BIRUNYA LANGIT CINTA

BIRUNYA LANGIT CINTA
Bab 2


__ADS_3

Zayyan  Zaynal Muttaqin Shadiq Sp.b atau lebih di kenal dengan sapaan Dokter Zayyan ya Zayyan adalah seoarang dokter spesialis beda sekaligus direktur utama di rumah sakit shadiq.


Zayyan dan Nabhas berjalan melewati lorong- lorong rumah sakit semua orang yang ia lalui baik itu dokter, perawat maupun keluarga pasien menyapanya dengan senyuman. sesampai di kamar  tujuan zayyan dan Nabhas mengucap salam dan masuk di kamar pasien tersebut.


"Ini Adik ku Yan. Tolong jaga ya, aku pergi hanya sebentar"


Zayyan Mengangguk.


"Aku pergi dulu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Nabhas pun meninggalkan Zayyan dan Qafia. Zayyan merasah ibah melihat kondisi  Qafia gadis dengan alis tebal dan bulu mata yang lenting sangat cantik walaupun mukanya pucat namun tak memudarkan kecantikannya, dan di usianya yang mudah sudah kena penyakit yang mematikan. Zayyan mendekati Qafia dan duduk di dekat bangkar Hospital bed Qafia.


Zayyan bingung apa yang harus dia lakukan. Melihat ada Al-Qur'an di atas nakas, Zayyan mengambilnya kemudian membaca surah ar-rahman dengan sangat merdu. Qafia membuka matanya secara pelan-pelan.


"Kak haus."ucap Qafia dengan nada seraknya.


Zayyan berhenti mengaji, melihat Qafia yang sudah sadarkan diri segerah meletakkan Al-Qur'an itu di atas nakas dan membantu Qafia untuk minum.


"Kakak Siapa?"tanya Qafia.


"Saya Zayyan sahabat Nabhas."ucap Zayyan.


Qafia mengingat kejadian beberapa hari yang lalu membuatnya  membuatnya kembali menangis.


"Qafia kenapa menangis?"tanya Zayyan yang melihat Qafia menangis.


Qafia hanya menggelengkan kepala.


"Qaf, Kakak itu sahabat Nabhas kalau ada masalah Qaf bisa cerita sama Kakak!"ucap Zayyan. Qaf hanya diam dan terus menangis.


Zayyan bingung dengan tingkah Qafia, Ia pun berpikir apa yang harus dia lakukan Agar Qafia berheti menangis. Tak lama kemudian ide cemerlang pun muncul dalam benaknya.


"Dek tunggu disini ya. Kakak mau keluar sebentar!"


Dijawab angguhan oleh Qafia.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Zayyan pun keluar tak lama kemudian Zayyan kembali membawa boneka berwarna pink.



"Assalamualaikum Qaf."ucap zayyan sambil menggendong boneka berwarna pink itu.


"Waalaikumsalam kak."balas Qafia masih dengan suara yang serak.


"Ini boneka buat Qaf."Zayyan memberikan boneka pada Qafia


Dengan senang hati Qafia menerima boneka itu.


"Makasih kak." ucap Qafia tersenyum


"Sama-sama"


"Kak boleh tidak aku beri nama Qafa?"


"Boleh."


"Kakak pasti cape ya berdiri terus. Kakak duduk aja dikursi."


Zayyan pun duduk di kursi.


"Kakak suda sholat?"


"Alhamdulillah sudah"


"Kakak tau headphone aku dimana?"


Zayyan hanya menggelengkan kepala. Qafia pun cemberut.


"Emang kenapa?"


"Engga papa kak."


"Yakin?"


"Iya kak."


"Ayo tidur."


"Maaf kak bukannya aku tidak mau tidur tapi aku tidak bisa tidur tamps audio murotal Al-Qur'an kak."


"Kamu suka audionya siapa?"


"Kak Nabhas."


"Kak Nabhasnya kan tidak ada! Gimana kalau cari di youtube saja, kamu suka suara siapa? Muzammil, Taqy Malik, Hamas Syahid, Syakir Daulay, atau yang lain?"


"Suka semua  kak."


"Yang paling kamu suka?"


"Shaykh Mishari Rasyid Alafasy"


"Oke."


Zayyan pun mengambil Headphone nya kemudian mencari murotal Al-Qur'an Shaykh Mishari Rasyid Alafasy. Setelah mendapat apa yang dia cari segerah memutarnya.


"Sekarang kamu tidur ya"meletakkan headphone di dekat bantal Qafia.


Qafia pun mengangguk dan segerah menutup matanya. Zayyan  melihat jam tangannya kini sudah menujukkan pukul 21.30, Zayyan pergi duduk di sofa yang ada di dalam kamar inap Qafia, tak lupa membawa Al-Qur'an yang ia letakkan di atas nakas tadi.


Zayyan duduk di sofa sambil mengaji, entah kenapa rasa ngantuk mendatanginya  kini dia tertidur di sofa.  Nabhas datang dan mengucap salam sambil membuka pintu


"Assalamualaikum"


Nabhas masuk kedalam kamar inap Qafia dan melihat Qafia sedang tertidur sambil memeluk boneka dan headphone Zayyan yang terus melontarkankan ayat suci Al-Qur'an, sedangkan Zayyan tertidur di sofa sambil memeluk Al-Qur'an.


Nabhas duduk di dekat hospital bed Qafia dan meletakkan bubur di atas nakas. Nabhas melihat sambil mengusap dengan sayang kepala Qafia yang tertutup dengan hijab. Qafia membuka matanya.


"Kak Nabhas"ucap Qafia tersenyum


Nabhas meneteskan air mata  karna bahagia.

__ADS_1


"Kakak jangan nangis Qaf sudah sadar kak."


"Kakak senang banget dek, akhirnya kamu sadar juga."


Nabhas memeluk Qafia sambil menangis Qafia pun membalas pelukan Nabhas.


"Kak Qaf lapar."


Nabhas pun melepas pelukannya.


"Kasihan ade Kakak."


Nabhas pun membantu Qafia untuk bangun duduk.


"Kakak kenapa beli 2?"


"Buat kamu sama buat Zayyan."Ucap Nabhas sambil mengambil satu bungkus bubur ayam dan membukanya.


Qafia menatap Zayyan sedang tidur di sofa sambil memeluk Al-Qur'an Qafia.


"Kak itu Al-Qur'an aku di peluk sama kak Zayyan."ucap Qafia cemberut.


"Kok cemberut dek?"


"Itu Al-Qur'an Qaf kak"


"Iya Kakak tau sekarang Qaf makan ya katanya tadi lapar. Ayo makan"


Nabhas pun menyuapi Qafia dengan telaten hingga buburnya habis dan membantu Qafia untuk minum.


"Alhamdulillah"


"Kak kasihan ya Kak Zayyan dia pasti cape karna sudah periksa pasien, oprasi terus dia tadi jga aku."


"Iya dek."


"Kak Zayyan bangun"teriak Qafia


Zayyan membuka matanya dengan pelan-pelan, Zayyan tersenyum dan menuju WC yg ada dalam ruangan itu. Tak lama kemudiam Zayyan keluar dan berjalan ke dekat Qafia dan Nabhas.


"Gimana keadaanya dek?"tanya Zayyan setelah berdiri di dekat Nabhas.


"Alhamdulillah sudah baikan  Kak"


Nabhas berdiri dari tempat duduknya dan menarik Zayyan untuk duduk di kursi dekat Hospital bed Qafia. Sementara Nabhas duduk di Hospital Bed Qafia.


"Makasih ya Yan sudah jaga adik aku."


"Iya sama-sama Has."


"Kak Zayyan makan gi, itu ada bubur buat Kakak, Kak Nabhas beli."


Zayyan pun mengambil buburnya dan memakannya dengan lahap hingga bubur itu habis, Zayyan pun minum.


"Makasih ya Has tau aja kalau aku lapar😅"ucap Zayyan sambil tertawa.


"Sama-sama."


"Kak ini Headphonenya makasih ya"ucap Qafia memberikan Headphone pada Zayyan.


"Iya sama-sama"ucap Zayyan menerima Headphone nya.


"Iya Yan, makasih ya sudah mau jaga adik aku"


"Iya sama-sama Has, kamu ini kaya siapa saja. Aku pamit ya, dah adik kecil. Assalamualaikum"pamit Zayyan sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Hati-hati Yan, waalaikumsalam"ucap keduanya.


Zayyan pun meninggalkan Qafia dan Nabhas


🌺🌺🌺🌺


Keesokan harinya di kediaman Shadiq Bunda Ginta menyiapkan makaman di atas meja, Zayyan dan Ayah Ammar duduk di kursi depan meja makan.


"Nak tadi malam pulang pukul berapa dari Rumah Sakit?"tanya Bunda Ginta pada Zayyan yang asik memakan Nasi Goreng buatan Umma Ginta.


"Pukul 23 Bunda."


"Kamu ada jadwal oprasi Nak?"tanya Ayah Ammar


"Engga Yah kemarin ada adik sahabat aku yang sakit dia minta tolong sama aku untuk jagain adiknya. Jadi aku jagain Yah sampai dia datang."


"Adik sahabat kamu?"


"Iya Bunda."


"Sahabat yang mana Nak? Perasaan sahabat kamu hanya Nabhas dan   Istad. Istad kan tidak punya adik, berarti yang masuk rumah sakit adiknya Nabhas! Qafia nak yang masuk rumah sakit?"tanya Bunda Ginta panjang lebar dan ada rasa khawatir di wajahnya.


Zayyan berhenti makan "Umma kok tau kalau yang masuk rumah sakit itu Qafia?"


"Sudah 3 hari Qafia tidak masuk kampus, Dia itu Mahasiswi Umma di kampus Nak, Dia mahasiswi terpintar di jurusan sastra dan bahasa arab. Kamu mau kerumah sakit kan Nak?" tanya Bunda Ginta pada Zayyan.


"Iyya Bunda aku mau ke rumah sakit."


"Umma ikut ya Nak. Umma mau jenguk Qafia."


"Oke Umma."


"Kamu tidak ada jadwal oprasi  pagi ini kan nak?"


"Iya Bunda tidak ada."


"Bentar Nak kok kamu bisa jaga Qafia kan ada orang tuanya?" Tanya Ayah Ammar.


"Gini Yah kemarin kan  Ummi Syifa pergi ke surabaya dan Abi Aqlan  dia ke palu urusan kerjaan. Tapi tadi malam kata Nabhas Ummi Syifa dan Pak Aqlan tidak jadi berangkat, entah apa alasannya, Nabhas tidak mengatakan alasannya. Tadi malam dia hanya chat aku Yah, dia tidak memberitahuku secara llangsung."ucap  Zayyan panjang lebar


Ayah Ammar memberikan mulutnya.


"Yaudah kamu tunggu Bunda dulu ya. Bunda mau buatkan bubur ayam buat Qafia."


"Mau  aku bantu Umma?"


"Tumben banget nih anak Ayah mau terjun kedapur?"


"Sepertinya anak Ayah sedang jatuh cinta pada mahasiswinya Umma. " Ucap Bunda Ginta menggoda Zayyan.


"Bundaaa" Ucap Zayyan dengan nada merengek. "Owh ya Zayyan lupa, Riska mana Yah, Bunda?"tanya Zayyan

__ADS_1


"Riska lagi nginap di rumahnya mamanya Arka"jawab Umma Ginta.


"Owh."


"katanya mau buat bubur buat Qafia ayo buat sekarang."


Zayyan ke dapur bersama Bunda Ginta membuat bubur untuk Qafia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


𝓗𝓪𝔂 𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷-𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷 𝓴𝓾 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓬𝓪𝓷𝓽𝓲𝓴 𝓭𝓪𝓷 𝓰𝓪𝓷𝓽𝓮𝓷𝓰 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓑𝓒𝓛 𝓼𝓪𝓶𝓹𝓪𝓲  𝓭𝓲𝓼𝓲𝓷𝓲 𝓭𝓾𝓵𝓾 𝔂𝓪


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸


🌸














💕


💕


💕

__ADS_1


𝓙𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓵𝓾𝓹𝓪 𝓯𝓸𝓵𝓵𝓸𝔀 𝓲𝓰 𝓪𝓭𝓶𝓲𝓷


@dilla_rasab


__ADS_2