
Hari ini keluarga Hiyuraishi Franscio (Ariel/Alia) dan Fiyuraishi Fransciro (Aurel/Reina) akan pindah ke luar kota lagi tapi kali ini berbeda dari sebelumnya yang setiap 1 tahun pindah sekali, kali ini sesuai kesepakatan orang tua mereka, mereka akan menetap di kota itu lebih lama atau setidaknya tidak pindah 1 tahun sekali.
Mereka semua sekarang sedang sibuk menyiapkan beberapa hal yang harus mereka bawa.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam akhirnya mereka sampai di tujuan.
Mereka menempati rumah mereka yang bersebelahan. Mereka pulang ke rumah masing-masing dan beres-beres lalu tidur karena hari sudah malam.
...----------------...
Keesokan harinya, orang tua mereka mengurus pemindahan pusat perusahaan sedangkan Alia, Ariel, Reina, dan Aurel sedang berkumpul di rumah Hiyuraishi Franscio.
"Gue mau ketemu sama temen-temen gue, lo berdua mau ikut?" Tanya Alia kepada Ariel dan Aurel yang sedang menonton TV di ruang tengah.
"Dimana?" Aurel bertanya.
"Di cafe Roberto." jawab Reina yang baru turun dari kamar Alia.
"Girl, boy, or both? (Cewek, cowok atau dua-duanya?)" tanya Ariel.
"Both (dua-duanya)." jawab Alia dan Reina bersamaan.
"Including your boyfriend? (Termasuk pacar kalian?)" tanya Ariel lagi.
Alia dan Reina hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Ariel.
"Kalau gitu kita ikut." ucap Aurel.
"Bawa 2 mobil aja, gue sama Alfi, lo sama Key." ucap Reina.
"By the way (ngomong-ngomong), tumben kalian ngajak kita?" tanya Aurel.
"Kita mau ngebahas tentang geng dan mengenalkan kalian dengan geng SiMauGala dari asal-usulnya, tujuannya, ciri-cirinya, dan juga kaptennya selain kita berdua." jelas Alia.
"Kalau mau nanya-nanya nanti aja di cafe, sekarang kita berangkat dulu." ucap Reina memotong keinginan Ariel dan Aurel untuk bertanya.
Mereka mengendarai mobilnya menuju cafe Roberto dengan diiringi musik yang mengalun di mobil masing-masing.

Mobil yang dikendarai oleh Alia dan Ariel.

Mobil yang dikendarai oleh Aurel dan Reina.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 47 menit mereka akhirnya sampai di cafe Roberto, saat mereka masuk ke cafe tersebut ada seorang cewek yang memanggil Alia dan Reina.
"Al, Rei sini!" ucap gadis itu sembari melambaikan tangannya ke Alia dan Reina.
Alia dan Reina yang merasa dipanggil itu menoleh dan berjalan menuju tempat gadis itu dan diikuti oleh Ariel juga Aurel.
"Udah lama lo?" tanya Reina kepada gadis itu lalu duduk berhadapan dengannya.
"Gue mah udah di sini dari tadi pagi sekalian ngawasin pelayanan nih cafe plus ngajarin nih adek gue ngurusin nih cafe." ucap gadis itu.
"Oh dia adek lo, terus Rania lo gak mau ngenalin dia ke kita-kita?" tanya Alia ke gadis itu yang tak lain adalah Rania.
"Oh ya bener, btw mereka adek lo pada?" tanya Rania sembari menatap Ariel dan Aurel.
"Heem, kalian kenalan dulu gih!" suruh Reina ke Ariel dan Aurel.
"Aku Ariel adiknya kak Al, bisa dipanggil ehmm." Ariel yang bingung itu menoleh ke kakaknya dan Alia yang mengerti itu langsung melanjutkan perkataan Ariel yang belum selesai.
__ADS_1
"Keysha, panggil aja dia Key karena lo lebih tua dari dia." ucap Alia melanjutkan perkataan Ariel.
"Anjir lo ya, ngatain gue tua." kesal Rania.
"Kenyataan njir, terima takdir aja." ucap Reina.
"Lo sama aja, emang sahabat gak ada akhlak kalian," kesal Rania, "Btw lanjut, namanya siapa?" tanya Rania sembari menatap Aurel.
"Aurel, bisa dipanggil Alfi adiknya kak Rei."
ucap Aurel yang juga menyebutkan nama panggilan oleh keluarganya setelah mendengar Alia menyuruh sahabatnya itu memanggil Ariel dengan nama panggilan oleh keluarganya.
"Kita ngomongnya lo-gue aja ya, gue Rania sahabatnya mereka berdua sekaligus anak pemilik cafe ini dan salah satu pendiri geng." jelas Rania, Rania tau mereka akan membahas tentang geng ini setelah 2 hari sebelumnya Reina mengirimkan chatnya kepada seluruh kapten SiMauGala bahwa mereka akan membahas tentang geng.
"Dan ini adek Gue, lo kenalan sendiri sana!" suruh Rania kepada adiknya.
"Kenalin gue Michelle, untuk kakak-kakak bisa manggil gue Alsia atau Sia, dan untuk kalian bisa manggil gue Fara, sepertinya kita bertiga seumuran." ucap Michelle panjang lebar yang sedikit membuat Ariel dan Aurel sedikit terkejut karena dari tadi Michelle hanya diam saja tidak berbicara sama sekali.
"Gue kelas 11SMA, lo kelas berapa?" tanya Michelle memastikan.
"Kita juga kelas 11SMA." jawab Ariel.
"Yes, akhirnya gue punya temen cewek," senang Michelle, "btw gue manggil lo berdua Key sama Alfi gitu?"
"Panggil gue Lea aja." jawab Ariel
"Rea." ucap Aurel yang sedari tadi hanya memperhatikan percakapan Ariel dan Michelle.
"Kalo ngomong sama kayak lo ya Rei, irit." ucap Rania.
"Adek gue, adek lo juga sama cerewetnya kayak lo, tadi aja mereka berdua agak kaget liat betapa cerewetnya adek lo tapi untung sih, si Key bisa ngerespond tadi kalo engga jadi canggung tuh mereka." jelas Reina.
"Setuju sih." ucap Alia dan Rania hampir bersamaan.
"Engga, ini kita masih nunggu kapten cowok yang katanya akan bawa anggota baru juga." jawab Rania.
"Itu mereka." tunjuk Reina ke parkiran yang menunjukkan 6 orang yang sedang memarkirkan motor sportnya masing-masing.
Saat mereka masuk ke cafe, mereka menjadi pusat perhatian dari pengunjung juga pelayan cafe, tapi para pelayan langsung melanjutkan pekerjaannya ketika mengetahui mereka menuju tempat duduk bosnya.
"Kalian udah lama ya?" tanya salah satu cowok yang terlihat seumuran dengan kakak-kakak.
"Mereka disini 10 menitan lah yang, kalo aku kamu tau sendiri." ucap Rania kepada cowok tersebut yang tak lain adalah pacarnya yaitu Ario.
"Mending kita kenalan dulu yuk." ucap Ario.
"Gue Ario, peran gue serigala."
"Gue Zein, peran gue singa."
"Gue Reiko, harimau."
"Gue Alia, peran singa."
"Gue Rania, peran serigala."
"Reina, harimau."
"Gue Michelle, bisa dipanggil Sia atau Fara."
"Gue Marchel, bisa dipanggil Sio atau Neano."
"Ariel, bisa dipanggil Key atau Lea."
__ADS_1
"Aldo, bisa dipanggil Brilli atau Leo."
"Aurel, manggilnya Alfi atau Rea."
"Aldi, manggilnya Alfa atau Reo."
"Jadi kalian semua sudah setuju untuk masuk ke geng ini?" tanya Ario.
"Bukankah sudah jelas." jawab Aldi yang diangguki oleh yang lainnya.
"Apa yang ingin kalian tanyakan tentang geng ini?" tanya Zein.
"Apa tujuan geng ini?, Siapa leader gengnya?, Apakah geng ini hanya ada di negara ini?" tanya Aldo.
"Pertama tujuan geng ini jelas memberantas kejahatan dan membantu kebajikan dan geng ini legal, kedua karena geng ini dibagi 2 maka ada 2 leader, yang pertama Black SiMauGala leadernya adalah gue, karena Black SiMauGala leadernya dikhususkan untuk cowok dan White SiMauGala leadernya adalah Alia juga dikhususkan untuk cewek, ketiga geng ini ada di seluruh belahan dunia hanya saja pusatnya ada di Indonesia, Jepang, Brazil, Inggris dan Perancis." jawab Zein.
"Lebih baik kita ke basecamp aja agar kalian bisa melihat-lihat dan menanyakan apa saja yang ingin kalian tanyakan di sana!" ajak Alia ke mereka semua.
Merekapun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban ajakan Alia dan pergi dari cafe setelah Rania bilang ke manajernya.
...----------------...
Kendaraan mereka menuju bagian barat kota yang di sana terlihat hutan belantara, setelah sampai di tengah-tengah hutan di sana terlihat rumah kosong yang kotor namun masih utuh dan kokoh.
"Apa bangunan ini basecampnya?" tanya Marchel.
"Ada masalah dengan basecampnya?" ucap Reiko.
"Bukankah seharusnya basecamp geng itu tak boleh gampang diidentifikasi?" tanya Aldo.
"Iya, bukankah jika basecamp kita di sini itu tak mudah ditemukan?" tanya Rania
"Memang tidak mudah ditemukan tetapi jika ada banyak kendaraan bermotor apalagi mewah seperti ini bukankah akan mencurigakan, memang tempat ini akan sulit ditemukan tapi bukan berarti tidak ada orang yang pergi ke sini dan menaruh rasa curiga." jelas Ariel yang membuat kagum para kakak kecuali Alia dan Reina yang memang sudah mengetahui kemampuan Ariel.
"Karena itulah kita punya jalan pintas untuk masuk ke basecamp ini." ucap Ario
Ario berjalan menuju ke belakang rumah kosong tersebut dan diikuti oleh yang lain.
Ario menekan batu-bata yang berbentuk persegi di bagian kanan dan ketika itu ditekan bagian tembok tadi langsung berubah menjadi jalan turun menuju ke parkiran bawah tanah. Setelah mereka masuk, para pendiri geng mengambil topeng yang terletak di kotak sebelah lift, dan mereka menaiki lift itu dan muncul di dalam rumah kosong tersebut yang membuat para adik itu sedikit terkejut. Lalu, para kakak itu menuju dinding bagian kanan dan memasukkan beberapa pin untuk membuka dinding itu, setelah dinding itu terbuka (tergeser) terlihat tangga lebih tepatnya eskalator, dan merekapun menuruni tempat itu dan terlihat ruangan yang sangat besar dan juga canggih, di sana dengan warna biru laut, biru langit, merah, hijau, dan juga bagian kanan terdapat gambar singa, harimau, serigala yang berwarna putih, dan bagian kiri berwarna hitam. Di sana juga terdapat beberapa ruangan, yaitu ruangan yang berada di bawah gambar singa, harimau, dan, serigala tersebut terdapat masing-masing 3 pintu berwarna hitam dan putih. Lalu, dihadapan mereka terdapat pintu besar yang warnanya terdiri dari gradasi warna merah,biru, dan hijau dan di bagian samping pintu itu atau pojokan ruangan disana terletak sofa yang lumayan besar dan meja.
Mereka pun duduk di sofa tersebut mengikuti Zein yang berjalan lebih dulu.
"Apa ada yang ingin kalian tanyakan?" tanya Zein.
.
.
.
.
Seperti biasa sampai sini dulu.
Terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya Author.
Salam Hangat dari Author.
Salam Satu Jiwa.
P.S :"Untuk bahasa asing yang digunakan di karya Author ini adalah terjemahan dari aplikasi translate, maaf bila ada yang salah dan berbeda arti sama yang author maksud, terimakasih."
Sumber gambar : Google : https://www.blackxperience.com/blackauto/autonews/lamborghini-ciptakan-aventador-khusus-buat-jepang
__ADS_1
dan https://cintamobil.com/pasar-mobil/mobil-lamborghini-merah-aid15454