
Qafia, Zayyan dan Riska pun pulang di perjalanan Riska terus bercerita tentang keseruannya di sekolah Qafia pun dengan senang hati menanggapi nya sedangkan Zayyan hanya tersenyum.
"Umma Riska lapar, Riska mau makan." Ucap Riska memegangi perutnya.
"Riska mau umma masakan Capcay ?" Tanya Qafia
"Riska tidak suka sayuran Umma."
"Kok tidak suka sayang kenapa?"
"Pahit."
"Riska cita2nya mau jadi apa?"
"Dokter sama kaya uncle."
"Kalau mau jadi dokter harus rajin makan sayur iyakan uncle?" Tanya Qafia pada Zayyan.
"Uncle jadi dokter tapi tidak makan sayur umma uncle tidak suka makan sayur."
"Benar kak?"tanya Qafia pada Zayyan
"Benar." Jawab Zayyan sambil cengegesan.
"Ya udah kita ke rumah Umma saja ya sayang. Nanti di rumah kita masak makanan kesuksesan Riska"
"Iyya Umma"
"Kak masih ada jadwal oprasi atau bagaimana?"
"Sudah tidak ada Qaf"
Mereka pun asik bercerita tak terasa mereka sudah memasuki rumah yang bisa di bilang lumayan mewah. Ummi Nazira yang sedang ada di taman depan berhenti mengurus bunga²nya. Qafia, Riska dan Zayyan pun turun dari mobil dan menghampiri Ummi Nazira.
"Assalamu'alaikum Ummi." Ucap Zayyan dan Qafia Salim secara bergantian pada Ummi Nazira begitupun Riska ikut Salim pada Ummi Nazira
Ya Zayyan memang memanggil Ummi Nazira dengan sebutan Ummi karna sudah kenal lama dengan keluarga Qafia.
"Assalamu'alaikum Eyang"Ucap Riska
" Wa'alaikumussalam ade, Nak Riska, nak Zayyan"
"Eyang Riska lapar boleh ya Riska numpang makan di rumah eyang?"
"Boleh dong"ucap Ummi Nazira langsung menggendong Riska dan membawa masuk ke dalam rumah.
Zayyan dan Qafia pun ikut masuk dalam rumah.
"Riska main sama Eyang dulu ya umma mau naik ke kamar dlu ganti baju."
"Iya Umma."
Qafia pun naik di kamar. 30 menit kemudian Qafia turun dengan keadaan segar.
"Ummi Riska sudah makan?"
"Belum nak Riska mau makan masakan kamu katanya."
"Sekarang sudah pukul 17.38 ummi sekalian makan malam saja ya, Riska makan cemilan saja ya sayang soalnya Ummi baru mau masak."
"Iyya Umma tadi sudah kok sekarang tidak lapar lagi."
"Ummi kak Has mana kak Zayyan juga mana."
"Kakak ada di kamarnya sama nak Zayyan dek".
__ADS_1
"Ya udah ade naik ke kamar kak has dulu ya."
"Iya sayang."
Qafia pun naik di kamar Nabhas.
Tok...
Tok...
Tok...
"Kak Has ini ade."
"Masuk saja dek."ucap Nabhas.
Qafia pun masuk dalam kamar melihat Nabhas sedang duduk di sofa bersama Zayyan. Qafia berjalan menuju sofa sesampai di sofa langsung duduk dan memeluk Nabhas.
"Ada apa dek? Apa ada masalah di kampus?" Tanya Nabhas membalas pelukan Qafia
"Kak Has bantu masak ya... Bi sri kan belum pulang dari kampung."
"Iyya. Ayo Yang kita masak."
Mereka bertiga pun turun di lantai dasar dan menuju ke dapur. Sesampai di dapur Qafia pun bingung mau masak apa.
"Ade bingung kak mau masak apa. Kak Has kak Yan request dong mau mau masak apa." Ucap Qafia
"Capcay, ayam asam manis" Ucap Nabhas
"Pepes ikan bandeng dan sambal bawang." Ucap Zayyan.
"Okke. Cemilannya apa?"
"Oke, kak Has kerja cantik manisnya, kak Yan kerja sambal bawangnya dan biar ade yang kerja ayam asam manisnya, capcay dan pepes ikan bandeng tapi bantu ade ya nanti kalau kerjaan kalian sudah selesai."
"Siap"ucap Nabhas dan Zayyan.
Mereka pun asik dengan tugas masing-masing. Mereka tidak menyadari kalau ada 2 orang yang sedang melihat keseruan mereka.
"Bi melihat Qaf kembali tertawa padahal sudah berapa bulan ummi tidak melihat senyuman-nya semenjak kepergian Bita" Ucap Ummi
"Iyya Ummi."
Tak terasa adzan maghrib bermandang mereka pun menghentikan aktivitas nya. Dan segera pergi wudhu dan sholat berjamaah tak lupa abi aqlan, ummi syifa dan Riska ikut sholat berjamaah.
Selesai sholat seperti biasa Nabhas dan Qafia mengaji bersama namun kali ini Zayyan ikut mengaji bersama sembari menunggu waktu isya. Singkat waktu kini mereka siap untuk makan bersama. Qafia membujuk Riska agar makan sayur.
"Riska makan capcay ya sayang" Bujuk Qafia
"Engga mau umma pahit."ucap Riska sambil menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya.
"Umma tidak mau bicara dengan Riska kalau Riska tidak mau makan sayur." Ucap Qafia
Riska pun terpaksa memakan wortel yang telah di siapkan Qafia di piringnya.
"Enak Umma."
"Riska suka?" Tanya Qafia
"Suka umma tapi wortel saja ya yang lain belum berani."
"Iyya sayang." Ucap Qafia sambil mengusap lembut kepala Riska yang tertutup hijab.
"Uncle Yayan coba deh makan sayurnya enak loh." Ucap Riska pada Zayyan.
__ADS_1
Dengan ragu Zayyan mengambil capcay dan memasukkan ke dalam mulut.
"Enak." Ucap Zayyan cengegesan
"Sekarang ayo makan." Ucap Abi Aqlan
Mereka pun makan dengan lahab. Setelah makan Qafia dan Nabhas membereskan meja makan tak lupa Zayyan juga ikut membantu. Setelah selesai Zayyan pamit pulang karna Riska sudah mengantuk. Sepulang Zayyan dan Riska , Qafia masuk ke dalam kamarnya mengerjakan tugas kuliah.
Tok....
Tok....
Tok....
"Dek ini kakak." Ucap Nabhas.
"Masuk aja kak." Ucap Qafia dari dalam kamar
Nabhas pun masuk ke dalam kamar Qafia dan duduk di ranjang.
"Lagi ada tugas dek?" Tanya Nabhas yang melihat Qafia fokus pada laptop nya
"Iyya kak lagi ada tugas dari bu Ginta."
"Kakak mau nanya boleh?"
"Nanya apa kak?"
"Menurut ade Zayyan orangnya bagaimana selain baik dan sholeh."
"Perhatian, penyayang pada anak-anak the beast deh kak."
"Ade kuliah berapa tahun lagi?"
"Tahun ini ade wisuda kk bulan depan ade KKN."
"Knapa cepat dek padahal baru 1 tahun lebih loh dek?"
"Ade ambil yang 2,5 tahun kak pengen cepat-cepat lulus ambil S2 di aceh."
"Ade tetap mau kuliah di aceh?"
"Iyya kk ade harus capai cita-cita ade jadi guru sastra dan bahasa arab."
"Kamu tinggalkan kakak dong dek?"
"Kaka kan bisa kunjungi ada bila ada waktu luang kaka pergi ke Aceh bersama umi dan abi." Ucap Qafia yang selesai mengerjakan tugasnya dan pergi duduk di dekat Nabhas.
"Kaka tidak sanggup pisah dengan ade." Ucap Nabhas langsung memeluk adik kesayangannya itu.
"Kaka jangan bilang kaya gitu dong kaka jangan runtuhkan semangat ade untuk kuliah di aceh."ucap Qafia membalas pelukan sang kaka.
"Ya udah kaka akan suport apapun yang ade lakukan asalan itu baik"
"Makasih ya kak"
"Sama-sama adenya kak has. " Ucap Nabhas tersenyum dan mengecup kening Qafia
"Kak Has boleh tidak ade pakai niqab? Ade mau pakai Niqab Kak."
"Boleh minggu depan kita ke mall beli niqab untuk adik kesayangan kaka ini"
"Makasih ya kak"
"Sama-sama"
__ADS_1