
AMAGIRLS dan AMABOYS setelah pulang sekolah, kini sedang dalam perjalanan menuju kampus RARZAR untuk menjemput mereka dan pergi ke basecamp pusat.
HISISCO UNIVERSITY.
Bruumm....bruumm....bruumm.
Suara motor yang riuh itu menarik perhatian mahasiswa yang tengah bersantai.
"Siapa tuh?"
"Gtw, tapi itu kayaknya bukan mahasiswa deh, liat aja seragamnya."
"Seragam anak SMA tuh."
Suara bisik-bisik itu terhenti ketika AMAGIRLS dan AMABOYS melepas helmnya dan berganti dengan seruan mengagumi kecantikan dan ketampanan mereka.
RARZAR yang mengetahui itu adalah AMAGIRLS dan AMABOYS segera menghampiri mereka dan menyuruhnya untuk pindah ke jok belakang, kecuali Michelle dan Marchel. Hal itu juga menjadi perhatian mahasiswa yang lain bagaimana tidak, RARZAR telah menjadi most wanted kampus tersebut dari sebelum kepindahan Alia dan Reina.
"Turun, pindah belakang!" ucap Alia mewakili teman-temannya.
Ariel, Aurel, Aldo dan Aldi pun pindah ke belakang dan membiarkan kakak-kakaknya yang menyetir.
Setelah beberapa menit berkendara dari kampus menuju basecamp akhirnya mereka telah sampai di restoran, benar restoran kalian tidak salah baca ataupun author salah tulis, RARZAR, AMAGIRLS, dan AMABOYS memang menuju restoran lebih dulu untuk mengisi perut mereka dan juga ingin mewawancarai Alia dan Zein sebelum pergi untuk latihan.
"Jadi, gimana lo berhasil Zein?" tanya Ario
"Yupz, like you see (yeah, seperti yang lo liat)" jawab Zein.
"Ortu mereka gak serem kak?" tanya Michelle
"Lo pikir, ortu gue psycho gitu?" sulut Ariel mendengar pertanyaan nyeleneh dari Michelle.
"Ya, bukan gitu, maksud gue."
"Mungkin maksud lo mereka tegas gitu ya? kalau menurut gue sih tegas ya, dan gue baru tau kalo Al ternyata adalah orang yang pernah hampir jadi pasangan kencan buta gue."
__ADS_1
"Are you serious? (Lo serius?)" ucap RARZAR kecuali Alia dan Zein dan mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Bagus, lo tolak waktu itu." ucap Reina yang membuat AMAGIRLS dan AMABOYS kecuali Ariel dan Aurel bingung dan memasang ekspresi beryanya 'kenapa?'
"Sebenarnya ayah gue tau kalo kak Rasya udah punya pacar tapi beliau cuma mau nguji kak Rasya, mau gak dia ninggalin pacarnya itu demi karirnya lebih lancar dengan menerima perjodohan dengan kak Al dan ternyata dia gak mau." ucap Ariel yang berusaha menjelaskan dan mereka pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
...****************...
Sekarang mereka sudah berada di basecamp pusat dan akan berlatih atau belajar tentang racun ataupun ramuan herbal (Mereka sudah berganti pakaian dengan pakaian yang disediakan di basecamp)
"Oke, sebelumnya gue dan Rania adalah yang bertanggung jawab atas pembelajaran kalian tentang racun, kita biasa dipanggil WOLF CAPTAIN, gue captain Ario,"
"Dan gue captain Rania."
Mereka berdua memperkenalkan diri sebagai kapten yang lalu dibalas dengan sapaan hormat oleh AMAGIRLS dan AMABOYS.
"Salam, kapten." ucap mereka bersamaan serta menaruh telapak tangan kiri di dada sebelah kanan dan tak lupa sedikit membungkukkan badannya, RARZAR terkejut dengan sapaan hormat mereka karena mereka belum pernah memberikan peraturannya.
AMAGIRLS dan AMABOYS yang terkejut itupun menoleh ke Michelle ataupun Marchel seakan, ah bukan seakan tapi memang memintanya untuk menjelaskan.
"Dan, sepertinya kalian terkejut kenapa sapaan hormat kami sama, itu karena di tim dragon kami selalu menggunakan sapaan itu ketika latihan." ucap Marchel.
RARZAR mengangguk mengerti mendengar penjelasan Michelle dan Marchel dan segera melanjutkan pembelajarannya.
RACUN.
"Hal yang akan kita pelajari sekarang adalah racun, apakah kalian tau apa itu racun?" tanya Rania menatap AMAGIRLS AMABOYS.
"Racun adalah zat yang menyebabkan luka, sakit, dan kematian organisme, biasanya dengan reaksi kimia atau aktivitas lainnya dalam skala molekul, zat ini bisa berupa padat, cair maupun gas." jawab Marchel.
"Baiklah, sebenarnya apapun yang ada di dunia ini adalah racun hanya dosis yang membedakannya, dan di depan kita ada sepuluh racun paling berbahaya, jadi kalian jangan menyentuh atau menggunakannya sembarangan tanpa arahan dari kita-kita." ucap Ario dan dijawab anggukan kepala dari AMAGIRLS AMABOYS. (Kutipan ini berasal dari ucapan bapak Toksikologi, Paracelsus)
"Apa kalian tau nama-nama dari racun yang ada di sini?" tanya Rania.
Michelle dan Marchel yang mendengar pertanyaan itu langsung menoleh satu sama lain seakan mengisyaratkan untuk bergantian menjawab dan akhirnya Marchel lah yang akan menjawab lebih dulu.
__ADS_1
"Dilihat dari sampel yang menempel di botol ini kita bisa langsung mengetahui bahwa racun ini berasal dari biji tumbuhan yaitu RISIN, racun ini dapat membunuh orang bahkan jika hanya beberapa butir saja yang digunakan."
"sedangkan ini, sampelnya bergambar ikan buntal yang berarti racun ini dihasilkan dari ikan buntal yang bernama TETRADOTOXIN, racun ini bisa mematikan sistem saraf diantara otak dan tubuh dengan memblokir saluran sodium dan racun ini setidaknya butuh waktu enam jam untuk bereaksi."
"Ini sampelnya bergambar katak yang berarti ini adalah racun BATRACHOTOXIN, memiliki efek yang sama dengan racun sebelumnya yaitu menyerang saraf, hanya saja kandungan racun ini berbeda-beda di setiap katak, paling banyak ditemukan di katak-katak yang tinggal di hutan hujan."
"Ini adalah racun yang langka yaitu racun POLONIUM karena merupakan bagian dari elemen radioaktif, dosis letal yang diperkirakan adalah tujuh picogram dan itu cukup untuk membunuh orang dewasa."
"Ini adalah BOTOKS karena dalam botoks terkandung racun yang bernama BOTULINUM, racun ini bisa menyebabkan kelumpuhan organ dan menghentikan pernapasan. Kandungan ini bisa berdampak jika terjadi kesalahan penanganan."
"i...ini adalah GAS SARAF, ini adalah racun buatan yang mematikan bahkan gas ini tak perlu dihirup untuk merasakan efeknya karena gas ini bisa langsung terserap oleh kulit dan dosis kecilpun dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen."
Sebelum melanjutkan menjelaskan tentang racun yang lain, Michelle dan Marchel menoleh ke Ariel, Aldo, Aurel dan juga Aldi yang memperhatikan mereka berdua menjelaskan dengan tenang bahkan mereka berempat hanya memasang wajah datar dan tidak peduli dengan kehebohan Marchel dan Michelle. Aldo dan Ariel yang menyadari lebih dulu sedang ditatap oleh mereka berdua mengerutkan keningnya, lalu disusul oleh Aldi dan Aurel yang juga memberikan ekspresi serupa. Michelle dan Marchel pun setuju untuk membiarkan Ariel, Aldo, Aldi dan Aurel untuk menjelaskan racun-racun selanjutnya yang berarti masing-masing harus menjelaskan satu racun.
RARZAR hanya menyunggingkan senyum (smirk) mendengar Ariel, Aldo, Aurel, dan Aldi harus menjelaskan racun-racun selanjutnya karena yang ada dipikiran mereka AMAGIRLS dan AMABOYS tidak akan paham mengenai racun ataupun obat-obatan selain Michelle dan Marchel.
"...."
.
.
.
Seperti biasa sampai sini dulu.
Terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya Author.
Salam Hangat dari Author.
Salam Satu Jiwa.
P.S :"Untuk bahasa asing yang digunakan di karya Author ini adalah terjemahan dari aplikasi translate, maaf bila ada yang salah dan berbeda arti sama yang author maksud, terimakasih."
Sumber Informasi :https://www.idntimes.com/science/discovery/abraham-herdyanto/racun-paling-mematikan-di-dunia, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Racun
__ADS_1