."
__ADS_1
"Ya udah sampaikan salam ku pada Qaf, malam ini aku akan menginap di rumah teman ku." ucap Bita berlari menuju kamarnya dan mengambil koper miliknya.
Bita pun meninggalkan rumah itu. Keesokan harinya tak seperti biasanya Qafia belum juga bangun padahal waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 Nabhas pun haran dengan Adiknya.
"Tumben Qaf belum bangun sampai sekarang. Dia kan kulia pagi." ucap Nabhas dan mendekati Qafia
"Dek bangun, Kakak mau ke masjid Dek ayo Qa f bangun sholat shubu." Nabhas terus membangunkan Adiknya sampai kumandan shubu terdengar. Nabhas
segerah berangkat ke masjid bersama Abinya.
Sepulang dari masjid Nabhas terus ke kamar inin memastikan apakah Qafia sudah bangun atau belum. Dan Qafia pun belum bangun,
"Qaf sayang bangun Dek" merasa tidak ada respon Nabhas mengecek denyut nadi Qafia dan yang di dapati denyut nadinya melemah
"Ummi..... Abi....." teriak Nabhas
Ummi dan abinya pun datang.
"Ada apa Has kenapa teriak-teriak?" tanya Ummi
"Ummi Abi Qaf pingsang."
"Ayo kita bawah kerumah sakit" ucap Abi
Nabhas pun menggedong Qafia ala bridal style. Singkat cerita sesampai dirumah sakit Qafia pun segerah di tangani oleh dokter. Tak lama kemudian dokter pun keluar.
"Dok apa yang terjadi dengan anak saya?" ucap Ummi khawatir.
"Putri Ibu dan Bapak mengalami Penyakit Paru obstuktif kronis" Ucap dokter itu
"Apa itu Penyakit paru obstruktif kronis?"tanya Abi
"Penyakit paru obstruktif kronis adalah kelompok penyakit pada paru-paru yang terjadi dalam jangka panjang, misalnya bronkitis kronis dan emfisema. "
Sementara itu di taman UI Izzah, Dina dan Jihan menunggu kedatangan Qafia.
"Qaf mana ya kok belum datang shi?" tanya Dina kepada kedua temannya.
"Entah Din engga biasanya Qaf telat." jawab Jihan
Aziz datang dan duduk di kursi depan Izzah.
" Qaf mana?" tanya Aziz
"Itu dia yang sedang kami bicarakan sampai sekarang dia belum datang." ucap Jihan.
"Mungkin macet kali jadi dia belum datang." Ucap Izzah yanh sedari tadi diam
3 hari kemudia keadaan Qafia belum juga ada kemajuan. Nabhas sedih melihat keadaan adiknya yang masih terbaring lemah.
"Dek bangun Kakak rinduh dengan Adek, apa Ade tidak rinduh dengan Kakak?" ucap Nabhas menitihkan air mata.
Usia Nabhas dan Qafia tidak lah terlalu jauh hanya terlampau 3 tahun saja.
"Ummi Abi kenapa Qaf belum sadar jga? Kakak rindu ngobor sama Ade Ummi Abi."
"Kami pun menginginkan hal yang sama Kak namun apa ada Adikmu belum sadar jaga." ucap Ummi.
"Ade bangun dong buka matanya Kakak mu yang tampan ini merindukan dirimu."
"Kakak tidak ke kantor? sudah 3 hari Kakak tidak ke kantor!" tanya Abi kepada Nabhas.
__ADS_1
"Engga Bi, Ada Istad yang menengani semuanya Bi Kakak mau di sini saja temani Ade." ucap Nabhas terus menggenggam tangan Qafia.
"Kalau Kakak tidak mau ke kantor Abi titip Ade ya soalnya perusahaan cabang di palu sedang ada masalah, Abi harus kesana menenganinya. Engga apa-apakan kalau Kakak di tinggal berdua dengan Ade soalnya Eyang kamu juga sedang sakit jadi Ummi dan Abi akan pergi."
"Bi Ummi engga usah pergi ya Ummi mau disini jagain Qaf." ucap Ummi
"Ummi, Eyang juga butuh Ummi. Ummi pergi saja masalah Ade Kakak bisa merawat Ade kok Ummi." Nabhas memohon ke Umminya.
Ummi Zahira pun menganguk. Ummi dan Abi pun pergi kini diruangan hanya ada Nabhas dan Qafia. Tiba-tiba hp Nabhas berdering menandakan ada seseorang menelfon.
"Halo tad"
.............
"Kamu saja ya tad, aku lagi jaga Qaf. "
...............
"Oke tunggu 1 jam lagi di cafe banana."
Nabhas segerah mematikan hpnya dan berjalan keluar menuju salah satu ruang dokter
Tok....
Tok.....
Tok....
"Iya masuk." ucap seorang dokter dari dalam.
Nabhas pun masuk diruangan dokter tersebut.
"Assalamualaikum Zan."
"Waalaikumsalam Han." balas Dokter itu.
"Aku mau minta tolong boleh?"tanya Nabhas
"Apa itu?"
"Aku mau kamu jagain Ade aku boleh Yan?"
"Boleh, emang Ummi dan Abi kemana?"
"Ummi ke surabaya sementara Abi ke palu. Aku jga mau ke Kantor ada client yang harus aku temui dari Amerika dan tidak bisa diwakilkan oleh sekertaris ku."
"Kebetulan aku sudah tidak ada jadwal oprasi dan tidak ada pasien yang mau kutangani jadi aku bisa menjaga adikmu dengan tenang, Adik mu Adikku juga Han."
"Makasih ya Yan."
"Iya sama-sama."
"Ayo keruangan Adikku.".
Nabhas dan Dokter itu pun keluar dan berjalan masuk ke ruangan Qafia dirawat.
Teman-teman ku semua yang cantik, ganteng dan imut cerita BLC sampai disini dulu yah.
Jangan lupa like dan komennya.
Follow jga IG admin ya**
__ADS_1
@dilla_rasab**