
At Restaurant (Restoran)
Aldi dan Aurel yang baru masuk ke restoran, tanpa sengaja mata mereka menangkap dua manusia kulkas alias Aldo dan Ariel dan merekapun memutuskan langsung bergabung dengan mereka bahkan tanpa sepatah katapun mereka langsung duduk yang direspon oleh gelengan kepala oleh Ariel dan Aldo, bahkan hal itu membuat orang yang berada di sekitar meja tersebut heran tapi tak ada yang berani berkomentar melihat wajah dingin Aurel dan Aldi.
“Mau pesen apa lo berdua?” tanya Ariel yang setidaknya membuat prasangka buruk dari orang-orang disekitar mereka memudar.
“Samain.” jawab Aurel.
Setelah makan dan membayar semuanya, kini mereka berempat jalan ke suatu hutan yang memang tidak diketahui oleh geng SiMauGala dan di sanalah tempat yang akan mereka alias AMAGIRLS dan AMABOYS gunakan sebagai basecamp.
Di hutan itu, basecamp mereka berbentuk rumah pohon. Rumah pohon tersebut sangatlah besar layaknya rumah biasa tapi tenang jika mereka ingin naik ke rumah pohon itu ada lift yang terletak di dalam batang pohon dan tangga disampingnya itu untuk mengecoh siapapun yang baru pertamakali datang ke sana ataupun penyusup atau musuh yang mengejar.
“Ajak Fara sama Neano ke sini sekaligus kita bahas rencana kita buat besok!” suruh Ariel.
Tak berselang lama Michelle dan Marchel sampai di rumah pohon tersebut.
“Mau triple date nih?” tanya Michelle yang langsung duduk di samping Ariel. Mereka duduk dengan posisi melingkar.
“Kalo duduk melingkar gini sih biasanya mau ngepet, ya gak?” celetuk Marchel.
“Iya, lo yang keliling.” dengan nada sarkas Aldo menjawab.
“Oke, serius yuk, jadi gimana untuk besok?” tanya Ariel.
Hening, tak ada yang menjawab.
“Gini aja deh, kalian sebutin ahli kalian itu di apa, jarak jauh atau dekat?” saran Aldo yang disetujui semuanya.
“Gue lebih ke ngehack sih.” Marchel.
“Gue buat obat dan racun.” Michelle.
“Jarak dekat.” jawab Aldi dan Aurel bersamaan.
“Kalo kita berdua yang nentuin posisi besok kalian keberatan gak?” tanya Aldo yang membuat Ariel terkejut karena ia yang dilibatkan juga, tapi semuanya setuju kalo Ariel dan Aldo yang membagi posisi mereka, “Menurut lo gimana?” tanya Aldo ke Ariel setelah disetujui oleh teman-temannya.
“Apakah posisi kita tidak ditentukan oleh kakak RARZAR?” tanya Ariel memastikan.
“Nih.” Aurel menunjukkan chattingannya dengan Reina dimana dijelaskan oleh Reina posisi mereka bisa mereka atur sendiri.
“Kalo menurut gue, Reo dan Rea berada di depan aja,” Ariel mengeluarkan idenya, “Soalnya gue rasa nanti bagian kanan kiri akan ditempati oleh Kak Rei.” lanjutnya.
“Oke, kalau gitu berarti Fara sama Neano ada di posisi cctv ya, dan kita berdua gue rasa mending jaga bagian dalam gimana?” tanya Aldo yang disetujui semuanya.
__ADS_1
“Btw, Fara mungkin besok lo akan dikasih obat dari kakak-kakak, tapi gue saranin lo bawa racun yang lo buat sendiri, dan untuk kalian berdua karena jarak dekat jangan lupa bawa lebih dari satu senjata dan pastikan ada beberapa yang udah diolesi sama racun yang dibawa Fara.” ucap Ariel yang dijawab dengan anggukan oleh Fara, Aurel dan Aldi.
“Untuk lo Neano, meskipun tugas lo di bagian cctv tetep bawa senjata apapun itu, dan buat gue sama Lea, karena kita gak tau di dalem sana akan kayak gimana jadi kita bawa senjata jarak jauh dan jarak dekat, btw besok pagi kita kumpul di sini dulu, Fara biar bagiin racunnya ke kita dulu gimana?” ucap Aldo.
“Racunnya jangan yang mematikan karena kita gak tau apa ada konsekuensi kalo kita menggunakan racun yang tidak disarankan oleh kak RARZAR, cukup bawa racun yang dapat melumpuhkan lawan sesaat.” lanjut Ariel.
“Kalau racun kayak gitu gue ada banyak di sini, gimana kalo gue bagiin sekarang?” ucap Michelle.
“Boleh aja, tapi apa kandungan racunnya tak akan berkurang kalo dibagikan sekarang?” Aldo memastikannya lagi.
“Ah benar juga, kandungan racunnya tak akan hilang tapi karena kita gak pake beberapa alat takutnya nanti ada gas beracun yang sedikit bocor.” jawab Michelle.
“Besok pagi aja.” ucap Aurel yang sedari tadi hanya menyimak yang langsung disetujui oleh semua.
“Apa yang kalian berdua pikirkan?” tanya Aldi yang melihat Aldo dan Ariel seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Gue penasaran apa sebenarnya yang disembunyikan di basecamp SiMauGala, belum lagi mereka memberi kita misi ini yang menurut gue ini terlalu cepat.” jawab Aldo.
“Gue juga memikirkan hal yang sama, gue udah ngehubungin adkel gue yang mana dia juga anggota SiMauGala dan ketika gue tanya sama dia bahkan sejago apapun anggota baru biasanya butuh waktu enam bulan untuk melakukan misi, dan lagi simbol-simbol di basecamp SiMauGala di sana aneh.” lanjut Ariel.
“Aneh?” Aldi bingung dengan maksud aneh dari Ariel.
“Iya, mungkin kalian gak sadar tapi di beberapa tempat simbol yang ada di sana bukan hanya singa, harimau dan serigala, tapi ada beberapa tempat yang bersimbol naga tapi simbol itu disamarkan, entah apa alasannya.” jawab Ariel.
“Apa mungkin kita diberi misi sekarang berhubungan dengan rahasia basecamp?” perkiraan Aurel yang sedari tadi hanya menyimak percakapan.
“Bisa jadi.” jawab mereka semua bersamaan.
...****************...
Setelah memastikan semuanya sudah fix, mereka pun pulang tapi yang cowok mengantarkan cewek-cewek lebih dulu.
Ariel-Aldo Side.
Aldo menghentikan mobilnya di tukang sate.
“Lo mau makan dulu?”
“Enggak, buat orang rumah aja, tunggu bentar ya!”
“Heem.”
Aldo pun turun dan membeli sate lebih dulu, sedangkan Ariel menunggu di dalam mobil dan chatting dengan Alia tanpa ia sadari Aldo telah kembali dan duduk di kursi kemudi.
__ADS_1
“Asik banget kayaknya sampe senyum-senyum sendiri.” ucap Aldo dengan nada sedikit cemburu, yang membuat Ariel heran adalah bagaimana Aldo mengetahui Ariel tersenyum padahal itu adalah senyum tipis.
“Yaa, emang asik sih.” jawab Ariel yang entah mengapa ia malah ingin menggoda Aldo dengan menjawab seperti itu.
Aldo yang mendengar jawaban seperti itu hanya bisa menghembuskan nafas dan memalingkan wajahnya ke luar jendela dan menjalankan mobilnya menuju rumah Hiyuraishi-Franscio, dan Ariel yang mendapati respon seperti itu tersenyum kecil dan melihat ke arah luar jendela satunya.
Selang beberapa menit, mereka telah sampai di rumah Hiyuraishi-Franscio
“Thanks ya, lo mau masuk dulu gak?”
“Gak deh, ini buat keluarga lo!” Aldo memberikan empat bungkus dari delapan bungkus yang ia beli ke Ariel, “Gue sengaja beliin ini buat keluarga lo.” lanjut Aldo ketika Ariel tak segera mengambilnya.
“Oh okay thanks.”
“Ya udah gue duluan ya.” Aldo memutar mobilnya dan akan menjalankannya sebelum Ariel mengetuk jendela mobilnya.
“Le, I've already make decision and i agree to do it with you (Gue udah buat keputusan dan gue setuju)” setelah mengatakan itu dengan jail ia tersenyum dan mengedipkan matanya lalu ia pun meninggalkan Aldo yang tengah speechless di mobilnya.
Ariel masuk ke rumahnya yang langsung diinterogasi oleh Alia, sedangkan Aldo membutuhkan beberapa menit untuk tersadar dari apa yang terjadi dan ketika ia sadar ia melihat sekelilingnya dan segera menjalankan mobilnya dengan perasaan bahagia.
...****************...
Aurel Aldi Side.
Hanya alunan musik yang terdengar dalam mobil yang tengah menyusuri jalanan yang ramai ini, sedangkan kedua orang yang berada di dalamnya fokus terhadap kegiatannya masing-masing.
“Lo asih inget kan, apa yang gue tanyakan waktu itu?” Aldi menanyakan itu yang membuat Aurel sedikit terkejut.
“Huh...tentu gue masih inget, lo minta jawabannya besok kan?” Aurel.
“Ya...”
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Fiyuraishi-Fransciro.
Aurel turun dari mobil dan menunggu Aldi yang telah putar balik.
“Gue rasa lo harus tau jawaban gue sekarang.”
“Huh?”
“Gue setuju untuk mencoba hal itu.” setelah mengatakan kalimat itu Aurel meninggalkan Aldi yang menatap kosong kepadanya.
...****************...
__ADS_1
Keesokan harinya.