BIRUNYA LANGIT CINTA

BIRUNYA LANGIT CINTA
Bab 9


__ADS_3

Mereka semua sudah kumpul di rumah Qafia 2 mobil dan 4 motor sudah berjejer di depan rumah Qafia.


Daffa, Aziz, Rafli dan Fadli memutuskan naik motor dengan alasan bila ada yang di butuhkan lebih muda pakai motor sedangan Zayyan tetap menggunakan mobilnya dan Jihan yang kali ini mengendarai mobil Aziz. Aziz tidak meragukan lagi kemampuan Jihan dalam mengendarai mobil karna sudah sering pergi-pulang mengendarai mobil.


Semuanya sudah sedia di depan rumah Qafia.


"Jadi Ade mau ikut siapa? Kak Has atau Jihan." Tanya Nabhas pada Qafia


"No.... No.... No.... Qafia harus ikut kita, maaf ya Jihan bukannya saya tidak percaya sama kamu tapi saya khawatir pada adik saya, tidak apa-apa kan kalian tidak sama mobil?" Ucap Istad.


"Engga apa-apa Kak kami juga takut kalaw Qafia ikut sama kami, nanti kalau Qafia kenapa-napa kami takut. Kalau Qafia  sama kakak kan ada dokter Zayyan yang bisa mengobati Qaf." Ucap Dina.


"Ayo berangkat." Ucap Jihan.


Mereka semua berdoa sebelum berangkat dan segerah menuju mobil masing-masing. Di mobil Zayyan Qafia sangat ngantuk karna kurang tidur tadi malam akhirnya memutuskan untuk tidur. Qafia menyadarkan kepalanya di bahu Nabhas.


"Tidur yang nyenyak adik kesayangan kakak." Ucap Nabhas lirih dan mengecup kening Qafia. "Yan apa kamu cinta sama Qafia?" Tanya Nabhas sambil menatap Zayyan.


"Maaf  ya Has semenjak kamu suruh saya jaga Qafia di rumah sakit, sejak itu rasa cinta ini muncul Has, dari dulu saya ingin mengatakannya sama kami namun saya takut has, saya takut kamu marah s dan kecewa sama saya makanya selama ini saya diam, diam di hadapan manusia namum....... Sekali lagi maaf ya Has nama  Zahwa Qafia Nazhira tak perna absen di setiap doa-doa ku selama ini." Ucap Zayyan tertunduk "kalau kamu kecewa sama saya tak apa has, asal jangan sampai persahabatan kita putus."


"Saya tunggu kedatangan mu besama keluarga mu di rumah ku, simpan kata-kata mu itu dan bilang di depan Abi ku." Ucap nabhas.


"Hari ini kan hari  ahad kami tunggu kedatangan mu hari  kamis." Ucap Istad.


"Kamu mau dimana Tad? Di Qafia atau di saya." Tanya Zayyan.


"Emmmm" Istad dengan gaya berfikir.  "Has kalau saya ikut zayyan gaji saya tidak bakal kepotong kan?" Tanya Istad.


"Tidak bakal." Ucap Nabhas.


"Okke saya ikut kamu Yan, karna saya ingin pengaruhi Qafia agar tidak  menerima mu." Ucap Istad santai.


"Jangan begitu Tad engga baik." Tegur Nabhas.


Mereka terus bercerita, Qafia sedang asik di dunia mimpinya. Tak terasa mereka pun sampai. Nabhaspun membangunkan Qafia.


"Dik, adik bangun dik." Ucap Nabhas membangunkan Qafia.


Qafia pun bangun.


"Udah sampai ya kak?" Tanya Qafia pada Nabhas.


"Iyya dik sudah sampai." Ucap Nabhas.


Mereka pun turun dari mobil dan mencari tempat stategis untuk mendirikan tenda.


"Jarak tenda putri ke putra 30 meter ya! Jangan terlalu jauh jangan juga terlalu dekat." Ucap Zayyan.


"Baik Dok." Ucap semuanya terkecuali Qafia.


"Panggil Kakak saja atau Zayyan." ucap Zayyan


"iyya kak." Ucap Daffa


Laki-laki pun mulai mendirikan tenda, sedangkan perempuan memasak untuk makan siang. Selesai memasang tenda dan memasak mereka semua pun makan bersama. Selesai makan mereka pun bercerita.


"Qaf engga risih kemana-mana pakai niqab?" Tanya Rafly.


"Engga kak kan sudah terbiasa jadi ya nyaman aja pakai Niqab." Ucap Qafia.


"Owh ya Qaf kan sudah 3 bulan tidak konsultasi ke rumah sakit, gimana masih sering sakit kepalanya?". Tanya Zayyan.


"Alhamdulillah tidak kak, bila kepala Qaf sakit, Qaf hanya minta kak Has mengaji di samping Qaf alhamdulillah langsung redah." Jawab Qafia.


"Catat Yan kalau kepala Qaf sakit jangan kasih obat ngaji aja di dekatnya." Bisik Istad pada Zayyan


Zayyan hanya tersenyum.

__ADS_1


"Gimana kalau besok kita pergi menjelajahi alam?" Tanya Aziz


"Boleh, katanya disini ada bunga angrek yang sangat langka gimana kalau kita berlomba mendapatkan itu?" Tanya Fadli.


"Wah bocah-bocah petualangan mulai angkat bicara." Ucap Daffa.


"Boleh." Ucap Istad, "yang menang dapat hadiah sedangkan yang kalah bakal dapat hukuman, gimana stuju?"


"Okke stuju. Kita bagi 2 kelompok saja. Tim Aziz dan tim Fadly. Mereka kan bocah petualangan jadi biar mereka jadi pemimpin." Ucap Zayyan.


"Kalian pilih tim sendiri. Di mulai dari Aziz." Ucap Nabhas.


"Tim saya ada Kak Zayyan, Kak Has, Qafia, Jihan dan Kak Rafli." Ucap Aziz.


"Okke di tim saya ada Izza, Dina, Daffa dan Kak Istad." Ucap Fadly.


"Bentar-bentar ini namanya engga adil kali Aziz di tim kamu berjumlah 6 orang sedangkan di tim Fadly hanya 5 orang." Ucap Istad.


"Tenang aja Kak Ist, Kak Abyan, dan kak Fian katanya mau kesini. Jadi kak Abyan bisa ikut tim kita, biarkan kak Fian ikut di tim Aziz" Ucap Dina yang sedari tadi main hp.


"Serius kak Abyan mau datang ke sini?"  Tanya Izza memastikan.


"Iyya Kak Abyan dan Kak Fian mau ke sini, mau ketemu sama kak Zayyan, Kak Nabhas, dan kak Istad katanya."


"Kak Has kenal sama Kak Abyan dan kak Fian?" Tanya Jihan.


"Iyya, Abyan dan Fian itu teman waktu kami SMP tapi waktu SMA Abyan memutuskan untuk sekolah di sini, Sedangkan Fian tetap sekolah di jakarta, na saat lulus SMA Abyan dan Fian memutuskan untuk kuliah di   Oxford sedangkan kak Has, Kak Istad dan Kak Zayyan memutuskan kulia di Maroko." Ucap Nabhas memberi penjelasan pada Qafia.


"Kenapa kak engga kulia saja di  Oxford supaya bisa sama-sama Kak Abyan dan Kak Fian?" Tanya Aziz.


"Kak Has, Kak Istad dan Kak Zayyan engga mau pisah Kak Istad dan Kak Zayyan mau kuliah di Maroko, makanya kami kulia di Maroko." Ucap Nabhas.


"Kak Istad dan Kak Zayyan kenapa tidak mau kulia di Oxford? Bukannya jurusan manajemen bisnis dan kedokteran University of Oxford lebih terkenal daripada University of Al-Qarawiyyin?" Tanya Qafia.


"Karna kaka engga bisa hidup di negara yang masyarakatnya bukan mayoritas Islam. Makanya Kak pilih di Maroko, selain bisa capai cita-cita kakak, kaka juga bisa memperdalam ilmu agama kakak." Ucap Istad.


"Jelaskan  tentang University of Al-Qarawiyyin  yang kamu ketahui Qaf?" Ucap Zayyan


"University of Al-Qarawiyyin adalah university tertua di dunia berumur hampir 12 abad,  kampus  University of Al-Qarawiyyin  didirikan pada tahun 859 M dan berlokasi di Fez, Maroko. Mulanya University of Al-Qarawiyyin merupakan masjid yang sering disebut Jami'ah Al-Qarawiyyin sebagai pusat pendidikan komunitas Muslim setempat." Ucap Qafia.


"Jelaskan tentang university of Oxford." Ucap Zayyan.


"University of Oxford Berdiri di antara tahun 1096-1167, University of Oxford termasuk dalam salah satu kampus tertua di dunia. Kampus terbaik di Inggris itu juga terkenal dengan lulusan terbaiknya.


Sebut saja alumni yang berhasil menjadi Perdana Menteri Inggris, Uskup Agung Canterbury, santo, peraih Nobel, pemenang Hadiah Nobel dan satu gelar Sir. Salah satu alumni yang terkenal adalah Stephen Hawking."


"Universitas islam tertua di dunia berapa?" Tanya Fadly.


"Hanya dua kak university Al-Qarawiyyin yang di dirikan pada tahun 859 Masehi dan universitas Al-Azhar Kairo yang di dirikan pada awal 970 Masehi." Ucap Qafia. "Kak kenapa pilih kulia di university Al-Qarawiyyin?" Tanya Qafia pada Nabhas, Zayyan dan Istad. "Jelas-jelas universitas Al-Azhar Kairo lebih terkenal daripada university Al-Qarawiyyin maroko?"


Daffa dan yang lain hanya menggelengkan kepada melihat Qafia yang banyak tanya. Nabhas terseyum melihat tingkat Qafia yang banyak tanya. Nabhas, Istad dan Zayyan pun menjawab pertanyaan Qafia.


"Sudah puas?" Tanya Nabhas.


"Sudah. Owh Iyya Qaf bole kan ambil S3 di Maroko?" Tanya Qafia menatap Nabhas.


"Kalau kamu bisa sembuh dan kembali seperti semula, in sya Allah kakak izinkan." Ucap Nabhas.


Mereka pun  asik bercerita. Abyan dan Fian datang membawa cemilan  untuk mereka. Malam pun tiba kini menunjukkan pukul 21:32, Qafia, Izzah, Jihan dan Dina sudah terlihat mengantuk.


"Adik kalau cape tidur saja." Ucap Nabhas


Qafia, Izza, Jihan, dan Dina pun mengangguk dan pergi ke tenda untuk tidur.


"Yang jaga malam ini siapa?" Tanya Abyan.


"Malam ini saya tidak bisa jaga, cape banget soalnya. Besok malam baru saya." Ucap Istad.

__ADS_1


"Daffa bisa ikut jaga malam ini?" Tanya Fian.


"Bisa kak, tapi boleh tidur bentar engga kak? Soalnya udah ngantuk banget, cape juga naik motor." Ucap Daffa cengegesan.


"Boleh, nanti jam 3 saya kasih bangun. Berarti 2 sesi ya, sesi pertama  Nabhas, Zayyan dan saya. Sesi ke dua Daffa, Rafli dan Fian." Ucap Abyan. " Biarkan Fadli, Aziz dan Istad tidur."


Yang tidak dapat sesi mereka pun tidur, Nabhas, Zayyan  dan Abyan asik cerita. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 2.30 Qafia bangun untuk melaksanakan sholat malam.  Nabhas yang melihat Qafia bangun segera menghampiri Qafia.


"Kenapa dik? Mau solat ya?" Tanya Nabhas.


"Iyya kamu mau sholat malan." Ucap Qafia.


"Okke tunggu di sini sebentar saya ajak Zayyan dan Abyan dlu."


"Iyya kak."


Nabhas pun pergi mengajak Zayyan dan Abyan. Selesai Sholat Qafia mengajak Zayyan, Nabhas dan Abyan ngaji bareng.


Mereka pun mengaji bersama-sama.  Daffa dan yang lain pun bangun.


"Subhanallah bidadari kakak dalam mimpi." Ucap Istad memuji Qafia.


Qafia hanya tersenyum di balik niqabnya. Istad dan yang lain pun melakukan sholat malam berjamaah.


Selesai sholat Nabhas, Zayyan dan Abyan masuk ke dalam tenda tidur, begitupun fadli dan Aziz kembali  tidur,  Istad mulai membuka laptop untuk kerja, sedangkan Daffa, Fian dan Rafli asik bercerita, lebih tepatnya hanya  Daffa dan Rafli, Fian sibuk dengan al-qur'an nya. Selesai ngaji Fian melihat Qafia juga mengaji, Fian pun menghadapi Qafia.


"Lagi baca surah apa?" Tanya Fian duduk di dekat Qafia dengan jarak 2 meter.


"Surah Yusuf kak." Jawab Qafia.


"Sudah di ayat berapa?"


"Baru di ayat 1 kak." Ucap Qafia.


"Mau sambung ayat?"


"Boleh kak."


Fian dan Qafia mulai  sambung ayat. Daffa dan Rafli mulai mengamati Fian dan Qafia.


"Kayaknya saingan kamu bukan hanya dokter itu deh Daf, Tapi juga pengusaha sukses itu." Ucap Rafli.


"Diam kau Raf." Ucap Daffa


Rafli pun diam. Waktu terus berjalan tanpa terasa adzan subuh sudah mulai berkumandang. Nabhas dan yang lain pun bangun, mereka sholat jamaah.  Selesai sholat mereka secara bergantian mandi, laki-laki dan bagi tugas ada yang mandi ada yang v bersihkan lokasi camping, sedangkan perempuan memasak. Selesai memasak mereka pun makan bersama.


"Gimana kegiatan hari ini apa yang mau di lakukan?" Tanya Abyan.


Nabhas menatap Aziz.


"Kegiatan hari ini yaitu menjelajahi alam kak, mulai pukul 7 sampai pukul 11, untuk mencari bunga angrek." Ucap Aziz.


"Hanya satu tim  atau bagaimana?" Tanya Fian


"2 Tim kak, Tim saya dan Tim Kak Fadli." Jawab Aziz.


"Di tim saya ada Izza, Dina, Daffa dan Kak Istad, sedangkan di tim Aziz  ada Kak Nabhas, kak Zayyan, Jihan, Izza dan Rafli." Ucap Fadli.


"Kak Fian dan kak Abyan saja mau masuk tim yang mana." Ucap Aziz.


"Saya masuk di tim Aziz." Ucap Fian cepat.


"Baiklah saya masuk di tim Fadli." Ucap Abyan.


"Yaudah ayo siapkan barang-barang kalian bentar lagi kita berangkat." Ucap Nabhas.


Mereka pun menyiapkan barang-barang yang sekiranya mereka butuhkan. Selesai itu mereka pun mulai berangkat tim Aziz berjalan menuju timur sedangkan tim Fadli berjalan menuju Utara.

__ADS_1


__ADS_2