Black And White SiMauGala Gang <AMAGIRLS-AMABOYS>

Black And White SiMauGala Gang <AMAGIRLS-AMABOYS>
PLAN 2 (RENCANA 2) DORIEL AUDI 3


__ADS_3

Keesokan harinya, mobil sport milik Aldi telah berada di depan rumah Fiyuraishi-Fransciro yang mana hal itu mengejutkan semua orang yang berada di rumah itu, terlebih lagi Aurel yang baru saja keluar rumah dan melihat Aldi tengah berdiri dengan bersamdar pada bagian depan mobilnya.


“Ngapain ke sini?”


“Jemput lo lah, ngapain lagi.”


“Huh?”


Aldi melihat sekelilingnya dimana banyak pelayan keluarga Fiyuraishi-Fransciro yang melirik ke mereka dan Aldi mengecilkan suaranya lebih dari omongan mereka yang tadi.


“Racun.”


“Ah benar juga.” Aurel yang baru menyadari hal itupun, “Eh btw lo ngapain jemput gue, telpon bisa kan?”


“Mau ketemu ortu lo.”


“Lo gil...” belum sempat Aurel mengucapkan hal itu suara mobil lain masuk ke rumah tersebut dan ternyata itu adalah mobil Reiko.


“Kak Iko!” seru Aurel yang sebenarnya ingin bertanya namun tertahan oleh suara Reina yang keluar menyambut Reiko.


“Oh, Alfa!” ucap Reina yang sadar akan kehadiran Aldi, “kalian mau jalan?” ia bertanya kepada mereka berdua ah tidak lebih tepatnya ke Aurel.


“Sorry kak, ortu lo ada di rumah?” sela Aldi.


“Gak, dua minggu lagi mereka pulang.” jawab Reina, “Gue cabut dulu, Fa gue titip adik gue, Fi nanti gue tunggu cerita lo!” lanjutnya yang langsung masuk ke mobil Reiko.


“Gue duluan ya!” ucap Reiko yang dijawab anggukan oleh mereka berdua.


“Kita juga harus pergi sekarang!” Aldi


“Bentar, gue ambil jaket dulu.”


Setelah Aurel mengambil jaketnya, mereka segera menuju rumah pohon.


Note :Mereka semua berbicara dengan nada yang datar.


...****************...


Tak jauh berbeda dengan Aldi, kini Aldo juga tengah menunggu Ariel di depan rumahnya. Jika kalian bertanya apa bedanya, bedanya adalah Aldo kini tengah duduk di ruang tamu bersama Lesta dan Krishna.


“Jadi...ada apa kamu ke sini?” tanya Krishna dengan nada datar yang membuat semua di sana menahan nafas, jika kalian bertanya dimana Ariel, ia sedang berada di kamarnya bersama Al dan tak mendengar suara apapun karena kamarnya lagi mode kedap suara.


“Ah...sebelumnya perkenalkan nama saya Aldo, saya ke sini mau menjemput Lea ah maksud saya Ariel karena kita ada janji sama temen-temen kita.”


“Kamu pacarnya Ke..Ariel?” tanya Lesta.


“Ah bukan lebih tepatnya belum.” jawab Aldo.


“Belum?” heran Lesta.


“Itu benar tante, saya sudah minta izin Ariel untuk memberi saya kesempatan untuk menunjukkan rasa sayang saya dan Ariel sudah menyetujuinya begitupula dengan Kak Alia.” jawab Aldo yang membuat Lesta dan Krishna lumayan terkejut, “Dan kebetulan tante dan om berada di rumah ini jadi saya mau minta izin untuk menjaga Ariel.” ucap Aldo sembari membungkukkan badannya.


“Kamu bahkan tidak mengetahui wajah kita bagaimana kamu yakin kalau kita adalah orangtua dari Ariel?” tanya Krishna, karena meamang mereka berdua tidak menunjukkan wajahnya dengan memakai topeng.


“Di sana terdapat foto kalian berempat yang memakai topeng dan bentuk mata dan wajah di sini , dua sama dengan Kak Al dan Ariel sementara 2 yang lain sangat mirip dengan om dan tante.”


“Bagaimana kalo sebenarnya kita ini hanyalah orng palsu?” tanya Lesta.


“Itu mungkin saja tapi jika memang om dan tante adalah ornag yang berbeda, para maid di sini meskipun harus tunduk mereka pasti menunjukkan gelagat yang canggung tapi mereka tidak, dan lagipula ada satu hal yang tidak dapat dilalsukan.”


“Huh?” Lesta dan Krishna mengeluarkan suara itu bersamaan.

__ADS_1


“Aura, aura yang kalian keluarkan sama dengan ah tidak setidaknya kalo kalian menunjukkan aura itu bersamaan itu akan 97 persen sama dengan aura Kak Al dan juga Ariel dan aura itu hanya bisa di dapat dari orangtua landung atau lebih tepatnya orangtua biologis.” jelas Aldo yang membuat Lesta dan Krishna kagum.


“Baiklah saya memberi kamu kesempatan.” ucap Krishna yang disetujui oleh Lesta.


Ternyata percakapan mereka telah didengar oleh Ariel dan Alia yang berada di tangga, Ariel sangat terkejut ketika ia melihat Aldo yang membungkuk di hadapan ortunya sehingga ia hampir lari ke sana tapi langsung di tahan oleh Alia.


“Wow, Bril you really brave (lo benar-benar berani)” ucap Alia yang membuat ketiga orang itu mengalihkan atensinya.


“Al/Key.”/“Kak Al/Lea.”


“Kalian mendengar percakapan kita tadi?” tanya Aldo.


“Yes, some of that (Sebagian)”


“Bukankah kalian ada janji?” tanya Alia yang menyadarkan Ariel dan Aldo, Ariel segera melihat jam tangannya.


“Kita telat!!!” ucap Ariel ke Aldo dan segera menyalami kedua ortunya.


“Kalo gitu kami pergi dulu om, tante, kak Al.” ucap Aldo lalu menyalami ortu Ariel setelahnya.


Ariel dan Aldo pun langsung menuju mobil Aldo dan tancap gas ke basecamp.


...****************...


Sementara itu di basecamp Michelle dan Marchel telah menunggu di sana karena harus menyiapkan racun-racun yang akan mereka gunakan.


“Racun apa yang harus kita gunakan?” tanya Marchel.


“Gimana kalo kita bawa chlorophylle spray?” tanya balik Michelle, “Kita bawa ini buat jaga-jaga kalo ternyata mereka lebih banyak dari kita.” lanjutnya.


“Setuju, aku udah dapetin racun yang bisa bikin mereka gatal-gatal kalo masuk ke darah mereka, ini nanti kita olesin ke senjata yang akan mereka gunakan.” ucap Marchel.


Aurel dan Aldi yang sudah ada di sana bersamaan dengan Michelle dan Marchel hanya memperhatikan obrolan mereka.


“Ck, lima belas menit.” decak Aurel.


“Apanya?” tanya Marchel.


“Mereka, telat.” jawab Aldi.


“Sorry, tadi ada kendala!” seru Ariel yang baru memasuki ruangan tersebut bersamaan dengan Aldo.


“Widih, barengan nih hahaha.” ucap Marchel.


“Btw, ada kendala apa kalian?” tanya Michelle.


“Tau tuh temen lu emang agak gila!” jawab Ariel sembari membanting (Mendudukkan) tubuhnya di samping Aurel.


Aldo senyum tipis menanggapi tatapan teman-temannya, “Bukan apa-apa, btw racunnya mana?”


“Nih!” Marchel melemparkan botol racun ke Aldo.


“Eh, btw mending kita ajak Kapten RARZAR sekarang gak sih?” tanya Aldo, “Sekalian kita tanya teknisnya gimana, kita lakukan pengamanan sejak kapan dan pakaian yang harus digunakan lalu juga tentang sekolah kita.”


“Skip, mungkin.” ucap Michelle.


“Mau kita itu mah.” Ariel menanggapi ucapan Michelle yang lalu disetujui dan ditertawakan mereka semua kecuali Aurel dan Aldi yang hanya tersenyum kecil.


“Siapa nih yang ngechat mereka?” ucap Marchel.


“1.....2......3...Suuuuuuiiiiiittttt!!!” Aldo memimpin yang langsung diikuti oleh yang lain dan yang kalah adalah Aurel dan ia hanya berdecak kesal, setelah itupun dia langsung ngechat Reina.

__ADS_1


Isi chat.


^^^lo dimn?^^^


^^^AMABOYS/GIRLS mau ktmu sm RARZAR!^^^


basecamp.


kbtlan kt akn nyruh klian ksni.


^^^basecamp mn?^^^


main basecamp.


ok, otw


Dengan segera AMAGIRLS dan AMABOYS menuju main basecamp.


...****************...


RARZAR kini tengah menunggu kedatangan AMAGIRLS dan AMABOYS.


“Bukankah mereka sangat cepat?” ucap Ario.


“Iyaa, bahkan mereka bilang sudah menetapkan strategi.” tanggap Rania.


Tak lama setelah itu tersldengar langkah kaki yang menuju Main Room dan sudah dipastikan bahwa itu adalah AMAGIRLS dan AMABOYS.


“Pagii kapten.” ucap AMAGIRLS dan AMABOYS bersamaan.


“Pagi, duduk dulu gih.”


“Okee, kita akan mulai pengawasan besok dari pagi jam 3 kita semua sudah harus ada di sini, paham?” ucap Zein yang langsung dijawab anggukan oleh AMAGIRLS dan AMABOYS yang mana itu malah membuat RARZAR terkejut karena mereka pikir akan ada beberapa yang mengeluh karena terlalu pagi.


“Gue denger dari Reina, kalo kalian sudah membagi tugas buat kalian masing-masing, apa itu benar?” tanya Alia.


Ariel, Aurel, Aldo dan Aldi menatap ke Michelle dan Marchel seakan meminta mereka berdua untuk menjelaskan hasil dari keputusan mereka. Michelle dan Marchel pun segera menjelaskan bagaimana mereka membagi tugas masing-masing.


“Bagaimana dengan sekolah kami?” tanya Aldo.


“Tentu saja kalian akan skip sekolah kalian dan lagipula sekolah itu sudah diatur untuk memahami kegiatan SiMauGala Gang.” jawab Alia.


“Pakaian dan senjata yang akan digunakan, apakah dibagikan sekarang atau besok?” tanya Ariel.


“Senjatanya udah kita ambil.” ucap Reina yang masuk ke ruangan bersamaan dengan Reiko yang membawa banyak senjata.


“Begitupula pakaiannya udah kita bawa!” ucap Rania yang diikuti oleh Ario dengan membawa beberapa pakaian yang akan mereka gunakan.


.


.


.


Seperti biasa sampai sini dulu.


Terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya Author.


Salam Hangat dari Author.


Salam Satu Jiwa.

__ADS_1


P.S :"Untuk bahasa asing yang digunakan di karya Author ini adalah terjemahan dari aplikasi translate, maaf bila ada yang salah dan berbeda arti sama yang author maksud, terimakasih."


__ADS_2