
2 hari kemudian.
Hari ini adalah hari pertama Ariel dan Aurel masuk ke sekolah barunya dan juga Reina dan Alia masuk ke kampusnya.
Reina dan Aurel sudah menunggu Alia dan Ariel di halaman rumah Hiyuraishi-Franscio. Mereka menunggu di motor sportnya masing-masing. Motor mereka yaitu motor merk KAWASAKI NINJA H2 CARBON yang harganya di banderol dengan harga 820 juta rupiah. Ariel dan Alia pun juga menggunakan motor dari merk yang sama.
Mereka pun segera berangkat dan berpisah di persimpangan jalan.
...----------------...
Ariel dan Aurel telah sampai di 3A High School. Mereka datang bersamaan dengan 3 motor sport lain yang menjadi perhatian hampir seluruh pasang mata di sekolah itu.
...****************...
"Hey, cool boys and Michelle dah dateng tuh." seru salah 1 murid yang menyebabkan hampir seluruh siswa di sana melihatnya.
"Eh, tapi tuh 2 motor lagi siapa ya?"
"Gak tau, btw tuh motorkan merk kawasaki ninja h2 carbon!"
"Emang kenapa sih?"
"Tuh motor harganya 800 juta ke atas anjir."
"Alig, gue gak ngira kalo ada yang akan bawa tuh motor, meskipun good boys gak bisa diraguin lagi."
...****************...
Sementara itu di parkiran AMABOYS dan Michelle telah melepas helmnya dan mendapatkan sorakan dari beberapa murid yang berseru dan mengatakan bahwa mereka ganteng dan cantik, tapi perhatian mereka langsung berpindah ke 2 motor sport yang lain saat Ariel dan Aurel melepas helmnya dan menyibakkan rambutnya yang lalu turun dari motornya. Murid laki-laki di sana langsung memuji kecantikan mereka berdua, ah bahkan murid perempuan pun terpesona dengan kecantikan dan kekerenan mereka. Namun, semua itu tak dihiraukan oleh AMAGIRLS dan AMAMBOYS.
"Morning...!!" ucap Michelle.
"Morning." ucap Ariel dan Aurel bersamaan.
"KM dimana?" tanya Aurel
"Tuh di lantai 1, bareng aja, gue juga mau ganti rok dulu." Michelle
"Oke."
AMABOYS menunggu AMAGIRLS yang sedang berganti rok di dekat tangga karena kamar mandinya tidak jauh dari tangga, setelah selesai berganti pakaian, Ariel dan Aurel menuju ruang kepala sekolah yang ternyata berada di lantai 1, sedangkan yang lain langsung menuju kelasnya.
...****************...
Ruang Kepala Sekolah.
"Permisi Pak, kami murid baru pindahan dari kota Z."
Ariel
"Kalian dari keluarganya nona Alia, benar?"
"Benar, pak." Aurel
"Tolong rahasiakan identitas kita." pinta Ariel
__ADS_1
"Ah... baiklah," ucap kepala sekolah "Kalian masuk di kelas 11A, semua ruangan kelas ada di lantai 2." lanjutnya.
"Baik pak, kami ke kelas dulu, terimakasih."
...****************...
Ariel dan Aurel pun menuju lantai dua dan mencari kelasnya, karena bel sudah berbunyi maka tidak ada satupun murid yang ada disekitar koridor tersebut. Setelah beberapa saat akhirnya Ariel dan Aurel menemukan kelasnya yang berada di pojokan dan samping tangga.
Tok...tok...tok...
"Permisi bu, kami murid baru di kelas ini." ucap Ariel
"Ayo, masuk dan kenalkan diri kalian."
"Aku Ariel pindahan dari kota A."
"Aurel, kota A."
"Sudah?" heran guru tersebut mendengar perkenalan Ariel dan Aurel yang sangat singkat, dan pertanyaan tersebut hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh mereka berdua.
"Baiklah, apa ada yang ingin kalian tanyakan atau sampaikan kepada mereka berdua?" tanya guru tersebut ke murid-murid.
"Welcome to Eleven A class! btw I'm a leader here (Selamat datang di kelas 11A, ngomong-ngomong gue ketua disini)." ucap anak perempuan yang berada di bangku paling depan.
"Thanks." ucap Ariel dan Aurel bersamaan.
"Nama saya, Bu Henny guru Bahasa Inggris sekaligus wali kelas 11A, dan kalian bisa duduk di bangku depannya Aldo dan Aldi."
"Baik bu, terimakasih." Ariel
Aurel duduk didepan Aldi yang berada di dekat dinding, sedangkan Ariel duduk didepan Aldo yang berada pas diantara Aurel dan Michelle.
Semua murid kelas 11A pun mengikuti pelajaran dengan khidmat hingga bel berbunyi tanda istirahat.
Its time of break.....its break time!
"Stand up, please!" ucap ketua kelas yang bernama Amber, "Say, thank you!"
"Thank you ma'am"
"Your welcome student." Sang guru pun meninggalkan kelas.
"Ayo ke kantin!" ajak Amber ke anak kelas
"Kuy." sahut yang lain bersamaan.
"Kelas kita emang biasanya ke kantin bareng-bareng, jadi gak usah heran, lo nanti jadi biasa aja kok." jelas Michelle melihat keheranan Ariel dan Aurel.
"Eh, preman-preman kalian jagain bagian samping ortu kita?" ucap Amber ke teman cowoknya yang kurang rapi dalam berpakaian.
"Preman? ortu?" bingung Ariel.
"Preman itu golongannya mereka yang biasanya jagain anak kelas waktu diganggu kelas lain." ucap Clara yang notabenenya adalah sekertaris kelas
"Ortu?" tanya Aurel
"Ya ampun singkat banget, ortu itu tuh sebutan buat Cool Boys and Michelle di kelas kita, karena biasanya mereka yang menyelesaikan masalah kelas kita denga kelas lain, dan lagi pengurus kelas di sini mulai dari Ketua hingga wakil bendahara itu biasa dipanggil kakak sulung oleh anak kelas." ucap Kiara yang menjabat sebagai bendahara.
__ADS_1
"Ohh...okay." ucap Ariel dan Aurel bersamaan.
Ketika mereka berjalan menuju kantin yang berada pas di samping kanan tangga lantai satu dan dua, mereka menjadi pusat perhatian dari ujung kelas mereka sampai kantin, banyak yang memuji kekompakan mereka dan ada juga yang iri meski masih bisa dihitung dengan jari, tapi tenang aja kelas mereka itu hanya berjumlah 20 anak.
"Kalian nanti kalo ada yang ganggu jangan langsung berantem okay?" peringatan dari Michelle.
"Kalian mau pesen apa?" tanya Brian (Wakil ketua kelas)
"Kita tanya sama Ariel dan Aurel, mereka kan anak baru di sini!" ucap Devan (Wakil sekretaris)
"Eh, kalo gue sih samain aja kayak punya kalian!" ucap Ariel yang diangguki oleh Aurel.
"Samain aja udah!" ucap Aldo
Setelah mendapatkan bagian makanan mereka masing-masing, mereka pun makan dengan tenang tanpa ada suara sedikitpun.
"Papa, kita ke rooftop yuk!" ajak Grace (Wakil bendahara)
"Ya, ayok!" jawab Aldo.
Setelah membayar mereka pun langsung pergi ke rooftop.
Roof Top
"Ayah, Bunda nyanyi dong, gue ambilin gitar dulu!" ucap Devan.
"Nih yah!" ucap Devan sembari memberikan gitar ke Marchel.
"Mau lagu apa?" tanya Marchel
"Like I'm gonna lose you." ucap Amber.
"Okay, kita melingkar dulu yuk!" ucap Michelle.
Tadi mereka diduk dipinggiran atap dengan menggelatungkan kakinya tapi sekarang mereka duduk melingkar di kursi yang sudah mereka tata sejak kelas 10.
"Kalian emang biasa ngumpul di sini?" ucap Ariel
"Iya, kita biasa ngumpul di sini sejak kelas sepuluh, meski dulu kita berbeda kelas tapi kita pasti sering ketemu di sini." ucap Michelle.
Setelah sedikit obrolan Marchel pun mulai memetik gitarnya.
.
.
.
Seperti biasa sampai sini dulu.
Terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya Author.
Salam Hangat dari Author.
Salam Satu Jiwa.
P.S :"Untuk bahasa asing yang digunakan di karya Author ini adalah terjemahan dari aplikasi translate, maaf bila ada yang salah dan berbeda arti sama yang author maksud, terimakasih."
__ADS_1
Sumber Gambar : https://www.otomotifo.com/motor-termahal-di-dunia/ atau https://www.semisena.com/motor/kawasaki-ninja-h2-carbon.