Black And White SiMauGala Gang <AMAGIRLS-AMABOYS>

Black And White SiMauGala Gang <AMAGIRLS-AMABOYS>
15. ALIA AND ZEIN


__ADS_3

"You are so romantic my future brother in law, but do you know what made my sister feel anxious or confused right now? (Kamu sangat romantis calon kakak iparku, tapi apa kamu tau apa yang membuat kakakku merasa gelisah atau bingung sekarang?)" ucap Ariel yang mana langsung merebut perhatian AMAGIRLS-AMABOYS dan RARZAR yang tadinya memperhatikan Alia dan Zein karena aura tegas yang dikeluarkan oleh Ariel meskipun tidak seratus persen tapi mereka semua masih bisa merasakannya.


"I think its because she not really trust me. (Menurutku itu karena dia tidak terlalu mempercayaiku)" ucap Zein yang membuat Alia terkejut dan ingin menjelaskan namun ditahan oleh Ariel yang memberikan isyarat dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya dengan menatap Alia sekilas.


"Hahaha, funny, ok i will try to be a good sister in law for you. (Hahaha, lucu, ok aku akan mencoba menjadi adik ipar yang baik untukmu)." ucap Ariel "Itung-itung latihan buat nantinya." lanjutnya.


"Oke, jadi gimana ya ngejelasinnya." bingung Ariel


"Jelaskan pelan-pelan." ucap Zein


"Lo tau kan kalo gue sama kak Al itu cuma dua bersaudara?" tanya Ariel yang langsung dijawab anggukan oleh Zein


"Dan lo tau apa gak nama marga kita?" tanya Ariel yang lalu meminum jusnya


"Enggak." jawab Zein yang hampir bikin Ariel memuncratkan seluruh minumannya.


Ariel dan Aurel yang mendengarkan jawaban dari Zein itu langsung menoleh ke kakak-kakaknya untuk meminta kejelasan, biasanya hal-hal kayak gini akan dijelaskan oleh Alia tapi karena keadaan Alia yang lumayan kacau jadi Reina terpaksa menjelaskannya karena dia paling benci bicara panjang lebar.


"Itu benar, kita semua gak ada yang tau marga satu sama lain kecuali gue yang tau marga cowok gue, Alia yang tau marga Zein, Ario dan Rania yang tau marga masing-masing, untuk temen-temen lo, gue kurang tau." jelas Reina


Setelah mendengarkan penjelasan dari Reina, Ariel dan Aurel pun mengangguk mengerti.


"Oke kalo gitu soal marga tadi lupakan!" ucap Ariel, "Lo udah tau kalo gue sama kak Al cuma dua bersaudara, karena di keluarga gue cuma ada anak perempuan ortu kita itu sangat protektif ke gue maupun kak Al, terlebih lagi kak Al adalah anak pertama yang mana pasti harapan ortu kita itu tinggi apalagi ke lo yang mau langsung ketemu sama ortu kita, yang kak Al takutin itu bukannya lo yang gak bisa yakinin ortu kita, tapi lebih ke pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan ortu kita ke lo dan juga konsekwensinya." Ariel meminum jusnya kembali karena ia merasa sudah terlalu banyak bicara.


"Konsekwensinya apa emangnya?" tanya Reiko


"Menjauh dari orang yang lo sayang itu dalam artian lo cuma bisa deket sebagai teman, mungkin lo bisa mencoba kembali untuk merebut hati ortunya tapi kesempatan itu hanya nol koma satu persen." jawab Aurel setelah mendapatkan kode dari Ariel yang menatapnya dan mengangkat alisnya yang lalu di jawab oleh putaran mata olehnya.


Zein yang mendengar itupun sedikit tegang namun setelah itu dia menatap Ariel dan Alia bergantian dan mengatakan dengan tegas, "Aku akan tetap datang ke tempat kalian dan menunjukkan bahwa aku memang layak untuk jadi pendamping Alia."


"Oke gue suka lo sangat tegas tentang ini, kalo gitu datanglah ke rumah nanti jam delapan, dan kalo lo butuh bantuan lo bisa minta bantuan dari gue." ucap Ariel yang membuat semuanya terkejut.


"Key...." Alia menatap Ariel dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Lo tenang aja, lo sayang sama kak Zein kan, dan kak Zein sendiri juga sayang sama lo, percaya aja nanti gue bantuin kok." ucap Ariel


"Wish you good luck bro (Semoga sukses bro)" ucap Reiko dan diangguki yang lain.


Setelah membicarakan itu semua mereka pun pulang ke rumah masing-masing, kecuali Ariel dan Aldo yang menemani Zein karena permintaan cowok itu.


"Oke, btw lo gak bilang sama Af, Alia kan?" tanya Zein


"Aman, tenang aja, emang butuh bantuan apa sih?" Ariel


"Gue perlu lo untuk nyebutin barang apa yang disukai sama ortu lo, dan untuk membeli semua barang itu." Zein


"Anjir, gini ya kak terserah lo, lo mau bawa apa nanti yang penting nanti lo tunjukkin keseriusan lo sama kak Al!" saran Ariel.


"Ya udah kalo gitu bantu gue nyari buah aja sekarang!" ajak Zein yang lebih terdengar seperti perintah bagi Ariel dan Aldo


Mereka pun pergi membeli buah dan segera pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


...****************...


Hiyuraishi-Franscio House.


"ただいます{Tadai Masu} (Aku disini/aku pulang)" ucap Ariel


"おかえり{Okaeri} (Selamat datang kembali)" jawab Alia yang terdengar gelisah, Ariel yang mendengar balasan seperti itu hanya menggelengkan kepalanya lalu menghampiri Alia yang berada di ruang tengah.


"Tenangin diri lo, btw lo udah telpon ayah sama bunda?"


"Udah, gue juga udah ngasih tau tentang Zein, tapi gue masih agak takut."


"Huff, lo cinta kan sama kak Zein kalo lo cinta ama dia, lo harus percaya sama dia."


"ただいます{Tadai Masu} (Aku disini/aku pulang)" ucap Krishna dan Lesta yang baru sampai di rumah.


"おかえり{Okaeri} (Selamat datang kembali)" Alia dan Ariel mengucapkan bersamaan.


Setelah semuanya bersih-bersih, mereka berkumpul di ruang tengah, dan suasana di sana tidak sehangat biasanya.


"Jadi, apa yang kakak ucapkan tadi serius atau hanya main-main?" Krishna bertanya dengan nada yang datar


"Aku serius ayah!" ucap Alia dengan tegas dan menatap ke mata Krishna langsung meski ia masih diselimuti rasa takut.


"Baiklah, ayah akan pertimbangkan nanti jika sudah bertemu dengan cowok itu."


"Bunda boleh tanya, kak?" nada lembut


"Sudah berapa lama hubungan kamu berjalan?"


"Sebenarnya aku udah kenal dia sejak kelas 1 SMA dan dia ngutarain perasaannya itu 3 tahun lalu tapi dia bilang dia gak akan pacaran dulu sebelum dapet restu dari orangtuanya maupun orangtuaku."


"Ayah, jadi tidak sabar pengen ketemu sama dia."


"Tenang aja yah, dia ganteng tapi bukan seleraku, baik, tegas juga kok." ucap Ariel


"Bukan seleramu karena seleramu si Brilli kan?" goda Alia


"Dih, orang aku aja baru kenal ama dia ya ya kali langsung suka."


"Ga papa kok kalo emang suka, ayah kamu dulu baru pertama kali ketemu sama bunda langsung ngajak ngedate." ucap Lesta yang membuat muka Krishna jadi merah.


"Ayah, gercep juga ya." ucap Alia yang diangguki oleh Ariel


"Kalo gak gercep, bisa kalah ayah sama yang lain orang bunda kalian ini inceran semua cowok kok."


"Ayah juga ya, karena itulah bunda bilang untuk nemuin obachan ojichan kalian lebih dulu."


"Wih berarti yang dilakuin kak Zein bener dong."


...****************...

__ADS_1


Akhirnya saat yang mereka semua nantikan dengan hati yang gelisah telah tiba, kini Zein telah berada di depan rumah Hiyuraishi-Franscio dan ia sekarang sedang menghela napas dan menyiapkan hati menghadap kedua orangtua Alia.


Zein kini sudah duduk di ruang tamu dan bertemu dengan Ariel dan ia selalu melihat sekitar dengan gelisah dan Ariel pun menenangkannya dan menyuruhnya untuk bersantai.


Krishna dan Lesta yang menyaksikan interaksi Ariel dan Zein pun menjadi penasaran dengan rupa Zein karena dari tadi mereka hanya bisa menatap punggung Zein. Setelah beberapa saat mereka pun memutuskan untuk menghampiri Ariel dan Zein bersama dengan Alia.


"Sepertinya pembicaraan kalian sangat seru." ucap Lesta yang membuat atensi Ariel dan Zein berpindah ke mereka dan membuat Zein terkejut dan langsung berdiri.


"Tuan Franscio, nyonya Hiyuraishi!" seru Zein yang terkejut dengan kedatangan mereka.


"Zein Alexander?" Krishna memastikan apakah benar yang kini berada di hadapannya adalah salah satu dari keluarga Alexander.


"Benar, tuan itu saya."


"Kamu terlihat sangat terkejut nak, kenapa? dan mkamu bisa duduk lebih dulu!" ucap Lesta


"Begini ayah bunda, dari apa yang kudengar dari kakak-kakak tadi diantara mereka tidak ada yang tau tentang keluarga pasangan masing-masing dan mereka hanya bisa tau ketika sudah bertemu dengan orangtua mereka." ucap Ariel membantu menjelaskan.


"Jadi apa tujuan kamu ke sini?" tanya Krishna


"Begini, om tante sebelumnya perkenalkan nama saya Afra Zein Rasya Alexander, saya biasa dipanggil Zein tetapi keluarga saya biasa memanggil Rasya dan saya adalah anak tunggal keluarga Alexander," Zein menghela napas sekejap "Tujuan saya ke sini seperti yang sudah disampaikan oleh Alia maupun Ariel bahwa saya ingin meminta restu dari kalian untuk menjadikan Alia sebagai pacar saya dan meminangnya di masa depan." lanjut Zein dengan tegas.


"Apakah kamu yakin bisa membuat anak saya merasa bahagia?" tanya Lesta dengan tenang


"Saya tidak bisa berjanji untuk itu tapi saya bisa terus berusaha agar membuat Alia selalu bahagia ketika ia bersama saya."


"Ayah setuju." ucap Krishna yang membuat semuanya terkejut.


"Kalau ayah setuju bunda juga akan setuju."


"Maaf menginterupsi apa alasan ayah menerima kak Zein? bukannya aku gak mau kalo ayah menerima kak Zein tetapi biasanya ayah akan menanyakan lebih dari ini kan tidak mungkin hanya dengan satu pertanyaan ayah akan langsung menyetujui." ucap Ariel


Krishna tersenyum mendengar pertanyaan dari Ariel dan ia merasa bangga ketika Ariel jeli tentang kebiasaannya yang akan selalu menanyakan banyak hal sebelum menyetujui apapun.


"Seperti yang kalian semua ketahui, Zein sudah biasa datang ke kantor sebagai bos dari Alexander Company dan dari situ ayah bisa menyimpulkan bahwa Zein adalah orang yang sangat tepat dengan Alia, bahkan ayah pernah menawarkan Zein untuk berkenalan dengan anak ayah tanpa menyebut nama dan Zein menolak ajakan ayah dan bilang bahwa ia sudah memiliki seseorang yang sudah bersamanya dalam berjuang."


Setelah penjelasan dari Krishna, kini semuapun menikmati makan malam dan mengubah panggilan Zein menjadi Rasya atas permintaan cowok itu sendiri.


.


.


.


Seperti biasa sampai sini dulu.


Terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya Author.


Salam Hangat dari Author.


Salam Satu Jiwa.

__ADS_1


P.S :"Untuk bahasa asing yang digunakan di karya Author ini adalah terjemahan dari aplikasi translate, maaf bila ada yang salah dan berbeda arti sama yang author maksud, terimakasih."


__ADS_2