BIRUNYA LANGIT CINTA

BIRUNYA LANGIT CINTA
Bab 3


__ADS_3

Daffa Ramdan Althef atau  lebih di kenal dengan sapaan Daffa adalah ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) di UI. Kini Daffa sedang mondar-mandir di area musholah, seakan menunggu kehadiran seseorang.


Rafli dan Fadli mereka sahabat  Daffa dari sejak SD. Rafli memiliki sifat yang ramah dan penyabar. Sementara Fadli memiliki sifat yang cerewet, humoris namun emosian.


"Daffa kenapasih kamu mondar-mandir, setrikaan saja?"ucap Fadli


"Aku khawatir dengan Qafia  Fad, sudah 4  hari ini dia tidak datang ke kampus. Apa dia sakit ya? Mana sebentar lagi akan ada acara maulid nabi Muhammad SAW lagi, dia kan bendahara, dia harus hadir lha"


Rafli hanya dia dan mengutak-atik Headphone nya. "Qafia masuk RS. Daf. "


"Serius?"tanya Daffa dan Fadli.


" Iya. Ini Izza sedang minta izin di grup HMI UI katanya nanti dia bersama Dina, Jihan dan Aziz baru pulang dari RS jenguk Qafia tapi mereka terjebak kemacetan."ucap Rafli


"Sekarang pukul berapa?"tanya Daffa.


" Pukul 9 lewat 15 menit."jawab Rafli.


"Kabarkan di grup hari ini tidak jadi meeting."ucap Daffa.


" Kok gitu sih Daf?"tanya Fadli, bingung kenapa tiba-tiba  meeting di batalkan sepihak oleh Daffa.


"Qafia lebih penting daripada meeting itu."ucap Daffa.


" Dasar bucin."gumam Rafli.


"Tanyakan Qafia di rawat di rumah sakit mana, kamar berapa dan lantai berapa?"


" Oke."jawab Rafli mulai mengetik, "Daf aku sudah tau Qafia dirawat dimana." Memperlihatkan headphone nya pada Daffa, setalah membacanya Daffa pun berlari menuju civic putihnya. Rafli dan Fadli menyusul mengejar Daffa.


"Daf tunggu."teriak Rafli


Daffa pun berhenti tepat di depan mobilnya.


" Ayo naik."perintah Daffa pada Rafli dan Fadli.


Rafli, Fadli dan Daffa naik di mobil Daffa, Daffa pun mengemudi mobilnya ke rumah sakit tempat dimana Qafia di rawat. Di tengah jalan Daffa melihat penjual bunga dan buah, Daffa pun meminggirkan mobilnya.


"Biar aku yang turun, kamu disini saja."ucap Rafli


Dijawab anggaran oleh Daffa. Rafli pun turu dari mobil dan berjalan menuju tempat buah itu setelah selesai membeli buah, Rafli hanya membeli buah tak membeli bunga. Rafli pun kembali masuk ke dalam mobil dekat Daffa.


" Kok kamu engga beli bunga Raf?"tanya Fadli


"Kita mau jenguk orang sakit bukan nembak orang."jawab Rafli.


Daffa pun mengemudi mobilnya menuju rumah sakit tempat Qafia dirawat. Sesampai di rumah sakit Qafia, Daffa pun memarkirkan mobilnya dan mereka pun berjalan menuju ruang inap Qafia. Sesampai di ruang inap Qafia segera mengucap salam


" Assalamu'alaikum!"ucap Daffa, Rafli dan Fadli. Daffa membuka pintu.


"Waalaikumsalam."jawab Qafia, Nabhas dan Ummi Nazirah.


"Kak Daffa, Kak Rafli, Kak Fadli."ucap Qafia tersenyum.


Daffa, Rafli dan Fadli berjalan ke dekat Hospitals Bed Qafia sesampai di dekat Qafia Rafli meletakkan buah di nakas.


"Kak Has, Ummi kenalin ini Kak Daffa, kak Rafli dan Kak Fadli. Kak Daffa adalah ketua HMI UI Ummi, Kak Has."


"Assalamu'alaikum Tante, Kak!"ucap Daffa, Rafli dan Fadli sambil mencangkupkan kedua tangan di depan dada


" Waalaikumsalam "ucap Ummi Nazirah dan Nabhas selalu kan hal yang sama.


" Gimana keadaan Qaf Tante?"tanya Daffa


"Seperti yang kalian lihat, keadaannya masih lemah dan butuh istirahat yg cukup. Mungkin dua atau tiga hari lagi baru bisa keluar dari RS."jawab Ummi Nazirah yang duduk di dekat Qafia.


"Kakak mau  bicarakan tentang maulid nabi ya, yang di adakan di kampus?"tanya Qafia.


" Tidak kok, kita tujuannya kesini emang ingin jenguk kamu Qaf."jawab Daffa.


"Benar tu Qaf." ucap Rafli.


Mereka pun asik bercerita, canda tawa terdengar di ruangan itu. Tak terasa kini jam telah menunjukkan pukul 12 siang. Daffa, Rafli dan Fadli kini pamit pulang.


🌸🌸🌸🌸


Malampun tiba di ruang keluarga kediaman Daffa berkumpul 1 keluarga kecil yang terdiri dari Papi, Mami dan Daffa. Mereka sedang sedang menonton berita di TV sambil menikmati coklat panas buatan Mami Yana.


"Daf gimana kuliahnya nak?"tanya Papi Annaz.


"Alhamdulillah lancar Pi sekarang lagi ppengajuan skripsi 5 bulan lagi Daffa bakal wisudah."


"Terus kamu masih  jadi ketua HMI?"tanya Mami Yana.


"Iya Mi."jawab Daffa lesuh.


"Kok anak Mami lesuh sih ada apa sayang?"tanya Mami Yana sambil mengusap lembut kepala Daffa.


"Mi."ucap Daffa sambil memeluk Mami Yana dan menangis.


" Ya anak Papi nangis?"tanya Ayah Annaz.


"Mi, Pi kepala Daffa sakit, Daffa cape Mi Pi mereka semua tidak mengerti dengan apa yang di rasakan Daffa,  Daffa harus benar-benar bagi waktu untuk kerja, kulia, dan kegiatan Daffa yang lain."


"Gini Daffa engga usah kerja dulu, masalah Resto Daffa kan bisa di atasi sama  Farid, kamu fokus sama kulia kamu saja masalah yang lain biar Farid yang urus."


"Masalah remaja masjid itu tidak bisa di wakilkan Pi Daffa sendiri yang harus turun tangan. Yang Kak Farid bisa urus hanya Resto saja Pi. "


"Oke kamu bicara saja sama Farid besok biar Papi hubungi dia"

__ADS_1


"Makasih ya Pi. Mi Pi Daffa naik tidur dulu ya"


Di jawab angguhan oleh Mami Yana dan Ayah Annaz Daffa pun naik tidur di kamarnya


🌸🌸🌸🌸


Daffa sudah siap untuk berangkar kulia kini dia berjalan menuju meja makan. Sesampai di meja makan sudah ada Papi Annaz, Mami Yana dan Farid menunggu di meja makan.


"Wah anak Mami yang ganteng sudah datang ayo Duduk."ucap Mami Yana.


Daffa pun duduk di tempatnya.


"Mau makan apa Nak? Biar Mami yang ambilkan."


"Nasi goreng aja Mi sama telur mata sapi"


Mami Yana pun  menyajikan nasi goreng dan telur mata sapi di piring Daffa. Mereka seterah berdoa dan makan tampa adanya suara. Selesai makan mereka pun ke ruang keluarga.


"Farid apa kamu siap mengelola Resto Althef sampai Daffa lulus kulia?"tanya Papi Annaz


"Siap engga Siap Pi."


"Kenapa kak?"tanya Daffa


"Aku tak bisa mengelola Resto sebesar itu Daffa dan cabang-cabang Resto kamu jga banyak mana sebelas duabelas lagi sama Resto utama"


"Kak ayolah Kak terus siapa lagi yang mengurus Resto kalau tidak ada Kakak, dan ini hanya bersifat sementara kok Kak setelah Daffa  lulus Daffa kembali mengelola Resto itu. Dan kalau ada yang Kakak tidak mengerti kakak tanyakan saja sama Daffa, Daffa siap membantu kakak 24 Jam kak."ucap Daffa memohon. " Kak tidak kasian apa sama Daffa, kelapa Daffa sakit kak banyak kegiatan Daffa di kampus, mana sekarang lagi menulis skripsi Kak, ayolah kak bantu Daffa"


"Baiklah Kakak akan bantu."ucap Farid Final.


"Makasih ya Kak."ucap Daffa memeluk Farid.


"Iya sama-sama." Sambil melepas pelukan Farid.


Daffa melirik jam tangannya pun kaget sekarang sudah menujukkan pukul 07.15 seterah berdiri


"Ya Allah Daffa telat. Mi Pi, kak Farid Daffa pamit dulu ya. Assalamu'alaikum" Sambil menyalami Mami Yana, Papi Annaz dan Farid.


"Waalaikumsalam"


Daffa pun berlari keluar rumah. Sementara di dalam rumah Mami Yana, Papi Annaz dan Farid ketawa melihat tingka Daffa.


"Ada-ada aja anak itu."ucap Papi Annaz


"Anak kamu tu pi."ucap Mami Yana.


"Anak Mami juga kali."ucap Papi Annaz tak mau kalah


"Sudah-sudah jangan bertengkar gara-gara itu Daffa adalah Adikku."ucap Farid final.


Merekapun tertawa  berjamaah.


🌸🌸🌸🌸


"Daf kamu jadi engga pergi jenguk Qafia nanti?"tanya Rafli. Kini mereka berjalan menuju kelas.


"Iya mungkin bersama Dina, Jihan dan Aziz soalnya mau bahas tentang maulid nabi juga."


"Kamu susah kabari Dina belum?"tanya Fadli.


"Belum."


"Kenapa?"tanya Fadli dan Rafli bersama


"Nanti aku tanya."


"Oke"ucap Rafli.


🌸🌸🌸🌸


Kini Daffa, Fadli, Rafli, Dina,Jihan dan Aziz sudah berada di kamar Qafia.


"Gimana kalau acaranya di undur dulu sampai Qafia kembali kulia?"ucap Rafli memberi tanggapan.


"Iya stuju sama Kak Rafli."ucap Dina


"Oke kami stuju."ucap mereka.


Tok.... Tok..... Tok.......


" Assalamu'alaikum."ucap  Zayyan sambil masuk ke kamar inap Qafia.


"Waalaikumsalam."ucap mereka kompak.


DZayyan pun mendekati Qafia.


"Ada apa dok?"tanya Qafia.


"Kakak kamu yang super-duper fosesif sama kamu itu menyuruh saya menemanimu di sini."ucap Zayyan.


"Maaf Dok. Kak Nabhas emang gitu orangnya."ucap Qafia merasa bersalah.


"Hey jangan sedih gitu dong, nanti cantiknya hilang, dan engga usah sungkan sama saya, Nabhas adalah sahabat ku dan Nabhas adalah Kakak ku itu artinya kamu kamu jga adik ku. Jadi jangan merasa bersalah."ucap Zayyan


"Adik apa Adik dok?"tanya Rafli.


"Dok aku melihat dari mata dokter kalau Dokter itu suka sama Qafia. Engga usah bohong dok aku ambil jurusan psikologi. Aku stuju kalau Qafia sama Dokter dari pada sama yang lain aku yakin Dokter bisa membahagiakan Qafia"ucap Jihan panjang lebar


Zayyan pun hanya tersenyum sedangkan Qafia kini sudah menunduk Malu.

__ADS_1


"Jihan kamu apa-apaann sih kamu ya seakan tidak menjaga perasaan kak Daffa. "ucap Aziz berbisik pada Jihan .


(Jihan dan Aziz adalah saudara sebapak. Ibu Ratna {mama kandung jihan} istri pertama dari pak reno sedang ibu Erma{Mama kandung Aziz}  istri ke2)


"Tapi yang ku katakan adalah kenyataan Ziz. Dan perlu kamu ingat Mama Ratna dan Bunda Erma meninggal gara-gara orang tua Daffa. Dan aku tidak mau sahabat ku mempunyai mertua seorang pembunuh."ucap Jihan menangis.


"Cukup Jihan."ucap Aziz membentak Jihan.


Jihan pun berlari keluar, Dina pun mengejarnya.


"Aku minta maaf kak atas sikap Jihan terhadap kakak. Semenjak malam ke seratus Mama Ratna dan Bunda Erma sikap Jihan emang berubah draktis. Sulit di tebak."ucap Aziz merasa Bersalah.


"Dok mau kejar Jihan."ucap Qafia menatap Zayyan.


Zayyan pun mengambil kursi roda yang ada di dekat sofa dan keluar memanggil suster agar membantu Qafia duduk di kursi roda. Zayyan pun segera mendorongnya dan mengejar Jihan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


Teman temanku yang ganteng dan imut cerita BCL sampai sini dulu ya.


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


𝓕𝓸𝓵𝓵𝓸𝔀 𝓲𝓰 𝓪𝓭𝓶𝓲𝓷 𝔂𝓪

__ADS_1


@dilla_𝓻𝓪𝓼𝓪𝓫


@fadillahrasab


__ADS_2