BIRUNYA LANGIT CINTA

BIRUNYA LANGIT CINTA
Bab 6


__ADS_3

Hari demi hari kini Qafia lalui walapun terkadang rasa sakit menyerang di perutnya namun tidak mempedulikannya. Baginya rasa sakit itu penghapus dosa-dosanya.


Qafia sedang berjalan menuju Musholla bersama Daffa dan Rafli. Entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat mereka tertawa. Tiba-tiba Maria, Tisha dan Kayyis datang dan Maria langung mendorong Qafia. Qafia yang belum siappun langsung terjatuh. Dina dan jihan yang melihat kejadian itu langung berlari menolong  Qafia dan membantu Qafia bediri.


"Qaf kamu tidak apa-apa kan?"tanya Jihan khawatir.


" Maria apa-apaan sih kenapa kamu dorong Qafia?" Tanya Dina


"Ya jelas lah siapa suruh dekatin Kak Daffa. Kak Daffa kan calon suami ku."ucap Maria.


"Baru calon kan belum suami? Jadi orang bebas dekati Kak Daffa."ucap Dina.


"Lagian ya aku tidak mau sahabatku mempunyai mertua seorang pembunuh."ucap Jihan. " Ayo Din, Qaf kita pergi dari sini."ucap Jihan menarik tangan Qafia. Qafiapun menarik tangan Dina.


"Aku belum memberi keputusan ya tentang perjodohan ini. Dan dengan cara mu yang tadi membuat aku tadi berfikir apa kamu akan kaya gini dengan sepupu dan keluarga ku."ucap Daffa emosi. "Aku akan katakan pada mami dan papi  agar membatalkan perjodohan ini."


"Kak Daffa jangan kaya gitu dong. Aku minta maaf, aku hanya tidak mau kalau kak Daffa dekat sama cewe penyakitan itu. Kak apa kurangnya sih aku kenapa kakak bisa akrab sama cewe penyakitan itu dibanding aku?"


Izzah yang mendengar Maria menyebut nama Qafia dengan sebutan cewe penyakitan berlari ke dekat Daffa dan langsung menampar Maria. Daffa, Rafli, Kayyis dan Tisha tercengang dengan ulah Izzah yang tiba-tiba datang menampar Maria.


"Sekali lagi kamu ngatain Qafia cewe penyakitan, Aku tidak akan segan-segan menyuruh ayahku untuk mengeluarkan mu dari kampus ini....... Kamu taukan walaupun ini universitas negeri tapi tatap butuh suntikan dana dari beberapa perusahaan....... Dan Ayah ku donatur Utama di kampus ini, Ya selama ini aku tidak perna menggunakan jabatan Ayahku sebagai pelindung ku ataupun yang lain. Tapi kali ini aku akan menggunakan Itu agar melindungi sahabat ku."ucap Izza menggebu-gebu


Rafli dan Daffa tercengang mendengar perkataan Izza, tak hanya Rafli dan Daffa yang tercengang mendengar perkataan Izza tapi juga beberapa mahasiswi, mahasiswa dan dosen yang mendengarnya.  Izza yang terkenal sebagai anak Donatur utama kampus itu tidak perna memandang bulu untuk berteman pada siapa saja, namun untuk bersahabat kecil kemungkinan untuk bisa bersahabat dengannya.


"Dan untuk kau Tisya dan Kayyis kalau kalian menyakiti Qafia baik di suruh sama Mak Lampir maupun mau kalian sendiri aku tak akan mengampuni kalian. Dan aku akan menyuruh kakak ku agar mencabut beasiswa kalian."lanjut Izza kemudian melanjutkan perjalannya.


"Aku takut Tis kalau beasiswa aku di cabut sama kakanya Izza."ucap Kayyis dengan nada takut.


"Akupun takut Yis, apalagi Pak Faris, dia kan sangat sayang sama Izza. Apapun yang di inginkan sama Izza pasti di turuti."ucap Tisya.


"Apa kalian takut dengan Izza?"tanya  Maria.


Kayyis dan Tisha mengangguk. Maria pun emosi dan segerah meninggalkan Tisha, Kayyis, Daffa dan Rafli. Kayyis dan Tisha pun mengejar Maria.


"Aku tak menyangka sifat Izza yang begitu sangat melindungi Qafia."ucap Rafli.


"Iya Raf. Aku salut sama persahabatan mereka. Saling melindungi 1 sama lain."


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Di tempat lain Qafia, Izza, Jihan, Dina dan Aziz duduk di taman.


Emosi Izza masih menggebu-gebu.


"Tuh Mak lampir benar-benar keterlaluan ya. Awas aja sekali lagi dia kaya gitu bakal ku cekik lehernya."


Qafia tersenyum mendengar apa yang di katakan Izza


"Aku rasa Mak Lampir nya pindah deh Na, Han, Ziz."ucap Qafia.


"Pindah kemana?"tanya Dina, Aziz dan Jihan.


"Pindah ke Izza, dari tadi tuh mulutnya tidak perna berhenti bicara, emosinya naik turun."ucap Qafia.


"Qafia."rengek Izza.


Mereka pun tertawa dengan ulah Izzah. Tiba-tiba HP Qafia berdering  Nama Nabhas pun naik


📱Kak Nabhas😘


Qafia pun segerah mengangkatnya?


📲


"Assalamu'alaikum Kak Has."


📞................


"Kenapa tidak Kakak saja yang jemput?  kenapa harus Dokter Zayyan."


📞........


"Oke kalau kaya gitu. Tapi tanya Dokter Zayyan Qaf pulangnya rada telat karna harus mempersiapkan maulid Rasulullah kak, dan Nanti meeting terakhir sebelum hari H."


📞.........


"Pukul  16 kak."


📞.........


"Sudah kakak ku sayang."


📞......


"Semangat kerjanya Kak, Waalaikummusalam."


Qafia kembali menyimpan headphone di tas.


"Ada apa Qaf?"tanya Aziz.

__ADS_1


"Kak Nabhas tdk bsa menjemput ku jadi suruh Dokter Zayyan yang jemput."jawab Qafia.


"Owh."jawab mereka kompak


Tiba-tiba 2 mahasiswi menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum kak."


"Wa'alaikumussalam"


"Kak kalian  dipanggil sama Kak Daffa."ucap Mahasiswi satu


"Dimana?"tanya Jihan


"Di Mushola."ucap mahasiswi dua


"Oke, kami akan segera kesana."


"Kalau gitu kami permisi dulu kk, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam"


2 mahasiswi itu pun pergi.


"Ayo kita ke Mushola."


🌸🌸🌸🌸


Zayyan telah selesai dengan tugasnya. Kini dia sedang fokus pada suatu berkas yang ada di map.


"Penyakit yang di derita Qafia bukan lah penyakit sembarangan, Ya Allah sembuhkanlah Qafia, kasihan gadis itu. Kalau Allah mengizinkan Qaf menjadi milik ku akan ku usahakan sekuat kempuan ku untuk menyembuhkannya dengan izin dan bantuan mu Ya Allah."


Tak terasa kini waktu menunjukkan  pukul 15.45 Zayyan pun bersiap-siap menjemput Qafia. Riska sudah datang sejak tadi dia hanya sibuk di sofa bermain dengan boneka Barbie yang dia bawa.


"Riska sayang, ayo jemput Umma Qafia." ajak Zayyan pada Riska.


"Iya uncle." Riska pun berjalan menuju Zayyan dan mereka luar bersama untuk menjemput Qafia. Sesampai di dapan kampus Qafia, Riska melihat Qafia sedang berjalan bersama Dina, Jihan dan Izza.


"Umma."teriak Riska sambil berlari ke arah Qafia, setelah sampai di dekat Qafia Riska langsung memeluknya. "Umma Riska rindu sama umma."


"Umma juga rindu sama Riska."ucap Qafia sambil mensejajarkan tingginya dengan Riska. Qafia pun membalas pelukan Riska.


"Umma gendong Riska."pinta Riska pada Qafia.


Qafia pun dengan senang hati menggendong Riska. Dina, Jihan dan Izza heran dengan kedatangan Riska. Jihan yang sangat kepo segerah bertanya pada Qafia.


"Qafia dia siapa?"tanya Jihan


"Ini Riska keponakannya Dokter Zayyan."jawab Qafia


Zayyan pun datang kaget melihat Riska di gendong sama Qafia.


"Riska turun sayang. Kasihan Umma Qafianya."ucap Zayyan


"Tidak mau."jawab Riska


"Sayang Umma Qafia baru sehat loh."ucap Zayyan berusaha membujuk Riska.


"Tidak apa-apa Dok."ucap Qafia.


"Umma Riska mau turun."pintar Riska.


"Kenapa sayang?"tanya Qafia


"Riska tidak  mau Umma sakit."ucap Riska.


Riska pun turun dari gendongan Qafia dan memegang tangan Qafia.


"Umma ayo pulang."Ajak Riska pada Qafia.


"Jihan, Dina, Izza saya pulang dlu ya. Assalamu'alaikum."


"Hati-hati Qafia. Wa'alaikumussalam "


Qafia, Riska dan Zayyan pun pulang. Daffa yang melihat semua itu merasa cemburu.


"Yang sabar ya Daf." Ucap Rafli


"Apa saya pantas buat Qafia Fli, Fad?"tanya Daffa pada Rafli.


"Saya tidak tau harus mengatakan apa Daf."ucap Rafli


"Ikat dia di sepertiga malam mu Daf."ucap Fadli


"Daf ingat Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan."nasehat Rafli.


Daffa  pun menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Ayo pulang." Ajak Rafli.


Mereka semua pun pulang


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


.🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


Jangan lupa follow IG autor ya


@dilla_rasab


__ADS_2